Jumat, 10 September 2021

Karyawan Bertahan, Gunung Madu Lampung Lumpuh Total

TERUSAN NUNYAI (10/9/2021) - Ratusan karyawan PT Gunung Madu Plantations bertahan mogok kerja dan unjuk rasa di depan  pabrik gula terbesar di Lampung itu, hingga Jumat Siang 10 Agustus 2021. Manajemen baru belum memenuhi tuntutan mereka atas pengubahan sistem jasa produksi.

Mereka bahkan menunaikan shalat Jumat di depan pabrik, berdoa bersama, memohon Allah membukakan pintu hati  manajemen baru dari Hongkong tidak mengubah jasa produksi sesuai Perjanjian Kerja Bersama yang sudah berusia 40 tahun, dengan istilah KPI.

Memulai unjuk rasa pukul 14.00 Kamis 9 September 2021, ratusan pekerja bertahan tidak pergi dari lokasi pabrik. Setelah begadang semalaman, mereka dikirim makanan oleh keluarga agar tak kelaparan saat unjuk rasa.

Sempat berpencar berkelompok dari subuh hingga pukul 09.00 pagi, para karyawan PT Gunung Madu berkumpul lagi sejak pukul 10.00 dan mencapai titik keramaian menjelang Jumat. 

Para karyawan PT Gunung Madu bersorak saat Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad datang. Mereka menerangkan perihal tujuan mereka unjuk rasa dan mogok kerja sebagai akibat dari penerapan jasa produksi yang disebut KPI oleh manajemen baru.

Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad meminta para karyawan menjaga kondusivitas dan mengingatkan Lampung saat ini masih dalam suasana pandemi covid-19. 

Meski baru mogok kerja dan unjuk rasa baru berlangsung sehari, operasional pabrik lumpuh total sejak pukul 16.00 Kamis 9 September 2021. 

Tidak operasionalnya pabrik juga membuat ratusan truk pengangkut tebu tidak bisa membongkar muatan mereka.

Ketua DPS FSPI Lampung Tengah Darul Kuteni meralat keterangannya dalam berita sebelumnya. Penyebab demo  bukan karena bonus jasa produksi, tetapi pendistribuan jasa produksi diubah caranya dengan istilah KPI.

BACA JUGA:

Hal yang sama juga diungkapkan Biro Hukum DPP SPP SPSI Hasan. Ia melihat manajemen PT Gunung Madu memaksakan sistem jasa produksi baru KPI hingga ke Pengadilan, tetapi melupakan perjanjian soal jasa produksi dalam PKB.

Hasan juga melihat persoalan di PT Gunung Madu bisa berlarut-larut karena tidak ada satu pun pucuk pimpinan di PT Gunung Madu berani mengambil keputusan, kecuali atas restu direksi baru dari Hongkong.

ZEN SUNARTO DAN MANSYUR 

0 komentar:

Posting Komentar