Kamis, 12 Februari 2026

Minibus Terjun ke Sungai saat Lintasi Jembatan Gantung di Tanggamus

PUGUNG (11/2/2026) – Sebuah minibus berpenumpang 20 orang dan balita terjun ke sungai saat melintasi jembatan gantung di Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Senin petang 9 Februari 2026. Kecelakaan ini mengakibatkan tiga penumpang luka berat.

Minibus Suzuki Carry dengan nomor polisi BE 1058 UU dikemudikan Asadin, 48 tahun, warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung, melintasi jembatan gantung sepulang menghadiri resepsi pernikatan di Kecamatan Gisting, Tanggamus.

Jembatan gantung itu menjadi akses utama warga setempat termasuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Kapasitas jembatan sangat terbatas karena lebarnya hanya satu setengah meter dan panjang 15 meter.

Minibus terjun ke sungai berkedalaman 10 meter karena besi penahan seling jembatan gantung patah. Banyaknya penumpang dalam kendaraan diduga turut memicu minibus hilang keseimbangan begitu jembatan mulai miring.

Kecelakaan ini mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami patah tulang bahu, luka memar bagian dada, dan lecet. Para korban sempat dirawat Rumah Sakit Surya Asih Pringsewu sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandarlampung.

Selain itu ada penumpang remaja mengalami patah tulang bahu kiri, luka lecet kaki kiri, serta nyeri pinggang sedang dirawat di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Penumpang lainnya termasuk balita menderita luka ringan.

Kadus 2 Jati Agung, Pekon Banjar Agung Ilir, Deden Saputra, membenarkan minibus berpenumpang 20 orang dan balita jatuh ke sungai sepulang menghadiri resepsi pernikahan. Seluruh penumpang merupakan warga Banjar Agung Ilir.

Jembatan gantung miring dan menjatuhkan mobil akibat seling putus. Jembatan ini sudah berusia 45 tahun dan pernah diperbaiki dua kali tahun 2011 dan 2023 dengan dana swadaya masyarakat.

PIYAN AGUNG

Rabu, 11 Februari 2026

Kawanan Begal Sadis Tersungkur Ditembak Polisi Lampung Utara

KOTABUMI (11/2/2026) – Polres Lampung Utara menembak pasangan begal sadis di perkebunan kopi Bukit Kemuning dan seorang residivis maling motor di Kotabumi Selatan, Minggu siang 8 Februari 2026. Para pelaku merampas dan menggasak kendaraan dengan todongan pisau serta senjata api.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan merilis pengungkapan kasus pembegalan dan pencurian motor di Aula Rekonfu, Rabu 11 Februari 2026. Dua begal motor di Bukit Kemuning dan residivis maling motor dilumpuhkan dengan tembakan karena melawan saat ditangkap.

Kawanan  begal berinisial AG, 37 tahun, dan AR, 30 tahun, beraksi di perkebunan kopi Bukit Kemuning, Minggu siang 8 Februari 2026. Pelaku mempet korban dan menendangnya hingga terjatuh. Mereka merampas kendaraan dengan todongan pisau.

Pengejaran polisi berhasil meringkus kawanan begal di Baradatu, Kabupaten Waykanan.  Namun, keduanya nekat melawan dan coba melarikan diri saat pengembangan. Polisi terpaksa melumpuhkan begal dengan tembakan. Salah satu pelaku merupakan residivis pencurian tahun 2017.

Petugas mengamankan barang bukti motor Honda Beat BE 5627 KA, Honda Stylo hijau, STNK , sebilah pisau bergagang kayu.

Kasus kejahatan kedua terjadi di Tanjung Aman, Kotabumi Selatan. Kawanan maling menggasak motor di pusat kebugaran, Jumat 6 Februari 2026. Pelacakan Tekab 308 Presisi Polres Lampung Utara menemukan pelaku asal Lampung Tengah berinisial JN, 34 tahun, di Kelurahan Kelapa Tujuh.

Penangkapan maling motor ini diwarnai baku tembak. Peluru maling menembus kap mobil dinas polisi. Petugas membalas tembakan tepat mengenai kaki. JN tersungkur tetapi seorang rekannya kabur ke arah perkebunan.

Dari tangan JN didapatkan barang bukti motor Honda Beat curian, senpi rakitan beserta empat peluru, sebilah badik, kunci T dan peralatan pembobol kendaraan.

