KOTABUMI (30/6/2018) - pemungutan suara hingga penghitungan surat suara di tingkat Panitia Pemungutan Suara dan Panitia Pemilihan Kecamatan di Kabupaten Lampung Utara, Sabtu, 30 Juni 2018, berjalan lancar dan kondusif. Aparat keamanan disiapkan berjaga di kantor Komisi Pemilihan Umum Lampung Utara
"Penghitungan surat suara dipastikan sore ini selesai di tingkat PPK selanjutnya logistik kotak suara berada di kantor KPU," kata Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana, Sabtu, 30 Juni 2018.
Aparat kepolisian, kata Eka, telah disiagakan untuk pengamanan di kantor KPU. Personel terdiri Brimob, Kodim dan Kimal.
"Saat ini menunggu rekapitulasi surat suara di tingkat KPU yang akan dilaksanakan Rabu 4 Juli 2018. Kami telah menyiapkan pengamanannya," kata dia.
WAY JEPARA – Ayah wartawan Lampung TV, Beni Alif Syuhada, kehilangan motor saat shalat magrib di Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, pada Sabtu Malam, 30 Juni 2018.
Anisa Aprilia, adik Beni, mengatakan, saat iqomat, ia masih melihat sepeda motor di depan rumah. Seorang tetangga bercerita, ketika masuk ke rumahnya, melewati rumah orang tua wartawan itu selesai iqomat, ia masih melihat motor di parkiran.
Selesai magrib, Anisa ke depan rumah, hendak membeli sesuatu, motor sudah lenyap. “Pak Idamar bilang, saat iqomat, ia masih nongkrong di depan rumah, motor masih ada. Ia masuk ke rumahnya kira-kira saat orang lain sedang shalat di rakaat kedua," katanya.
Kapolsek Way Jepara Iptu SI Marbun mengatakan ia sudah menerima laporan kehilangan tersebut dua jam kemudian. “Kita akan coba kejar pelakunya,” katanya, sesaat, sebelum menaiki kendaraan patroli pada pukul 21.30 Sabtu malam.
KOTABUMI (30/6/2018) – Seorang pria paro baya diduga dibunuh dengan golok dan tewas saat lari ke perkebunan karet di Dusun Tepuk Leban, Desa Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Jenazahnya ditemukan warga pada Sabtu 30 Juni 2018.
Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP Syarial mengatakan pria yang belum jelas indentitasnya itu tewas sudah lebih dari sehari. Mayatnya sudah membusuk. Lalat dan ulat sudah lama mengerubungi bekas lukanya di bagian kepala. Baunya menyengat hingga ke jalan raya.
AKP Syarial menduga pria berkemeja garis dan bercelana cokelat tersebut ditebas dengan golok. Berusaha lari beberapa ratus meter, kemudian menemui ajal di perkebunan karet warga. “Lukanya seperti kena golok,” katanya.
Selain memakai kemeja bergaris, celana jean cokelat, sepatu, pria baro baya tersebut mengenakan jam di tangan kiri. Ia diperkirakan berasal dari luar desa. “Tidak ada seorang pun warga melaporkan kehilangan anggota keluarga di sana,” kata AKP Syahrial.
BANDARLAMPUNG (30/6/2018) - Puluhan massa dari berbagai elemen masyarakat, berunjukrasa di Tugu Adipura, Enggal, Bandarlampung, Sabtu, 30 Juni 2018. Massa menyatakan hasil pemilihan gubernur Lampung cacat dan harus diulang. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 diduga melakukan politik uang.
Di tengah terik matahari, wakil pengunjukrasa bergantian menyampaikan penilaian dan tuntutan kepada penyelenggara pemilu.
"Dengan uang Rp50 ribu, paslon nomor tiga bisa menang. Kami meminta Bawaslu mendiskualifikasi kemenangannya. KPU juga diminta menggelar pilgub ulang," kata orator.
Kordinator unjuk rasa Rismayanti Borton mengatakan, dugaan politik uang di pilgub Lampung yang dilakukan paslon nomor urut tiga menunjukkan lemahnya pengawasan Bawaslu Lampung dan lembaga terkait.
"Kami akan terus memberitahukan kepada masyarakat tentang kecurangan ini. Kami juga akan turun ke jalan lagi dengan harapan pilgub ulang agar bisa menghasilkan pilihan rakyat yang baik," katanya.
TANGGAMUS (27/6/2018) – Meski tak banyak, ada juga panitia Tempat Pemungutan Suara di Kabupaten Tanggamis yang memakai budaya Pesisir Lampung pada saat Pemilihan Kepala Daerah Gubernur Lampung dan Bupati Tanggamus pada Rabu, 27 Juni yang lalu.
Selain latar dibalut oleh kain khas adat Pesisir Lampung, yang biasanya dipakai hanya untuk acara adat atau pesta perkawinan, panitia juga memakai pakaian putih, dengan kain sarung khas Lampung.
Angga Lazuardy, komisioner KPU Tanggamus, menggunakan hak pilihnya di TPS 3, Pekon Padawaras, Kecamatan Semaka. Ia datang pukul 09.00 dan mengapresiasi kreativitas para petugas tempat pemungutan suara di sana. Jumlah mata pilih di situ 321 warga dan penghitungan selesai pada siang hari.
PESISIR BARAT (29/6/2018) – Dinas Sosial Pesisir Barat khitan 60 anak di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat, pada Jumat, 29 Juni 2018. “Dengan kegiatan khitanan di Way Haru, Bengkunat, pada April, tahun ini kita telah mengkhitan 172 anak,” kata Mirton.
Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Pesisir Barat itu mengatakan acara tersebut bagian dari program Bupati Agus Istiqlal dalam mengentaskan kemiskinan. “Beliau juga sempat hadir melihat kegiatan khitanan,” katanya.
Meski masih banyak yang ketakutan, banyak dari anak-anak Pekon Sukabanjar mengatakan senang dengan khitan cepat yang dilakukan tim medis di pekon mereka. Yang ketakutan justeru para orang tua, karena di masa mereka penyembuhan berlangsung sampai dua pekan.
GUNUNG ALIP (30/6/2018) – Pasangan Dewi Handajani – AM Syafi’I unggul di Kecamatan Gunung Alip, Tanggamus, pada penghitungan PPK dari dua belas pekon di daerah tersebut. Rekapitulasi berlangsung dari Jumat malam dan berakhir pukul 00.00 Sabtu dinihari, 30 Juni 2018.
Zelfa Yunizar, ketua PKK Gunung Alip, mengatakan rekapitulasi dihadiri seluruh anggota PPK, saksi dari kedua pasangan calon, panwascam, Kapolsek, Danramil Talangpadang. Suasana berlangsung tertib.
GEDONGTATAAN (29/6/2018) – Kapolres Pesawaran dan Bhayangkara mengunjungi warga lanjut usia di Dusun Sumber Sari, Desa Taman Sari, Gedongtatan, pada Jumat 29 Juni 2018. “Ada sekitar lima belas orang tua sepuh di sekitar sini,” katanya.
Tiga orang dikunjungi, di antaranya Mbah Masinem, kini berusia 85 tahun; Mbak Salabah, berusia 75 tahun, dan Muinah, 75 tahun. Ketiganya umumnya tinggal di gubuk yang sangat sederhana di Dusun Sumber Sari.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres memberikan tali asih kepada warga sepuh di sana. Tim kesehatan juga mengecek dan memberikan obat. “Bakti sosial ini sekaligus memperingati Hari Bayangkara yang ke-72,” kata AKBP Syaiful Wahyudi.
Kapolres didampingi Wakapolres Pesawaran Kompol Sakimin, Polwan Polres Pesawaran, Bhayangkara Polres Pesawaran, dan bhabinkamtibmas Bripka Yekti Andy Pambudi.
