SEPUTIH BANYAK (9/8/2021) – Seorang maling uang kotak amal masjid nyaris babak belur dikeroyok massa di Masjid Al-Muslimun, Dusun 5 Batusari, Siswo Bangun, Seputih Banyak, pukul 23.00, malam Senin, 8 Agustus 2021.
Sang maling berdua dengan temannya. Yang satu mengambil uang tunai Rp60 ribu di dalam masjid. Yang satu lagi berencana mengambil uang di kamar mandi, tetapi kepergok Yudi, warga yang bertempat tinggal di seberang jalan.
Yudi pun berteriak maling. Massa berkumpul. Satu maling kabur, hingga sepatunya ketinggalan di kebon. Ia sempat ingin mengembalikan uang yang diambilnya kepada Rahmad, warga yang tinggal di dekat masjid, yang keluar rumah karena mendengar teriakan.
Yudi mengatakan masjid, setidaknya, sudah enam kali kehilangan uang dari dalam kotak amal. Kali ini mencapai Rp60 ribu, yang dikembalikan OE, seorang pemuda dari Pasar Sukadana, Lampung Timur, setelah kepergok massa.
BANDARLAMPUNG (24/9/2020)– KPU Bandarlampung mengundi nomor urut pasangan calon walikota dan wakil walikota di Ballroom Hotel Bukit Randu, Kamis 24 September 2020. Pasangan Rycko Menoza- Johan Sulaiman (Rycko-Jos) memperoleh nomor urut 1, Yusuf Kohar-Tulus Purnomo (Yutuber) 2, dan Eva Dwiana-Deddy Amarullah 3.
Pengundian nomor urut dihadiri ketiga pasangan calon, Bawaslu, dan tim pemenangan. Ketiga pasangan calon (paslon) menunjukkan nomor urut kepada tim pemenangan masing-masing.
Ketua KPU Bandarlampung Dedi Triyadi mengatakan nomor hasil undian bakal dipakai pda pemasangan aat peraga kampanye dan surat suara pemiihan 9 Desember 2020. Pengundian nomor urut berlanjut penandatanganan pakta integritas berdasarkan kesepakatan ketiga pasangan calon.
Pakta integritas atau pernyataan sikap tertulis berisi tujuh pernyataan sikap termasuk pasangan calon berkomitmen mematuhi protokol kesehatan covid-19 selama tahapan kampanye hingga pemilihan 9 Desember 2020. Paslon terkena sanksi jika melanggar kesepakatan.
Penandatangananan pakta integritas melibatkan seluruh paslon, ketua KPU, ketua Bawaslu, walikota, ketua DPRD, kapolres, dandim, ketua PN Tanjungkarang, dan kajari Bandarlampung.
KPU Bandarlampung juga mengungkap terbitnya PKPU Nomor 13 hasil revisi PKPU Nomor 10 hari ini mengatur pelaksanaan kampanye dan pengundian nomor urut. Kampanye tidak ada lagi rapat umum tetapi hanya pertemuan terbatas dan tatap muka.
Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansyah mengharapkan pasangan calon mematuhi zona pemasangan alat peraga kampantye, zona kegiatan kampanye dan zona perempatan banner. Tem[at pemasangan banner bakal diundi. Alat peraga kampanye bakal bertambah 200 persen.
KRUI (24/9/2020) – KPU Pesisir Barat mengundi nomor urut tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati di Gedung Serbaguna Selalaw Pesisir Tengah, Kamis 24 September 2020. Masing-masing calon telah mendapatkan nomor urut 1 sampai 3.
Undian menghasikan nomor urut 1 pasangan Pieter dan Fahrurrazi dengan pengusung PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, Perindo, dan PKS. Nomor urut 2 pasangan Aria Lukita Budiwan dan Erlina dengan pengusung Partai Demokrat dan PKB serta nomor urut 3 pasangan petahana Agus Istiqlal dan Zulqoini Syarif dengan pengusung Nasdem dan PAN.
Undian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Pesisir Barat berlangsung transparan melaui sidang pleno terbuka. Ketua KPU Marlini membantah dugaan pengaturan undian. Apalagi proses ini disaksikan Bawaslu, komisioner KPU, pasangan calon, LO pasangan calon serta Polri dan TNI.
