Kamis, 17 November 2022

Pemkot Metro dan DPRD Teken KUA-PPAS 2023

METRO (17/11/2022) – DPRD Metro menggelar rapat paripurna nota kesepakatan kebijakan umum anggaran dan rancangan prioritas plafon anggaran sementara (KUA PPAS) Metro 2023. DPRD dan Pemkot Metro menyepakati APBD tahun depan Rp902 miliar.

Rapat dengan agenda penandatangan KUA PPAS dipimpin Ketua DPRD Metro Tondi Muammar Gaddafi Nasution di Ruang Sidang DPRD setempat, Rabu 16 November 2022. Rapat diawali dengan pemaparan KUA PPAS APBD Metro oleh juru bicara Badan Anggaran Ansori.

Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Metro menyepakati pergeseran pos anggaran. Rapat menyepakati KUA-PPAS APBD 2023 sebesar Rp902 miliar.

KUA PPAS 2023 meliputi pendapatan komponen pajak, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan pendapatan lain yang sah sebesar Rp235 miliar. Pendapatan dari transfer pemerintah pusat dan transfer antar daerah sebesar Rp667 miliar.

Proyeksi belanja dan pembiayaan daerah mencapai Rp913 miliar. Sektor belanja mencakup operasi belanja pegawai, barang dan jasa, subsidi, hibah serta bantuan sosial sebesar Rp804 miliar.

Belanja modal Rp102 miliar, belanja tak terduga Rp5 miliar, belanja transfer Rp1,3 miliar. Sektor pembiayaan  daerah meliputi penerimaan dan pengeluaran selama sisa anggaran tahun ini.

Berdasarkan pemaparan Badan Anggaran, struktur APBD Metro mengalami defisit sebesar Rp11 miliar. Defisit anggaran bakal ditutup dengan pembiayaan Rp15 miliar.

Wali Kota Metro Wahdi Sirajuddin mengapresiasi pengesahan KUA PPAS 2023 berkat kerja keras semua pihak. Wahdi berharap pembangunan tahun depan terlaksana sesuai kemampuan APBD guna mewujudkan visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Metro 2021—2026.

Wali kota menyebut alokasi dana transfer 2023 meningkat dibandingkan 2022. Total alokasi dana transfer naik sebesar Rp48,9 miliar. Kenaikan penerimaan transfer meliputi dana insentif daerah Rp31 miliar, dana alokasi umum Rp14,9 miliar, dan dana alokasi khusus non fisik Rp14 miliar.

Sementara penerimaan pos lainnya seperti dana alokasi khusus fisik menurun Rp10,4 miliar dan dana bagi hasil Rp700 juta.

MARTIN PASUKO DEWO


0 komentar:

Posting Komentar