PADANGRATU (29/6/2018) - Dua tersangka pencuri kotak amal di masjid Dusun Trisno Agung, Kampung Margorejo, Kecamatan Padangratu, Lampung Tengah, dihajar massa. Satu tersangka meninggal saat dirawat di rumah sakit, sedangkan satu lagi selamat dan kini diamankan di kantor polisi.
Sepeda motor yang digunakan kedua tersangka juga dibakar massa. Kedua tersangka juga nyaris tewas di tempat jika tidak segera diselamatkan petugas kepolisian. Kejadian hari Jumat, 29 Juni 2018 sekitar pukul 14.00 WIB.
Kotak amal masjid di tempat itu sering hilang, warga kemudian menjebak pelakunya setelah salat Jumat mengintai dari rumah.
Tak lama warga melihat dua pemuda mengendarai sepeda motor bebek masuk ke halaman masjid. Seorang di antaranya turun dan masuk ke masjid. Saat itulah warga menangkapnya.
Warga juga mengamankan barang bukti antara lain, dua kotak amal masjd Al Amal, dua bilah pisau, satu kunci letter T, dan uang tunai sebesar Rp2.873.200.
Dokter yang bertugas di RSUD Demang Sepulau Raya, dr Salahudin mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin menangani pasien. Tapi, luka parah di bagian kepala.
BANDARLAMPUNG (29/6/2018) – Eva Dwiana Herman HN “meledak” saat DPRD Lampung dengar pendapat soal pelaksanaan pemilihan gubernur Lampung Tahun 2018. Ia melihat Bawaslu tidak bekerja mengawasi praktek money politic, yang banyak terjadi menjelang pemungutan suara.
Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Dedi Aprizal, pada Jumat, 29 Juni 2018, anggota DPRD lain, Ningrum Gumay juga mempertanyakan pekerjaan Bawaslu, yang jumlahnya ribuan di Lampung. “Kenapa yang menemukan kasus money politic hanya masyarakat,” katanya.
Ketua DPRD Dedi Aprizal juga mengatakan banyak surat masuk ke sekretariat DPRD soal maraknya money politic pada Pilgub 2018 ini. Demikian juga Wakil Ketua Imer Darius, yang melihat kinerja Bawaslu, Polda, dan Kejati terlalu pasif mencegah politik uang terjadi.
Ningrum mengatakan, anggota DPRD mempertanyakan hal tersebut bukan soal siapa yang menang siapa yang kalah. “Ini menyangkut kewibawaan negara,” katanya.
Anggota DPRD dari Golkar, Tony Eka Chandra mengatakan ia siap dihukum jika Arinal – Nunik melakukan money politic. Menurutnya, mereka malah akan memperkarakan beberapa orang yang salah tangkap.
Ketua Bawaslu Fatikhatul Kohiriyah, tampaknya tak bergeming dengan serangan sejumlah anggota DPRD itu. Ia mengatakan pihaknya bekerja dan saat ini sedang memproses 13 pengaduan dugaan money politic, yang terjadi di Tanggamus (4), Lampung Tengah (2 ), Lampung Timur (2), Lampung Selatan (2), Waykanan (1), Pesisir Barat 1, dan Tulang Bawang 1.
Ketua KPU Nanang Trengono mengatakan kasus money politic tidak bisa diselesaikan secara instan. “Apapun rekomendasi Bawaslu Lampung yang terkait pelanggaran politik uang akan ditindak tegas,” katanya.
KOTABUMI (29/6/2018) - Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara saat inspeksi mendadak pertama kali usai cuti mengikuti pilkada, menemukan sejumlah ruang dan taman satuan kerja kotor serta tak terurus. Agung sebelum masuk ke kantornya, menyempatkan diri berkeliling ke ruang satuan kerja di lingkungan pemkab setempat, Jumat, 29 Juni 2018.
Bupati pertamakali menuju kantor Satuan Polisi Pamong Praja, selanjutnya kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
Di kantor BAPPEDA dan DP2KA, Agung melihat semak belukar rerumputan dan penataan pohon taman tidak terurus. Ia minta kepala kantor segera membenahi dan membersihkan kantornya masing-masing.
"Tempat kerja harus nyaman dan sehat sehingga memotivasi pegawai bekerja. Saya minta seluruh kasatker menjadikan tempat kerjanya nyaman, sehat dan indah sehingga disiplin kerja staf membaik," katanya.
Ia menambahkan, periode kedua kepemimpinannya di daerah itu salah satunya menanamkan rasa memiliki Lampung Utara.
KOTAAGUNG (29/6/2018) - Sekitar 500 massa pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Tanggamus, Samsul Hadi-Nuzul Irsan (SAMNI), unjuk rasa ke kantor Komisi Pemilihan Umum setempat. Massa menuntut pemilihan kepala daerah diulang karena kinerja penyelenggara pemilu tidak memuaskan dan banyak kecurangan.
Masa bergerak dari posko pemenangan calon bupati-wakil bupati di Pekon Kota Batu, Kecamatan Kota Agung Timur menuju lapangan Pemkab Tanggamus, Jumat, 29 Juni 2019. Mereka menggunakan mobil dan sepeda motor longmarch sambil membentangkan spanduk desakan pilkada ulang.
Saat di kantor KPU, Jumat, 29 Juni 2019, perwakilan massa menjemput Ketua KPU Otto Yuria Saputra dan meminta naik ke mobil. Otto diminta menjelaskan duduk persoalan pemilihan bupati dua hari lalu.
Sebelum ketua KPU datang, wakil pengunjuk rasa berorasi dan membeberkan sejumlah temuan dugaan kecurangan.
Koordinator aksi Herwan Rozali mengatakan, pihaknya akan turun lagi ke jalan dengan jumlah massa lebih banyak jika tuntutan tidak dipenuhi. Ia mengklaim memiliki banyak bukti kecurangan pilkada dari seluruh wilayah di Tanggamus.
Ketua KPU Tanggamus Otto Yuri Saputra saat menemui massa mengatakan, KPU netral tidak dan bila ada temuan dugaan pelanggaran disampaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
"Bila ditemukan pelanggaran sampaikan ke panwaslu sebab KPU tidak bisa memproses bila tidak ada rekomendasi Panwaslu. Nanti juga ada pleno penghitungan suara, silakan bawa saksi dan bukti dugaan kecurangan," katanya.
Aksi berjalan tertib, usai menyampaikan aspirasinya massa kembali ke posko pemenangan Samsul Hadi-Nuzul Irsan.
GEDONGTATAAN (27/8/2018) – Banyak cara warga menarik simpati pada Pemilihan Gubernur 2018 pada Rabu, 27 Juni 2018. Di TPS 5 Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, para petugas memakai seragam khas Jawa, lengkap dengan blangkon dan keris.
Selain menarik simpati warga yang memilih, panitia TPS 5 Desa Wiyono itu bahkan berhasil mengundang Kapolres Pesawaran untuk melihat mereka pada pukul 07.30, di saat Polres mulai sibuk mengamankan Pemilihan Gubernur.
Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi mengapresiasi cara petugas TPS yang memakai baju adat Jawa dan blangkon itu. “Ini ide yang menarik untuk mengurangi golput dan meningkatkan minat warga ikut memilih calon gubernur mereka,” katanya.
LIMAU (27/6/2018) – Di TPS 2 Pekon Badak Kecamatan Limau, Tanggamus, para petugas tempat pemungutan suara kompak memakai seragam baru saat pemilihan gubernur Lampung dan bupati Tanggamus pada Rabu, 27 Juni 2018.
Ketua TPS Yumi Murdani mengatakan, dari hasil suara sementara yang mereka hitung pada siang harinya, pasangan M. Ridho – Bachtiar Basri memperoleh suara 84, Herman HN – Satono 30, Arinal Djunaedi – Chusnunia Chalim 37, dan Mustafa – Ahmad Jajuli 5.
