Peristiwa ini bermula panitia dan warga hendak membereskan kegiatan hiburan musik yang dihadiri unsur pemerintah, masyarakat dan kalangan pemuda-pemudi.
Kesaksian Ketua Lingkungan Idhamsyah, suasana mendadak gaduh setelah terdengar suara rentetan tembakan empat kali. Warga kemudian mengetahui adanya operasi penangkapan aparat kepolisian dan berujung baku tembak.
Dalam insiden tersebut tiga personel polisi dilaporkan terkena tembakan. Sementara seorang pria target penindakan diduga seorang pria juga tertembak hingga meninggal dunia. Pria tersebut berinisial PHP, 30 tahun, seorang buronan Satresnarkoba Polres Lampung Utara sebagai terduga jaringan peredaran narkoba dan senjata api ilegal.
Kasi Humas Polres Lampung Utara Iptu Herawati membenarkan baku tembak tersebut. Polisi melakukan tindakan hukum karena terduga pelaku melawan dengan senjata api.
Dalam baku tembak itu tiga polisi mengalami luka-luka yaitu Aipda Adizar luka tembak kaki kanan, Aipda Adi Agus Candra luka gores pelipis, dan Brigpol Ariyadi luka tembak perut dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandarlampung.
Sementara jenazah PHP dievakuasi ke Rumah Sakit Maria Regina Kotabumi. Polisi mengamankan sepucuk senjata api rakitan, dua peluru 9 mm dan tiga selongsong peluru.
PHP bukan warga Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik. Lokasi kejadian merupakan tempat resepsi perayaan hari kemerdekaan, bukan tempat tinggal terduga pelaku. Polisi seolah-olah menggerebek warga Muara Jaya. Padahal sedang memburu terduga jaringan pengedar narkoba.
Polisi melanjutkan penyelidikan dugaan jaringan narkoba dan peredaran senjata api ilegal berkaitan dengan PHP. Asal-usul senjata api yang dipakai baku tembak dengan polisi juga didalami.
Sementara keluarga PHP disebut menolak autopsi jenazah. Kasus ini dipastikan menjadi perhatian serius karena menewaskan terduga pelaku dan mengakibatkan tiga polisi terluka tembak.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar