Tampilkan postingan dengan label TIME. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIME. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2024

Budidaya Kambing Etawa 6 Bulan Cepat Kembang Biak

BAKAUHENI (20/4/2024) – Pemuda Dusun Negara Simpangtiga, Desa Bakauheni, Lampung Selatan, merintis budidaya kambing etawa sejak enam bulan lalu. Modal belasan kambing sudah berkembang biak menjadi 70 ekor dengan mengandalkan pakan olahan tanaman jagung.

Hindi membudidayakan kambing etawa secara otodidak. Mula-mula memelihara 16 ekor. Dengan perawatan baik dan kecukupan pakan maka modal kambing itu sudah berkembang biak hampir lima kali lipat.

Peternak ini membangun kandang bersih dan sehat serta menyediakan kecukupan pakan berupa rumput, tanaman jagung dan aneka jenis pepohonan ramban. Ketersediaan pakan ini menjadi kunci keberhasilan budidaya kambing etawa.

Hindi menjadikan tanaman jagung sebagai pakan utama di samping rerumputan di sela-sela kebun jagung. Batang jagung diolah menjadi pakan favorit kambing etawa hingga mendukung pengembangbiakan lebih cepat.

Kambing-kambing tumbuh sehat dan gemuk sejak anakan hingga siap jual. Hindi mempekerjakan dua orang guna mengurus kambing. Budidaya ini fokus pengembangbiakan. Dari 70 ekor kambing saat ini terdapat 50 ekor indukan. Sebanyak 40 ekor sedang bunting. Dua hingga tiga bulan lagi sudah beranak sehingga perlu membangun kandang baru dengan kapasitas 50 sampai 70 ekor.

Pembudidaya kambing etawa coba memanfaatkan kotoran kambing menjadi pupuk organik. Ketersediaan pupuk kandang diharapkan membantu petani dalam mengatasi kelangkaan setiap musim tanam.

Peternak berharap pemerintah atau instansi terkait membantu pengembangan atau budidaya kambing etawa. Proses budidaya selama ini berlangsung otodidak. Jika Dinas Peternakan sudi memberikan pembinaan atau bimbingan soal pemeliharaan, produksi hingga pemasaran maka budidaya kambing etawa pasti jauh lebih sukses.

ROY SHANDY

Rabu, 27 Maret 2024

Perajin Kolang-kaling Sukajawa Lampung Tengah Banjir Pesanan

BUMIRATU NUBAN (27/3/2024) – Perajin kolang-kaling di Kampung Sukajawa, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, kebanjiran pesanan selama Ramadhan. Pedagang dan pengepul dari penjuru kabupaten berebut tiap hari.

Taufik sudah lama memproduksi kolang-kaling sebagai bahan minuman khas Ramadhan maupun komoditas harian. Kolang-kaling menjadi buruan pembeli sehingga pedagang dan pengepul sudah melakukan pemesanan sebelum bulan suci.

Volume produksi kolang-kaling pada Ramadhan tahun ini mencapai tujuh ton. Jumlah ini naik dibandingkan tahun sebelumnya berkisar enam ton. Peminat tak pernah surut karena kolang-kaling merupakan bahan khas minuman es maupun kolak. Teksturnya kenyal dengan kandungan nutrisi, zat besi, karbohidrat, dan kalsium.

Taufik memproduksi kolang-kaling rata-rata lima kuintal per hari. Bahan kolang-kaling didatangkan dari Liwa, Lampung Barat. Hasil produksi sudah ditunggu pengepul dari Menggala, Tulangbawang, Metro, Kotagajah, dan Bandarjaya.

Pengolahan koling-kaling menyerap puluhan tenaga kerja informal. Sedikitnya lima orang bertugas merebus dan 15 lainnya khusus mencongkel kolang-baling dari cangkangnya. Produksi kolang-kaling hanya sampai pertengahan puasa meski perajin kebanjiran pesanan.

SIGIT SANTOSO

Selasa, 12 Maret 2024

Sembilan Ogoh-Ogoh Sambut Hari Raya Nyepi di Sanggar Buana

SEPUTIH BANYAK (11/3/2024) -  Parade Ogoh-Ogoh, dalam rangka menyambut Hari Nyepi umat Hindu, semakin meriah di Kampung Sanggar Buana, Seputih Banyak, Lampung Tengah.

Dengan sembilan ogoh-ogoh, parade berlangsung hingga pukul 20.00 malam Senin, 10 Maret 2024. Peserta bersiap-siap sejak siang, meski dimulai pukul 16 sore, dengan mengelilingi Kampung Sanggar Buana, SB-17, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah.

Untuk menyambut Tahun Nyepi kali ini, umat Hindu di Sanggar Buana mengharapkan bisa mengusir energi jahat di kampungnya, terutama setelah dibakar atau sampai di Pure Banjar.

Parade berlangsung meriah karena setiap sure Banjar membuat ogoh-ogoh sendiri, hingga khusus Kampung Sanggar Buana menyelenggarakan karnaval sembilan padatan.

Selain ogoh-ogoh, warga Hindu di Sanggar Buana juga mengikuti parade hingga malam. Sebagian dari remaja, bahkan, membawa obor saat ke pure.

Selain diramaikan mayoritas umat Hindu, parade ogoh-ogoh  diikuti Kepala Kampung Sanggar Buana I Ketut Subargiawan, Bhabinkantibmas, Babinsa, para Tokoh Adat Bali, dan pemuda-pemudi di sana.

I Ketut Subargiawan mengatakan Parade Ogoh-Ogoh sudah merupakan kegiatan tahunan, yang dari tahun ke tahun disambut warga dengan antusias.

MUHAMMAD FARID

Kamis, 07 Maret 2024

Durian Tumi Menambah Koleksi Kebun Raya Liwa

BALIKBUKIT (7/3/2024) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) berkolaborasi dengan Rainforest Alliance menanam 1.000 pohon di Kebun Raya Liwa, Pekon Kubu Perahu, Balikbukit, Kamis 7 Maret 2024. Salah satunya bibit buah endemik durian tumi.

Penanaman 1.000 pohon dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Wasisno Sembiring, Kepala Brida Paijo, kepala OPD, Country Director Rainforest Putra Agung serta Manager Community And Smallholder Forestry M Zainuri Hasyim dan Peratin Bedudu Alexander Metias.

Rainforest Alliance pernah menanam pohon dan pengembangan bibit durian tumi di Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau, Lampung Barat, pada tahun 2020. Durian ini masih berkembang dan tumbuh subur. Bibit durian tumi disebarkan ke warga Pekon Bedudu dan sebagian ditanam di Kebun Raya Liwa.

Selain durian tumi, Brida dan Rainforest Alliance juga menanam pala, jengkol, dan durian montong. Durian tumi terkait sejarah kedatangan Suku Tumi di tanah Lampung sebelum masehi. Suku ini bermukim di lereng Gunung Pesagi dan Danau Ranau, Lampung Barat.

Durian tumi masih hidup dan berkembang. Durian endemik Lampung Barat ini dikembangkan melalui pembibitan di Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lampung Barat Wasisno Sembiring mengatakan pemerintah daerah berterima kasih kepada Rainforest Alliance dalam pelestarian dan konservasi hutan melalui penanaman pohon. Penanaman 1.000 pohon di Kebun Raya Liwa tentu menambah keanekaregaman tanama.

LILIANA PARAMITA


Senin, 26 Februari 2024

Mamin, Pahlawan Sampah dan Irigasi dari Pringsewu

PRINGSEWU (25/2/2024) -  Pria sedang menggaruk sampah sendirian itu bernama Mamin. Warga Pekon Gumuk Rejo, Pringsewu, itu kecewa, karena air menggenang di badan jalan saat musim hujan ini, dan tidak mendapat perhatian dinas terkait.

Dengan tanpa alat alias pakai tangan saja, Mamin pun membersihkan sampah yang menyumbat irigasi di sana sejak pagi.

Ketika hari menjelang siang, sejumlah warga lain, seperti Bambang dan Wasis trenyuh melihat keikhlasan Mamin. Masih dengan pakaian bagus, ia pun membantu pria itu membersihkan irigasi dari sampah.

Menjelang sore, pekerjaan mereka pun kelar. Dengan membersihkan sampah di irigasi, luapan air ke badan jalan mulai kering, dan saluran air menuju areal sawah di Kecamatan Pagelaran pun menjadi lancar.

Wasis mengatakan meluapnya irigasi ke badan jalan sudah berlangsung sebulan. Selain karena sampah, dinas terkait meniadakan tanggul pembatas antara saluran irigasi dengan jalan raya.

Dinas terkait tidak menyadari, pembuangan tanggul pembatas itu juga membuat debit air ke persawahan menjadi terganggu.

PIYAN AGUNG

Sabtu, 13 Januari 2024

Puncak Selapan, Tempat Nongkrong Baru Pardasuka, Pringsewu

PRINGSEWU (12/1/2024) -  Warga menyebutnya Puncak Selapan. Menyerupai sebuah nama daerah di Tanjung Siom, Limau, Tanggamus. Namun, yang ini, berada di Pardasuka Selatan, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Polsek Pardasuka dan 30 hingga 34 kilometer ke ibukota kabupaten Pringsewu.

Awalnya para pengendara motor mengunggah lokasi ini ke media sosial. Karena sering dishare, warga sekitar, terutama remaja pria dan wanita dari Pardasuka, menjadikannya tempat kumpul pada sore hari. Mereka, sering berlama-lama di sana, dan baru pulang menjelang magrib.

Fauziah, Shela, Fatma, Citra, dan Hamnudin, Jumat Sore, 12 Januari 2024, mengatakan mereka datang ke sana karena hawanya sejuk. Bisa memandangi dataran Pringsewu dan pegunungan Tanggamus, sehingga serasa berada di sebuah puncak.

