Sunday, April 5, 2020

Lampung Tetap Buka Pintu untuk Pemudik Lebaran

BANDARLAMPUNG (4/4/2020) – Pemerintah Provinsi Lampung tetap membuka pintu Pulau Sumatera di Pelabuhan Bakauheni untuk pemudik pada Lebaran mendatang. Takkan ada karantina wilayah. Namun warga masuk atau melewati provinsi akan didata.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung dr. Reihana, mengutip kebijakan Gubernur Lampung, mengatakan pelayanan mudik tetap dilakukan untuk mengamankan kebijakan Presiden. Ia yakin akan terlaksana dengan baik, karena sudah berkoordinasi dengan ASDP di Bakauheni dan Merak.

Dr. Reihana mengakui, sebagai akibat dari kebijakan itu, jumlah warga dalam pemantauan akan terus meningkat. Hingga Sabtu 4 April 2020, penduduk status ODP meningkat lagi menjadi 1.402, PDP bertambah 1 menjadi 36, meninggal bertambah 1 menjadi 2.

RIKI PRATAMA DAN JUHARSA ISKANDAR

Saturday, April 4, 2020

Kubangan di Waya Krui Pringsewu Kini Berusia 10 Tahun

BANYUMAS (4/4/2020) – Mengharapkan jalan mulus untuk mengangkut hasil pertanian, tampaknya, masih lama bagi warga Way Krui, Banyumas, Pringsewu. Jalan penghubung kabupaten tersebut ke Lampung Tengah kini semakin rusak.

Pada saat hujan, susah membedakan jalan berlubang dengan jalan bagus di sana. Ketika hujan sudah berhenti, kubangan ada di mana-mana, bisa lebih dari sehari mengering. Pengendara harus hati-hati jika tidak ingin terpeleset.

Abdul Fatah, warga Way Krui, mengatakan jalan penghubung Pringsewu dan Lampung Tengah itu sudah 10 tahun tidak diperbaiki. Dulu pernah mulus, tidak sampai setahun sudah rusak, dan kini tampak tidak lebih dari jalan tanah, dengan kubangan di banyak lokasi.

MAULANA AS DAN GUNAWAN

Pembunuhan di Lampung Tengah Dibantah karena Rebutan Lahan

WAY PENGUBUAN (4/4/2020) – Motif pembunuhan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kampung Purnama Tunggal, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah, masih simpang-siur.  Anak almarhum membantah ayahnya dibacok hingga tewas karena rebutan lahan.

BACA JUGA: Alasan Kakek 70 Tahun Lampung Tengah Bunuh Sobatnya

Keluarga Ketua LPMK Purnama Tunggal bertemu pengurus Badan Permusyawaratan Kampung dan tokoh masyarakat, Sabtu 4 April 2020. Mereka mengklarifikasi motif pembunuhan Sono dengan pelaku Ponijo pada 30 Maret 2020.

Kasus pembunuhan karena rebutan lahan dianggap pengakuan sepihak. Bagus Apriyanto, anak Sono, menyatakan orangtuanya dibunuh karena bertugas menertibkan tanah kas kampung. Penertiban atas perintah kepala kampung dengan bukti surat tugas.

Ketua BPK Purnama Tunggal Ambar Sasongko membenarkan penugasan penertiban tanah karena luas maupun lokasinya tidak diketahui. Tokoh masyarakat, Lili Trijoko, menyebut tanah kas kampung garapan masyarakat seluas 114 hektare.

ZEN SUNARTO

Jemaah Gowa Meninggal Corona Dimakamkan di Lampung Barat

BANDARLAMPUNG (4/4/2020) – Salah seorang jemaah Gowa asal Lampung Barat, yang meninggal karena virus corona, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sekincau, Sabtu Siang, 4 April 2020. Almarhum berusia 71 tahun itu menghembuskan nafas terakhir saat dirawat di RSAM Bandarlampung diniharinya.

BACA JUGA: 

Pemakaman dikawal Tim Covid19 Pemerintah Provinsi Lampung, yang terdiri dari TNI, Polri, dan petugas kesehatan. Pagi harinya, Lurah, bhabinkamtibmas, dan babinsa setempat meminta persetujuan kepada warga dimakamkan di sana.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung dr. Reihana membenarkan warga Sekincau itu salah satu dari 14 orang Lampung Barat yang berangkat ke Gowa pada 17 Maret lalu. Pria berusia berusia 71 tahun tersebut mengeluh sakit sejak 27 Maret, dirujuk ke RSUD Alimudin Umar, Liwa, dan ke RSAM karena kondisi kesehatannya memburuk.

