Rabu, 07 Juli 2021

Tak Cukup Sehari Nikmati Pesona Alam Lampung Barat

LIWA (6/7/2021) – Meski masih pandemi, Lampung Barat terus menyiapkan diri menjadi daerah tujuan wisata. Tak cukup sehari saat ini untuk mengelilingi wisata kabupaten tersebut, yang terbentang dari Sumber Jaya hingga Danau Ranau, perbatasan dengan Sumatera Selatan.

Dimulai dari Suoh, yang memiliki kawasan kaldera seluas 128 KM, lokasi ini mirip dengan Yellowstone di Amerika Serikat. Lalu Temiangan Hill di Talang Panjang, Trimulyo, Gedung Surian, yang belakangan disebut negeri di atas awan, karena berada di ketinggian 1290 Mdpl.

Danau Ranau masih menjadi pesona sendiri, terutama setelah kawasan perikanan berkembang menjadi Lumbok Seminung, yang berada di kaki Gunung Seminung. Di sana juga ada Bukit Mandi angin, yang sering dipakai main paralayang.

Para pencinta alam tiap saat mengunjungi Gunung Pesagi atau olahraga arung jeram di Way Besai. Meski pandemi, banyak warga luar kabupaten ke sana, karena alamnya mengajari mereka melakukan protokol kesehatan.

Lampung Barat juga memiliki Wisata Alam Kubu Perahu, Situs Batu Brak, Kebun Raya Liwa, Air Terjun Mbah Gimo, Air Terjun Sepapah kiri dan kanan, Air Terjun Simantung, Bukit Bawang Bamung, dan sumber panas Gemburak,

Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus mengatakan ia meminta setiap desa membuat kelompok sadar wisata agar pelancong betah di kabupaten tersebut. Apalagi Ketua PKK Partinia mendorong UMKM membuat berbagai kuliner  dan kerajinan.

Parosil mengatakan pariwisata salah satu dari tujuh program Lampung Barat Hebat dan Sejahtera. Lainnya ia masih mengandalkan kopi, yang saat ini oleh para kreatif telah berkembang menjadi wine, luak, dodol, dan kopi berbagai cita rasa. Kabupaten ini juga memiliki Sekolah Kopi satu-satunya di Indonesia.

Dengan luas wilayah dua ribu km2 dan terdiri dari 15 kecamatan, 131 pekon , dan 5 kelurahan, Parosil juga menjaga infrastruktur antar wilayah dan lokasi wisata selalu mulus, sambil membangun jalan baru secara bertahap.

Pada setiap tahun anggaran, Pemkab Lampung Barat membangun sekolah, memberikan pakaian seragam gratis untuk siswa SD dan SMP, menjamin kesehatan warga dengan terus mendirikan 15 puskesmas di pelosok.

Selama dua tahun terakhir, Parosil juga mewujudkan Lampung Barat menjadi kabupaten literasi. Ia meminta tiap sekolah dan pekon membangun perpustakaan agar kaum milenial tidak hanya mengenal dunia lewat gadget.

Sebagai daerah gempa, Parosil memuwudkan kabupaten Tangguh bencana dengan mendirikan pos darurat, call 119, dan pembelian ambulans.

Bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, Parosil juga mendorong para petani sayur dan buah agar tetap memasok mayoritas konsumen di Lampung. Banyak petani berdasi dari daerah ini karena sukses berdagang sayur mayur.

Sebagai putera daerah, Parosil juga terkenal loyal terhadap kegiatan seni dan budaya. Belasan Festival diselenggarakan di kabupaten ini. Sepi pada Tahun 2020 dan 2021, hanya karena menjaga warga tidak terdampak pandemi.

LIANA PARAMITA

0 komentar:

Posting Komentar