Untuk suara sementara pemilihan bupati Tanggamus, suara untuk pasangan Dewi Handajani – AM Syafii 119, Syamsul Hadi 37. “Secara keseluruhan di lima TPS Pekon Badak, suara untuk calon nomor urut 1 565, untuk nomor urut 2 sebanyak 223 suara,” kata Yumi.
KOTAAGUNG (28/6/2018) – Ketua KPU Tanggamus Otto Yuri Saputra menegaskan pihaknya tidak melakukan hitung cepat. Ia meminta para tim sukses tidak membawa nama lembaga tersebut dalam proses quick qount. “KPU hanya mengenal hasil dari pleno,” katanya pada Kamis, 28 Juni 2018 di Kotaagung.
Otto mengharapkan para tim sukses tidak mengesahkan hasil hitung cepat sebagai hasil resmi. Proses penghitungan saat ini sedang berlangsung di tingkat kecamatan. “Semua C1 kita harapkan masuk ke KPU hari ini ….kita akan pleno tingkat kabupaten pada 5 Juli,” katanya.
Soal netralitas petugas yang menangani rekapitulasi, Ketua KPU Tanggamus itu menjamin tidak terjadi di Tanggamus. “Kita segera tindak petugas yang melakukan penggelembungan suara atau perubahan suara,” katanya.
MESUJI (278/6/2018) – Setidaknya 30 persen waga Mesuji tidak memilih di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten tersebut pada pemilihan gubernur Lampung, Rabu, 27 Juni 2018. Kemeriahan juga tidak terasa di TPS, sebagaimana memilih calon bupati beberapa waktu lalu.
Petugas Kesbangpol Mesuji mencatat suara masuk sementara di tujuh kecamatan Mesuji 99.147, dengan catatan 1.254 surat suara tidak sah. Jumlah daftar pemilih tetap di Simpang Pematang, Panca Jaya, Tanjung Jaya, Way Serdang, Mesuji, Mesuji Timur, dan Rawa jitu utara 142.177.
Perolehan suara berimbang antara pasangan nomor tiga Arinal Djunaidi – Chusnunia Halim (40 persen) dan M. Ridho Ficardo – Bachtiar Basri (38 persen). Sedangkan pasangan Herman HN – Sutono memperoleh 12,65 persen, Mustafa – Ahmad Jajuli 6,78 persen.
PESISIR BARAT (28/6/2018) – Panwaskab Pesisir Barat menerima pengaduan money politic yang dilakukan relawan pasangan calon gubernur Lampung Arinal Djunaedi – Chusnunia Chalim kepada sejumlah pemuda Bumi Agung, Tanjung Setia, Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, pada Kamis, 28 Juni 2018.
Pengaduan tersebut dipimpin Cak Nur, penggiat anti korupsi di kabupaten tersebut. “Pelaporan sudah teregistrasi. Kini kita menunggu kesigapan Panwaskab Pesisir Barat memprosesnya, terutama membawa ke Gakumdu,” katanya.
Cak Nur mengharapkan Gakumdu Pesisir Barat menjadi pioner dalam mengungkap dugaan money politic untuk memilih pasangan Arinal – Nunik itu. Ia juga mengatakan siap memfasilitasi warga lain yang menerima.
Dua hari sebelum pemilihan gubernur Tahun 2018, sejumlah pemuda Bumi Agung menerima uang tunai Rp6 Juta dari relawan Arinal – Nunik, yang terdiri dari lembaran Rp50 ribu.
Saat mengadu pada Selasa, 26 Juni 2018, Abd Kodrat, koordinator penindakan pelanggaran Panwaslu Pesisir Barat, mengatakan tahapan pertama yang dilakukan Panwaslu Pesisir Barat adalah meregistrasi pengaduan warga. “Setelah itu kita memplenokannya, lalu menyerahkannya ke Gakumdu untuk diajukan sebagai perkara pidana pemilukada,” katanya.
KRUI (28/6/2018) – Jalan Lintas Barat lewat Krui Selatan, Pesisir Barat, belum bisa dilewati di Pekon Mandiri Sejati KM 20. “Sebaiknya kendaraan dari Bandarlampung maupun dari Bengkulu tetap lewat Lintas Tengah,” kata Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto.
Saat meninjau jalan darurat di sana pada Kamis, 28 Juni 2018, Kapolres melihat sejumlah kendaraan tetap mencoba melewati jalan darurat, yang melewati pantai. Beberapa kendaraan, terutama truk, mogok di pasir laut.
Kapolres mengatakan, meskipun dalam situasi tertentu tampak bisa dilewati, tetapi jalan darurat tersebut tidak aman saat air pasang.
Lintas Barat di Krui Selatan putus lagi sejak Minggu Sore, 24 Juni 2018. Air laut pasang mencapai dua meter membuat jalan darurat di Pekon Mandiri Sejati, Krui Selatan, tidak bisa dilalui lagi oleh kendaraan jenis apa pun.
Sejak putus pada Kamis Dinihari 12 Oktober 2017 yang lalu, sudah sembilan bulan Jalan Lintas Barat di Pekon Mandiri Sejati, Krui Selatan, melalui jalan darurat. Dinas PU membangun jembatan sementara, tetapi ambruk dilewati truk bertonase tinggi pada Kamis, 23 November 2017.
KOTABUMI (28/6/2018) – Pasangan Agung Ilmu Mangkunegara – Budi Utomo dan tim suksesnya sujud syukur atas kemenangan mereka dalam pemilhan Bupati Lampung Utara Tahun 2018 di Kotabumi pada Rabu Malam, 27 Juni 2018.
Ketua koalisi pengusung Farouk Danial mengatakan, berdasarkan hitungan cepat timnya, yang diperoleh dari lembaran C1, pasangan Agung Ilmu Mangkunegara – Budi Utomo meraih suara 49,03 persen, Zainal Abidin – Yusrizal 31,92 persen, dan Aprozi Alam – Ice Suryana 16,04 persen.
Menurut Farouk, jumlah suara yang masuk dalam hitung cepat versi ABDI sudah 98 persen. Diperoleh dari formulir C1 di 1.119 dari total 1.337 TPS.
Sejak Rabu Sore, Rakata Institue sebenarnya juga sudah mengumumkan hitung cepat versi mereka. Dengan suara masuk 94,7 persen, pasangan Agung Ilmu Mangkunegara – Budi Utomo memperoleh 52,30%, Zainal Abidin – M Yusrizal 31,70%, dan Aprozi – Ice Suryana 16,00%.
Usai pengumuman hitungan cepat versi Abdi, Agung Ilmu Mangkunegara mengatakan kemenangan tersebut berkat kerja keras, cerdas, dan ikhlas tim. Ia yakin angka tersebut tidak akan jauh beda dengan rekapitulasi KPU. "Mau di bolak - balik gimana juga, kami yakin Abdi tetap juara," ujarnya.
BANDARLAMPUNG (28/6/2018) - Tiga remaja tersangka pencurian sepeda motor di Bandarlampung, ditangkap, salah satunya ditembak kakinya karena mencoba melarikan diri. Ketiganya selama tiga minggu terakhir beraksi di 10 tempat kejadian perkara. Mereka juga masih berstatus pelajar kelas tiga sebuah SMA negeri di Bandarlampung.
Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, Kamis, 28 Juni 2018, mereka hanya perlu waktu 40 detik untuk membawa kabur sepeda motor. Sasarannya motor yang diparkir sembarangan dan tidak dikunci secara benar.
"Hasil pengembangan petugas, mereka sudah beraksi di daerah Sukarame sebanyak lima kali, di Rajabasa tiga kali, dan Wayhalim sebanyak dua kali," kata Harto.
Ketiganya ditangkap usai menggasak satu unit sepeda motor yang diparkir di sebuah toko di Sukarame Bandarlampung. Aksi tersangka terekam kamera CCTV.