Dr. Reihana mengatakan Dinas Kesehatan Lampung Barat sudah men-tracing 21 orang terkait meninggalnya jemaah Gowa itu dan menilai seorang warga ke Gowa lainnya, yang meninggal 30 April, berstatus ODP, tidak sebagai pasien positif corona.

JUHARSA ISKANDAR DAN RIKI PRATAMA

Cegah Corona, Puluhan Napi Rutan Krui Dibebaskan

KRUI (4/4/2020) – Sebanyak 34 narapidana Rumah Tahanan Negara Krui, Pesisir Barat, dibebaskan untuk menjalani asimilasi dan integrasi di rumah, Sabtu 4 April 2020. Pembebasan ini merupakan upaya pencegahan penularan virus corona.

Rutan Krui membebaskan warga binaan berdasarkan keputusan Menkumham tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi. Program ini hanya berlaku tindak pidana umum. Sementara koruptor, teroris, dan narkoba pidana berat tidak dibebaskan.

Kepala Rutan Krui M Hendra Ibmansyah mengingatkan pembebasan bukan berarti narapidana boleh keluyuran atau berbaur dengan masyarakat. Mereka wajib asimilasi di rumah termasuk jaga jarak sosial untuk mencegah penularan virus corona. 

Narapidana bebas melalui asimilasi setelah menjalani 2/3 masa pidana pada 31 Desember 2020. Sementara anak dirumahkan jika menjalani setengah masa hukuman.

YUAN ANDESTA

Posko Corona Tanggamus Waspadai Eksodus Pemudik

PUGUNG (4/4/2020) – Posko Pencegahan Corona Tanggamus memeriksa seluruh kendaraan roda dua maupun roda empat di Jalan Lintas Barat Sumatera ruas Pugung, Sabtu 4 April 2020. Pengawasan pemudik asal Jawa diperketat karena masuk daftar wilayah transmisi lokal.

Posko corona menjalankan prosedur pemeriksaan kendaraan maupun penumpang lebih ketat. Bus, travel, mobil pribadi hingga sepeda motor disemprot desinfektan. Sementara penumpang wajib cuci tangan dengan sanitizer, stelirisasi badan, hingga pemeriksaan suhu tubuh dengan thermo gun.

Pelaksana Kepala BPBD Tanggamus mengakui pandemi corona berdampak eksodus TKI maupun pemudik Tanggamus. Posko mendata lebih seribu pemudik asal Jawa. Pengawasan mereka lebih ketat karena baru pulang dari wilayah transmisi lokal corona.

Kasus positif corona di Tanggamus masih nol. Pemeriksaan posko terhadap pemudik maupun warga luar daerah juga belum menemukan indikasi pembawa virus mematikan.

AFNAN HERMAWAN

Gegara Tiket Online, Ribuan Kendaraan Macet di Bakauheni

BAKAUHENI (4/4/2020) – Ribuan kendaraan terjebak macet delapan jam di Pelabuhan Bakauheni sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Kemacetan menjadi-jadi akibat pelayanan tiket online cuma dibuka satu dan tiket e-money ditutup.

Arus penyeberangan menumpuk sejak Jumat malam pukul 23.00 hingga Sabtu pagi pukul 07.00. Antrean kendaraan mengular empat kilometer di jalan tol maupun jalan Lintas Sumatera.

Sopir truk tidak mengetahui penyebab kemacetan panjang sejak malam. Tertundanya penyeberangan begitu lama mengakibatkan muatan ternak pingsan dan mati. Angkutan buah-buahan juga mengeluhkan kerusakan muatan.

Petugas tollgate Pelabuhan Bakauheni mengakui pelayanan tiket online sebagai penyebab kemacetan. Penumpukan kendaraan terurai begitu empat loket kendaraan roda dua hingga mobil dibuka serentak sejak pagi. Gerbang tol pelayanan tiket e-money juga dibuka.

Banyak pengemudi belum memahami sistem pelayanan sistem online. Ketidaktahuan ini memaksa kendaraan kembali berputar arah untuk membeli tiket nontunai.

Ketua DPC Gapasdap Bakauheni Warsa mengakui banyak pemakai jasa penyeberangan gaptek sistem tiket online sehingga memicu antrean. Tiket nontunai tetap diikuti sesuai regulasi pemerintah guna mempercepat pelayanan.