Tahapan pilkada serentak segera memasuki tahapan kampanye selama 71 hari mulai 26 September hingga 5 Desember 2020 . Sesuai regulasi PKPU Nomor 10 dan PKPU Nomor 13 Tahun 2020 pelaksanaan kampanye menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19.
Kampanye terbatas atau tatap muka dibatasi maksimal 50 peserta. Sementara rapat umum maksimal 100 peserta. Penyelenggara pemilu menyediakan sarung tangan plastik dan tinta tetes bagi seluruh pemilih pada pencoblosan 9 Desember 2020. Fasilitas ini mengantisipasi penularan virus corona.
KOTABUMI (22/9/2020) – Pemberlakuan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah menggunakan sistem daring tak ubahnya memupukkerinduan siswa untuk kembali bersekolah seperti sedia kala. KBM tatap muka dihentikan guna memutus mata rantai covid-19.
Waktu berlaku dan bulan terus berjalan seiring pandemi corona. Para siswa merindukan sosok guru, suasana kelas, bercengkerama di kantin, dan bermain dengan teman-teman. Semuanya seakan-akan sirna dan menyisakan kenangan.
Suara kerinduan para pelajar kembali bersekolah diungkapkan dengan berbagai ekspresi. Seorang siswa sekolah dasar Lampung Utara mengungkapkannya melalui video berdurasi satu menit tiga puluh detik.
Faiz Islam Al Habsy, siswa SD Yayasan Sabilul Mukminin Lampung Utara, mencurahkan isi hati nan rindu bersekolah. Sang bocah mengungkap suasana sekolah begitu sepi dan sunyi. Kerinduannya terhalang wabah covid 19. Ia bersama seluruh anak negeri berharap virus corona segera sirna.
Kerinduan sama mungkin dirasakan pelajar lainnya. Ekspresi kerinduan kembali ke sekolah menjadi curahan hati keseharian. Tiada harapan n yata seain covid-19n cepat berlalu dan para siswa kembali menuntut ilmu.
LIWA (3/9/2020) – SMK Negeri 1 Liwa, Lampung Barat, kembali menerapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka pada masa adaptasi kebiasaan baru. Pembelajaran ini baru tahap ujicoba selama dua pekan, 31 Agustus hingga 12 September 2020.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka berlangsung seminggu sekali per kelas selama 3,5 jam. Sementara pembelajaran tersebut masih ujicoba, sekolah tetap memberlakukan sistem daring.
Penerapan KBM tatap muka seizing komite dan wali murid. Pembelajaran ini memberlakukan protokol kesehatan dengan penyiapan sarana dan prasarana seperti tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer setiap kelas. Sekolah juga menyediakan masker cadangan. Peserta KBM tatap muka per kelas cuma 17 orang atau separo kapasitas normal. Bangku siswa diatur sesuai jarak aman.
Kepala SMKN 1 Liwa Muhammad Yusuf Muis mengatakan sekolah siap menjalankan KBM tatap muka seizing Pemkab Lampung Barat dan Pemprov Lampung. Pembelajaran sistem daring masih berjalan, tetapi sering terkendala jaringan.
Siswa SMKN 1 Liwa, Sinta Kurniasari, mengaku lebih senang KBM tatap muka karena lebih efektif. Siswa lebih mudah memahami pelajaran. Pandemi covid-19 memang belum reda, tetapi siswa tidak perlu khawatir berlebihan mengingat penyebaran virus tersebut bisa dicegah dengan protokol kesehatan.
PANARAGAN (25/8/2020) – Lima SMA negeri dan swasta Tulangbawang Barat menerima dana alokasi khusus (DAK) fisik pendidikan 2020. Nilai bantuan tahun ini turun 30 persen sehingga hanya mencukupi peningkatan 10 item sarana dan prasarana sekolah.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Tulangbawang Barat Pujiyanta, Selasa 25 Agustus 2020, mengakui alokasi DAK fisik pendidikan 2020 turun 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ia enggan memerinci nilai bantuan tersebut.
Bantuan DAK bersumber APBN bertujuan meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan SMA negeri dan swasta antara lain pembangunan ruang kelas baru, rehab kantor, rehab kelas, pembangunan toilet, dan rehab toilet. Alokasi DAK kepada lima sekolah meliputi 10 item.