BANDARLAMPUNG (28/6/2018) – Ratusan Massa tiga pasangan calon gubernur Lampung mendatangi Kantor Bawaslu pada Kamis, 28 Juni 2018. Mereka menuntut lembaga pengawas pilkada itu membatalkan pencalonan pasangan Arinal – Nunik, dengan dugaan money politic, yang melibatkan perusahaan gula PT Sugar Grup Company.
Dalam hitungan cepat sejumlah lembaga survei pada Rabu, 27 Januari 2018, pasangan Arinal – Nunik unggul belasan persen dari calon lainnya, M. Ridho Ficardo – Bachtiar Basri, Herman HN – Sutono, dan Mustafa – Ahmad Jajuli.
Rahman Husein, korlap aksi, mengatakan mereka meminta Bawaslu segera memproses dugaan money politic yang dilakukan pasangan Arinal – Nunik, karena dipraktekkan secara masif dan terstruktur saat pemilihan gubernur Lampung Tahun 2018.
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengakui pihaknya menerima pelaporan dugaan money politic yang dilakukan tim sukses pasangan Arinal – Nunik, dan sedang dalam proses dalam dua tiga hari ke depan.
Mengenai pembatalan pasangan Arinal – Nunik, Ketua Bawaslu Lampung mengatakan sudah juga menerima aduan dari tim pasangan calon nomor 1 dan nomor 2. Mereka meminta melengkapi berkas untuk diproses dalam 14 hari. “Untuk diteliti apakah bisa diajukan,” katanya.
Korlap aksi mengatakan mereka akan menurunkan massa lebih banyak jika Bawaslu tidak memperhatikan tuntutan massa. Selesai dari kantor pengawas pemilukada itu, massa bergerak ke Polda Lampung.
PESISIR BARAT (27/2/2018) – Berbagai cara dilakukan panitia penyelenggara pemilihan gubernur Lampung agar warga memberikan suara di Pesisir Barat pada Rabu, 27 Juni 2018. Salah satu di antaranya mendatangi warga yang sudah jompo atau disabilitas ke rumahnya.
Karena tidak ada pembatas saat memberikan suara, petugas TPS meminjam kain sarung untuk menutupi warga yang sudah jompo. Selesai memperoleh suara, panitia mendatangi lagi warga disabilitas yang lain.
Selain disabilitas, panitia TPS juga mengkhususkan pemungutan suara di Lapas Krui, dengan mendatanginya. Untung jumlah narapidana di sana hanya 31 orang, yang terdiri warga Lampung Barat 19 dan Pesisir Barat 12 orang.
Namun, panitia TPS tidak dapat berbuat apa-apa ketika TPS umumnya sepi dari pagi hingga siang. Banyak warga baru datang setelah pulang dari kebun. “Masak orang sehat kita datangi ke kebunnya,” kata Romli, seorang petugas.
PRINGSEWU (27/6/2018) – Pasangan Herman HN – Satono menang di tiga tempat pemungutan suara di Pringsewu Selatan. Meski di TPS 12 pasangan M. Ridho Ficardo unggul, namun di TPS 10 dan TPS 13, Wali Kota Bandarlampung itu menang.
Sofyan Rofli, ketua TPS, mengatakan hasil penghitungan Suara di TPS 10: jumlah pemilih 353, hadir 228, suara sah 211, suara tidak sah 17.
M. Ridho Ficardo – Bachtiar Basri = 10 suara
Herman HN – Sutono = 83 suara
Arinal Djunaedi – Chusnunia Chalim = 48 suara
Mustafa – Ahmad Jajuli = 19 Suara
Teguh Setiawan, ketua TPS, mengatakan hasil penghitungan Suara di TPS 12: jumlah pemilih 274, hadir 167, suara sah 164, suara tidak sah 3
M. Ridho Ficardo – Bachtiar Basri = 70 suara
Herman HN – Sutono = 35 suara
Arinal Djunaedi – Chusnunia Chalim = 28 suara
Mustafa – Ahmad Jajuli = 31 Suara
Kahar Supriyanto, ketua TPS, mengatakan hasil penghitungan Suara di TPS 13: jumlah pemilih 283, hadir 146, suara sah 144, suara tidak sah 2.
BANDARLAMPUNG (27/6/2018) – Petugas Serse Polresta menangkap dua bandar sabu yang sering beroperasi di tempat hiburan malam Sukaraja Bandarlampung, pada Rabu, 27 Juni 2018. Salah seorang tewas karena melawan saat ditangkap.
Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, dari kedua bandar narkoba tersebut, petugas menemukan 1,2 kilogram sabu, yang jika harganya per gram Rp1,5 juta, bernilai Rp1,5 miliar rupiah.
Petugas serse juga menyita uang tunai Rp15,9 juta. “Uang tersebut diduga sebagian dari hasil penjualan sabu di Bandarlampung,” kata Kombes Pol. Murbani.
Adapun bandar yang tewas bernisial AZ, berusia 31 tahun, warga Kaliawi. Meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Sedangkan seorang bandar lagi, Im, berusia 34 tahun, warga Teluk Betung Selatan.
Kapolres mengatakan keduanya ditangkap di sekitar Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Palapa. Selain 1,2 kg sabu, petugas menyita 4 unit handphone, 10 butir ekstasi, dan 1 unit sedan Honda City. “Semua diduga hasil penjualan sabu di tempat hiburan malam,” katanya.
BANDARLAMPUNG (27/6/2018) – Tiga calon Gubernur Lampung menuntut Bawaslu, Panwaslu, dan Gakumdu memproses perkara money politic, yang banyak terjadi pada Pemilihan Gubernur Lampung Tahun 2018.
Ketiga calon gubernur, M. Ridho Ficardo – Bachtiar, Herman HN – Sutono, dan Mustafa – Ahmad Jajuli, diwakili oleh Sekretaris Demokrat Fajrun Najah Ahmad, Sekretaris PDIP Ningrum Gumay, dan Tim Pemenangan Nasdem Fauzan Shibron. “Ketiga calon sepakat bersatu,” kata Fajrun pada Rabu malam, 27 Juni 2018.
Menurut Ningrum Gumay, PDI Perjuangan tidak mempersoalkan siapa yang menang dan kalah. Mereka mempertanyakan gerakan lembaga yang terkait dengan peradilan pidana pemilu tidak bergerak cepat menangani dugaan money politic di Lampung.
Fauzan Shibron dari Nasdem mengatakan money politic kembali mencederai Pemilihan Gubernur tahun 2018. Politik uang seperti sudah terstruktur dan dilakukan dengan masif. Terjadi di seluruh kota dan kabupaten.
Sedangkan Fajrun Najah Ahmad mengatakan Demokrat Lampung sedang merekapitulasi perkara dugaan money politic yang terjadi pada Pemilihan Gubernur kali ini. “Hingga sekarang sudah lima perkara, satu di antaranya sedang diproses dari Pesisir Barat,” katanya.
BANDARLAMPUNG (27/6/2018) – Isak tangis Nunik (Chusnunia Chalim) pun meledak saat lembaga survei Cyrus Network memastikan kemenangan pasangannya dengan Arinal Djunaedi dalam pemilihan gubernur Lampung pada Senin Sore, 27 Januari 2018.
Tangis Chusnunia Chalim meledak saat bersua dengan Arinal Djunaedi dan tim sukses. Ketua Tim Pemenangan Tony Eka Chandra juga menangis. Setelah itu, bersama lembaga survei Cyrus Network, mereka membuat gerakan salam kemenangan.
Cyrus Network, dengan suara yang masuk saat itu (60 persen), memastikan kemenangan pasangan Arinal – Nunik dengan angka 39,6 persen. Lembaga survei ini menempatkan pasangan Herman HN – Sutono di angka 25,04 persen, M. Ridho – Bachtiar 24 persen, dan Mustafa – Ahmad Jajuli 11,2 persen.
