Tuesday, November 12, 2019

Komisi V DPR: Proyek PU dan PAM Lampung Tumpang Tindih

JAKARTA (12/11/2019) - Anggota Komisi V DPR yang membidangi antara lain Pekerjaan Umum, Bambang Suryadi, mengkritik sekaligus mendesak Menteri PUPR membenahi kerja anak buahnya di Lampung. Salah satu masalah menonjol berupa proyek sistem penyediaan air minum yang dilakukan Direktorat Jenderal di Kementeriaan PUPR. Proyek tersebut terkesan tidak optimal dan bisa bermasalah dalam pertanggungjawab anggaran maupun waktu.

Hal itu dikatakan Bambang yang juga dari Daerah Pemilihan Lampung, saat Komisi V DPR rapat dengan Kementerian PUPR, di Gedung Nusantara V, Selasa 12 November 2019

Bambang mengatakan, pekerjaan proyek SPAM di Tegineneng, misalnya, dua Ditjen Kementerian PUPR terkesan tumpang tindih. Tidak hanya itu saja, proyek juga tidak memuaskan, terlihat dari penimbunan dan pemerataan bekas galian pipa asal jadi. Sehingga kerap menimbulkan korban pengguna jalan. 

Ia mendesak Menteri PUPR mengawasi jajarannya di Lampung, juga di balai yang sedang menjalankan proyek saat ini.

ASRORIE

Kepala Desa se-Mesui Berlomba Mahir Pidato

WIRALAGA (12/11/2019) - Untuk memeringati Hari Ulang Tahun Kabupaten Mesuji ke-11, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat mengadakan lomba pidato untuk kepala desa. Diikuti wakil tujuh kecamatan, lomba diadakan di aula kantor Dinas PMDD, di Desa Wiralaga Mulya, Kecamatan Mesuji, Selasa 12 November 2019.

Kabid Pemerintahan Dinas PMDD Mesuji Marhakom mengatakan, kegiatan serupa untuk seleksi sudah dilaksanakan di tingkat kecamatan masing-masing. Dari 7 kecamatan, wakil  Kecamatan Mesuji Timur tak bisa ikut karena ada keperluan mendesak.

Kepala Dinas PMDD Mesuji Sunardi Sukau mengatakan, diadakannya lomba itu diharapakan dapat menumbuhkan mental dan percaya diri kepala desa saat berbicara di muka umum. Sebagai pemimpin, kepala desa harus mampu berkomunikasi dengan baik agar yang disampaikannya mudah dimengerti dan dipahami masyarakat.

Pemenang diumumkan saat acara puncak perayaan HUT Mesuji pada tanggal 26 November 2019.

SUPRIYONO

Pengurus PKK Pekon Diundang Pemda Tanggamus

GISTING (12/11/2019) - Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanggamus dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa setempat, mengundang pengurus PKK tingkat pekon. Guna mendapatkan
bimbingan teknis dan membahas sejumlah persoalan di masyarakat, Selasa, 12 November 2019. Masalah umum yang dibahas antara lain penanggulangan stunting, kebersihan desa, dan kesehatan keluarga.

Sedangkan bimbingan teknis berkaitan kelembagaan dan administrasi PKK. Kegiatan itu rutin tiap tahun dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Tim Penggerak PKK Tanggamus.

Wakil Ketua IV PKK Tanggamus Rahman Sakti mengatakan, PKK sebenarnya pendamping pemerintah daerah untuk melakukan kegiatan yang dapat menyejahterakan masyarakat. Juga membantu pembangunan.

Kepala Dinas PMD Tanggamus Khalid berharap setelah mengikuti kegiatan itu, pengurus PKK pekon bisa bertambah pengetahuannya, terutama kesehatan rumah tangga dan kebersihan lingkungan.