AZIZI

Warga Way Kunir Pringsewu Tewas saat Memancing

PRINGSEWU (4/4/2020) – Seorang warga Pancur, Way Kunir, Pagelaran Utara, Pringsewu ditemukan tewas di dekat bendungan Way Sekampung, Pringsewu, Sabtu Dinihari, 4 April 2020. Pria berusia 33 tahun tersebut hanyut saat mancing dua hari sebelumnya, Kamis 2 April.

Dedi Budiman bin Sumanto, pria tersebut, siang itu terpeleset saat mancing bersama seorang temannya di Way Jurak, Pagelaran Utara. Keduanya sedang memasang alat pancing, terpeleset, terbawa arus Way Kunir yang deras.

Deni K, Humas Basarnas Lampung mengatakan pria tersebut tidak bisa berenang.  Tim SAR bersama BPBD, Polsek- Koramil Pagelaran, petugas Puskesmas, dan aparat Pekon setempat, mencari selama 2 hari. Petugas Polsek menemukan pada Sabtu Dinihari.

Tim SAR dan aparat gabungan sudah mengantar jenazah ke rumah duka di Way Jurak, Pekon Way Kunir, Kecamatan Pagelaran Utara, Pringsewu.

DEDI KAPRIYANTO

1 Positif, Lampung Barat Pantau 12 Warga ke Gowa

LIWA (4/4/2020) – Lampung Barat terus memantau 12 warga Lampung Barat yang berangkat ke Gowa, Sulawesi Selatan, setelah salah seorang teman mereka dinyatakan positif virus corona, covid19, dan saat ini dirawat di RSAM Bandarlampung.

BACA JUGA:

Dalam temu pers 31 Maret lalu, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat, mengatakan pihaknya sudah memantau 14 jemaah yang berangkat ke Gowa sejak berangkat 17 Maret dan pulang kembali ke Sekincau 21 Maret. 

Tiga hari kemudian, 24 Maret, salah seorang berinsial EW, mengeluh sakit ke seorang bidan di wilayahnya, dengan keluhan batuk dan flu. Ia berobat lagi pada tanggal 28 dan meninggal 30 Maret. Bidan menyatakan akibat asma.

Sedangkan pasien positif memeriksakan diri dan mengeluh ke Puskesmas Sekincau dan Fajar Bulan. Ia dirujuk ke RS Alimudin Umar, dinyatakan PDP dan direkomendasi ke RSAM Bandarlampung, Dinyatakan positif virus corona pada Kamis, 2 April 2020.

Menurut Kadis Kesehatan Lampung Barat, warga Lampung Barat positif virus corona dan meninggal memiliki persamaan dan perbedaan. Sama-sama ke Gowa, tetapi yang satu pulang naik pesawat, satu lagi naik kapal dan singgah di Makasar. 

Dr. Paijo mengatakan, yang positif konsultasi ke puskesmas, sedangkan yang meninggal hanya ke bidan, sehingga tidak ada riwayat penyakit, kecuali pernyataan bidan tentang yang bersangkutan menderita asma.

  • 17 Maret: 14 warga Sekincau, Lampung Barat, berangkat ke Gowa, Sulawesi Selatan, lewat Bandara Radin Intan, Jakarta, dan Makasar.
  • 18 Maret: 14 warga Lampung Barat mengikuti acara di Gowa selama 2 malam.
  • 20 Maret: Pulang melewati Makasar. Sebagian naik pesawat. Sebagian naik kapal. Yang positif singgah di Makasar.
  • 21 Maret: 12 warga yang ke Gowa dikumpulkan di salah satu Masjid Sekincau. Petugas kesehatan menyebut seluruhnya sehat, dan pada saat itu seluruhnya dikategorikan ODP.
  • 24 Maret: EW, yang meninggal berobat ke bidan, dengan keluhan batuk dan pilek.
  • 28 Maret: EW ke bidan lagi
  • 30 Maret: EW meninggal dunia
  • 2 April: Teman EW dinyatakan positif terkena virus corona setelah melewati Puskesmas Fajar Bulan, Puskesmas Sekincau, RSUD Alimudin Umar, dan RSAM

RIKI PRATAMA, LILIANA PARAMITA, DAN AHMAD SIKOTRI

Bandarlampung: Sudah Kebanjiran, Kakek Ditimpa Pohon

BANDARLAMPUNG (4/4/2020) – Seorang kakek berusia 72 tahun luka tertimpa pohon saat melewati Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, Bandarlampung, pukul 00.20, Sabtu, 4 April 2020. Kawasan tersebut tergenang karena hujan sejak pukul 22.00 malam.