Arinal Djunaedi mengatakan ia sudah memperkirakan kemenangannya menjadi gubernur Lampung setelah bertemu dengan sejumlah tokoh agama, mulai dari Islam, Katolik, Budha, Protestan, dan Hindu beberapa waktu lalu. “Saya merasakan, dengan didoakan, saya merasakan sudah mendapatkan gubernur itu beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.
Sedangkan Chusnunia Chalim berterimakasih kepada seluruh pihak, terutama Arinal Djunaedi, yang memberi kesempatan kepada perempuan untuk ikut memimpin Provinsi Lampung.
Selain Cyrus Network, tiga lembaga survei sudah menyelesaikan hitung cepatnya pada Rabu Sore. Hanya Rakata yang sedikit berbeda angka untuk pasangan M. Ridho Ficardo – Bachtiar dan Herman HN – Sutono.
Versi Rakata Institut, dengan suara masuk 91 persen:
Arinal Djunaidi - Chusnunia Chalim 34,38%
Muhammad Ridho Ficardo - Bachtiar Basri 27,60%
Herman HN - Sutono 26,98%
Mustafa - Ahmad Jajuli 11,04%
Versi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dengan suara masuk 100 persen:
WAYKANAN (27/6/2018) - Calon gubernur dan wakil gubernur Lampung petahana, Ridho Ficardo-Bachtiar Basri menang mutlak dari hasil pemungutan suara Lapas Kelas IIB Waykanan. Pemilih terdiri warga binaan lapas dan warga luar lapas, jumlah seluruhnya 229 orang. Warga binaan yang memilih hanya 86 orang dari 526 orang.
Hasil penghitungan suara di TPS 9 Lapas Waykanan, Ridho-Bachtiar mendapat 142 suara, Herman-Sutono 46 suara, Arinal-Nunik 36 suara, dan Mustafa-Jajuli empat empat suara.
Ketua KPPS Lapas Waykanan Herman mengatakan, Rabu, 27 Juni 2018, hasil pemungutan suara semuanya 229 suara, tapi satu suara tidak. Warga binaan yang masuk DPT hanya enam orang, tapi bisa memilih karena memiliki KTP elektronik, dan surat keterangan seluruhnya 86 orang.
"Yang lainnya 500 orang lebih tidak termasuk kriteria pemilih karena tak punya KTP, atau menggunakan nama samaran. Saat kami lacak ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, nama mereka tidak ada, sehingga tak bisa masuk daftar pemilih," katanya.
KOTAAGUNG (27/6/2018) – Pasangan calon bupati dan wakil Bupati Tanggamus Dewi Handajani-AM Syafi’I mengumumkan kemenangan di Posko PDI Perjuangan pada Rabu Malam, 27 Juni 2018. Hasil hitung cepat Rakata Institute hingga pukul 17:26 mengunggulkan mereka dengan 53,45 persen, membawahi perolehan Samsul Hadi – Nurul Irsan, yang hanya 45,55 persen.
Dengan suara masuk 85 persen, sample 185 dari 1.581 TPS, dan tingkat kepercayaan 99 persen, Rakata Institute melihat pasangan Dewi Handajani – AM Syafii sudah unggul. “Pergeseran persentase sudah kecil,” kata sekretarisnya, Yuli Harmoko.
Hiruk pikuk kemenangan begitu terasa di Posko PDI Perjuangan menjelang magrib. Sekretaris Tim Pemenangan Febrio Marta Mustafa mengklaim, dari suara masuk 90 persen, pasangan Dewi Handajani menang 57,7 persen, sedangkan pasangan Samsul Hadi – Nurul Irsan memperoleh 42 persen.
Suasana kemenangan meriah saat Dewi Handajani dan wakilnya AM Syafi’I hadir di posko tersebut. Tampak di sana Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, Ketua PDIP Burhanudin Noor, Tim Pemenangan Yuniari Irawan, dan ketua partai pendukung.
Dewi Handajani mengucapkan terimakasih kepada tim Koalisi Gotong Royong yang telah bekerja memenangkan dirinya dan wakilnya AM Syafi’i. Ia meminta warga Tanggamus melupakan perbedaan saat pilkada berlangsung beberapa bulan ini.
GUNUNGSUGIH (27/6/2018) - Pasien Rumah Sakit Mulia, Seputih Jaya, Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, bisa menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan gubernur Lampung, Rabu, 27 Juni 2018. Hal itu setelah petugas pemilu melakukan tempat pemungutan suara keliling.
Tiap pasien yang memiliki kartu tanda penduduk elektronik diberi surat suara, petugas dari KPU memfasilitasi pencoblosannya. Saksi berasal dari pihak kepolisian dan panwaslu setempat.
Ketua KPUD Lampung Tengah Budi Hadi Yunanto mengatakan, penyenggara pemilu harus memfasilitasi semua orang yang punya hak memilih, termasuk pasien di rumah sakit. "Meski mereka tidak membawa C6 bisa menggunakan KTP elektronik," katanya.
GUNUNGSUGIH (27/6/2018) - Sebanyak 500 lebih warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, tak bisa mengggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara pemilihan gubernur Lampung, Rabu, 27 Juni 2018. Hanya 85 orang yang bisa menyalurkan pilihannya.
"Banyak warga binaan kecewa karena tak bisa menggunakan hak pilihnya, tapi mau gimana lagi. Aturan baru menentukan lain," kata Kepala Lapas Gunungsugih, Syarpani, Rabu, 27 Juni 2018.
Aturan KPU, kata dia, yang berhak menggunakan hak pilihnya harus memiliki kartu tanda penduduk elektronik. Sementara, warga binaan banyak tidak memilikinya.
"Saya sudah surati Bawaslu dan KPU Provinsi Lampung memohon jalan keluarnya berupa surat keterangan kepala lapas. Dulu, dengan surat keterangan menyatakan benar warga binaan, bisa memilih dalam pilkada," katanya.
Ia menambahkan, sebelum keluar daftar pemilih tetap, awal Februari 2018, pihaknya mengusulkan sebanyak 650 warga binaan terdiri narapidana dan tahanan ke KPU. "Tapi, dalam daftar yang keluar hanya 85 orang," ujar Syarpani.
BANDARLAMPUNG (27/6/2018) - Ketiga calon gubernur Lampung mendatangi tempat pemungutan suara di dekat tempat tinggalnya masing-masing, Rabu, 27 Juni 2018. Ketiganya tersenyum lebar usai keluar dari TPS, dan yakin memenangkan pemilihan gubernur tahun 2018. Ketiganya pula datang ke TPS didampingi istri dan anaknya.
Calon gubernur nomor urut 3 Arinal Djunadi datang bersama isteri dan anaknya ke TPS 13 di Kelurahan Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung. Usai mencoblos, Arinal menyapa warga dan meninjau TPS tersebut.
"Insya Allah menang, dan sampaikan salam kepada ketiga calon gubernur lainnya, jika saya menang kita saling mendukung," katanya.
Calon gubernur nomor urut 2 juga Wali Kota Bandarlampung, Herman HN menggunakan hak pilihnya di TPS 5 Keluarhan Palapa, Tanjungkarang Pusat. Ia didampingi istri dan anaknya.
"Nazar saya kalau terpilih membangun jalan di seluruh Lampung selama lima tahun," kata Herman.
Calon petahana nomor urut 1 M Ridho Ficardo didampingi istrinya Yustin Ficardo memilih di TPS 6 Kelurahan Sumur Batu, Telukbetung Utara, Bandarlampung. "Insya Allah menang," kata Ridho.
Satu calon gubernur nomor urut empat, Mustafa tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tersandung hukum dan ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi.
BANDARLAMPUNG (27/6/2018) – Hingga pukul 15.00 – 15.50, Rabu, 27 Juni 2018, pasangan Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim meraih suara terbanyak pada Pemilihan Gubernur Lampung, versi Rakata Institute, SMRC, dan Charta Politica.