Pemanfaatan DAK fisik pendidikan diharapkan tepat guna dan tepat sasaran. Penerima bantuan bukan menyasar sekolah dengan gedung bagus, namun sedapat mungkin sekolah kurang memadai dibangun menjadi bagus. Banyak sekolah mengalami kerusakan fisik di lokasi pinggiran maupun perkotaan.
LIWA (25/8/2020) – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengizinkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tingkat SD dan SMP mulai Senin 24 Agustus 2020. Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna melindungi siswa dan guru.
Lampung Barat memungkinkan KBM tatap muka mengingat statusnya sebagai zona kuning covid-19. Daerah dengan status zona hijau mendapat izin lebih dahulu. KBM tatap muka terselenggara atas izin pemerintah, Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dan persetujuan orangtua siswa.
Pembelajaran sebelumnya melalui daring akibat maraknya pandemi covid-19. Beberapa wilayah Lampung Barat tidak bisa menggelar sekolah daring karena kesulitan sinyal dan ketersediaan handphone tidak merata.
Selain penerapan protokol kesehatan, SD dan SMP membuka KBM tatap muka dengan mekanisme belajar dua sift. Cara ini sebagai bentuk jaga jarak fisik dan menghindari kerumunan. SMP Sekuting Terpadu Liwa memberlakukan protokol kesehatan lebih ketat semata-mata melindungi siswa dan guru.
Nuryadin, kepala SMP Sekuting Terpadu Liwa, mengatakan sekolah tatap muka wajib memenuhi sejumlah persyaratan termasuk penyediaan masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan, pengaturan tempat duduk hingga pengecekan suhu tubuh. Siswa masuk kelas bergiliran dengan tempo belajar dua jam.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat Bulik Basri mengatakan kesiapan sekolah menjadi syarat penyelenggaraan KBM tatap muka di era new normal atau adaptasi kebiasaan baru. Pembelajaran berjalan lacar dan aman selama siswa dan guru terlindungi dengan protokol kesehatan.
KBM tatap muka dipantau DPRD Lampung Barat. Sekretaris Komisi III Nopiyadi mengunjungi sejumah sekolah di Kecamatan Balikbukit. Pemberakuan protokol kesehatan tidak bisa ditawar. Dewan masih menemukan sekolah belum memenuhi fasilitas protokol kesehatan. Sarana kesehatan minim meski jumlah siswa cukup banyak.
KOTABUMI (18/8/2020) – Lampung Utara memungkinkan sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap mulai mulai September 2020. Pelaksaan kegiatan ini tinggal menunggu kesepakatan pemangku kepentingan pendidikan.
Harapan pembukaan KBM tatap muka terbuka setelah Kemendikbud menyampaikan perubahan terkait pelaksanaan pendidikan di masa pandemi covid-19. Lampung Utara sebagai daerah zona kuning diperbolehan seperti zona hijau dengan syarat protokol kesehatan.
Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara Budi Utomo tidak menutup memungkinkan KBM tatap muka mulai awal September. Kemungkinan ini tergantung kesepakatan pemangku kepentingan yaitu Dinas Pendidikan, sekolah, pengawas, dan wali murid. Kesepakatan tersebut menjadi dasar kepala daerah mengeluarkan surat keputusan pelaksanaan KBM.
Budi Utomo mengatakan pelaksanaan KBM bisa jadi tidak seragam. Satu kecamatan atau desa bisa belajar secara tatap muka, namun kecamatan atau desa lain berdekatan belum tentu terselenggara. Pelaksanaan tersebut tergantung kesiapan masing-masing.
Kesepakatan pemangku kepentingan bukan satu-satunya penentu pembukaan KBM tatap muka. Budi Utomo mensyaratkan sekolah wajib menyiapkan tempat cuci tangan dengan kondisi air mengalir dan sabun. Setiap siswa juga diberikan masker kain gratis minimal dua buah.
KALIANDA (10/8/2020) – Dinas Pendidikan Lampung Selatan mempersiapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tingkat SD dan SMP. Persiapan ini menyangkut koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 hingga sarana prasarana belajar.