Dibuka menjadi Pekon sejak tahun 1997, awalnya jalan pekon sepanjang tujuh kilometer ini nyaris terisolasi dengan pekon lainnya, karena jalan naik turun, banyak tikungan,  masih onderlag, dan tidak bersahabat dengan pengendara kendaraan jenis apa pun.

Setelah dibangun lewat Dana Inpres pada Tahun 2023,  dengan panjang 7,45 kilometer, warga sekitar mulai melewatinya. Satu per satu warga mendatangi lokasi,  membuat video dan foto, dan mengunggahnya ke media sosial.

Hamnudin mengatakan, selain karena medsos, Puncak Selapan, Pardasuka, Pringsewu, cepat melonjak, karena lokasinya sejuk pada sore hari, gratis, dan bukti lain warga membutuhkan tempat untuk menikmati alam.

PIYAN AGUNG

Kamis, 28 Desember 2023

Tahun Baru, Peternak Ikan Pringsewu Siap-Siap Kuras Kolam

PRINGSEWU (28/17/2023) -  Tahun Baru 2024 juga menjadi milik Widodo, pembudidaya ikan kolam air tawar, di Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara, Pringsewu. Ia berencana membongkar habis kolam ikan guramenya, setelah dipiara selama enam bulan.

Memiliki setidaknya tujuh kolam, Widodo, tidak hanya membudidayakan ikan gurame, tetapi juga lele dan mujair. Jika gurame dibongkar sekali enam bulan untuk tabungan dan perawatan kolam, lele dan mujair dipanen setiap hari untuk operasional, bibit, dan makan sehari-hari.

Widodo mengharapkan bisa meraup puluhan juta dari panen gurame di penghujung Tahun 2023 ini, meski ia akui sudah mendapatkan keuntungan 5 hingga 6 juta dari penjualan ikan lele dan mujair, yang dipanen setiap hari.

Membudidaya ikan selama delapan tahun terakhir, Widodo mengaku awalnya ia hanya iseng dan mencoba satu kolam. Karena bisa memiliki lahan tambahan dan persediaan air di kawasan tersebut terus melimpah, meski di musim kemarau, ia mempertahankan usahanya.

Pria berusia 50 tahun itu mengatakan, yang paling sulit dalam budidaya ikan di Pringsewu adalah pemasaran. Ia harus menjual sendiri setiap pagi ke pasar, dengan harga yang fluktuatif, karena bergantung banyaknya pasokan.

Untuk ikan lele dan mujair, Widodo biasa menjual 20 ribu rupiah per kilogram di pasar. Harga gurame lebih tinggi, dibeli pengumpul pun masih berharga antara 28 hingga 30 ribu rupiah per kilogram.

Widodo mengatakan ia autodidak dalam membudidayakan ikan. Ia merasa tidak pernah tersentuh penyuluhan dari dinas atau kementerian terkait. Pemasaran pun putar akal sendiri. Pemerintah cukup jual nama UMKM saat pidato atau kampanye.

PIYAN AGUNG

Selasa, 12 Desember 2023

Pengangon Bebek Keliling Lampung Raup Ratusan Juta Sebulan

PRINGSEWU (11/12/2023) -  Sekilas, mereka hanya pengangon bebek biasa. Mereka juga bisa dianggap petani yang mendadak menjadi pengangon bebek pada saat musim hujan atau rendeng, pada saat sawah selesai panen, menunggu dibajak dan disemai kembali.

Begitu didekati di pesawahan yang membentang luas di Pringsewu, mereka ternyata pengangon bebek handal, yang berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain di Lampung. Pekan ini bisa jadi di Tanggamus, namun minggu depan sudah pindah ke Metro atau Lampung Timur. 

Khusus kelompok pengangon yang sedang berada di Ambarawa pada Senin, 11 Desember 2023, lokasi yang mereka pilih hanya Pringsewu dan Lampung Selatan, dengan alasan banyak gabah tersisa sebagai sumber makanan gratis, lingkungannya bersahabat alias tidak diganggu oleh pemilik lahan, karena merasa baru panen.

Ada sekitar enam orang dalam kelompok pengangon bebek hari itu. Setiap orang menggiring dan memiara setidaknya seribu ekor. Dengan produksi telur per hari mencapai 700 dan harga minimal 2 ribu rupiah per butir, setiap pengangon memiliki omzet minimal 40 juta sebulan alias satu kelompok menghasilkan 250 juta sebulan.

Tentu saja tidak seluruhnya menjadi keuntungan bersih. Pengangon harus mengeluarkan biaya separo untuk keliling, bibit, sewa lahan base camp, dan makanan tambahan. Khusus untuk musim rendeng, keuntungannya hanya di pakan, karena makanan tersedia di areal sawah.

Keuntungan menjadi sekitar 25 persen atau tidak untung sama sekali  pada saat tidak ada lahan sawah untuk mengangon. Mereka menjadi peternak bebek biasa, yang harus menyediakan pakan.

Pekerjaan mengangon bebek di tengah sawah juga bukan perkara mudah. Peternak tidak bisa lengah sedikit pun dari pagi hingga malam.