Rakata mencatat Pasangan Arinal – Nunik sudah memperoleh 33,93 persen, dengan suara masuk 57 persen, SMRC mencatat 39,17 persen, dengan suara masuk 66 persen, dan Charta Politica mencatat 35,08 persen, dengan suara masuk 88 persen.
Pasangan Herman HN – Sutono pada urutan kedua. Terus bersaing dengan pasangan Muhammad Ridho Ficardo, dengan selisih suara antara tiga hingga empat persen. Sedangkan pasangan Mustafa dan Ahmad Jazuli memperoleh 11 hingga 12 persen.
Versi Rakata Institut hingga pukul 15.19, dengan suara masuk 56,92 persen dan tingkat partisipasi 70,66 persen.
Arinal Djunaidi - Chusnunia Chalim 33,93%
Herman HN - Sutono 28,63%
Muhammad Ridho Ficardo - Bachtiar Basri 25,17%
Mustafa - Ahmad Jajuli 12,26%
Versi SMRC hingga pukul 15.04, dengan suara masuk 66 persen:
Arinal Djunaidi - Chusnunia Chalim 39,17%
Herman HN - Sutono 25,10%
Muhammad Ridho Ficardo - Bachtiar Basri 24,42%
Mustafa - Ahmad Jajuli 11,31%
Versi Charta Politika pada pukul 15.33 WIB, dengan suara masuk 88% .
WAY JEPARA (27/6/2018) - Sejumlah tempat pemungutan suara di Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, sepi hingga tengah hari, saat pemungutan suara pemilihan gubernur Lampung, Rabu, 27 Juni 2018. Pemilih baru berdatangan siang hari tapi itu juga tidak membludak.
Padahal, petugas TPS sudah berjaga sejak pagi hari. Tenda, kursi untuk pemilih sudah disediakan, tapi kosong melompong. Petugas harus menunggu hingga tengah hari, mereka juga tidak terlalu sibuk.
Satu hingga dua warga datang untuk memilih, tapi setelah beberapa saat TPS kembali sepi. Petugas juga tidak perlu sampai menggunakan alat pengeras suara untuk memanggil warga memasuki bilik suara.
KRUI SELATAN (27/6/2018) - Dua sepeda motor yang melintas berlawanan arah, tabrakan di Simpang Tiga Walur, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Kejadian saat warga setempat hendak ke tempat pemungutan suara untuk pemilihan gubernur Lampung, Rabu, 27 Juni 2018.
Ketiga pengendara, terdiri dua wanita dan seorang pria terluka parah. Mereka dilarikan ke puskesmas terdekat. Warga setempat belum mengetahui identitas para korban, namun korban pria berusia sekitar 20 tahun dan kedua wanita berusia 20 tahun.
Warga setempat menduga seorang korban berasal dari Pekon Ulok Manik, Kecamatan Pesisir Selatan, dan dua korban warga Walur. Warga tidak mengetahui sebab kejadian secara rinci karena saat itu suasana jalan raya sepi. Mereka masih di rumah dan bersiap ke tempat pemungutan suara.
Belum diketahui kondisi terakhir para korban, mereka kini dirawat di Puskesmas Kejadian, Kecamatan Way Krui. Polisi juga masih menyelediki kecelakaan tersebut.
BLAMBANGAN UMPU (27/6/2018) - Masyarakat Kabupaten Waykanan antusias mendatangi tempat pemungutan suara untuk menyalurkan hak pilihnya, memilih gubernur-wakil gubernur Lampung, Rabu, 27 Juni 2018.
Warga daerah itu rela meninggalkan aktivitas rutinnya, termasuk bekerja mencari uang. Di beberapa TPS, mereka juga tidak mempermasalahkan menunggu dan harus antre. Belum ada laporan kendala saat pemungutan suara pemilihan gubernur Lampung di daerah itu.
Bupati Waykanan Raden Adipati Surya bersama istrinya mencoblos di TPS 2 Pasar Minggu, Kampung Bumi Ratu, Kecamatan Blambangan Umpu. Suasana TPS sepi sehingga bupati bisa langsung masuk TPS tanpa harus antre.
Usai mencoblos, bupati mengatakan ia telah melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara. Ia berharap pilihannya benar dan lahir gubernur Lampung yang bisa membuat daerah lebih maju dan aman.
Ia juga berharap masyarakat menjaga situasi yang sudah kondusif selama ini. "Selama proses pilgub Lampung tidak terjadi masalah berarti, kita berharap ini dipertahankan hingga usai pemungutan suara," katanya.
GISTING (27/6/2018) - Dua calon bupati Tanggamus, Samsul Hadi dan Dewi Handayani menggunakan hak pilihnya pada pemilihan bupati setempat serta Pilgub Lampung, Rabu, 27 Juni 2018. Samsul didampingi istri, menantu dan cucunya mencoblos di TPS 4 Pekon Lansbau, Kecamatan Gisting. Sedangkan Dewi Handayani di TPS 1, Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting.
Sebelum masuk ke bilik suara, kedua calon itu berbincang dengan petugas TPS dan warga yang juga antre hendak mencoblos.
Usai mencoblos, Samsul mengaku lega dan berharap menambah suara untuk kemenangannya menjadi bupati Tanggamus. "Rasanya lega, semoga ini menambah jumlah suara kemenangan," katanya.
Dewi juga mengatakan senada. Ia berharap warga lainnya tidak golput, dan bisa menggunakan haknya untuk memilih pemimpin yang amanah. "Warga lainnya diharapkan berpartisipasi. Semoga nanti terpilih pemimpin yang baik," ujarnya.
KOTABUMI (26/6/2018) - Tim gabungan Polres Lampung Utara, Brimob, BKO Polda Lampung, Kodim 0412, dan Kimal Lampung Utara melakukan patroli gabungan. Mereka mengitari seputar Kotabumi Kota dan Selatan pada Malam Rabu, 26 Juni 2018.
Kabag Ops Polres Lampung Utara Kompol M Handak, dalam arahannya, menyebutkan kegiatan tersebut untuk menunjukkan kesiapan TNI dan Polri kepada masyarakat Lampung Utara mengamankan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Lampung dan Bupati-Wakil Bupati Lampung Utara.
Patroli tersebut, demikian Kompol M. Handak, difokuskan pada titik-titik tempat berkumpulnya tim sukses dan jalan utama Kotabumi. “Patroli diharapkan membuat efek pencegahan atau penekanan terhadap pelaku atau calon pelaku yang mencoba akan merusak kondusifitas Pilkada Lampung Utara,” katanya.
GUNUNG ALIP (26/6/2018) – PPK Gunung Alip menyelesaikan seluruh persiapan tempat pemungutan suara, dengan membagikan logistik ke 12 pekon dan 48 TPS pada Selasa, 26 Januari 2018. Logistik terbanyak didrop di Pekon Banjarnegeri.
Zelfa Yunizar, ketua PPK Kecamatan Gunung Alip, mengatakan pengiriman logistik ke seluruh pekon, selain dikerjakan PPK, juga dibantu anggota Polsek dan Koramil Talangpadang. “Termasuk mengawalnya sampai ke TPS,” katanya.
Berbeda dengan kecamatan lainnya di Lampung, PPK di Tanggamus memperoleh beban kerja lebih, karena kabupaten tersebut menghelat sekaligus dua pemilihan umum kepala daerah: bupati/wakil bupati dan gubernur/wakil gubernur.
WAYKAMBAS (26/6/2018) – Bupati Chusnunia Halim halal bihalal dengan tokoh masyarakat dan seluruh bidan Lampung Timur di Waykambas pada Selasa, 26 Juni 2018. Ia tampak didampingi Sekda Syahrudin Putra dan sejumlah unsur forkopimda lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Timur meminta semua pihak ikut menjaga kesuksesan pemilihan gubernur, yang berlangsung pada Rabu, 27 Juni 2018. "Semua pihak harus mengawal agar bisa berjalan baik," katanya.
