Minggu, 29 Mei 2022

Tangis Nenek Sambut Santri Bocah Lampung Kabur Mondok

JATIAGUNG (29/5/2022) -  Petugas KSKP Bakauheni, Lampung Selatan, pukul 13.00, Minggu Siang, 29 Mei 2022,  berhasil menemukan rumah dua santri bocah yang kabur dari sebuah pesantren di Rangkasbitung, Sabtu, 28 Mei 2022. Mereka diterima neneknya, karena ayah dan ibunya sedang dalam perjalanan menyusul ke pelabuhan.


Ning Surhani, sang nenek, menangis melihat dua cucunya selamat sampai di rumahnya di RT 21, Dusun 3, Blora Sari, Wayhui, Jatiagung, Lampung Selatan. Ia menyebut kedua anak itu sangat dekat dengannya.

Wanita berusia 60-an tersebut mengatakan kedua cucunya baru 1 tahun mondok di sebuah pesantren di Rangkasbitung. Lebaran yang lalu sempat pulang selama dua pekan. Saat sekolah mulai masuk, orang tuanya mengantar lagi ke Banten.

Keluarga tidak mengira kedua bocah kabur dari pesantren. Sang nenek, bahkan, menyebut baru mengetahui cucunya sampai menginap dan tidur di mushola KSKP Pelabuhan Bakaheni dari berita dan medsos.

Souka dan Rio, anggota KSKP Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mengatakan dua santri bocah kakak beradik, masing-masing berusia 10 dan 7 tahun, diamankan petugas KSKP Bakauheni, Lampung Selatan, karena menyeberang dari Merak tanpa orang tua dan kerabat, pukul 15.00, Sabtu Sore, 28 Mei 2022.

Kedua anak, masing-masing berinsial R dan I mengaku berasal dari Wayhui, Lampung Selatan. Mereka berdua kabur dari sebuah pesantren di Rangkasbitung, Banten, pada Senin Pagi, dengan naik kereta api berongkos 3.000 rupiah dan menyeberang ke Bakauheni dengan Kapal JM Nusantara.

Selama di kapal, kedua bocah asal Wayhui itu mendapat perhatian dari ABK JM Nusantara. Mereka diserahkan ke petugas KSKP Bakauheni, karena tidak mengetahui detail di mana alamat rumahnya. Kedua anak hanya menyebut lokasi Way Hui, di sekitar kantor Polsek.

Kedua bocah berpakaian  biru dan maroon itu mulai tertidur di mushola KSKP Bakauheni pukul 21.00 setelah shalat magrib dan Isya. Sebelumnya, tanpa ada yang menyuruh, mereka membersihkan tempat shalat tersebut, termasuk merapikan sajadahnya.

Kedua bocah mengaku meninggalkan pondok pesantren karena kangen orang tua dan tidak betah dengan lingkungan mereka di Rangkasbitung, Banten.

ROY SHANDI

0 komentar:

Posting Komentar