Persiapan KBM tatap muka merupakan tindak lanjut pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim. KBM ini hanya berlaku di zona hijnau dan kuning codiv-19. Sementara zona jingga dan merah tetap tidak diizinkan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan Thomas Americo, Senin 10 Agustus 2020, menjelaskan persiapan KBM meliputi rapat koordinasi dengan satuan kerja, Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten.
Koordinasi dengan satuan kerja menyangkut persiapan sarana prasarana, jadwal, dan metode pembelajaran. KBM tatap muka wajib memberlakukan protokol kesehatan seperti sterilisasi lingkungan sekolah, pakai masker, jaga jarak aman, pemeriksaan suhu tubuh dan rajin cucui tangan.
Instruksi Bupati memperpanjang masa b elajar di rumah sampai 30 September 2020. Jadwal ini segera diubah melalui surat edaran. KBM tatap muka bertahap mulai SD dan SMP. Sementara PAUD dan TK belum diperbolehkan.
Data Dinas Kesehatan Lampung awal Agustus menyebut dua daerah zona hijau dan 13 daerah zona kuning. Sementara data naisonal mengungkap 163 kabpaten-kota masuk zona hijau dan kuning diperbolehkan menyelenggarakan KBM tatap muka.
TUMIJAJAR (7/8/2020) – SMAN 1 Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, mantap menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dibandingkan sistem daring. Pembelajaran ini memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.
Sekolah mengawali KBM tatap muka atau luar jaringan (luring) sejak Senin, 20 Juli 2020. Pembelajaran memberlakukan protokol kesehatan selama proses pembelajaran. Siswa wajib memakai masker, periksa suhu tubuh setiap hari, rajin cuci tangan, dan jaga jarak fisik. Ketentuan ini diperkuat pengaturan bangku sesuai jarak aman.
SMAN 1 Tumijajar bersama lembaga pendidikan lainnya sempat memberlakukan sekolah daring selama pandemi corona. Para siswa lebih senang KBM tatap muka karena pembelajaran lebih interaktif. Sekolah daring juga terhambat ketersediaan paket data hingga susah sinyal.
Pujianta, kepala SMAN 1 Tumijajar, mengatakan KBM daring lebih banyak menemui kendala antara lain tidak semua siswa memiliki handphone android. Wilayah kabupaten juga banyak sulit sinyal. Sekolah lebih baik menggelar belajar tatap muka dengan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat guna mengantisipasi penyebaran virus corona.
DENTE TELADAS (24/7/2020) – Warga Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Tulangbawang, gagal merenovasi Sekolah Dasar Swasta Sidomulyo. Pembangunan gedung baru mangkrak setahun akibat paceklik dan pandemi corona.
Gedung lama SDS Sidomulyo di Dusun 13 Telukbaru Kampung Sungai Nibung telanjur dirobohkan menjelang tahun ajaran dua tahun lalu. Kondisi gedung rawan ambruk akibat termakan usia dan belum pernah direhat sejak tahun 2001.
Pairin, warga Sungai Nibung, mengatakan masyarakat dan wali murid berencana membangun gedung baru secara swadaya. Rencana tidak terwujud gara-gara paceklik akibat gagal panen. Kondisi makin buruk karena maraknya pandemi corona sejak Maret 2020 hingga hari ini.
Bahan bangunan sebenarnya sebagian sudah terkumpul antara lain kusen, bata, pasir, genteng asbes, dan material pendukung lainnya. Sebagian bahan belum mencukupi termasuk biaya pembangunan gedung. Tertundanya swadaya gedung baru mengakibatkan material rusak.
Kegiatan belajar mengajar SDS Sidomulyo memanfaatkan dua lokal. Ruang belajar masih kurang empat lokal. Masyarakat berharap bantuan pihak manapun demi keberlangsungan pendidikan.
BANDARLAMPUNG (24/7/2020) – Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandarlampung kini memiliki gedung PTSP dan Asrama baru bernama Luqman El-Hakim. Fasiitas pelayanan terbaik ini diresmikan Kakanwil Kementerian Agama Lampung Juanda Naim, Jumat 24 Juli 2020.
