Jumat, 13 Februari 2026

Siswa SMP Pesawaran Jadi Bulan-bulanan Perundungan

NEGERI KATON (13/2/2026) – Seorang siswa SMP Negeri 21 Pesawaran, diduga menjadi bulan-bulanan perundungan sembilan teman sekelas pada awal bulan ini. Orangtuanya tidak terima dan melaporkan kasus ini ke Polres Pesawaran.

Korban berinisial RK, 12 tahun, asal Dusun Sukosari, Pekon Sukoharum, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, mengalami trauma berat setelah dianiaya selama dua hari berturut-turut, 5-6 Februari 2026. Sejak kejadian itu, siswa kelas tujuh ini tidak bersekolah lagi.

RK mengadu kepada orangtuanya menjadi korban perundungan di ruang kelas dan kolam renang. Perbuatan pelaku mengakibatkan korban dirawat Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu.

Ibu korban, Rahma Ika, cepat-cepat membawa ke rumah sakit setelah anaknya mengeluh kesakitan bagian kepala akibat dibenturkan ke tembok. Sang anak juga mengalami sesak nafas dan alat vital sakit saat buang air.

Sedikitnya empat siswa SMP Negeri 21 Pesawaran mengakui dugaan perundungan tersebut. Para terduga pelaku bersama keluarganya sudah meminta maaf dalam sebuah mediasi sekolah. Namun, orangtua RK tetap melaporkan kasus ini ke Polres Pesawaran, Jumat 13 Februari 2026. Keluarga korban menuntut para pelaku diproses hukum.

Kepala SPKT Polres Pesawaran Ipda Leonardo Sinaga membenarkan adanya laporan polisi orangtua korban perundungan dengan terduga pelaku sembilan siswa. Kasus ini akan ditindaklanjuti PPA Polres Pesawaran.

Sekolah mengakui dugaan perundungan dan sudah melakukan mediasi antara orangtua korban dan keluarga siswa terduga pelaku. Korban menolak diajak berdamai. Sembilan siswa sudah dijatuhi skorsing.

PIYAN AGUNG

Jalan Rusak Ruas Purbolinggo ke Bumi Jaya Ditanami Pisang

PURBOLINGGO (13/2/2026) – Jalan poros Purbolinggo-Bumi Jaya, Lampung Timur, ditanami pisang. Aksi ini sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan bertahun-tahun yang tidak diperbaiki.

Warga Purbolinggo sudah mengusulkan perbaikan jalan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrencang) tingkat desa maupun kecamatan. Kerusakan jalan juga diadukan ke anggota dewan tetapi hasilnya nihil.

Jalan poros Purbolinggi sengaja ditanami pisang sebagai bentuk protes sekaligus rambu-rambu bagi para pengendara lantaran jalan sangat membahayakan saat hujan. Kerusakan jalan mengakibatkan kerusakan mesin, kendaraan terguling hingga kecelakaan lalu-lintas.

Warga juga memasang baliho bernarasi satir di sepanjang jalan rusak. Kondisi jalan lintas Purbolinggo-Bumi Jaya terancam putus sehingga tidak memungkinkan akses menuju Metro. Ruas jalan ini hancur 85 persen dan sisa 15 persen pun membahayakan lalu-lintas.

Jika tuntutan perbaikan jalan terus diabaikan, warga berencana demo besar-besaran k epusat pemerintahan Lampung Timur.

Perwakilan warga didampingi Camat Amir Hazah dan Kapolsek AKP Irwan Susanto beraudiensi dengan Pemkab Lampung Timur, Kamis 12 Februari 2026. Mereka menyampaikan aspirasi perbaikan jalan. Warga taat bayar pajak tetapi jalan tetap rusak.

Kepala Dinas PUPR Lampung Timur Primadhiarta Ramadheni mengungkap rencana pemerintah membangundua ruas  jalan Purbolinggo yaitu ruas Bumi Jaya-Tanjung Kesuma dan Tanjung Kesuma-Taman Endah. Pembangunan jalan rigit beton ini sudah disetujui Pemprov Lampung dan tinggal menunggu pengerjaan pertengahan tahun.

MUHAMMAD FARID



Aliran Sungai Way Pisang Tersumbat Tumpukan Sampah

PALAS (13/2/2026) – Petani  sepanjang aliran Sungai Way Pisang, Palas, Lampung Selatan, menjerit karena musim tanam sering gagal tersapu banjir. Arus sungai selalu meluap akibat tersumbat sampah dan tumpukan kayu.