Sugiyan, kakek yang bertempat tinggal di Perumahan Permata Biru, tertimpa pohon saat mengendarai motor di depan Kantor PU Bandarlampung. Ia masih bisa berjalan saat dibantu warga yang kebetulan lewat ke Puskesmas, tetapi sebagian wajah dan matanya mengeluarkan darah.

Jepri, warga sekitar, mengatakan kawasan di belakang UIN Lampung itu banjir tiap musim hujan. Meski ada kantor PU di sana, penyelesaian air menggenang tidak pernah terselesaikan. Air dari drainase terus meluap, membanjiri jalan.

Adapun sang kakek, berhasil dirawat di Puskesmas Sukarame. Petugas di sana menyebut luka-luka di wajah dan matanya perlu penyembuhan.

JUHARSA ISKANDAR

DPRD akan Awasi Anggaran Virus Corona di Pesawaran

NEGERIKATON (3/4/2020) – Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir mengatakan legislatif akan mengawasi penggunaan anggaran penanggulangan atau pencegahan virus corona di kabupaten tersebut. Ia juga meminta aparat hukum ikut mengawasinya.

M. Nasir mengatakan hal itu, Jumat 4 April 2020, usai membagikan masker, sabun, kepada warga Negeri Katon. Menjadi hari keenam dari perjalanan panjang  target PDIP Pesawaran keliling kecamatan untuk mencegah virus corona.

Menurut M. Nasir, hasil pemantauan di lapangan dalam pekan terakhir, umumnya kantor pelayanan kesehatan, terutama puskesmas, masih belum memiliki peralatan penanggulangan virus corona, seperti tester dan alat pelindungan diri, APD.


Jika Pemerintah Kabupaten sigap, Ketua DPRD Pesawaran itu yakin banyak anggaran yang bisa dialihkan untuk pencegahan virus corona. Termasuk merekomendasi desa, menggunakan anggaran ADD untuk pembelian fasilitas kantor pelayanan kesehatan setempat.

IWANSYAH

Warga Air Kubangan Tanggamus Meninggal Biasa, Bukan Corona

AIR NANINGAN (3/4/2020) – Saat pandemic virus Corona, meninggal biasa pun bisa dicurigai karena Covid19. Hal ini terjadi di Air Kubangan, Air Naningan, Tanggamus, ketika seorang warga Depok asal daerah sana dibawa pulang dan ambulans setempat menjemput warga lain kecelakaan kerja di Jakarta.

Kepala Puskesmas Air Naningan Bambang N, SKM, M.Kes, Jumat 3 April 2020, mengatakan warga yang bermukim di Depok itu meninggal karena darah tinggi, liver, dan jantung. Tim Covid19 setempat memutuskan memakamkan secara biasa.

Demikian juga Lukman, 48 tahun, warga asal Air Kubangan yang dijemput ambulans setempat karena kecelakaan kerja di PT Walet Jakarta . Yang bersangkutan kini dirawat di RSAM Bandarlampung.

AFNAN HERMAWAN

Friday, April 3, 2020

Begal Tewas Baku Tembak dengan Tekab Bandarlampung

BANDARLAMPUNG (3/4/2020) – Seorang begal asal Tanjung Haji, Melinting, Lampung Timur, tewas dalam baku tembak dengan Tim Tekab 308 Polresta Bandarlampung di kawasan Beringin Tirtayasa, Sukabumi, Bandarlampung, malam Sabtu, 3 April 2020.

Begal berusia 27 tahun berinisial Ta alias Kar itu diintai dalam sepekan terakhir, dengan sangkaan mencuri sepeda motor di kawasan perguruan tinggi Unila dan permukiman warga Kedaton, Bandarlampung.

Warga Lampung Timur itu juga memiliki riwayat sering begal dan mencuri sepeda motor di DKI Jakarta. Setiap beraksi membawa pistol rakitan, dan saat diringkus, masih memiliki sejumlah amunisi.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Rosef Efendi mengatakan Tim Tekab 208 mengamankan satu unit sepeda motor Suzuki Satria F saat penangkapan. Jenazah warga Lampung Timur itu kini berada di RS Bhayangkara Bandarlampung.