Pagi hari, pegangon sudah mengeluarkan bebek dari kandang, menggiringnya ke tengah sawah, mengawasinya tidak sembarang berpencar. Hingga sore, mereka hanya istirahat jika melihat bebek asyik mencari makanan di tengah sawah.

Menjelang  sore, ribuan bebek digiring kembali ke kandang, yang hanya terbuat dari atap dan dinding plastik. Kadang-kadang pengangon harus menunggui telur hingga malam. Ada juga yang mengumpulkannya usai shalat subuh.

Andi dan Wahono, dua dari pengangon bebek, mengatakan mereka umumnya mencambur bebek jantan dan betina dengan perbandingan 1 banding 10 agar produksinya tokcer. 

Saat musim keliling dari sawah ke sawah di Lampung, prioritas bebek yang diangon hanya petelur. Mereka baru menjual untuk dipotong  jika hewan piaraan itu tidak produktif.

Kedua peternak itu mengaku sudah puluhan tahun keliling mencari sawah untuk mengangon bebek. Pada awalnya, keduanya, peternak bebek kandang. Namun, setelah  harga pakan sudah tidak sebanding  dengan harga jual, mereka terinspirasi pengangon bebek di Jawa, untuk turun mencari pakan gratis di sawah baru panen.

Dengan produksi telur minimal 700 butir per hari, pengumpul dan pembeli datang sendiri ke base camp. Para pedagang ummnya berasal dari Bandarlampung, Metro, dan Pringsewu.

PIYAN AGUNG

Selasa, 28 November 2023

Anak Medan Buka Resto Durian Tanpa Musim di Bandarlampung

BANDARLAMPUNG (28/11/2023) -  Tak mau kalah dengan Kota Medan, Sumatera Utara, dan beberapa kota lainnya di Indonesia, Bandarlampung kini memiliki Resto Durian, yang buka setiap hari, tanpa mengenal musim.

Buka sejak Oktober lalu, dengan menyebut diri sebagai Saburai Durian dan Resto, letaknya berada di pusat kota Bandarlampung, kawasan Jalan Majapahit, Enggal, atau berlokasi di antara Tugu Adipura dan Pahoman.

Penggagasnya Irwan Nasution, “Anak Medan” yang sudah lama dikenal publik Lampung sebagai pengusaha wisata, sejak bersama orang tuanya, Almarhum Muhammad Ridwan Nasution, membuka Lembah Wijau di Sukadanaham, Bandarlampung.

Almarhum Ridwan Nasution berasal dari Mandailing, Sumatera Utara. Sejak zaman dulu, kawasan tempatnya lahir terkenal memiliki durian tembaga, yang hanya ada di Tebing Tinggi, Gunung Baringin, dan Tambangan.

Mahrizal Sinaga, pengusaha, yang belakangan ini menjadi politikus, melihat Irwan Nasution membawa kenangan Sumatera Utara ke Lampung, karena kualitas durian di sana lebih top, sehingga “durian Medan” menjadi nama jualan di Jakarta dan Malaysia.

Julia dan Diana, warga Lampung, mengaku ide Irwan Nasution membuka resto durian tanpa musim akan membuat wisatawan tertarik karena provinsi ini juga dikenal sebagai penghasil durian, meski sebagian di antaranya berasal dari Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Irwan Nasution pun mengaku membuat resto durian tanpa musim untuk melengkapi ikon  Lampung sebagai penghasil durian.

Karena buka tanpa musim, Irwan menyebut Restonya tidak hanya menjual durian Lampung, tetapi juga menyajikan durian dari daerah lainnya di Sumatera, Jawa, dan luar negeri, terutama varian montong dan musanking.

Adapun harga, bervariasi dari 60 ribu hingga 400 ribu rupiah per buah. Durian lokal tetap lebih murah, meski kelezatannya tak jauh kalah dari impor.

Saburai Durian dan Resto buka dari pukul 10.00 pagi hingga 12.00 malam. Selain durian, restoran juga dilengkapi dengan aneka makanan dan minuman.

PANDAWA

Rabu, 08 November 2023

Raja Kemiri dari Pekon Pujodadi, Pardasuka, Pringsewu

PARDASUKA (8/11/2023) -  Rumahnya biasa-biasa saja di RT 5 RW 2. Pekon Pujodadi, Pardasuka, Pringsewu. Namun bisnisnya tergolong langka:  pengolah kemiri. Dari segi omzet, ia rajanya kemiri di Lampung. Dengan produksi 20 ton perbulan, ia menjadi pengolah kemiri terbesar di Lampung.

Hendrik Sujatmiko, warga Pekon Pujodadi, itu sudah 20 tahun lebih menekuni usaha ini. Karena banyaknya permintaan dari pasar, terutama Lampung, Jakarta, dan Bali, ia mencari  material dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Karena keterbatasan modal, ia menjalani usaha pengolahan kemiri secara tradisional sejak puluhan tahun yang lalu. Begitu material datang, ia merendamnya selama tiga hari. Para pekerja, kemudian, memasukkannya lagi ke dalam karung, membagi-baginya ke setidaknya 50 warga, untuk memisahkan cangkang atau tempurung dengan isinya.

