Selasa, 29 Maret 2022

Air Laut Surut, Berkah Tersembunyi Pekon Tengor, Tanggamus

CUKUH BALAK (28/3/2022) -  Tak banyak wisata air laut surut seperti di Pekon Tengor, Cukuhbalak, Tanggamus. Jika di daerah lain mungkin dianggap sebagai tanda-tanda tsunami, di daerah ini dianggap sebagai berkah, karena bawah laut menjadi terungkap, termasuk bebatuan dan materialnya, seperti ikan dengan berbagai jenis.

Pekon Tengor tidak hanya memiliki air laut surut. Pantai di kawasan ini terkenal dengan air tenangnya di Teluk Tengor,  Pantai Batu Kapal di Karang Putih dan Karang Bebay.

Masrur, ketua Kelompok Sadar Wisata Cukuhbalak mengharapkan pertumbuhan wisatawan sebaiknya diimbangi dengan infrasrtuktur. Satu-satunya keluhan dari para pelancong saat ini hanyalah belum terealisasinya jalan yang mulus dari tempat arah ke kawasan itu, mulai dari Bandarlampung, Pesawaran,  Pringsewu dan Kotaagung. 

Berjarak 90 kilometer dari Bandarlampung, para pelancong yang ingin menikmati sejumlah pantai di Pekon Tengor bisa melewati jalur Pesawaran.

Dari arah Kotaagung, untuk menuju kawasan ini, juga bisa melewati Piabung, Pasar Jatiringin, Pekon Kubu Langka, Banjar Negeri, Tanjungjati, Tanjungraja, dan Way Rilau.

Pelancong juga bisa datang dari arah Gedongtataan, Pesawaran, dan Pringsewu, dengan melewati Pardasuka, Bulik, Tanjakan Gayau, Limau, Pekon Penokdoh, dan Pekon Putihdoh.

Dengan 285 kepala keluarga dan 1.300 jiwa, warga Pekon Tengor tersebar di dua dusun: Sinarbaru dan Sukarame. Umumnya permukiman di sini asri. 

Warga Pekon Tengor juga terkenal sebagai penghasil pisang, yang hampir setiap hari dikirim ke Bandarlampung, Kotaagung, dan luar provinsi, seperti Jakarta. 

Heterogenitas juga membuat kreativitas ekonomi kerakyatan. Setelah mengelola air, Bumdes Pekon juga kini mengembangkan budidaya lebah ligona.

Memulai dari Tahun 2021, Bumdes unit lebah Pekon Tengor kini memiliki 35 kotak, yang diharapkan dalam empat bulan akan bertambah jumlahnya menjadi empat kali lipat. Satu kotak kini bisa menghasilkan madu setidaknya setengah kilo, dengan harga jual lima ratus ribu rupiah.

Meskipun hanya memiliki dua dusun, Pekon Tengor merasa berbangga karena di kawasan itu sudah ada SMP. 

Pekon Tengor juga memiliki sebuah sekolah dasar negeri. Sayangnya bangunan lembaga pendidikan ini tidak terlalu terawat. Banyak dari asbes sudah lapuk dan cat gedung sudah pudar, karena terakhir direhab pada Tahun 2011.

Dengan Dana Desa, Kepala Pekon Sayumi mencoba menutupi berbagai hal keterbelakangan Pekonnya, dengan membangun PAUD dan TPA. 

Di bidang pembangunan, infrasruktur masih menjadi perhatian Sayumi. Secara bertahap dari tahun ke tahun, Pekon ini membangun rabat beton dan drainase untuk lingkungan permukiman.

Untuk Tahun 2022, selain tetap memperhatikan Surat Edaran soal penanggulangan covid-19, Pekon Tengor merencanakan pembangunan sejumlah sumur, TPA,  dan badan jalan di Dusun Sinarbaru.

Tentu saja Dana Desa tidak cukup untuk memajukan Pekon Tengor. Pembangunan di kawasan ini tetap memerlukan perhatian Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

Salah satu jalan kabupaten yang rusak di Pekon Tengor terdapat di Dusun Sinar Baru, yang mencapai tiga kilometer. Jalan ini masih berkonstruksi batu, yang tidak hanya menyulitkan kendaraan masuk, tetapi juga warga sekitar yang berjalan kaki dan bersepeda motor.

YUNADA YAMIN

0 komentar:

Posting Komentar