Jumat, 24 September 2021

Puluhan Peternak Ayam Petelur Sambangi Pemprov Lampung

BANDARLAMPUNG (24/9/2021) -  Puluhan peternak ayam petelur Sejahtera Mandiri menyambangi Pemerintah Provinsi dan meminta petinggi Lampung Berjaya di sana memperhatikan nasib mereka yang semakin banyak gulung tikar di Lampung karena harga pakan terus naik, sementara harga telur terus turun.

Setelah menunggu sejenak dengan duduk di luar Kantor Pemprov, pukul 10.24, Jumat 24 September 2021,  mereka diterima Sekda Fahrizal Darminto, yang menyebut harga telur dan pakan masalah nasional dan tinggal baca di Google.

Korlap peternak Yuze Hengki Sadok mengatakan harga pakan ayam paling rendah per saat saat ini Rp360 ribu atau bervariasi antara Rp7.200 hingga Rp8.000 per kg. Sedangkan harga telur di pasar Rp17 ribu atau Rp15 ribu di kandang, di bawah harga produksi Rp20-21 ribu per kg.

Yuze menyebut kenaikan harga pakan ternak bukan disebabkan pandemi covid-19, karena sudah berlangsung sejak Tahun 2018, saat harga masih Rp5.000 per kg atau maksimal Rp250 ribu per sak. Tidak juga akibat persediaan jagung.

Para peternak juga mengeluhkan kesulitan membayar kredit dan tidak adanya perhatian Pemerintah terhadap UMKM jenis ini. Yuze mengambil contoh petani selalu dibantu dengan peralatan, tetapi peternak tidak.

Dalam pertemuan itu, Yuze belum memiliki angka sudah berapa peternak petelur yang bangkrut di Lampung, tetapi secara gambaran pada satu titik di Merbau Mataram, dari 32 peternak petelur, yang bertahan kini  tinggal 12.

Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan soal harga pakan ayam masalah nasional dan tinggal baca perkembangannya di Google. Ia melihat harga ayam turun karena adanya pandemi covid-19.

JUHARSA ISKANDAR

0 komentar:

Posting Komentar