Tuesday, July 14, 2020

Gotong-Royong Kampung Setia Bumi Lampung Tengah Menonjol

SEPUTIH BANYAK (14/7/2020) – Kampung Setia Bumi, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, menonjolkan gotong-royong sebagai modal pembangunan. Semangat kerjasama tersebut menyatukan tekad masyarakat dan kinerja aparat kampung.

Kampung Setia Bumi memiliki sejumlah program infrastruktur, ekonomi, sosial kemasyarakatan, kepemudaan, dan budaya. Seluruh program tersusun rapi dan terealisasi berkat kekompatan pemerintah kampung dan warga.

Kepala Kampung Setia Bumi Karyono memimpin rapat koordinasi rutin dua kali sepekan. Agenda ini membahas program kerja dan evaluasi secara keseluruhan. Rakor melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, karang taruna, aparat kampung, dan elemen masyarakat.

Pemerintah Kampung Setia Bumi mampu melayani masyarakat dengan baik dengan jadwal efektif Senin dan Kamis. Kegiatan gotong-royong khusus pamong tergelar dua kali per bulan. Sementara masyarakat bersemangat mengikuti Jumat bersih. Semangat gotong-rotong masih kental dan terpelihara dari generasi ke generasi.

Kampung Setia Bumi memiliki badan usaha milik kampung, BUMK, dengan karya Pasar Kelompok Wanita Tani, KWT, sejak 2017. Pasar ini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, sarana promosi produk, dan menjaga perputaran uang warga kampung. 

Di tengah pandemi covid-19, Kampung Setiap Bumi mengikuti anjuran pemerintah yaitu antisipasi kebiasaan baru. Masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dengan jaga jarak fisik, rajin cuci tangan, dan pakai masker.

Ketua Karang Taruna Adi Arbiantoro bersama mengakui agenda gotong-royong terjadwal rutin dua kali sebulan. Seluruh elemen masyarakat maupun perangkat kampung kompak melaksanakan program kebersihan dan kemasyarakatan. Berkat gotong-royong, kampung selalu tampak bersih.

Sugianto, warga setempat, antusias mengikuti Jumat bersih maupun gotong-royong kegiatan lainnya. Program kebersihan bukan hanya fokus sarana umum seperti kantor pelayanan, lapangan, dan tempat ibadah. Warga juga membenahi saluran air hingga sarana olahraga.

MUHAMMAD FARID DAN NAHODA

0 comments:

Post a Comment