Juga dengan cara tradisonal, kemiri yang sudah terpisah dari cangkangnya, kemudian dioven. Minimal perlu waktu 5 hari untuk mengolahnya.

Warga Pekon Pujodadi itu membeli kemiri mentah sekitar 8.500 rupiah perkilogram pada saat ini. Jika sudah dioven, harga per kilogram bisa mencapai 35 ribu rupiah perkilogram, belum termasuk nilai cangkang, yang masih bisa dijual dengan 1.500 rupiah perkilogram.

Karena kemiri umumnya ada di daerah lain dan cara pengolahannya tradisional, Hendri Sujatmiko harus bermodal besar untuk membeli material, mengupah puluhan warga, belum termasuk biaya angkutan dan para pekerja.

Puluhan tahun menjadi penegolah kemiri, ia masih menjadi pengusaha biasa-biasa saja di Pekon Pujodadi, Pringsewu. 

Meskipun demikian, Hendri Sujatmiko bangga bisa mengenal petani, pengumpul, dan penjual kemiri di seluruh Indonesia. Materialnya minim di Lampung, tetapi orang luar menilainya sebagai produksi provinsi paling di ujung di Pulau Sumatera itu.

PIYAN AGUNG

Minggu, 05 November 2023

Perajin Sarung Sajam Antik dari Ketapang, Lampung Selatan

KETAPANG (5/11/2023) -  Cuaca terik di Desa Berundung, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, seolah-olah tak penting bagi Wowo, karena keasikan mengukir sarung pisau, golok, keris, tongkat komando, tombak, atau senjata tajam lainnya.

Wowo, warga Desa Berundung itu, sebenarnya petani sawit. Karena musim kemarau terlalu lama, ia mencoba-coba menyalurkan bakatnya dalam mengukir. Hasilnya hampir setiap hari orang yang memesan, meskipun ada juga, kadang-kadang, yang tidak datang.

Pria berusia 40-an itu mengaku sudah tujuh bulan menekuni kerajinan sarung berbagai jenis itu. Ia malu-malu menyebut penghasilannya, namun, menurutnya, cukup untuk menutupi dapur, yang belakangan ini sepi karena kemarau panjang .

Adapun materialnya, Wowo mengaku hanya memperoleh di kawasan sekitar. Ia tidak membeli. Namun, warga Desa Berundung itu membutuhkan biaya tambah listrik pada setiap bulan.

HARRY ATFRIANSYAH

Rabu, 19 Juli 2023

Pawai Sambut Tahun Baru Islam di Pusat Kota Bandarlampung

BANDARLAMPUNG (18/7/2023) -  Ratusan warga Kelurahan Gunungsari, Enggal, Bandarlampung,  menyambut malam Tahun Baru Islam 1445 hijriah atau 1 Muharam, pada malam Rabu, 18 Juli 2023, dengan berkeliling di pusat Kota Bandarlampung, sambil menabuh rebana dan bershalawat.

Pawai yang dilakukan sekitar sejam di sekitar Pusat Kota itu memeriahkan suasana Bandarlampung dalam menyambut Tahun Baru Islam, apalagi memakai kendaraan hias, mobil bak terbuka untuk penabuh rebana dan shalawatan, dan diikuti ratusan pengendara sepeda motor.

Warga Kelurahan Gunungsari pada awalnya berkumpul di Masjid Taqwa, Stasiun Tanjungkarang, pada pukul 20.30. Dari sana mereka berkeliling lewat Jalan Kotaraja, Radin Intan, Ahmad Yani, Kartini, Teuku Umar, dan kembali ke Masjid At-Taqwa pada pukul 21.30.

Ketua Pelaksana Abi iwan mengatakan pawai menyambut Tahun Baru Islam diikuti setidaknya 500 warga, yang terdiri dari orang tua, anak, dan remaja, dengan menggunakan roda empat dan sepeda motor. 

Sejak start dari Masjid Taqwa, pawai menyambut Tahun Baru Islam tersebut dikawal oleh petugas Satlantas Polresta Bandarlampung.

Selama dalam perjalanan, peserta pawai tidak putus-putus mendendangkan rebana dan bershalawat kepada Nabi Muhammad.

Abi mengatakan, selain pawai, warga Muslim di Gunungsari juga mengadakan istighozah, zikir, dan membaca yasin di setiap masjid dan mushola.

ARI IRAWAN

Selasa, 04 Juli 2023

Latihan Tari Cetik Melinting agar Dilihat Jokowi dan Dunia

GUNUNG PELINDUNG (3/7/2023) -  Sebulan lebih sudah anak-anak Lampung Timur berlatih pagi, siang, dan malam, untuk memperkenalkan tari Kipas Cetik Melinting kepada dunia, lewat Presiden Joko Widodo dan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-78 di Istana Negara, 17 Agustus 2023 mendatang.