AFNAN HERMAWAN

Desa Sukabaru, Lampung Selatan Makin Bersih dan Maju


PENENGAHAN (12/11/2019) - Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan terus berbenah. Dana Desa dari pemerintah pusat berhasil membuat desa tersebut lebih maju lebih bersih dari sebelumnya.

Aparatur pemerintah Desa Sukabaru mempunyai cara lain dalam memanfaatkan dana desa tahun anggaran 2019. Selain digunakan untuk pembangunan jalan rigid beton, Desa Sukabaru juga peduli terhadap kebersihan lingkungan. Mereka membeli lahan yang diperuntukkan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah warga desa tersebut.

Kepala Desa Sukabaru, Sopiyan Yakub, Selasa, 12 November 2019, mengatakan, pihaknya tidak hanya membangun infrastruktur tetapi juga peduli terhadap kebersihan. Selain membeli lahan untuk tempat pembuangan sampah juga disiapkan armada pengangkut berupa mobil dan ratusan tong smpah yang disebar di berbagai titik.

Pihaknya juga tiga orang pekerja yang bertugas sebagai pengangkut sampah. Menurut Sopiyan, Dana Desa telah berhasil mengubah desanya menjadi lebih maju dan lebih bersih. Transportasi masyarakat semakin lancar dan perekonomian juga secara perlahan menjadi lebih maju.

ADV/GELLY

Bandarjaya: Kesurupan dan Ditangkap karena Pertahankan Lahan

BANDARJAYA (12/11/2019) – Seorang wanita  kesurupan, lainnya menangis histeris, dan yang pria ditangkapi karena melawan petugas saat Pengadilan Negeri Gunungsugih mengeksekusi lahan mereka Selasa, 12 November 2019.

Ratusan polisi bersenjata lengkap dikerahkan dalam eksekusi itu. Pengadilan juga membawa peralatan berat untuk meratakan bangunan yang berada di atas lahan 3.780 M2 di Lingkungan 2, Kelurahan Bandarjaya Timur.Terbanggibesar, Lampung Tengah.

Juru Sita Pengadilan Negeri Gunungsugih Rudi Pratama merasa berhak mengeksekusi karena membawa membawa surat keputusan ketuanya. Sedangkan pemilik lahan menolak karena merasa memiliki sertifikat.

Diwakili kuasa hukum mereka, Kriswati, pemilik lahan merasa Pemerintah belum pernah membatalkan sertifikat mereka yang diterbitkan pada Tahun 1977. Selama ini keluarga tersebut juga membayar pajak. Menjadi persoalan mulai Tahun 2005 karena  seorang bernama H. Mukhtar mengklaim lahan tersebut.

Saat suasana menjadi panas, petugas menciduk pemilik lahan dan membawanya dengan sebuah mobil. Ketika yang tinggal hanya wanita, mereka pun mengosongkan rumah, membongkar perabotan ke halaman.

Eksekusi berhenti karena hujan dan angin lebat mendadak datang. Ratusan petugas bubar dan hingga Selasa Sore nasib yang ditangkap belum jelas.

ZEN SUNARTO DAN SIGIT S

Polisi Tembak Komplotan Maling Motor di Bandarlampung


BANDARLAMPUNG (12/11/2019) – Aparat Polsek Sukarame menangkap pencuri sepeda motor dan penadah. Salah satu terangka ditembak kakinya karena melakukan perlawanan.

Pencuri motor beraksi di rumah milik Legimin, Warga JL Pulau Batamraya Nomor 35, Kelurahan Wayhalim Permai, Bandarlampung. Pelaku adalah Rio Saputra dan Rudiyansah. Namun Rudi berhasil kabur. Sedangkan tersangka lain yang ditangkap adalah penadah hasil curian, Septian Haula.

Barang bukti yang diamakan oleh pihak polisi adalah 3 unit sepeda motor dengan merek Honda Beat BE-2876-AAK, Honda Beat BE-2130-AAP dan Honda Vario Tekno warna putih BE-4486-OU. Kapolsek Sukarame, AKP Poelung Arsa Sidanu, Selasa, 12 November 2019 mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, komplotan ini sudah beraksi di 10 tempat kejadian perkara (TKP).

