Saturday, April 11, 2020

Kisah Pasien Nomor 1 di Lampung Sembuh Virus Corona

BANDARLAMPUNG (10/4/2020) – Pasien nomor satu positif corona Lampung itu sedang berolahraga pagi di teras rumahnya di RT 2 LK 1, Perumahan Griya Cendara, Kelurahan Bilabong Jaya, Langkapura, Bandarlampung.

Jumat 10 April 2020, menjadi hari pertamanya kembali ke rumah, setelah dirawat 26 hari di RSAM Bandarlampung. Ia pulang Kamis 9 April setelah diisolasi dari 14 Maret dan dinyatakan positif virus corona 16 Maret, sekaligus menjadikan Lampung sebagai daerah terjangkit virus Covid-19.

Amin Sutadi, warga Bilabong Jaya berusia 64 tahun, tidak menyangka diserang virus corona. Terakhir ia mengikuti Sinode Gereja Protestan Indonesia bagian Barat, GPIB, di Hotel Aston Bogor pada tanggal 26 hingga 29 Februari, yang diikuti 800 orang.

Tiga hari kemudian, 3 Maret 2020, Amin mulai merasakan flu, hidung gatal, dan demam. Ia berobat ke dokter. Karena masih sakit, pergi ke sebuah rumah sakit swasta, dan terus berobat.

Pada 14 Maret Majelis Sinode meminta 800 jemaat yang hadir di Hotel Aston Bogor memeriksakan diri. Hingga akhir bulan, 4 orang meninggal setelah menghadiri acara tersebut, dua di antaranya positif corona, 1 infeksi penyakit menular, dan seorang lagi negatif.

Amin dibawa keluarga ke Puskesmas Simpur, Pasar Tamin. Petugas di sana merujuknya ke RSAM. Ia langsung diisolasi, diswep, dan dinyatakan positif empat hari kemudian.

Selama sepekan, pria beristeri satu dan beranak dua itu merasakan susah makan. Namun, dengan dibimbing terus oleh para dokter dan tenaga medis di RSAM, ia mulai pulih pada pekan kedua. 

Amin acung jempol untuk pelayanan di ruang isolasi RSAM, mulai dari dokter, perawat, hingga cleaning service, yang mendorongnya untuk sembuh.  Ia juga berterimakasih atas suport keluarga dan jemaat memberikan jamu-jamuan dan doa.
Yang membuat ia menjadi lama di rumah sakit, karena terganggu oleh kabar tentang seluruh keluarganya diperiksa meski tanpa gejala, OTG. Ia baru senang lagi setelah mendengar ketujuhnya negatif.

Ia juga merasa terbebani sebagai pasien positif corona di Lampung dan dalam dua pekan hanya sendiri diisolasi di RSAM. 

Selain itu, ia yakin, dengan tanpa penyakit tambahan, pasien positif corona bisa sembuh. Obatnya hanya menjaga stamina, memperoleh vitamin, asupan tambahan, dan olahraga. 

Amin masih dipantau 14 hari. Dia yakin tidak akan ke mana pun selama virus corona masih mewabah di negeri ini. Kecuali di teras rumah, untuk berjemur dan olahraga.

DEDI KAPRIYANTO

0 comments:

Post a Comment