Desi Rahmawati, salah satu tokoh remaja Keratuan Melinting Lampung Timur, mengatakan, jika sudah latihan di lapangan dan Sanggar Tiyuh Nibung, Gunung Pelindung, pun, anak-anak, yang umumnya masih sekolah di SD dan SMP itu, masih berlatih di rumah masing-masing, menghapalkan gerak yang sudah diajari oleh pelatih.

Tiga orang pelajar SD mengatakan mereka rajin berlatih karena ingin tampil di depan Jokowi, para menteri, dan duta besar dari seluruh negara. Dengan tampil di sana mereka membawa nama Lampung Timur dan memperkenalkan Tari Kipas Cetik Melinting.

Atma, salah seorang peserta yang sudah berusia 22 tahun, menyebut keseriusan mereka berlatih karena pada HUT RI ke-77, mereka hanya tampil di barisan penerima tamu. Untuk tahun ini, mereka berharap di depan podium utama.

Kurator Tari DR. Eko Supriyanto mengatakan ia merekomendasikan Tari Cetik Melinting ke Istana karena tarian sejenis belum pernah tampil di sana dan alasan tersebut disetujui oleh Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono pada Juni 2023.

Selain belum pernah ditampilkan di depan podium utama, Eko melihat tari Cetik Melinting dibawa oleh pria-pria yang maco dan wanita yang lemah gemulai, tidak seperti pembawa tarian lainnya.

Apakah usaha keras anak-anak Lampung Timur ini sudah mendapart suport dari Gubernur Lampung  dan Bupati Lampung Timur? Eko mengatakan Pemerintah Daerah seharusnya sudah menerima salinan surat dari Sekretariat Negara itu.

BENI ALIF SYUHADA

Kamis, 29 Juni 2023

Main Sepakbola Api sambut Idul Adha di Gadingrejo, Pringsewu

GADINGREJO (28/6/2023) -  Permainan sepakbola api dan ketangkasan bola api tangan menyeramakkan malam Idul Adha Tahun 2023 di Pekon Gadingrejo, Pringsewu,  pada malam Kamis, 28 Juni 2023. Mereka juga melaksanakan pawai dan hampir seluruh masjid menabuh bedug, yang diiringi takbir.

Rutin dilaksanakan setiap tahun, permainan sepakbola api dan ketangkasan bola api tangan, juga biasanya diselenggarakan pada malam Idul Fitri. Dengan dimotori pengurus Risma setempat, acara berlangsung meriah.

Berlangsung selepas Isya, tradisi menyambut Idul Adha dimulai dengan pawai di jalanan Pekon, tidak lagi di Jalan Lintas Barat, seperti beberapa tahun sebelumnya, untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

Diiringi takbir dan tabuhan beduk, para peserta pawai keliling Pekon, dengan barisan pemuda yang tangkas dalam memainkan bola tangan api di bagian depan. Selain diikuti para pemuda lain, pawai menjadi ramai, karena diikuti warga dengan memakai sepeda motor.

Sulaiman, Risma Masjid setempat, mengatakan pelaksanaan ketangkasan bermain sepakbola api dan bola  api di tangan dipersiapkan dua pekan sebelumnya, dengan memilih remaja yang sudah dilatih oleh para tetua, yang tahun-tahun sebelumnya menjadi peserta.

Kepala Pekon Gadingrejo Sariman mengatakan kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap menyambut Idul Adha dan Idul Fitri untuk menyemarakkan Syiar Islam, sebagai tanda akan tibanya hari besar kaum Muslim.

Sariman berbangga acara bermain sepak bola api dan ketangkasan bola api di tangan masih terpelihara, karena diajarkan secara turun-temurun.

PIYAN AGUNG.

Selasa, 13 Juni 2023

Saat Nelayan Lampung Timur Hiasi Perahu di Way Penet

LABUHAN MARINGGAI (12/6/2023) -  Sungai Way Penet, Lampung Timur, berwarna-warni pada Senin, 12 Juni 2023, saat 25 perahu nelayan mengikuti lomba perahu hias Kapolres Cup, dalam rangka HUT Bhayangkara ke-77, yang berlangsung di Mako Sat Polairud, Desa Margasari, Labuhan Maringgai.

Berbagai cara dilakukan nelayan dalam menghias perahunya. Mereka juga berpakaian unik, mulai dari lambang dewa-dewa, pewayangan, badut, hingga yang sederhana, seperti pria memakai pakaian hamil wanita.

Setiap perahu juga membawa pengeras suara untuk memperdengarkan berbagai jenis alat musik, yel-yel, atau lagu-lagu kesukaan para nelayan.

Kemeriahan yang sudah lama tidak dilaksanakan ini juga memperoleh perhatian dari warga sekitar, yang menonton dari pinggir Sungai Way Penet.

Lomba perahu hias tersebut dihadiri Kapolres Lampung Timur AKBP M. Rizal Muchtar, Bupati, Dandim, dan forkopimda. Sebelum acara perahu hias, mereka disambut oleh sejumlah anak-anak dengan tarian pengunten.