Petani mengeluh gagal tanam berkali-kali setiap bulan. Bibit padi baru ditanam lenyap disapu banjir. Areal persawahan terdampak banjir Sungai Way Pisang mencapai ratusan hektar.

Sampah menyumbat selama berbulan-bulan. Kondisi ini dieperburuk oleh penumpukan kayu dan ranting di aliran sungai dekat persawahan. Air otomatis terbendung dan meluap selepas hulu hingga hilir. Sebulan tika kali kebanjiran dan penanaman bibit padi juga berulang tiga kali.

Petani mendesak Pemkab Lampung Selatan bersama dinas terkait mengatasi banjir dengan pembersihan alur Sungai Way Pisang. Petani sudah gotong-royong menyingkirkan tumpukan sampah dengan volume terbatas. Upaya itu tidak sebanding karena sungai kembali penuh sampah dan tumpukan kayu. 

Petani berharap pemerintah menurunkan alat berat. Tumpukan sampah mencapai ribuan meter kubik tidak mungkin diatasi dengan tangan kosong.

Penumpukan sampah paling parah berada di Dusun Muara Padas. Tumpukan sampah menjadi sarang berang-berang. Banjir mulai menggerus tanggul sehingga potensi banjir makin nyata. Petani dihantui kekhawatiran setiap turun hujan.

Tokoh masyarakat juga turun tangan begitu melihat banyak sampah dan tumpukan kayu sepanjang aliran sungai.  Dampak luapan air sungai makin luas dan merugikan petani.

Salah satu petani menjerit karena kewalahan sawahnya kebanjiran enam kali dalam sebulan. Petani menuding tanggul sungai tidak mampu mengatasi luapan banjir.

ADHE KOLA

Kebutuhan Pokok Diborong Meski Harga Berlomba Naik

TANJUNGAN (13/2/2026) – Warga memborong kebutuhan pokok di Pasar Tanjungan, Lampung Selatan, meski harga berlomba-lomba naik menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Komoditas cabai keriting mencatat kenaikan paling tinggi Rp70 ribu per kilogram.

Suasana Pasar Tanjungan ramai di tengah lonjakan harga cabai dan sayuran, Kamis 12 Februari 2026. Harga cabai kerinting melonjak dari Rp40 ribu menjadi Rp55 ribu. Pedagang bahkan sudah memperhitungkan harga menjadi Rp70 ribu sampai hair terakhir menjelang Ramadhan.

Harga sayur-mayur seperti kol, bayam dan kangsung ikut-ikutan naik karena pasokan seret sebagai dampak puncak musim hujan. Bayam dan kangsung biasanya mudah didapatkan dalam jumlah banyak. Stok menipis karena petani tidak bisa panen dalam kondisi hujan deras.

Pedagang tempe membenarkan kenaikan harga serentak kebutuhan pokok. Fenomena itu biasa terjadi setiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Namun, harga tempe tidak naik yaitu Rp5.000 per bungkus. Tempe ini biasanya dipotong menjadi dua.


GELLY ANTHONIYOS

Ngumpet di Gardu, Pembacok Pasutri di Sidomulyo Ditangkap

KALIANDA (13/2/2026) – Pembacok pasangan suami-istri pemilik toko di Sidomulyo ditangkap tim gabungan Polsek Sidomulyo dan Satreskrim Polres Lampung Selatan, Jumat pagi 13 Februari 2026. Pelaku melakukan penganiayaan karena dendam eprnah dimaki-maki.

Tersangka berinisial ABG, 33 tahun, warga Dusun Banjar Sari, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Ia satu desa dengan korban pasutri Rohimah, 49 tahun, dan Fajri, 62 tahun.

ABG ngumpet di gardu persembunyian sejak membacok Rohimah dan Fajri pada Rabu malam pukul 19.30 WIB. Lokasi persembunyian terungkap berkat informasi masyarakat.

Tim gabungan juga sudah mengetahui ciri-ciri pelaku berdasarkan laporan korban, Kamis kemarin. Meski begitu polisi sempat melakukan penyisiran sampai Desa Bali Nuraga, Kecamatan Way Panji.

