Rabu, 08 Juni 2022

Kebun Raya Itera Jadi Konservasi Flora Sumatera

LAMPUNG SELATAN (8/6/2022) – Institut Teknologi Sumatera (Itera) meresmikan kebun raya seluas 75,5 hektare di lingkungan kampus, Rabu 8 Juni 2022. Kebun raya ini menjalankan lima fungsi terutama konservasi flora Sumatera.

Kebun Raya Itera diresmikan oleh Rektor Itera Mitra Djamal bersama perwakilan Badan Riset Inovasi Nasional serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kebun Raya Itera merupakan gagasan besar rektor pertama Itera Almarhum Profesor Ofyar Z Tamin. Kebun raya dirintis sejak 2016 dan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Konservasi Flora Sumatera.

Mitra Djamal mengatakan kampus Itera meliputi lahan seluas 275 hektare selain memenuhi pembangunan infrastruktur perkuliahan juga menghijaukan kampus. Karena itu muncul gagasan membangun Kebun Raya Itera seluas 75,5 hektare. Gagasan tersebut selaras dengan komitmen Itera menjadi kampus smart, friendly and forest campus.

Pembangunan Kebun Raya Itera mengusung bertema Konservasi Tumbuhan Pamah Sumatera mendapat dukungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau sekarang menjadi BRIN dalam perkebunrayaan dan pengadaan tanaman koleksi. Sementara Kementerian PUPR membantu pembangunan infrastruktur sejak tahun 2018. 

Kebun Raya Itera menjadi kebun raya kedua di bawah naungan perguruan tinggi selain Kebun Raya Universitas Haluoleo dan Kebun Raya Universitas Palangkaraya. Kebun Raya Itera menjadi kebun raya pertama dengan lokasi lingkungan kampus.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi mengatakan kebun raya menjadi sarana konservasi, penelitian maupun edukasi umum. Pemerintah Provinsi Lampung sangat bangga dan mengapresiasi Itera atas pembangunan kebun raya di dalam kampus. Kebub raya ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Lampung mengenai konservasi flora Sumatera.

Kebun Raya Itera memiliki koleksi lebih 2.000 spesimen tumbuhan dan 225 jenis tanaman anggrek khas Lampung dan Sumatera dengan fungsi konservasi, pendidikan, penelitian, wisata, dan jasa lingkungan. Sejauh ini telah ada 50 riset dan 16 jenis praktikum mahasiswa. Kebun raya segera dibuka untuk peneliti dan masyarakat umum.

JUHARSA ISKANDAR

0 komentar:

Posting Komentar