RIKI

MTQ Lampung Barat Berhadiah Mobil


AIRHITAM (12/11/2019) - Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membuka acara Musabakoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-23 di Pondok Pesantren (Ponpes) Rhodotull Sollihin di Pekon Gunung Terang, Kecamatan Air Hitam, Senin, 11 November 2019 malam. Hadiah utamanya adalah satu unit mobil.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug serta penyerahan piala bergilir MTQ dari Bupati Lampung Barat kepada Ketua LPTQ Lampung Barat. Bupati berharap, pelaksanaan MTQ ini bisa menjadikan motivator di dalam menciptakan kader terbaik yang asli dengan harapan untuk melahirkan sumberdaya yang unggul dan memiliki daya saing ke depan.

Hadiah berupa mobil juga menunjukkan keseriusan Pemkab Lampung Barat terhadap MTQ. Dia meminta ajang MTQ ini bisa melahirkikan bibit-bibit yang nanti bisa bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.Tema yang dipilih dalam MTQ ini adalah Lampung Barat Takwa SDM Unggul dan Hebat.

AHMAD SIKOTRI

Tulangbawang Barat: Jeritan saat Damkar Telat Tiba

PANARAGAN (11/11/2019) - Suasana di lokasi saat itu terdengar jerit pemilik rumah, sementara api makin hebat, melahap semua yang tersisa dari bangunan yang berdiri di atas lahan sekitar 600 meter persegi. Sementara, bantuan yang diharapkan dari pemadam kebakaran, tak kunjung datang.

Petugas baru tiba sejam kemudian, tapi saat itu makin sudah membesar dan sulit dikendalikan lagi karena cuaca panas dan angin kencang.

Tak ada yang tersisa dari rumah milik pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang Barat itu. Semua penghuni dan pemiliknya selamat. Kejadian di Dusun Banyuwangi, Tiyuh Panaragan Jaya Indah, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat, Senin malam, 11 November 2019, sekitar jam 19.30 WIB.

Irawan, warga setempat mengatakan, api tidak diketahui dari mana asal dan sebabnya, yang jelas sudah membesar. Warga sudah mencoba memadamkannya dengan alat seadanya tapi sulit. 

Ia juga menyesalkan lambatnya petugas pemadam kebakaran ditambah peralatan yang macet saat kejadian. Sehingga api bisa dipadamkan satu setengah jam kemudian. 

FATHUL M EFENDI

Suami Tujah Isteri di Negeri Ratu Lampung Utara

KOTABUMI (11/11/2019) – Seorang suami memukul dan menujah isterinya hingga tewas di Desa Negeri Ratu, Muara Sungkai. Perempuan berusia 40 tahun itu sudah dimakamkan, sementara suaminya ditahan di Polres Lampung Utara.

Kanit PPA Reskrim Polres Lampung Utara Ipda Demi Apriadi, Senin 11 November 2019, mengatakan peristiwa terjadi pukul 18.30, Sabtu 9 November. Sang suami sempat membawa isterinya ke Puskesmas di Desa Ujung Batu,  Abung Surakarta, meninggal pukul 21.00 saat dirujuk ke RSUD Kotabumi.

Ariyanto, tetangga Yeni Farida dan YMS, pasangan suami isteri  yang sama-sama berusia 40 tahun tersebut, mengatakan mereka mendengar keduanya cekcok sebelum pemukulan dan penujahan .

Ipda Demi Apriadi mengatakan Yeni Farida sudah dimakamkan di TPU Desa Pakuan Agung, Muara Sungkai, Lampung Utara. Sedangkan suaminya ditahan di Polres Lampung Utara.