Tersangka ditangkap tanpa perlawanan dan masih diperiksa Polsek Sidomulyo. Pria ini sempat membuang golok yang dipakai membacok pasutri pemilik toko di Dusun 2 Katibung, Desa Sidomulyo. Senjata tajam itu dibuang ke parit.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri mengatakan pelaku mengakui pembacokan Rohimah dan Fajri karena dendam pernah dimaki-maki. Pelaku mendatangi toko sambil membawa dua golok. Ia berpura-pura menawar dagangan.

Begitu dilayani, pria ini langsung membacok paha kiri Rohimah hingga menjerit histeris. Tangan kanan suami Rohimah pun disabet senjata tajam ketika hendak menolong.

Polisi menelusuri pelarian tersangka sejak Kamis sampai Jumat pagi. Informasi masyarakat melihat terduga pelaku jalan kaki sambil membawa sejumlah barang.  Pelaku sempat membuang golok dekat gardu persembunyian.

Golok ditemukan bersama barang bukti penutup wajah warna hitam, tas pinggang, topi, handphone dan jaket hitam.

ADHE KOLA

Kamis, 12 Februari 2026

Hujan Dua Jam Membuat Pringsewu Dikepung Banjir

 

 PRINGSEWU (12/2/2026) –  Banjir setengah hingga satu meter mengepung Pringsewu setelah kawasan ini diguyur hujan dua jam pada Kamis, 12 Februari 2026. Jalan Lintas Barat sempat lumpuh di beberapa titik dan kemacetan mengular dari arah Bandarlampung dan Tanggamus.

Beberapa daerah yang dilaporkan banjir, mulai dari Wates, Tambahrejo, Sidoharjo, Pringsewu Kota,  Waluyo Jati, Pajaresuk, Pringombo, Podomoro,  Pringsewu Selatan.

Sejumlah warga menyebut banjir kali ini terbesar dibandingkan sebelumnya, karena ketinggian air mencapai satu meter, dan luapannya memasuki hampir seluruh rumah.

Seorang warga sempat mengunggah sebuah video tentang rumah keluarganya yang sudah separo diisi air. Mereka tak sempat menyelamatkan barang-barang yang terdapat di ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur.

Rudi, warga Pringsewu Selatan, mengatakan hujan datang sekitar pukul dua siang, namun air belum surut hingga sore hari. Mereka hanya bisa mengunci rumah dan tidak berani masuk ke dalamnya, karena seluruh barang-barang basah.

Sri Widarti, warga Pringombo, tidak mengira hujan kali ini membuat kawasan Hotel Urban banjir setinggi satu meter. Ia menyebut luapan terjadi karena kali di daerah sekitar tidak mampu lagi menampung debit air dan masuk ke dalam rumah.

Dengan menggendong cucu, karena puterinya sedang menguras air, Sri Widarti melihat banjir sudah menjadi rutin di kawasan itu pada saat hujan dan terus membesar dari tahun ke tahun.

Kabar banjir sudah ramai di media sosial sejak siang. Sejumlah petugas Lantas Polres Pringsewu mengabarkan banjir di beberapa titik di Jalan Lintas Barat, dan meminta pengendara berhati-hati, terutama pemakai kendaraan roda dua.

Banjir masih ditemui di sejumlah titik hingga malam, meski ketinggiannya mulai surut. Warga sejumlah pekon sibuk membereskan rumahnya agar keluarga bisa istirahat.

PIYAN AGUNG

Berekam Jejak Buruk, Mahasiswa Tuntut Rektor UIN Metro Mundur

 

 METRO (12/2/2026) – Puluhan mahasiswa UIN Jurai Siwo Metro, Kamis, 12 Februari 2026,  menuntut rektor mereka mundur karena diduga memiliki rekam jejak yang buruk sebelum menjabat pimpinan perguruan tinggi tersebut.

Tuntutan puluhan mahasiswa tersebut disampaikan lewat unjuk rasa, dengan  melakukan orasi dan membakar ban di jalanan dan halaman Gedung Rektorat UIN Jurai Siwo Metro.

Dalam orasinya, jubir mahasiswa menyebut Ida Umami, rektor mereka, diduga pernah memalsukan dokumen terkait Kartu Indonesia Pintar atau KIP dan PPIH Haji.

Aksi unjuk rasa sempat tegang ketika para mahasiswa meminta Ida Umami menandatangani surat pernyataan mundur dari rektor dan wanita berusia paro baya itu tidak bersedia.