Sebagaimana kepala daerah lainnya, Chusnunia Halim kembali aktif menjadi Bupati Lampung Timur dalam pekan ini. Selain dia, Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara juga kembali menjabat. Demikian juga Gubernur M. Ridho Ficardo. Ketiganya sedang mencalonkan diri menjadi bupati dan gubernur/wakil gubernur Lampung.
KOTAAGUNG (26/6/2018) – Tim sukses calon bupati Tanggamus Dewi Handajani - AM Syafii menangkap seorang warga yang membagikan amplop bernilai Rp50 ribu untuk memenangkan calon bupati lainnya dan calon gubernur Arinal Djunaedi – Chusnunia Halim.
Ketua Panwaslu Tanggamus Dedi Fernado mengatakan, dua tim sukses, masing-masing Makmun dan Firamri, menangkap Kem pukul 17.20, Selasa, 26 Juni 2018 di Pekon Way Jaga, Kecamatan Pugung. Mereka, kemudian, memprosesnya pada malam harinya hingga pukul 22.00.
Menurut Dedi, sore itu, Makmur dan Firamri mendapat informasi tentang Kem membagikan uang. Dengan menyebut bisa terkena pidana lima tahun penjara bagi pemberi dan penerima, petani tersebut mengembalikan 32 amplop dan memungut kembali uang sekitar Rp860 ribu dari sekitar 15 rumah.
Saat diperiksa, Kem ternyata hanya pembagi, Ia memperolehnya dari M, warga Tanjung Heran, dan uang tersebut diberikan H, adik dari J. “Tujuannya mempengaruhi suara untuk calon gubernur nomor 3 dan calon bupati nomor 2,” kata Dedi Pernando.
Hingga Selasa malam, 26 Juni 2018, demikian Dedi Fernando, Panwaslu Tanggamus sudah menerima laporan empat perkara dugaan money politic. Belum satu pun hasil dari temuan atau tangkapan Panwaslu dan Panwascam.
GEDONGTATAAN (26/6/2018) – Amplop dari warga yang mengaku orang calon gubernur Lampung Arinal Djunaidi – Chusnunia Halim juga beredar di Kabupaten Pesawaran. “Satu kasus sudah kita ajukan diproses di Gakumdu,” kata Mutholip, Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu pada Selasa, 26 Juni 2018.
Mutholip mengatakan laporan dugaan money poltic berasal dari DA, warga Desa Cimanuk, Kecamatan Waylima, Pesawaran pada Senin Sore pukul 16.15. Ia menyerahkan empat amplop, masing-masing bernilai Rp50 ribu, tetapi terdiri dari pecahan Rp20 ribu dan Rp10 ribu. “Seluruhnya dua ratus ribu,” katanya.
Pada Selasa, 27 Juni 2018, demikian Mutholip, Panwaslu Pesawaran sudah memprosesnya. Layak diajukan ke Gakumdu karena memiliki barang bukti, saksi, pelapor, dan terlapor.
Laporan pertama dari warga itu membuat Kapolres Pesawaran mendatangi Panwaslu pada Selasa Sore, 27 Juni 2018. Ia meminta lembaga penyelenggara Pemilihan Umum itu segera menindaklanjutinya ke tingkat Gakumdu.
BANDARLAMPUNG (26/6/2018) – Proses pembuatan EKTP di Disdukcapil Kota Bandarlampung ternyata belum banyak berubah. Selain wajib antre, disuruh bolak-balik dari satu meja ke meja lain, banyak warga yang berbulan-bulan mengurus tidak selesai.
Ahmad Safei, seorang pedagang, mengatakan ia malah mengurus dari tanggal 20 Oktober Tahun 2016. Saat datang pada 25 Januari dan September Tahun 2017, alasan petugas di sana belum selesai. Pada Selasa, 26 Juni 2018, ia datang lagi, karena ingin memiliki EKTP saat pemilihan Gubernur Lampung. “Alasannya, karena saya tidak bawa kartu keluarga asli. Nanti kalau bawa, apa lagi masalahnya,” katanya.
Dedi, warga Teluk Betung, yang tampak kesal, meninggalkan Kantor Disdukcapil begitu saja, juga pada Selasa, 26 Juni 2018. Ia mengurus sejak bulan Februari. Sudah beberapa kali ke sana belum juga selesai. “Alasannya banyak, mesti pakai duit baru cepat,” celotehnya, sambil berlalu pergi.
Hadi, seorang pria yang sudah berusia paro baya, mengatakan ia sebenarnya sudah mengetahui, dengan bayar Rp100 atau Rp150 ribu proses EKTP cepat selesai. Namun ia ingin mengurus sendiri. Ia mengaku pernah ngamuk di sana. "Tadi isteri pesan jangan sampai marah lagi,” katanya.
Suasana di Kantor Disdukcapil Kota Bandarlampung pada Selasa, 26 Juni 2018, tampak semrawut. Selain banyak orang hilir mudik mengurus dari satu meja ke meja yang lain, berkas berantakan di lantai.
PRINGSEWU (26/6/2018) – Seorang warga Pekon Tegal Rejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu mengadu ke Panwaskab, karena dititip uang Rp50 ribu oleh relawan Arinal Djunaidi – Chusnunia Halim, agar memilih calon gubernur tersebut pada Pilgub 27 Juni 2018.
M. Fathul Arifin, komisioner Panwaskab Pringsewu, mengatakan, semula warga Pekon Tegal Rejo tersebut ingin mengadu ke Polres Tanggamus. Namun ia disarankan terlebih dulu registrasi di Panwaskab Pringsewu.
Panwaskab Pringsewu merahasiakan nama pelapor dugaan money politic tersebut, demi Undang-Undang. Namun, mereka menerima laporannya pada Selasa, 26 Juni 2018. Karena berkas yang dibawa kurang, kedua belah pihak sepakat bertemu lagi pada Kamis, 28 Juni.
Menurut M. Fathul Arifin, warga Pekon Tegal Rejo itu tidak menceritakan siapa saja masyarakat yang memperoleh uang Rp50 ribu itu. Ia sendiri dititip kepada orang tuanya. Karena menyadari penerimaan uang money politic bisa dipenjara, ia lalu melapor ke pihak terkait.
PRINGSEWU (26/6/2018) - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Pringsewu menyewa angkutan kota untuk patroli keliling ke kecamatan dan desa di daerah itu selama tiga hari. Patroli pengawasan itu berkaitan masa tenang hingga pemungutan suara pemilihan gubernur Lampung, hari Rabu, 27 Juni 2018.
Para anggota dan staf Panwaslu Pringsewu naik angkota yang dipasang pengeras suara. Saat memasuki perkampungan atau permukiman warga, memberitahukan masa tenang berikut hari pemungutan suara.
"Ada dua armada untuk patroli pengawasan keliling ke semua kecamatan. Kami memberitahukan kepada warga tentang pilkada yang bersih. Pengawasan politik uang, masa tenang, dan memastikan warga mendapat pemberitahuan untuk memilih," kata Ketua Panwaslu Pringsewu Azis Amriwan, Selasa, 26 Juni 2018.
PESISIR BARAT (26/6/2018) – Sejumlah tokoh pemuda Bumi Agung, Tanjung Setia, Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, mengadukan relawan Arinal Djunaidi – Chusnunia Halim ke Panwaslu. Mereka diberi uang Rp6 juta agar memilih calon gubernur tersebut pada Pilgub, 27 Juni 2018.
Cak Nur, penggiat anti korupsi Pesisir Barat, yang mewakili warga Bumi Agung, mengatakan para pemuda itu menerima 120 amplop berisi uang Rp50 ribu dari tim sukses Arinal – Nunik. “Barang buktinya sekarang ada pada kami,” katanya.