ADI SUSANTO

Tiga Ruang SMP 3 Tulangbawang Habis Dilahap Api

BANJARAGUNG (11/11/2019) - Tiga ruang di SMPN 3 Banjaragung, di Kampung Warga Makmur Jaya, Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulangbawang, hangus terbakar. Kejadian Senin malam, 11 November 2019, sekitar jam 19.30 WIB. Tak ada korban jiwa, sebab dan jumlah kerugian belum diketahui. Api dapat dipadamkan beberapa saat kemudian setelah petugas pemadam kebakaran dibantu polsek setempat turun tangan.

Api demikian cepat berkobar dan menghabiskan satu bangunan terdiri tiga ruang, yakni ruang OSIS, ruang BK, ruang agama Hindu.

Nining Fitriani, Wakil Kepala SMPN 3 Banjar Agung menjelaskan, informasi yang diperolehnya, kejadian pertamakali diketahui dari anak-anak yang sedang mengaji di mushala dekat sekolah tersebut. Asal api dari gorden belakang sekolah. Mereka mengira api berasal dari pembakaran sampah. 

Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin mengatakan, belum bisa dipastikan asal api. Keterangan saksi-saksi masih simpang siur. Petugas juga kesulitan, karena tidak ada petugas penjaga sekolah yang menginap saat kejadian. 

FATHUL M EFENDI

Monday, November 11, 2019

Rakyat yang Tak Lelah Berharap di Lampung Tengah

ANAKRATU AJI (11/11/2019) - Setidaknya ada 10 kepala keluarga di Kampung Bandarputih Tua, Kecamatan Anakratu Aji, Lampung Tengah, tak pernah berhenti berharap. Setidaknya mereka bisa menempati sebuah rumah layak huni. Tidak seperti sekarang ini, atap bocor, dinding bolong, dan nyaris roboh.

Seperti yang dialami Mbah Bahri, hidup menyendiri sejak 14 tahun silam, mencukupi hidupnya menjadi buruh serabutan, kadang menjadi kuli cabut singkong, atau membantu tetangga yang menyuruh, dan upah tidak menentu.

Ia sebenarnya pernah didata untuk menerima bantuan, tapi itu entah berapa tahun lalu, sampai kini tak jelas lagi kelanjutannya. Mbah Bahri tak kecewa, ketika ditanya apa harapan untuk hidupnya? Ia menjawab dapat rumah layak huni. 

Kepala Kampung Terpilih Bandarputih Tua, Rahmad mengatakan, Senin, 11 November 2019, masalah warganya itu menjadi tugas aparat kampung. Ia berjanji membantu mencarikan jalan keluarnya jika sudah dilantik. Salah satu yang ditawarkan perbaikan rumah dengan cara gotong royong warga.

Cara itu dipilih jika bantuan dari pemerintah tak kunjung datang. Tapi, pemerintah kampung tetap mengupayakan memfasilitasi ke pemerintah daerah dan pusat agar bantuan warga miskin bisa terwujud.

SIGIT S

Kepala Kampung Berumah Geribik di Lampung Tengah

ANAK RATU AJI (11/11/2019) – Rumahnya hanya terbuat dari geribik. Sebagian, terutama bagian belakang, tembus pandang. Atapnya pun ditambal di sana-sini. Pintu depan bisa dijebol sekali tendang. Hanya sebagian lantainya  dilapis semen.

Pemilik rumah di Gedungsari, Kecamatan Anak Ratu Aji, Lampung Tengah itu terpilih menjadi kepala kampung pada pemilihan serentak 7 November yang lalu. Ia meraih 770 suara, mengalahkan pasangan Nomor 3 yang memperoleh 674, petahana 292, nomor 5 = 200, dan calon nomor 2 = 51.

Yantoni, kepala kampung terpilih itu berusia 44 tahun saat ini. Bapak dari 2 anak tersebut tidak pernah bercita-cita menjadi kades. Setelah tiga kali diajak oleh warga dusun, akhirnya ia bertekad, dan menang.