AKBP Deddy Kurniawan mengungkap komplotan JN merupakan spesialis maling motor lintas daerah dengan 18 TKP di Lampung Utara dan 11 TKP di Lampung Tengah. JN diduga juga menjarah kendaraan di daerah lain sejak 2024 sampai 2026.

ADI SUSANTO

Produksi Bata di Lampung Selatan Anjlok Selama Puncak Musim Hujan

KATIBUNG (11/2/2026) – Kapasitas produksi sentra bata di Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, turun drastis selama musim hujan. Proses produksi bahkan sempat terhenti total pada puncak curah hujan awal tahun.

Perajin bata dihantui kekhawatiran selama musim hujan. Produksi bata terhambat minimnya paparan sinar matahari sehingga perlu gerak cepat dalam memanfaatkan celah cuaca.

Wanita perajin bata di Desa Pardasuka, Suswarti, mengakui anjloknya produksi bata selama musim hujan dibandingkan kondisi normal. Hal ini akibat tempo pengeringan butuh waktu lebih lama dari seminggu menjadi dua minggu. Akibatnya kapasitas produksi merosot dari 3.000 menjadi 1.500 bata per minggu.

Kondisi serupa dirasakan Lamijo, seorang pemilik rumah produksi bata di Desa Pardasuka. Curah hujan tinggi periode Desember 2025 hingga Februari 2026 bahkan memaksa penghentian produksi dan para pekerja sampai diliburkan. Awal bulan ini diupayakan peningkatan produksi untuk menutupi kerugian sebelumnya.

Kecamatan Katibung memang dikenal sebagai sentra produksi bata dengan jumlah rata-rata 20 pengusaha atau perajin per desa. Hasil produksi didistribusikan ke berbagai kecamatan, termasuk Merbau Mataram, Kalianda hingga pasar terbesar Kota Bandarlampung.

Harga bata mengalami fluktuasi selama musim hujan yaitu berkisar Rp290 ribu sampai Rp300 ribu per seribu bata. Harga sempat melonjak jadi Rp350 ribu karena terdorong minimnya stok. Namun, harga kembali stabil seiring stabilnya produksi.

GELLY ANTHONIYOS


Puslabfor Selidiki Mayat Terbungkus Plastik di Kosan Bandarlampung

BANDARLAMPUNG (11/2/2026) – Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Palembang turun ke lokasi penemuan mayat dengan kondisi kepala terbungkus plastik dan terlilit lakban di sebuah rumah kos Jalan Untung Suropati, Labuhanratu, Bandarlampung, Rabu 11 Februari 2026.

Tim Puslabfor datang pukul 09.30 WIB melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan guna mengungkap penyebab kematian korban Indra Djaya, 61 tahun, warga Tangerang, Jawa Barat.

Lokasi dijaga ketat hingga petugas menyelesaikan pemeriksaan pukul 11.50 WIB. Petugas memeriksa seisi kamar korban serta lingkungan sekitar kos untuk mengumpulkan barang bukti.

Indra Djaya sebelumnya ditemukan meninggal dunia pada Sabtu 7 Februari 2026 dalam kondisi terbujur kaku di kamar kos Trijo. Kepalanya terbungkus plastik dan lakban. Pintu kamar terkunci dan tidak ada kerusakan apapun.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Gigih Andri Putranto menyampaikan pelibatan Puslabfor Palembang untuk memperkuat proses penyelidikan. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik guna mengungkap penyebab kematian Indra Djaya.

ARI IRAWAN

Sejumlah SD Lampung Selatan Belum Dapat Makan Bergizi Gratis

PENENGAHAN (11/2/2026) – Sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Penengahan dan Palas, Lampung Selatan, belum mendapat jatah makan bergizi gratis (MBG). Padahal, sekolah dan masyarakat rela memperbaiki jalan rusak demi kelancaran distribusi makanan tersebut.

Sedikitnya empat sekolah dasar sampai saat ini menunggu jatah MBG yaitu SDN 2 Rawi dan Madrasah Tsanawiyah Sukaraja, Kecamatan Penengahan serta SDN 1 Suka Bakti dan SDN 1 Pematang Baru, Kecamatan Palas.