Wahyu, Kepala Desa Margasari, mengatakan lomba perahu hias ide dari para nelayan, yang akhirnya dilihat positif oleh Polres Lampung Timur, dan akan menjadi lomba tahunan, dengan sebutan Lomba perahu Hias Kapolres Cup, yang diselenggarakan pada setiap HUT Bhayangkara.

Kapolres Lampung Timur AKBP M. Rizal Muchtar mengatakan lomba perahu hias untuk pertama kalinya digelar dan ia harapkan menjadi agenda rutin pada setiap HUT Bhayangkara.

Selain lomba perahu hias, Polres Lampung Timur juga menyelenggarakan baksos, santunan anak yatim, pembersihan tempat ibadah, dan berbagai acara lainnya, untuk memperingati HUT Bhayangkara ke-77.

BENI ALIF SYUHADA

Jumat, 09 Juni 2023

Menggiurkan, Berkebun Alpukat Sipit Kelawi Panen Ratusan Juta

BAKAUHENI (9/6/2023) – Berkebun buah alpukat ternyata menuai hasil menggiurkan. Sabana, warga Dusun Kayutabu, Desa Kelawi, Bakauheni, Lampung Selatan, meraup keuntungan ratusan juta rupiah setiap panen. Alpukat sipit kelawi saat ini menjadi incaran pelanggan.

Sabana tekun berkebun alpukat sejak 15 tahun lalu. Ia memilih usaha ini karena harga buah alpukat cenderung normal. Alpukat merupakan jenis buah populer dan disukai masyarakat karena rasanya lezat dan kandungan nutrisi tinggi.

Sabana memiliki lahan perkebunan tiga hektar dengan penanaman 25 jenis alpukat. Dalam satu musim panen, pekebun ini memperoleh 40 sampai 60 ton. Dengan harga jual Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram berarti pekebun alpukat meraup hasil Rp600.000.000 sampai Rp900.000.000. Pendapatan besar itu sangat menggiurkan.

Dari penanaman puluhan jenis alpukat terdapat satu varietas incaran pelanggan yaitu alpukat sipit kelawi. Jenis ini merupakan varietas asli Desa Kelawi, Bakauheni. Alpukat kelawi memiliki banyak keunggulan antara lain daging tebal serta rasanya manis dan legit. Pedagang maupun penikmat buah tidak peduli berapapun penawaran harga.

Alpukat sipit kelawi terkenal lebih tahan lama. Buah ini memiliki kadar air lebih sedikit ketimbang jenis alpukat lainya. Pelanggan seputar Lampung Selatan dan daerah lain rela datang jauh-jauh ke kebun karena khawatir kehabisan pada masa panen.

Sabana menjaga kualitas dan rasa alpukat sipit kelawi dengan menghindari pemakaian obat-obatan kimia. Proses budidaya, perawatan hingga pembasmian hama hanya menggunakan obat alami berbahan daun sere.

Pemasaran alpukat sipit kelawi sudah tembus pasar Jawa. Karena kecintaanya berkebun buah, Sabana masuk himpunan buah nusantara. Pekebun ini juga dipercaya mengelola kebun edukasi milik Pemkab Lampung Selatan.

ROY SANDHI

Pemuda Pengangguran Bikin Ojek Online Bangjek di Kalianda

KALIANDA (9/6/2023) – Berawal dari rasa putus asa, pemuda pengangguran berhasil membangun usaha ojek online di Kota Kalianda, Lampung Selatan. Ojek lokal bernama Bangjek ini mampu membuka lapangan kerja baru dengan perputaran uang mencapai miliaran per tahun.

Di kios kecil inilah puluhan driver ojek online Bangjek biasa mangkal. Mereka menunggu pesanan dari pelanggan sambil bercengkerama.

Admin Bangcek dengan terampil melayani pemesanan pelanggan melalui Whatsapp maupun aplikasi. Driver segera berangkat membelajakan semua pesanan pelanggan seperti aneka jenis kuliner hingga barang kebutuhan rumah tangga. Para driver Bangjek siap melayani pesanan di tempat berbeda tanpa tambahan ongkos kirim.

Keberadaan Bangjek di Kota Kalianda mendapat banyak apresiasi terutama pegawai kantoran yang tidak sempat belanja sendiri karena kesibukan. Tentunya dengan tarip terjangkau sesuai jarak tempuh. Tak hanya pesan barang, Bangjek juga siap melayani antar penumpang dengan pelayanan ramah. Dalam waktu singkat, Bangjek singgah di hati masyarakat.

Agung adalah pencetus Bangjek di Kota Kalianda. Dalam status pengangguran karena pemutusan hubungan kerja, pemuda ini berusaha bangkit guna bertahan hidup. Setelah berjalan tiga tahun, Bangjek berkembang positif dengan mengurangi angka pengangguran.

Agung berharap dapat bertemu tokoh Gojek Indonesia, Nadim Makarim. Ia ingin belajar cara membesarkan usaha ojek online. Perputaran uang ojek online Bangjek tembus dua miliar per tahun.