Selain petani, ia mengaku kerja serabutan selama ini. Ia menjadi pengumpul karet ke Mesuji, yang sementara ia setop karena harga sedang tidak menentu.

Ia mengaku memperoleh banyak cemoohan  setelah terpilih, di antaranya disebut tidak memiliki pengalaman di birokrasi. Ia menghiraukannya. Setelah terpilih, ia berjanji belajar dan yakin bisa karena tinggal melaksanakan program dari Pemerintah.

Kini rumahnya selalu ramai dikunjungi warga. Perhelatan tampak belum selesai sebelum resmi dilantik pada 26 Desember mendatang.

SIGIT S

Lampung Tengah: Tukang Ojek Tewas di Rumah Kosong

BUMIRATU NUBAN (11/11/2019) - Seorang tukang ojek yang hanya dikenal bernama Ucok, ditemukan tewas di sebuah kamar, di Kampung Bumiratu, Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah, Senin, 11 November 2019. Diduga kematiannya lebih dari sehari, dan baru ketahuan setelah seorang warga setempat curiga korban tak keluar rumah lebih dari dua hari.

Bejan Hariyanto, warga setempat mengatakan, karena korban tak keluar rumah, ia pun mendatangi rumah dan mencoba mencari tahu. Terlihat korban dalam kondisi tertidur dan Bejan pun mencoba membangunkannya. Tapi, ia kaget karena di lokasi kejadian mencium bau busuk. Temuan itu menggegerkan warga kemudian melapor ke Polsek Gunungsugih. 

Bejan mengatakan, warga hanya mengetahui pria itu bernama Ucok, sehari-hari pekerjaannya serabutan, kadang menjadi tukang ojek di pangkalan. 

Kapolsek AKP Des Herison Putra mengatakan, belum diketahui sebab kematiannya karena harus menunggu pemeriksaan tim forensik.

MUSTOPA

Belum Setahun, 63 Orang Tewas di Jalan Bandarlampung


BANDARLAMPUNG (11/11/2019) – Satuan Lalulintas Polresta Bandarampung merilis jumlah kasus kecalakaan selama Januari hingga Oktober 2019. Setidaknya 63 orang tewas dan ratusan luka-luka.

Kasat Lantas Polresta Bandarlampung, AKP Reza Komeini, mengatakan, pada bulan Januari sampai Oktober 2018 ada 241 kecelakaan dengan korban meninggal 70 orang,luka berat 45, luka ringan 266 orang dan kerugian mencapai Rp579.410.000. Untuk data di tahun 2019 dari unit  lakalantas Polresta Bandarlampung terjadi 247 kasus kecelakaan dengan korban meninggal 63 orang, luka berat 51, luka ringan 224 orang dan kerugian Rp824.370.000.

Kasat menjelaskan, faktor kecelakaan terbanyak adalah pelanggaran lalulintas alias kesalahan manusia (human eror). Sedangkan korban meninggal terbanyak terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Bypass, Bandarlampung.

DIYON SAPUTRA

6 Pintu Perlintasan Kereta di Lampung Utara Ditutup


KOTABUMI (11/11/2019) - Dinas Perhubungan Lampung Utara menutup enam pintu perlintasan kereta api illegal. Namun, penutupan itu sempat mendapat penolakan dari warga.

Sebagian warga berharap kepada dishub untuk membuka kembali perlintasan sebidang yang ditutup. Akan tetapi, Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Basirun Ali, Senin, 11 November 2019  berharap masyarakat dapat memahami tujuan penutupan perlintasan sebidang itu demi keselamatan bersama.

Yang mana penutupan perlintasan liar atau perlintasan sebidang tersebut juga telah diatur dalam undang-undang dan juga berdasarkan surat keputusan Gubernur Lampung terkait penutupan perlintasan liar.

