Minggu, 16 Mei 2021

Kisah Sedih Porter Bakauheni saat Lebaran Tahun 2021

BAKAUHENI (16/5/2021) – Namanya Dul Karim. Usianya kini sudah menjelang 50 tahun. Sejak Pelabuhan Bakauheni ada pada Tahun 1980-an, ia sudah menjadi porter alias pemanggul barang di penyeberangan Selat Sunda itu.

Dikenal juga sebagai petugas merah, Dul mengaku bisa menghidupi keluarga dari pemanggul barang. Meski sering penuh risiko, seperti melompat ke kapal sebelum sandar sempurna, untuk menawarkan jasa kepada penumpang.

Namun pendapatan mulai berkurang sejak pandemi covid-19. Pada Lebaran tahun lalu, Dul mengaku masih bisa membawa uang ke rumah. Namun, pada Lebaran Tahun 2021, saat Pemerintah mengumumkan pelarangan mudik, pendapatan nihil sama sekali.

Dul mengaku tidak lagi setiap hari ke Pelabuhan Bakauheni. Ia datang pada Minggu 16 Mei 2021 karena mengharapkan ada satu dua barang yang dipanggul, tetapi seharian tidak ada juga penumpang menawarkan jasa.

Ia memang sudah berpikir mencari pekerjaan lain. Namun sebelum total tidak menjadi porter, ia meminta Pemerintah transparan soal covid-19. Ia melihatnya masih ada yang disembunyikan atau informasi ganda, yang menimbulkan kebingungan bagi rakyat kecil seperti dirinya.

ROY SHANDI

0 komentar:

Posting Komentar