Kamis, 01 September 2022

Resah Dengar Harga BBM Naik, Warga Lampung Rela Antre

BANDARLAMPUNG (31/8/2022) -  Antrean panjang masuk SPBU menandai kegelisahan warga atas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak di Bandarlampung pada malam Kamis, 31 Agustus 2022. Banyak pengendera rela antre, demi menghemat pengeluaran sehari dua hari.

Warga antre karena mendengar rencana kenaikan harga BBM, pertalite dari 7.650 menjadi 10 ribu per liter, pertamax dari 13 ribu menjadi 16 ribu per liter, dan solar dari 5.150 menjadi 7.200 per liter. Adapun premium sudah tidak dijual lagi umumnya SPBU di Bandarlampung.

Hampir seluruh SPBU yang buka hingga malam di Bandarlampung dipadati pengendara roda dua dan empat. Panjang antrean tidak hanya terjadi di lahan tempat pengisian, tetapi juga memanjang hingga ke jalan raya di sekitar.

Antrean menjadi lebih panjang menjelang tengah malam karena tidak semua tempat pengisian masih terisi. Sebagian sudah ditempeli kata “habis” atau tanpa pelayanan petugas, sebagai tanda BBM di sana kosong.

Berharga 150 rupiah per liter pada 1980-an, kenaikan BBM di Indonesia dimulai pada 1990-an, dengan harga 1.200 rupiah per liter. Meski sempat turun menjadi 600 rupiah per liter. naik lagi pada Tahun 2000-an, mulai dari 1.150 rupiah hingga 4.500 per liter.

Menginjak Tahun 2010-an, harga BBM terus naik. Pada Tahun 2014 premium menjadi 8.500 rupiah dan solar 7.500 per liter, meski setelah itu turun dan stabil pada harga 6.500 per liter.

Sejak Tahun 2015, penduduk di Indonesia mulai mengenal banyak jenis BBM seperti pertalite, pertamax, dan jenis lainnya. Seiring dengan itu pula premium yang bertahan di rata-rata 6.500 rupiah per liter mulai sedikit di pasar, dan sulit dicari pada Tahun 2021.

Agus Aprian, seorang warga Bandarlampung, yang sedang mengisi BBM di sebuah SPBU di Jalan Sultan Agung, Bandarlampung, mengatakan ia rela mengantre karena resah mendengar harga naik hampir 2.500 rupiah per liter.

Demikian juga Aditya, seorang pengendara yang mengisi BBM di jalan Z.A Pagar Alam, Rajabasa, Bandarlampung. Ia antre agar tidak memikirkan soal kenaikan BBM selama beberapa hari.  

DIYON SAPUTRA

0 komentar:

Posting Komentar