Menurut Kadishub, perlintasan itu menganggu jarak pandang masinis kereta.Dijelaskannya dasar hukum penutupan tersebut adalah keputusan Gubernur Lampung tentang pembentukan tim koordinasi program panataan dan penertiban di perlintasan sebidang.

Warga Kotabumi yang tinggal di sekitar lokasi perlintasan, Suryono berharap dishub untuk dapat membuka kembali akses jalan lintasan masyarakat. Penutupan pintu perlintasan jangan sepenuhnya.

ADI SUSANTO

Bandarlampung : Ramai-ramai Buat SKCK Untuk Daftar CPNS


BANDARLAMPUNG (11/11/2019) – Sejumlah warga Bandarlampung ramai-ramai mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polresta, Senin, 11 November 2019. Surat tersebut akan mereka gunakan untuk mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Para pemohon SKCK yang didominasi pemuda dan pemudi ini rela mengantre untuk mendapatkan SKCK. Sebab, pendaftaran secara online akan mulai dibuka malam ini sekitar pukul 23.00 WIB. Salah satu pemohon SKCK, Riki, mengatakan, dirinya mengurus SKCK untuk kebutuhan melamar CPNS.

Hal senada dikatakan pemohon SKCK lainnya, Dika. Menurut Dika, dia memerlukan SKCK untuk mendaftar CPNS di Lampung yang sudah mulai dibuka. Dia berharap pada seleksi CPNS tahun ini bisa lulus dan menjadi abdi Negara yang baik.

DIYON SAPUTRA

Warga Cina Hilang di Sangiang Ditemukan di Pesisir Barat

BENGKUNAT (11/11/2019) – Nelayan Bengkunat, Pesisir Barat, Lampung, menemukan mayat yang diduga salah seorang dari 3 warga Cina yang hilang di Pantai Sangiang, Serang, Banten, pukul 05.30, Senin 11 November 2019.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zhawani Pandra Arsyad mengatakan, hingga Senin Siang, jenazah berada di Puskesmas Bengkunat dan dalam proses identifikasi Polres Lampung Barat.

Pekan lalu, Senin 4 November, tiga warga Cina dinyatakan hilang di Pantai Sangiang. Mereka masing-bernama Tan Xuz Tao, Wan Beng Yang dan Tian Yu. Bersama temannya You Shie Jie, mereka menyelam dan snorkeling.

Basarnas Banten bekerja sama dengan Bakauheni melakukan pencarian dengan Kapal KAL Tamposo, KAL Badak, KAL Sangiang, KN SAR Basudewa, RIB milik Basarnas Lampung, KN SAR Drupada dan 1 unit RIB KPP Banten. Petugas juga menyelusuri dengan helikopter, tapi belum menemukan jenazah hingga Minggu 10 November.

YUAN ANDESTA DAN RIKI PRATAMA

Kian Banyak Ragam Sunat PKH di Pesisir Barat

PESISIR BARAT (10/11/2019) – Semakin banyak cara pendamping menyunat dana Program Keluarga Harapan, PKH, di Pesisir Barat. Di Ngambur, salah seorang warga bernama Ruswan mengaku dipotong Rp300 ribu dari nilai seharusnya Rp1 juta.

Rincian potongan  kini semakin banyak. Suparmi, Ruswan, Ariyah, ketiganya warga Pekon Sukabanjar, mengaku dipotong uang kas alias hero Rp20 ribu, administrasi alias BRIlink Rp10.000, uang tablets alias tabungan berencana lanjut sekolah tinggi Rp15 ribu.

Sejak April 2018, potongan bertambah dengan dalih koperasi Rp100 ribu dan table Rp20.000. Seluruh potongan direlakan oleh warga miskin  karena ketakutan dikeluarkan sebagai penerima PKH. Apalagi selama bertahun-tahun, pendampinglah yang mengambil uang di BRI. Mereka tidak pernah diberitahu nomor PIN.

