Sabtu, 11 Juni 2022

Masjid Al-Furqon Bandarlampung Tolak Relief Bung Karno

BANDARLAMPUNG (11/6/2022) -  Pengurus Masjid Agung Al-Furqon Bandarlampung kembali mempertegas penolakan mereka atas rencana Wali Kota Eva Dwiana membuat relief Presiden Pertama RI Soekarno di dinding taman Rumah Allah itu.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Masjid Agung Al-Furqon KH A. Bukhari Muslim, Sabtu 11 Juni 2022, atas surat penolakan mereka sebelumnya tertanggaL 7 Juni 2022, yang ditandatangani Ketua Yayasan KH Dimyati Amin, Ketua Umum KH A. Bukhari Muslim, dan Ketua Penasehat KH M. Arief Makhya.

Dengan pagu anggaran 1,4 miliar rupiah dan masa kerja 150 hari sejak 18 April 2022, I. Wayan Eka Purnawan, inspektur konsultan pengawas, membenarkan konsultan perencana menyertakan relief Bung Karno di dinding taman Masjid Agung-Furqon. 

Menyisakan masa waktu proyek 3 bulan lagi, para pekerja dari CV Agung Persada, tampak mengebut program tersebut, pada Sabtu, 11 Juni 2022,  dengan memecah hiasan lama di sana, membuat pasangan batu bata yang baru, dan pekerjaan lainnya.

KH A. Bukhari Muslim mengatakan siapa pun dari warga negara Indonesia wajib menghormati proklamator Kemerdekaan Indonesia Soekarno. Namun, ia mengingatkan masjid tersebut adalah tanah wakaf, bukan lahan negara, dan tidak berkaitan langsung dengan Presiden Pertama RI itu, seperti misalnya Masjid Istiqlal di Jakarta.

Ketua Umum Masjid Al-Furqon tersebut mengingatkan masjid sebagai tempat bertaqwa kepada Allah, bukan tempat urusan duniawi, apalagi dicampur baur dengan politik. 

Salah satu Dekan di UIN Lampung itu juga menyebut Pemerintah Kota tidak pernah memberitahukan, apalagi mendiskusikan  pembangunan relief Soekarno tersebut kepada pengurus masjid. Mereka mengetahuinya dari para pekerja, yang kemudian menjadi dasar membuat surat penolakan kepada Wali Kota Bandarlampung.

Meski tertera dalam perencanaan dan diakui oleh pengawas, Kepala Dinas PUPR Bandarlampung Iwan Gunawan mengaku tidak tahu-menahu soal rencana pembuatan relief Soekarno di Masjid Al-Furqon.

Kadis PUPR tergolong terlama dalam kepemimpinan Herman HN dan isterinya Eva Dwiana itu hanya membenarkan dinding taman akan bertuliskan asmaul husna.

DEDI KAPRIYANTO

0 komentar:

Posting Komentar