Rabu, 05 Januari 2022

Warga Berjibaku Selamatkan Pasar Way Jepara Lampung Timur

WAY JEPARA (5/1/2022) -  Warga beramai-ramai berjibaku, Rabu Sore, 5 Januari 2022, melihat api melalap dua toko di Pasar Way Jepara, Lampung Timur. 

Umumnya pedagang sudah mulai tutup sekitar pukul 17.00 ketika api muncul di kios milik Afandi dan Arif Kurniawan, warga Way Jepara, yang sehari-harinya menjual pakaian dan jam.

Dengan peralatan seadanya, warga akhirnya mendobrak kedua kios karena api semakin meluas di bagian dalam. Sebagian warga, dari tangan ke tangan, menyiram api dengan air yang diambil dengan ember.

Kepanikan begitu terasa di Pasar Way Jepara karena para pedagang di sana sudah tiga kali mengalami kebakaran pada Tahun 2015 dan 2019. Peristiwa terakhir membuat 86 los berukuran 2 kali dua setengah meter ludes.

Sementara sebagian warga memadamkan api, pedagang lainnya sibuk mengosongkan barang dagangan mereka dari kios-kios terdekat.

Seperti kebakaran sebelumnya, petugas pemadam kebakaran kembali terlambat datang. Namun, dengan bergotong royong, warga dan pedagang memadamkam api dalam waktu 40 menit.

Barang dagangan milik Afandi dan Arif Kurniawan umumnya ludes. Keduanya mengetahui kiosnya terbakar dari pesan berantai sesama pedagang. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Belum ada keterangan resmi soal penyebab kebakaran. Seorang petugas mengatakan ia menduga karena korsleting listrik. Beberapa saksi melihat api pada awalnya menyambar sejumlah material mudah terbakar. Karena dalam posisi tutup, cepat meluas, menghabisi material di dalamnya.

Kepanikan juga terasa di luar pasar. Umumnya warga di Way Jepara konsentrasi ingin melihat apa yang sedang terjadi, apalagi dari kejauhan tampak asap mengepul.

Petugas pemadam kebakaran tiba setelah api padam. Mereka tetap masuk ke dalam pasar untuk mendinginkan api dan menyelesaikan pekerjaan menjelang magrib.

Daud Yusuf, salah seorang pedagang, kembali menyesalkan keterlambatan pertugas pemadam kebakaran. Ia meminta Pemkab memperhatikan soal peralatan di pasar tersebut karena warga sudah trauma atas peristiwa pada Tahun 2015 dan 2019.

Menurut Daud, Pemkab pernah membangun hydran kebakaran di Pasar Way Jepara, tetapi sampai sekarang tidak berfungsi.

Keramaian di Pasar Way Jepara kembali sepi menjelang magrib setelah petugas pemadam kebakaran datang. 

NAHODA 

0 komentar:

Posting Komentar