Juanda Naim berharap seluruh madrasah di Lampung memiliki gedung pelayanan satu pintu, PTSP, dan fasilitas asrama sebagai pendukung kemajuan pendidikan. Madrasah bukan sebatas sarana belajar dan pengembangan ilmu, namun menjadi sumber lahirnya qori dan qoriah.
Kakanwil Kemenag Lampung juga mendorong lembaga MAN maupun Mts mengembangkan edukasi berjiwa nasionalisme. Siswa bukan hanya cerdas dan relijius, namun menjadi generasi muda berwawasan nasional tinggi.
Juanda Naim menekankan pembelajaran masa pandemi covid-19 mengikuti sistem e-learning. Siswa belajar daring, namun guru tetap memonitor dan evaluasi berkala. Kegiatan belajar mengajar tetap memerhatikan protokol kesehatan.
Kepala MAN 1 Bandarlampung menjelaskan penamaan Asrama Luqman El-Hakim bertujuan mendorong santri mengikuti nasehat Lqmanul Hakim dalam Alquran yaitu menghindari perbuatan syirik dan berbhakti kepada orang tua.
KOTABUMI (22/7/2020) – Pemerintah menerapkan pembelajaran daring sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Sistem ini mengundang banyak keluhan wali murid kurang mampu. Mereka kesulitan membeli pulsa atau paket data untuk belajar-mengajar online.
Sekolah memberlakukan pembelajaran daring sejak pemerintah memberlakukan karantina akibat pandemi corona. Kegiatan belajar mengajar berganti dari tatap muka dengan sistem online. Kegiatan ini membutuhkan sarana handphone, paket data, dan ketersediaan jaringan internet.
Ansori Dekarie sebagai wakil wali murid SMP di Kotabumi, Lampung Utara, mengaku kesulitan memenuhi biaya pulsa atau paket data. Kondisi serupa dialami banyak orangtua murid. Mereka rata-rata menanggung beban ganda yaitu kesulitan ekonomi ditambah biaya pembelian pulsa pembelajaran daring. Wali murid memohon pemerintah menyediakan fasilitas wifi gratis.
Pemerintah Kabpaten Lampung Utara sudah memahami keluhan wali murid. elaksana Tugas Bupati Budi Utomo bersama sekretaris kabupaten, kepala Dinas Kesehatan, dan Bappeda telah merumuskan penyediaan ruang belajar dengan wifi gratis di tempat tertentu. Fasilitas tersebut mendukung kegiatan belajar mengajar online.
TULANGBAWANG TENGAH (20/7/2020) – SMP Negeri 4 Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, mengawali kegiatan belajar mengajar tatap muka mulai Senin 20 Juli 2020. Sekolah mengakui pembelajaran daring sangat memusingkan siswa maupun orangtua.
SMP Negeri 4 Tulangbawang Tengah mengakhiri kegiatan belajar mengajar, KBM, sistem daring. Sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka langsung mulai kelas VII hingga IX. Khusus siswa baru mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah, MPLS.
Pembelajaran tatap muka memberlakukan protokol kesehatan secara ketat sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Siswa wajib memakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak fisik. Ketentuan ini diperkuat dengan pengaturan bangku sesuai jarak aman.
Para siswa mengaku senang bertemu guru dan teman-teman secara langsung. Sementara pembelajaran sistem daring menemui banyak kendala soal handphone, paket data hingga gangguan sinyal. Siswa kelas VII berharap belajar sistem tatap muka dipertahankan.
Fitria Sumartini, guru SMP Negeri 4 Telangbawang Tengah, mengakui sistem daring maupun tatap muka memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Faktor kepemilikan handphone, ketersediaan sinyal dan paket data memusingkan banyak orangtua siswa.
KEBUNTEBU (13/7/2020) - Kerinduan murid sekolah dasar dan SMP di Kabupaten Lampung Barat, belajar di kelas dan bertemua teman di sekolah, untuk sementara terobati. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan daerah itu memperbolehkan siswa masuk sekolah, mulai tanggal 13 Juli 2020. Namun, hanya berlaku selama tiga hari.
Namun, pembelajaran baru di saat pandemi ini menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Siswa harus menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan aturan lainnya terkait protokol kesehatan covid-19.