Ida Umami mengatakan perkara yang disebut-sebut para mahasiswa tidak terkait dengan manajemen UIN Jurai Siwo Metro pada saat ini dan ia sudah memperoleh SP3 dari Kepolisian.

SONNY SAMATHA

Kentongan Bambu Jadi Peringatan Bencana di Lampung Barat

LIWA (12/2/2026) – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meluncurkan sistem peringatan bencana berbasis kearifan lokal berupa kekuhan atau kentongan bambu di SMP Negeri 1 Liwa, Kamis 12 Februari 2026.

Peluncuran system peringatan bencana ditandai dengan pemukulan kekuhan kekuhan Bupati Parosil Mabsus dan diikuti undangan. 

Parosil Mabsus memilih kekuhan sebagai sistem peringatan bencana berbasis kearifan lokal dengan alasan kentongan bambu memiliki sejarah peninggalan nenek moyang. Kekuhan menjadi alat komunikasi masyarakat sejak zaman dulu.

Kekuhan menjadi sarana masyarakat dalam memberitahukan atau menyampaikan berita penting termasuk waktu sholat. Kentongan bambu tetap menjadi alat komunikasi efektif di zaman modern.

Apalagi Lampung Barat merupakan daerah rawan bencana dengan kondisi wilayah berbukit dan dilewati Sesar Semangko. Kentongan bambu dapat digunakan dalam situasi seperti apapun termasuk bencana alam.

Penggunaan kentongan bambu terdapat tujuh pola ketukan tanda komunikasi. Tiga ketukan pendek tiga kali mengabarkan orang meninggal dan ketukan pendek tiga kali menandakan kemalingan, begitu seterusnya.

LILIANA PARAMITA

Perampok dan Perudapaksa Konten Kreator Diringkus di Pintu Tol Mesuji

SIMPANG PEMATANG (12/2/2026) – Dua tersangka perampokan dan perudapaksa seorang konten kreator wanita diringkus polisi di exit tol SImpang Pematang, Mesuji, Minggu 8 Februari 2026. Pelaku diduga hendak kabur.

Satreskrim Polres Mesuji bersama Polsek Mesuji Timur meringkus tersangka berinisial B, warga Desa Sungai Buaya, dan IM, warga Desa Dwi Karya Mustika. Keduanya diduga merampok harta benda milik konten kreator bernama UHZ di rumah kontrakan Desa Tanjung Mas Rejo, Kecamatan Mesuji Timur.

Selain merampas barang-barang berharga, kedua tersangka juga menculik dan merudapaksa UHZ. Korban mengalami trauma berat.

Kasat Reskrim Polres Mesuji AKP Frenanta mengungkap penangkapan kedua tersangka, Kamis 12 Februari 2026. Polisi memburu pelaku setelah menerima laporan korban. Tersangka melakukan kejahatan dengan modus mendatangi kontrakan dan berpura-pura memperbaiki kran air.

SULISTIONO

Pasutri Pemilik Toko Dibacok Pria Tak Dikenal di Lampung Selatan

SIDOMULYO (12/2/2026) – Pasangan suami-istri pemilik toko dibacok orang tidak dikenal di Dusun Katibung Dua, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Rabu malam 11 Februari 2026. Kedua korban dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka serius.

Suami-istri bernama Fajri dan Rohimah didatangi pelaku yang berpura-pura menawar barang dagangan. Istri segera melayani tetapi pria tidak dikenal itu tiba-tiba mencabut dua golok dan membabat paha. Korban seketika menjerit histeris hingga suami bergegas menolong. Fajri juga dibacok mengenai lengan kanan.

Kakak korban, Ruli, mengatakan pembacok adiknya langsung kabur tanpa mengambil barang dagangan dalam toko. Warga berdatangan mendengar teriakan Rohimah dan membawa korban ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda dalam kondisi luka serius.

Ruli mengungkapkan temuan satu unit sepeda motor di bawah jembatan layang dekat toko. Kendaraan ini diduga kuat milik pelaku dan sengaja ditinggalkan karena melarikan diri.

Keluarga korban mencurigai motor tersebut milik seorang mantan pekerja toko material di lingkungan desa tersebut. Pekerja itu sudah lama diberhentikan. Kejadian ini dilaporkan ke polisi dan korban berharap terduga pelaku segera ditangkap.

