Sabtu, 27 Agustus 2022

Pesisir Barat: Meninggal setelah Ditandu Belasan Kilometer

WAY HARU (26/8/2022) -  Video seorang warga Siring Gading, Pesisir Barat,  “ditandu” setidaknya 15 kilometer secara bergantian viral dalam sehari terakhir. Penduduk Pekon terisolasi itu akhirnya meninggal, Kamis Sore, 25 Agustus 2022, dengan dugaan terlambat penanganan medis.

Hadi Taryono, warga Pekon Siring Gading, mengidap penyakit jantung dan paru-paru. Karena tidak ada lagi paramedis  bisa menanganinya di daerah terisolasi itu, puluhan penduduk sepakat memandunya secara bergantian, berjalan kaki sepanjang 15 kilometer ke Puskesmas Bengkunat, Belimbing.

Acara memandu orang sakit dari Way Haru ke Bengkunat, Belimbing, sudah berlangsung sejak Indonesia belum merdeka. Peristiwa yang sama juga sering terjadi untuk wanita hendak bersalin. Puluhan atau bahkan ratusan warga berjalan kaki pulang dan pergi ke puskesmas.

Setiba di Puskesmas Bengkunat, Belimbing, paramedis di sana merujuknya kembali ke rumah sakit lain. Hadi Taryono , kemudian, dibawa ke RS Pringsewu, dan meninggal di sana pada Kamis Sore, 25 Agustus 2022.

Peratin Pekon Way Haru Dian Setiawan, Jumat 26 Agustus 2022, membenarkan peristiwa tersebut. Ia juga menyebut membawa pulang Hadi Taryono ke kampung halamannya terpaksa menggunakan perahu jukung dari Pelabuhan Kota Jawa.

Bagi warga Pesisir Barat, cerita terisolirnya Pekon Way Haru, Bandar Dalam, Siring Gading, dan Way Tiyas, bukan barang baru lagi. Pada setiap pemilihan umum atau pilkada, petugas mesti banting tulang mengangkut material ke empat pekon tersebut.

Bupati Pesisir Barat dan sejumlah petinggi dari Pemerintah Pusat sudah beberapa kali ke lokasi, dengan menggunakan perahu dan lintas pantai ke kawasan tersebut. Pemkab, bahkan, sudah menyediakan anggaran pembangunan jalan, tetapi koordinasi dengan pemilik kawasan menjadi persoalan.

Keempat Pekon berada dalam kawasan Tambling Wildlife Nature Conservation atau TWNC, yang memiliki luas 45 ribu hektare, untuk pengembangbiakan alam margasatwa di ujung selatan Pulau Sumatera. 

YUAN ANDESTA

0 komentar:

Posting Komentar