Sri, salah seorang pendamping, mengakui penyunatan tersebut. Ia bahkan terus terang memotong 10 persen untuk mereka yang tak hadir dalam sekali pertemuan dan merekomendasikan namanya dicabut jika tidak ikut perkumpulan.

Para peratin di Pesisir Barat umumnya tidak mengetahui pemotongan dana PKH. Saepudin, Peratin Sukabanjar, mengatakan mereka tidak pernah dilibatkan. 

YUAN ANDESTA DAN HELMI ADAM

Sunday, November 10, 2019

Pantai Pesisir Barat Abrasi, 1 Hotel Runtuh

KRUI SELATAN (10/11/2019) – Setidaknya 2 KM garis Pantai Pesisir Barat  di Pekon Mandiri, Krui Selatan, abrasi. Bangunan Hotel Cabana runtuh. Air laut tinggal dua meter dari  jalan raya Lintas Barat Kotaagung – Krui, malam Senin 10 November 2019.

Mat Razi dan Sukri, warga Pekon Mandiri, mengatakan tanda-tanda abrasi sudah terlihat sejak 2 pekan lalu. Pelan-pelan menggerus pantai, hingga laut sudah mengusai lahan pantai antara 6 hingga 10 meter. Mendekati pinggir jalan antara 2 hingga 1 meter.

Nurkholis, peratin Pekon Mandiri, Krui Selatan, mengatakan abrasi selalu terjadi pada akhir tahun di garis pantai sepanjang 2 KM. Ia menyebut Dinas Pekerjaan Umum Pesisir Barat sudah mengecek. Namun belum seorang pun dari Pemerintah Provinsi dan Kementerian datang.

HELMI ADAM DAN YUAN ANDESTA

Rombongan RX King Jawa Tengah Tabrakan di Bakauheni

BAKAUHENI (10/11/2019) – Rombongan RX King asal Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore ke Lampung,  bertabrakan dengan dua remaja pengendara Vega di Desa Hatta, Bakauheni, Lampung Selatan, malam Senin, 10 November 2019.

Keluarga kedua remaja,  Ardi Saputra dan Dwi Hari Pranata,  warga Desa Kelawi, Bakauheni, Lampung Selatan, sempat khawatir karena para bocah tersebut berdarah-darah setiba di Puskesmas setempat. Warga pun menahan rombongan RX King dari Jawa Tengah itu.

Dwi, pengendara Vega, mengatakan mereka saat itu pelan, karena berencana pulang ke rumah. Ia kaget melihat rombongan RX King datang dengan cepat.

Yudi, salah seorang rombongan RX King dari Jawa Tengah, mengakui tabrakan tersebut. Ia merasa canggung saat melihat sepeda motor warga setempat menghalangi kecepatannya.

Kedua belah pihak akhirnya berdamai. Rombongan RX King dari Jawa Tengah melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni.

AZIZI

Pramuka Bandarlampung Cetak Rekor Dunia Menari

BANDARLAMPUNG (10/11/2019) – Pramuka Bandarlampung mencetak rekor dunia menari di Tugu Adipura, Bandarlampung, Minggu 10 November 2019. MURI juga mencatatnya sebagai rekor baru karena diikuti 25.063 orang.

Berlangsung sejak pagi, pramuka menari di empat jalan yang mengarah Tugu Adipura, mulai dari Jalan Radin Intan, Jalan Ahmad Yani, Sudirman, dan Diponegoro. Tampak padat saat seluruhnya menyatu di bundaran tersebut.

Awan Rahajo, senior manajer MURI, mengatakan rekor pramuka menari itu belum pernah diselenggarakan di tempat mana pun di dunia. Mereka juga mencatatnya sebagai rekor MURI karena gelaran terbesar tarian pramuka di Indonesia.

Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan acara cetak rekor muri tersebut diselenggarakan sebagai persembahan untuk para pahlawan, yang diperingati setiap 10 November.

DEDI KAPRIYANTO