GELLY ANTHONIYOS

Kematian Janggal, Makam Kades di Lampung Selatan Dibongkar

PENENGAHAN (12/2/2026) – Tim forensik  Dokpol  Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung membongkar makam Sohilal bin Ishak, seorang kepala Desa Kelau, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis 12 Februari 2026. Pembongkaran ini atas permintaan keluarga karena adanya kejanggalan kematian.

Pembongkaran makam berlangsung dari pukul 11.00 hingga selesai 14.30 WIB. Pemakaman jenazah belum genap sepekan. Keluarga meminta petugas melakukan autopsi jenazah Sohilal bin Ishak yang diduga meninggal dunia karena mengakhiri hidup sendiri di rumah kontrakan Tanjungkarang Timur, Bandarlampung.

Namun, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan. Istri almarhum, Elly Mei Anggrain beserta keluarga telah membuat laporan polisi ke Polsek Tanjungkarang Timur.
Keluarga tidak melihat tanda-tanda dugaan mengakhiri hidup sendiri sehingga sempat menolak autopsi dan meminta jenazah langsung dibawa pulang.

Kecurigaan kembali muncul saat pemandian jenazah menemukan bekas jeratan di leher. Sementara informasi dari polisi, korban menggunakan alat kain. Atas kejadian tersebut, keluarga menduga kematian karena pembunuhan.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungkarang Timur Ipda Ibrahim mengatakan proses ekshumasi  hari ini atas permintaan keluarga guna autopsi jenazah Sohilal bin Ishak. Hasil autopsi baru diketahui sebulan kemudian.

Pengacara keluarga Sohilal bin Ishak, Joni, berterima kasih kepada petugas melakukan autopsi dengan harapan dapat menemukan titik terang atas penyebab kematian. Keluarga tidak menghendaki adanya kejanggalan kematian karena dugaan pembunuhan berencana.

ADHE KOLA



Sapi Tercebur Sumur Kedalaman Sembilan Meter di Pringsewu

SUKOHARJO (12/2/2026) – Seekor sapi betina milik Badio, 47, warga Dusun 2 Panggung Rejo Utara, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, hilang dari kandang, Rabu pagi 11 Februari 2026. Sapi itu ditemukan dalam sumur warga setempat.

Warga kesulitan mengambil Sapi dalam sumur sedalam 9 meter, hingga Pekon Panggung Rejo Utara menghubungi petugas Damkar Pringsewu Posko  Sukoharjo.

Danru Damkar Regu 3 Posko Sukoharjo menyebut sapi tersebut terlepas dari kandanghingga menghilang lalu ditemukan dalam sumur di lingkungan kadus 2.

Damkar Pringsewu menerima laporan sapi tercebur sumur di Panggung Rejo Utara pukul 10.30 WIB. Butuh hampir 2 jam untuk mengevakuasi sapi dalam keadaan hidup dan diserahkan ke pemiliknya.

PIYAN AGUNG

Jet Tempur F-16 TNI AU Mendarat di Tol Terpeka

BANDARLAMPUNG (12/2/2026) – TNI Angkatan Udara menggelar uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur F-16 di ruas jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayuagung (Terpeka). Badan jalan tol disulap menjadi landasan darurat sebagai bagian strategi pertahanan negara.

TNI menguji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur di Jalan Tol Trans Sumatera kilometer 228-231. Jet F-16 berhasil mendarat dengan mulus. Begitu juga lepas landas dari ruas tol lurus sampai mengangkasa tanpa hambatan.

Suara gemuruh mesin pesawat tempur sempat menggetarkan kawasan ini. Dalam hitungan detik, pesawat meluncur rendah untuk mendarat dengan presis. Tak lama berselang, pesawat tempur buatan Amerika Serikat itu lepas landas dengan mulus.

Aksi ini disaksikan jajaran tinggi TNI Angkatan Udara serta aparat gabungan yang melakukan pengamanan ketat di sepanjang ruas tol. Uji coba ini menguji kesiapan infrastruktur sipil, khususnya jalan tol sebagai landasan alternatif dalam situasi darurat atau kondisi perang.

Selama uji coba pendaratan dan lepas landas, ruas tol Terpeka ditutup sementara. TNI Angkatan Udara melakukan sterilisasi menyeluruh untuk menjamin keselamatan dan kelancaran latihan.

Rangkaian uji coba berjalan aman, lancar dan terkendali. TNI Angkatan Udara menegaskan latihan ini merupakan bagian strategi besar pertahanan udara nasional, sekaligus bentuk kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman sewaktu-waktu.

PANDAWA AF

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">