Abd Kodrat, koordinator penindakan pelanggaran Panwaslu Pesisir Barat, mengatakan ia telah menerima Cak Nur dan sejumlah pemuda yang mengadukan dugaan perkara money politic tersebut. “Tadi baru sekedar konsultasi..mereka datang lagi besok (Rabu, 27 Juni),” katanya.
Menurut Abd. Kodrat, tahapan pertama yang dilakukan Panwaslu Pesisir Barat adalah meregistrasi pengaduan warga. “Setelah itu kita memplenokannya, lalu menyerahkannya ke Gakumdu untuk diajukan sebagai perkara pidana pemilukada,” katanya.
KRUI (26/6/2018) - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Pesisir Barat berkeliling ke berbagai kecamatan mengajak warga menolak politik uang menjelang pemungutan suara pemilihan gubernur Lampung. Seluruh anggota panwaslu turun menggunakan kendaraan berkeliling, disertai mobil bak terbuka dilengkapi pengeras suara.
Sambil berkeliling, anggota panwaslu bergantian melalui pengeras suara mengajak warga mengawasi pilgub Lampung. Mereka juga membagikan selebaran
Perjalanan dimulai dimulai dari kantor panwaslu di Pasar Mulia melalui Pasar Kota Krui lalu menuju Pekon Kejadian. Rombongan berputar menuju Pekon Gunung Kemala dan kembali ke kantor panwaslu.
Ketua Panwaslu Pesisir Barat Irwansyah mengatakan, Selasa, 26 Juni 2018, pihakya berkeliling ke beberapa kecamatan menjelang pemungutan suara pada 27 Juni.
"Kami menyerukan kepada masyarakat untuk menolak politik uang. Masyarakat perlu tahu pemberi dan penerima politik uang terancam hukuman pidana. Karena itu, kami minta jangan sesekali bermain politik uang," katanya.
BANDARLAMPUNG (26/6/2018) – Pemilik Chicken Crush Ardantya Syahreza melihat ada usaha menjatuhkan nama baik perusahaannya saat seorang warga Bandarlampung ngamuk, karena merasa disuguhkan ayam busuk pada Jumat, 21 Juni yang lalu.
Berbicara di restorannya di Bandarlampung pada Selasa, 26 Juni 2018, Ardantya mengatakan, meskipun belum bisa membuktikan, tetapi mereka memiliki bukti pendukung, seperti ayam- lain, yang dikonsumsi konsumen lain, tidak ada yang bermasalah.
Pemilik Chicken Crush itu mengatakan mereka sudah menyelidiki penyebabnya secara internal. Sumber ayam dinilai sudah ternama. Selalu diperiksa saat dikirim, bagus atau tidak. “Kemudian kita bumbuin, kita masukkan ke dalam burger. Baru keesokan harinya kita proses, seperti dikasi tepung dan digoreng,.” ujarnya.
Menurut Ardantya, kalau ayam yang disuguhkan busuk, sudah ketahuan dari awal. “Ini meluruskan berita aja,” katanya.
Pada Jumat, 21 Juni 2018 lalu, seorang warga ngamuk di Chicken Crush Bandarlampung karena disuguhkan ayam busuk oleh restoran tersebut. “Anak saya terus BAB. Saya minta pertanggungjawaban,” katanya.
Pada mulanya, Ari, konsumen tersebut, hanya meminta kejelasan soal bau busuk ayam yang dimakan mereka sekeluarga, yang terdiri dari isteri dan dua anaknya. Karena restoran seperti mengelak, pria itu meminta petugas di sana memakannya.
Heri, supervisor Chicken Crush, mengatakan bau busuk makanan yang disuguhkan kepada Ari karena kelalaian pegawai, yang tidak memperhatikan dan memilah setiap potong daging ayam, yang disajikan kepada konsumen.
KOTABUMI (26/6/2018) - Wakil Kepala Polda Lampung Brigjen Angesta Romano Yoyol mendatangi kantor KPU dan sejumlah tempat pemungutan suara di Kabupaten Lampung Utara, Selasa, 26 Juni 2018.
Yoyol didamping pejabat Polda Lampung dan Polresta Lampung Utara memantau kesiapan aparat kepolisian menjaga keamanan menjelang pemungutan suara pemilihan gubernur dan pemilihan bupati Lampung Utara, Rabu, 27 Juni 2018.
Sebelumnya Wakapolda juga didampingi Dandim Lampung Utara Letkol Inf Raden Dhanial Bachtiar Kurniawan mengecek jajarannya yang bertugas di kantor panwaslu setempat.
“Saya hanya memantau kesiapan petugas keamanan sekaligus memastikan keamanan menjelang pemungutan suara. Pengecekan dilakukan di seluruh daerah di Lampung," katanya.
Ketua KPU Lampung Utara Marthon menambahkan, persiapan pemungutan suara semuanya tidak ada masalah, tinggal waktu pelaksanaannya.
KOTABUMI (26/6/2018) - Banyak warga binaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Kotabumi, Lampung Utara, tak bisa menggunakan hak suaranya pada pemungutan suara pemilihan gubernur Lampung. Pilkada itu digelar Rabu, 27 Juni 2018.
Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A dan Rumah Tahanan Kelas II B Kotabumi, banyak berasal dari kabupaten lain di Lampung. Mereka juga tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau Kartu Keluarga Lampung Utara.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kotabumi, Damari mengatakan, Selasa, 26 Juni 2018, jumlah warga binaanya di tempatnya sebanyak 287 orang. Jumlah yang memiliki hak pilih sebanyak 72 orang.
"DPT KPU Lampung Utara yang memiliki mata pilih hanya 72 orang. Warga binaanya lainnya tak bisa memilih karena berasal dari luar Kabupaten Lampung Utara," kata dia.
Lapas Kotabumi, kata Damari, menerima limpahan warga binaan dari Way Kanan, Metro, dan Lampung Selatan.
Ketua KPPS Rutan kelas II B Kotabumi, Agung Prastiyo menambahkan, jumlah warga binaan di rutan itu sebanyak 450 orang. Tapi, yang memiliki hak suara sebanyak 150 orang.
Sisanya tak dapat memilih karena tidak mengetahui nomor induk kependudukan atau kartu keluarga. "Padahal, syarat bisa memilih harus tahu NIK atau nomor KK," ujarnya.
PRINGSEWU (25/6/2018) – Bupati H. Sujadi mengharapkan suasana Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Pringsewu berlangsung dalam suasana silaturahmi pada Rabu, 27 Juni 2018.
H. Sujadi mengatakan hal tersebut saat halal bihalal dengan ASN Kabupaten Pringsewu pada Senin, 25 Januari 2018. Hadir di sana Wakil Bupati Dr. Hi.Fauzi, Sekda Drs. A. Budiman, Ketua DPRD Hi. Ilyasa, Kajari Pringsewu Asep S.Sunarya, Wakapolres Tanggamus Komisaris Polisi M. Budhi Setyadi, Kasdim 0424/TGM Mayor Inf. Suhada Erwin, Kepala Kementerian Agama Hi. M.Yusuf, unsur forkopimda dan ASN.
Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada ASN yang telah menyalurkan zakatnya lewat Baznas pada tahun ini. Ia meyakinkan para pegawai negeri di sana, zakat dapat menenteramkan hati bagi yang sudah menyalurkannya.
Pada kesempatan itu berlangsung pengundian hadiah khusus bagi anggota Koperasi Pegawai Negeri Jejama Secancanan. Yang berangkat umroh pada tahun ini terdiri dari Sugeng Pramono, S.E, KUPT Pasar Pringsewu; Abu Husen, sekretaris Dinas Perhubungan; Sidik Priyanto, S.E., kasubbag Rumah Tangga pada Bagian Umum Sekretariat Daerah.