Seperti yang berlaku di SD Negeri 1 Purajaya. Siswa baru dan lama datang ke sekolah, bertatap muka dengan guru dan teman baru. Saat mulai pembelajaran baru, Senin, 13 Juli 2020, aktivitas seperti biasa tidak bisa lagi dinikmati.
Siswa kini lebih banyak belajar di rumah, menggunakan sistem dalam jaringan atau melalui via internet tersambung melalui aplikasi WA atau Youtube.
SDN 1 Purajaya, Kecamatan Kebuntebu, saat mengawali tahun ajaran baru, diawali dengan siswa masuk sekolah untuk bertatap muka dengan guru, kepala sekolah, dan teman sekolah serta pengenalan lingkungan sekolah.
Siswa yang datang diatur menjaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker serta guru pun mematuhi peraturan protokol kesehatan.
Dewi Suryani, Kepala SDN 1 Purajaya mengatakan, pihak sekolah siap menerima siswa yang sebelumnya belajar di rumah. Sistem yang digunakan tiap kelas diisi lima siswa dan tempat duduk dibuat berjarak, serta ada titik jarak antarsiswa.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dan dibagi hari pertama untuk kelas 1 dan 2, hari kedua kelas 3, dan 4. Hari ketiga untuk kelas 5 dan 6.
Setelah itu, siswa kembali lagi di rumah dengan sistem daring, karena Lampung Barat masih dalam zona kuning.
Ahmad Syukri, Sekretaris Dinas Pendidikan Lampung Barat mendampingi Kepala Dinas Bulki Basri mengatakan, pihaknya di hari pertama meninjau sekolah yang mulai menerima siswa. Dan mengharuskan sekolah kelengkapan protokol kesehatan agar siswa dan guru terhindar dari Covid-19.
BANDARLAMPUNG (11/7/2020) – SMP Fransiskus Tanjungkarang mengikuti larangan pengumpulan murid menjelang tahun ajaran baru 2020-2021 sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Masa pengenalan lingkungan sekolah diadakan secara virtual menggunakan aplikasi Zoom.
Meski MPLS berlangsung secara virtual, SMP Fransiskus tetap menerapkan protokol kesehatan. Dewan guru disiplin mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menggunakan masker selama berinteraksi dengan peserta didik baru melalui aplikasi zoom.
Siswa baru mengikuti seluruh tahapan MPLS di rumah masing-masing. Mereka diperkenalkan komunitas dan lingkungan baru mulai dewan guru, lingkungan sekolah, program belajar, dan peraturan sekolah.
Kepala SMP Fransiskus Tanjungkarang Editha menjelaskan masa pengenalan lingkungan sekolah sebagai salah satu bentuk edukasi. Kegiatan ini bukan semata-mata saling kenal guru, sekolah dan murid, namun mendorong kemandirian dan kreativitas siswa baru.
Masa pengenalan lingkungan sekolah, MPLS, siswa baru SMP mengawali tahun ajaran baru mulai 13 Juli 2020. Kegiatan berlangsung virtual atau daring mengingat Bandarlampung masuk zona merah covid-19. Kegiatan belajar-mengajar tatap muka langsung tidak diizinkan. Pembelajaran dengan adaptasi kebiasaan baru dimulai akhir Agustus jika kondisi memungkinkan.
BANDARLAMPUNG (10/7/2020) – Siswa baru SMA Fransiskus Bandarlampung tahun ajaran 2020-2021 mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah secara virtual, Jumat 10 Juli 2020. Acara ini menggunakan aplikasi Zoom dan disiarkan live streaming melalui Youtube.
Masa pengenalan lingkungan sekolah, MPLS, siswa baru SMA Fransiskus Bandarlampung tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Para siswa tidak bertatap muka langsung dengan guru dan staf, namun bertemu secara virtual.
Sebanyak 241 siswa baru SMA Fransiskus Bandarlampung mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah melalui aplikasi Zoom. Selain mengenal dewan guru, peserta juga mengetahui peraturan sekolah dan program belajar-mengajar.
Kepala SMA Fransiskus Bandarlampung Pauli mengatakan penyelenggaraan masa pengenalan lingkungan sekolah secara live streaming mencegah penyebaran virus corona. Kegiatan ini mempermudah siswa beradaptasi dengan komunitas dan lingkungan baru.