RIKI PRATAMA

Pekon di Pringsewu Sosialisasi Cegah Virus Corona

ADILUWIH (3/4/2020) - Pekon di Kabupaten Pringsewu ikut berupaya mencegah penyebaran virus corona yang kini mewabah di mana-mana. Seperti di Pekon Kotawaringin, Kecamatan Adiluwih, aparat pekon melibatkan warga dan pemangku kepetingan lainnya agar tujuan lebih cepat tercapai dan efektif.

Kepala Pekon Kotawaringin Bacek mengatakan, Jumat, 3 April 2020, pihaknya mengadakan sosialisasi pencegahan virus corona. Hal itu untuk menindaklanjuti surat edara bupati juga untuk memberikan rasa aman kepada warga. 

Warga perlu mendapat pemahaman yang jelas tentang virus corona. Saat sosialisasi, diikuti karang taruna, bidan desa, perwakilan pekon, dan pihak lainnya.

GUNAWAN

Masker Langka, Napi Lapas Kotabumi Bikin Sendiri

KOTABUMI (3/4/2020) – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kotabumi wajib mengenakan masker sebagai antisipasi penularan virus corona. Karena stok langka dan harganya mahal, narapidana diberdayakan memproduksi sendiri mulai Jumat 3 April 2020.

Lapas Kotabumi kesulitan menyediakan masker warga binaan sejak merebak virus corona. Keluarga narapidana pun kehabisan persediaan. Penghuni lapas berinisiatif memproduksi sendiri alat penutup mulut dan hidung tersebut.

Produksi masker tidak mengalami kesulitan karena sejumlah warga binaan bisa menjahit. Mesin jahit sudah tersedia bersama kain berstandar kesehatan. Pembuatan sehari menghasilkan 30 hingga 35 masker.

Kepala Lapas Kotabumi memberdayakan warga binaan membuat masker karena stok pasaran langka. Seorang perawat kebetulan bisa mendesain masker sehingga produksi lebih mudah. Alat penutup mulut dan hidung wajib dipakai napi sendiri.

ADI SUSANTO

Islamic Center Lampung Utara jadi Lokasi Karantina ODP

KOTABUMI (3/4/2020) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Lampung Utara mempersiapkan Gedung Serbaguna Islamic Center Kotabumi sebagai ruang karantina ODP. Jika pasien dinyatakan positif corona langsung dipindahkan ke ruang isolasi Rumah Sakit Ryacudu.

Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara Budi Utomo bersama Kepala Dinas Kesehatan Maya Metisa, Direktur Rumah Sakit Ryacudu Syah Indra Husada Lubis dan gugus tugas corona meninjau GSG Islamic Center Kotabumi, Jumat 3 April 2020.

GSG Islamic Center segera dilengkapi tempat tidur, perawat, sarana hiburan dan pengamanan polisi pamong praja. Perlengkapan tersebut cukup memadai mengingat fungsi karantina belum memerlukan perawatan khusus seperti pasien dalam pengawasan. 

Budi Utomo menargetkan ruang karantina GSG Islamic Center Kotabumi sudah berfungsi 4 April 2020. Karantina berlaku bagi warga Lampung Utara maupun luar daerah berstatus ODP. Jika kondisinya sehat selama 14 hari langsung dipulangkan. Sebaliknya hasil pemeriksaan menunjukkan positif corona maka pasien dipindah ke ruang isolasi Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi.

ADI SUSANTO

Positif Corona Baru Lampung Jemaah dari Gowa dan Malaysia

BANDARLAMPUNG (3/4/2020) – Tiga pasien positif corona di Lampung berasal atau baru pulang dari luar daerah: 1 jemaah dari Gowa, 1 pulang tabligh akbar di Malaysia, dan seorang lagi pindahan dari sebuah rumah sakit di Bekasi.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung dr. Reihana, mengatakan, hingga Jumat, 3 April 2020, jumlah pasien positif corona di Lampung 11 orang: 7 akibat pulang dari luar daerah, 4 terkena imbas. Namun belum ada karena transmisi lokal.

Di luar pasien positif, peningkatan warga diawasi meningkat pesat. Dalam sehari, PDP bertambah 15 menjadi 35, warga dipantau bertambah 276 dari 1.075 orang. Jumlahnya diperkirakan terus bertambah karena warga asal Lampung terus pulang.

Dr. Reihana memperkirakan Pemerintah Provinsi Lampung kesulitan menahan warga pulang, termasuk saat mudik Lebaran nanti.  Dengan tanpa lockdown atau karantina wilayah, Pemprov dan jajaran Pemerintahan Daerah harus bekerja keras mengawasi warga datang dari luar daerah.

