Saturday, February 13, 2021

Budidaya Madu Klanceng di Metro Bantu Pasien Corona

METRO (13/2/2021) – Warga Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, membentuk Kampung Tangguh Mandiri sebagai program penanggulangan pandemi covid-19. Kampung ini membudidayakan madu klanceng sebagai sumber bantuan pasien corona dan kebutuhan bayi.

Kelurahan Tejoagung memilih budidaya madu klanceng (trigona bee) karena memili8ki sejumlah keunggulan dan belum banyak dilirik petani. Pembudidayaan tidak membutuhkan perawatan rumit. Jenis lebah ini tidak menyengat seperti tawon lainnya. Potensi bisnis madu klanceng juga sangat besar. Madu laku Rp150 ribu per butul ukuran 250 mili.

Madu klanceng bermanfaat menjaga kesehatan tubuh guna membantu kekebalan terhadap virus corona. Warga RW 8 Tejoagung menekuni budidaya madu klanceng baru enam bulan ini. Budidaya meliputi lahan perkotaan terbatas berupa pekarangan tetapi hasilnya sudah bisa dinikmati.

Ketua RW 8 Tejoagung Heni Kusumawati, Sabtu 13 Februari 2021, mengatakan hasil budidaya madu klanceng membawa banyak manfaat ekonomi. Hasil panen madu disalurkan menjadi bantuan sembako warga terkonfirmasi positif covid-19 dan warga kurnag mampu. Bantuan mengalir setiap pekan. Bayi baru lahir pun mendapat bantuan susu, vitamin, dan pampers.

Budidaya madu klanceng mewujudkan Kampung Tangguh Mandiri dengan program ketahanan pangan menghadapi pandemi covid-19. RW 8 Tejoagung ingin memperluas kegiatan berupa kebun sayuran. Kebun ini coba memberdayakan para pemuda setempat.

Bowo Sutrisno, penasihat Posko Kampung Tangguh Mandiri Tejoagung, mengungkap rencana pengembangan budidaya madu klanceng ke seluruh pekarangan warga. Meski lebih banyak tinggal di rumah karena pandemi covid-19, warga punya kegiatan bernilai ekonomi.

Budidaya madu klanceng bukan satu-satunya program ketahanan pangan Kampung Tandiri Mandiri. Warga juga ingin mengembangkan bidang pertanian berupa tanaman buah-buahan dan sayuran. Pembibitan sudah dibuat tetapi terkendal a pengairan. Mereka berharap pemerintah membantu sumur bor.

MARTIN RPD

0 comments:

Post a Comment