Friday, May 1, 2020

Transparan, Anggaran Pencegahan Corona Gisting Atas Tanggamus

GISTING (1/5/2020) – Pekon Gisting Atas, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, membentuk satgas tanggap darurat covid-19 sejak 5 April 2020. Operasional pencegahan maupun penanggulangan corona menggunakan anggaran dana desa Rp400 juta.

Satgas tanggap darurat bertugas mencegah penyebaran virus corona di Pekon Gisting Atas. Anggota terdiri dua aparat pekon dan enam relawan. Mereka berbagi jadwal piket siang dan malam 24 jam penuh. Relawan solid memantau pemudik dan pendatang luar daerah.

Penjabat Kepala Pekon Gisting Atas Eko Didi Armadi mengungkap operasional dan material posko corona menggunakan dana desa. Penyusunan dan realisasi anggaran Rp400 juta dilaporkan transparan masing-masing pencegahan Rp140 juta dan penanggulangan Rp260 juta.

Pencegahan corona meliputi penyemprotan sarana umum dan perumahan warga dengan desinfektan. Kegiatan ini tiap dua pekan selama tiga bulan. Sebanyak 40 relawan menyemprot 10 dusun terdiri 28 RT. Pekon menyiapkan desinfektan untuk penyemprotan mandiri.

Anggaran penggulangan Rp260 juta berbentuk bantuan langsung tunai warga kurang mampu dan terdampak pandemi covid-19. Penerima BLT corona mencapai 144 kepala keluarga. Bantuan ini tidak berlaku bagi warga penerima bansos PKH.

Posko mengajak mayarakat mematuhi protokol kesehatan seperti pola hidup bersih dan sehat, pakai masker, dan jaga jarak sosial. Pekon Gisting Atas segera membagikan lebih 4.000 masker bagi 2.115 KK. Tiap keluarga dijatah dua alat pelindung diri tersebut.

Posko makin ketat memantau kepulangan pemudik dan pendatang zona merah. Pengawasan ini menghindarkan kasus positif corona. Pemantauan 25 masjid dan mushola menunjukkan kepatuhan jemaah tarawih di rumah.

Penjabat Kepala Pekon Eko Didi Armadi mengimbau warga Gisting Atas menahan diri dan tidak memasuki wilayah zona merah. Langkah ini semata-mata mencegah penularan corona terhadap anggota keluarga dan lingkungan pekon.

Bidan Riska melaporkan pengawasan 89 pemudik sejak 18 Maret hingga akhir April 2020. Sebanyak 54 orang selesai isolasi mandiri dan 35 orang dalam pemantauan. Empat pemudik sempat mengalami gejala, namun tiga di antaranya sudah sehat. Posko tinggal memantau satu orang ODP.

AFNAN HERMAWAN

0 comments:

Post a Comment