RIKI PRATAMA DAN JUHARSA ISKANDAR

Awasi Corona, Pendatang Diperiksa di Pintu Masuk Mesuji

MESUJI (3/4/2020) - Pemerintah  Kabupaten Mesuji mulai memperketat pemeriksaan kesehatan di pintu masuk ke daerah itu untuk mencegah penyebaran virus Corona. Posko pemeriksaan kesehatan didirikan sejak Jumat, 3 April 2020, lokasinya di pintu masuk dan perbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Posko bersama tersebar di  jalan tol Trans Sumatra masuk ke Mesuji Lampung dan Mesuji OKI  Sumatera Selatan. Di pintu masuk warga pendatang dari Jawa diperiksa kesehatannya. 

Bidan Anita, petugas posko mengatakan, sejak posko didirikan sudah 92 orang masuk ke Kabupaten Mesuji Lampung dan diperiksa. Mereka warga Mesuji maupun dari luar. Hingga kini tak ada pendatang yang terdeteksi virus corona. 

AGUS RAHARJA

Begal Sikat Uang Rp12 Juta Karyawan Bank Waykanan

BLAMBANGAN UMPU (3/4/2020) – Polsek Blambangan Umpu bersama Polres Waykanan meringkus kawanan begal karyawan BTPN Syariah di Jalan Poros Gedung Riang, Way Kanan, Kamis 2 April 2020. Kedua penjahat  merampas uang belasan juta.

Kedua begal  berusia 20 tahun, DS dan AA,  mengakui merampas seorang karyawan Bank BPTN sepulang penagihan. Korban tidak berkutik karena ditodong golok. Pelaku leluasa merampas tas punggung berisi uang Rp12,8 juta, handphone, dan surat penagihan nasabah.

Kawanan begal berasal dari Gedung Batin, Blambangan Umpu. Mereka  mengaku baru membegal sekali. Uang rampasan dibagi rata untuk membayar utang dan foya-foya. Polisi mengamankan barang bukti dua golok.

Kapolsek Blambangan Umpu Kompol Edy Saputra, Jumat 3 April 2020, membenarkan penangkapan kawanan pembegal Indah, karyawan BTPN Syariah. Wanita itu kehilangan uang dan surat tagihan serta handphone. 

DIYON SAPUTRA

Relawan Cegah Corona PDIP Pesawaran Kian Ramai

NEGERI KATON (2/5/2020) – Puluhan relawan dan kader PDI Perjuangan Pesawaran kembali membagikan masker, sabun, dan menyemprot disinfektan. Untuk hari kelima, Kamis 2 April 2020, mereka bergerak ke Desa Trirahayu, Negerikaton.

Memasuki akhir pekan pertama keliling kecamatan mencegah virus corona, covid19,  jumlah kader dan relawan yang menyertai Ketua DPC Pesawaran, M. Nasir, semakin ramai. Demikian juga peralatan semprot, materi sabun, dan persediaan masker.

M. Nasir, Ketua PDIP Pesawaran, mengharapkan acara keliling kecamatan itu membantu warga dan Pemerintah mencegah virus corona masuk ke kabupaten tersebut.  Apalagi selalu disertai kampanye tetap di rumah, hidup sehat, dan terus berolahraga.

IWANSYAH

Mahabang, Tulangbawang: Jembatan Retak dan Rawan Pencurian

DENTE TELADAS (2/4/2020) – Warga Kampung Mahabang, Dente Teladas, Tulangbawang, seperti jatuh tertimpa tangga. Sudah jembatan mereka yang dibangun Tahun 2019 retak, dermaga para nelayan di sana mulai rawan pencurian speedboat.

Adapun jembatan terletak di RT 3 Dusun 5 Kuala Mahabang. Sarana ini penting bagi warga untuk menyeberang dari perkampungan ke dermaga nelayan. 

Salam, warga sekitar, menduga jembatan itu rusak akibat salah konstruksi kayu penahan. Dalam waktu tidak lama, jika tidak diperbaiki, keretakan akan lebih parah.

Selain jembatan, warga juga mengeluhkan pencurian speedboat. Surat, warga RT 3 Dusun 5, kehilangan motornya merk Yamaha Rabu Dinihari, 2 April 2020. Ia  menduga dibawa kabur ke arah laut dan disikat saat mereka masih tertidur.

LUKMANUL HAKIM DAN ARDI YANTO