Kini 40 orang bergabung sebagai driver Bangjek. Setiap driver memperoleh penghasilan Rp100.000 hingga Rp300.000 per hari. Sebanyak 10 persen ongkir barang atau jasa pemesanan masuk bangjek.

ROY SHANDI

Minggu, 28 Mei 2023

Sandiaga Uno Menari Udiya di Minang Rua, Lampung Selatan

BAKAUHENI (27/5/2023) - Sandiaga Uno diajak menari Tarian Udiya saat menganugerahi Desa Wisata Indonesia 2023 untuk Desa Wisata Kelawi, Dusun Minangrua, Kelawi, Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu, 27 Mei 2023. Sejumlah petinggi Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Selatan pun mengikuti dari belakang.

Hadir dengan kaos putih dan mengenakan topi khas Lampung Selatan saat masuk Kelawi, Menteri Pariwisata dan Ekonomj Kreatif,  pada awalnya masih mempelajari jenis tarian, hasil kreasi dari tadi bedana itu. Namun, ia akhirnya menikmatinya, karena terus diguide oleh seorang penari.

Saat memasuki Desa Wisata Kelawi, Sandiaga Uno juga dipecik air oleh tetua desa  di pantai berbentang 10 kilometer, memiliki hamparan pasir, green canyon, taman bawah laut untuk snorkelling, Air Terjun Jamara, Air Terjun Khaja Saka, Batu Alif, dan Goa.

Dapat ditempuh lewat Bandara Radin Intan atau menyeberang lewat Pelabuhan Bakauheni, Pantai Minang Rua adalah juga memiliki penangkaran penyu, Bukit Sunrise,yang sering dipakai untuk ngaben dan ruwatan laut.

Warga sekitar komplek wisata juga menyuguhkan Sandiaga Uno sejumlah buah hasil panen daerah sekitar,  penganan, souvenir, cemilan rumah, dan olahan tangkapan nelayan.

Di ujung acara, Sandiaga Uno menyatakan Pantai Minang Rua masuk dalam 75 besar anugerah desa wisata Indonesia Tahun 2023.

ROY SHANDI

Jumat, 12 Mei 2023

Jokowi akan Diundang ke Festival Selancar Krui 2023

KRUI (11/5/2023) - Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal, Kamis, 11 Mei 2023, mengatakan ia akan mengundang Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri menghadiri Festival Selancar Krui atau World Surf League Krui Pro QS 5000 tahun 2023, yang akan diselenggarakan pada 12-18 Juni mendatang di Pantai Tanjung Setia.

Agus Istiqlal optimis Festival Selancar Krui akan diikuti setidaknya 200 peserta karena beberapa daerah lain, seperti Nias dan Mentawai, tidak menyelenggarakan acara yang sama pada Tahun 2023. Ia juga tidak menutup kemungkinan menerima lebih banyak peserta.

Khusus mobilisasi, Bupati Pesisir Barat menyebut akan bekerja sama dengan pihak terkait, untuk mengangkut peserta dengan pesawat jenis CN-235.

Setelah menyelenggarakan beberapa kali Festival Selancar, Agus Istiqlal menyebut kian banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung. Dari biasanya Australia, Jepang, kini datang juga dari Kazakhtan,  Uzbekistan, dan beberapa daerah dari Eropa.

YUAN ANDESTA

Rabu, 10 Mei 2023

Finalis Putri Indonesia Jalan-jalan ke Taman Satwa Lampung

BANDARLAMPUNG (10/5/2023) – Sebanyak 45 finalis putri Indonesia  jalan-jalan ke taman Wisata Lembah Hijau Lampung, Rabu 10 Mei 2023. Kunjungan dalam rangka Lampung Tourism Festival ini bertujuan mempromosikan potensi pariwisata ke kancah nasional.

Taman Satwa Lembah Hijau merupakan salah satu destinasi wisata unggulan sekaligus lembaga konservasi satwa Lampung. Para finalis putri Indonesia berkesempatan melihat langsung keberhasilan pengembang-biakan satwa dilindungi.

Kawasan wisata ini berhasil mengembangbiakkan gajah sumatera serta beberapa jenis satwa lainnya. Indukan gajah bersama anaknya menjadi favorit pengunjung. Finalis putri Indonesia juga melihat beruang madu, siamang, rusa tutul hingga anak burung bayan.

Finalis putri Indonesia 2023 perwakilan Jakarta 1 Giok Kinski Maharani Detri Ayusta mengaku terkesan atas kunjungan ke Taman Satwa Lembah Hijau. Ia menyerukan semangat konservasi dan mengimbau masyarakat untuk peduli pelestarian alam termasuk melindungi satwa dari perburuan liar.

Taman Satwa Lembah Hijau sebagai destinasi wisata dan konservasi satwa dilindungi layak dipromosikan ke kancah nasional. Lembaga ini mampu melindungi warisan kekayaan alam.

Selain Taman Satwa Lembah Hijau, finalis puteri Indonesia juga mengunjungi kawasan wisata bahari, sentra kuliner, kawasan industri UMKM, dan produk kerajinan khas Lampung.

PANDAWA AF

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">