Kegiatan belajar-mengajar kembali berlangsung mulai 13 Juli 2020 setelah terhenti beberapa bulan sejak merebak pandemi corona. SMA Fransiskus Bandarlampung masih menerapkan pembelajaran sistem daring.
GEDUNGMENENG (18/6/2020) – Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Nurul Amal Gunungtapa Tengah, Kecamatan Gedungmeneng, Tulangbawang, menggelar rapat koordinasi pendidikan, Kamis 18 Juni 2020.
Rakor pendidikan MI dan MTS Nurul Amal Gunungtapa Tengah dihadiri aparat kampung, wali murid, dan bhabinkamtibmas Kecamatan Gedungmeneng. Kegiatan ini mengagendakan pembagian rapor siswa dan pengarahan akhir tahun ajaran 2019-2020.
Kepala kampung memberikan pengarahan mengenai pengelolaan madrasah dan peran masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Wali murid memberikan banyak masukan tentang sarana prasarana dan peningkatan mutu pendidikan.
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Gunungtapa Tengah Nurul Amal Heti Sari mengakui banyak masukan aparat kampung maupun wali murid. Perhatian pemerintah kampung dan kepedulian orangtua siswa menjadi bekal perbaikan kegiatan belajar mengajar.
Mahmudi, kepala Madrasah Tsanawiyah Nurul Amal Gunungtapa Tengah, menjelaskan agenda pembagian rapor dan pengarahan akhir tahun ajaran. Wali murid mengetahui raihan nilai, sikap dan perilaku anak hingga prestasi siswa. MI dan MTS Nurul Amal Gunungtapa Tengah menerima banyak masukan dan saran demi kemajuan menuju madrasah hebat dan bermartabat.
BANDARLAMPUNG (16/6/2020) –Sejumlah sekolah dasar di Bandarlampung mengumumkan kelulusan siswa melalui live streaming di tengah pandemi covid-19. Momen ini mengharu-biru peserta dan menjadi catatan bersejarah bagi guru maupun siswa.
SD Xaverius 1 Bandarlampung menggumumkan kelulusan siswa secara live streaming dari aula gedung sekolah, Selasa 16 Juni 2020. Acara kelulusan dirangkai dengan pelepasan siswa secara simbolis. Peserta terdiri siswa, orangtua serta dewan guru dengan jumlah terbatas dengan penerapan protokol kesehatan.
Live streaming pengumuman kelulusan dan pelepasan siswa kelas VI SD Xaverius 1 Bandarlampung diikuti ratusan siswa dan orangtua dari rumah. Mereka menyaksikan acara lewat kanal Youtube. Kegiatan melalui konten video tidak mengurangi makna kelulusan. Tingkat kelulusan tahun ini mencapai 100 persen.
Pengumuman kelulusan dan pelepasan siswa berisi sambutan sekolah serta perwakilan siswa dan orangtua. Kepala SD Xaverius 1 Bandarlamung Matias Sera Leter mengatakan momen kelulusan di tengah pandemi covid-19 menjadi catatan bagi guru dan siswa angkatan tahun ini. Pandemi corona secara tidak langsung mendorong penerapan digitalisasi pendidikan.
Dewan guru berharap perpisahan sekolah di tengah pandemi covid-19 memberikan kesan tersendiri kepada siswa. Semua aktivitias belajar mengajar berlangsung online.
KOTABUMI (6/6/2020) - Sebanyak 7.631 siswa Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Lampung Utara menerima rapor penentu kelulusan. Sedangkan untuk 1.278 siswa sekolah dasar (SD) akan mendapatkan raport penentu kelulusan pada 15 Juni 2020.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara Mikael Saragih menjelaskan, Jumat 5 Juni 2020, berdasarkan surat keputusan Kementerian Pendidikan, Dinas Pendidikan Lampung Utara melakukan sistem kelulusan untuk sekolah dasar dengan pola nilai dari lima semester. Yakni, nilai semester kelas empat, lima dan enam serta ditambah dengan nilai semester genap.
Hal sama untuk SMP yang ditentukan dari lima semester terakhir dan nilai semester genap kelas IX dan XII.