Guru-guru SDN 2 Rawi menyebut para siswa tiap hari mempertanyakan jatah MBG. Kepala sekolah dan dewan guru sibuk menenangkan siswa dan optimis distribusi MBG segera sampai sekolahnya mengingat program ini merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Siswa tetap antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar dan mengisi waktu istirahat dengan bermain tebak gambar hingga kelereng. Anak-anak sebenarnya sudah tidak sabar ingin menikmati menu MBG terdiri nasi, lauk-pauk rendang, susu dan buah-buahan.

Sekolah menduga faktor kerusakan jalan menghambat distribusi MBG ke SDN 2 Rawi. Karena itu guru dan masyarakat rela swadaya mengecor jalan agar SPPG segera mengirim makanan tersebut.

Korwil SPPG Penengahan Aldi Koko Yulius memastikan SDN 2 Rawi mendapat jatah MBG dalam waktu dekat. Makanan gratis ini akan dikirim melalui SPPG Palas karena jaraknya lebih dekat.

ADHE KOLA

PPPK Paruh Waktu Pesibar Pertanyakan Kejelasan Gaji

KRUI (11/2/2026) – Sejumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu mempertanyakan kejelasan gaji karena belum gajian empat bulan dan nominal gaji itu tidak tercantum dalam surat keputusan.

Pemkab Pesisir Barat mengangkat seribuan PPPK Paruh Waktu pada akhir 2025. Pengangkatan ini bertujuan menata tenaga honorer agar bekerja sesuai penempatan awal guna mengoptimalkan pelayanan publik.

Jam kerja PPPK Paruh Waktu mengikuti ASN yaitu Senin hingga Kamis pukul 07.30 sampai 16.00 WIB dan Jumat masuk pukul 07.30 hingga pukul 17.00 WIB.

PPPK Paruh Waktu belum gajian selama empat bulan sejak pengangkatan akhir 2025 hingga Februari 2026. Para pegawai juga mempertanyakan kejelasan nominal gaji mengingat hak finansial itu tidak tercantum dalam surat keputusan tetapi hanya tertulis di SK upah dengan perjanjian kerja.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Pesisir Barat Eko Priyanto  mengatakan nominal gaji dicantumkan dalam perjanjian kerja antara PPPK Paruh Waktu dengan PPK sebagaimana ketentuan BKN. Perihal jam kerja mengikuti ASN yaitu 37,5 jam seminggu.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pesisir Barat Mizar Diyanto membenarkan gaji PPPK Paruh Waktu belum terbayarkan empat bulan sejak pengangkatan akhir 2025 hingga Februari 2026.

Besaran gaji PPPK Paruh Waktu lulusan SMA minimal Rp700 ribu, diploma Rp800 ribu, S1 Rp1 juta, dan S2 Rp1,2 juta. Pemkab Pesisir Barat berupaya membayar gaji PPPK Paruh waktu secepatnya. Namun periode ini pemerintah sedang menata anggaran sekaligus perubahan struktur organisasi dan tata kerja.

YUAN ANDESTA

Selasa, 10 Februari 2026

Tantang Polisi Baku Tembak, Maling Roboh di Kotabumi

KOTABUMI (10/2/2026) – Komplotan spesialis maling motor nekat menantang polisi baku tembak di Wonosari, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Senin 9 Februari 2026. Salah satunya roboh setelah kakinya tertembus dua peluru.

Tim Resmob Tekab 308 Presisi Polres Lampung Utara memburu komplotan maling motor berjumlah dua orang setelah menerima laporan pencurian. Pelaku diduga maling lintas daerah dan membawa senjata api.

Salah satu tersangka menantang dengan tembakan mengarah polisi. Peluru mengenai mobol dinas hingga tembus bagian kap.  Baku tembak tak terhindarkan. Polisi membalas dengan tembakan terukur mengenai kaki. 

Senjata maling kembali menyalak dan seketika dibalas polisi dengan tembakan tepat sasaran. Dalam situasi genting, satu anggota komplotan roboh tetapi rekannya kabur. Tersangka luka tembak berinisial JN dibawa ke UGD Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi guna mendapatkan perawatan.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel, Selasa 10 Februari 2026, membenarkan penangkapan tersangka maling motor diwarnai baku tembak. Hasil pemeriksaan mengungkap komplotan JN sudah beraksi lebih 20 TKP. Polres sejauh ini sudah menerima 18 laporan pencurian motor terduga pelaku komplotan JN.

Polisi mengamankan barang bukti berupa senjata api rakitan jenis revolver beserta peluru dan satu unit sepeda motor milik pelaku. Sementara rekan tersangka masih diburu.

ADI SUSANTO

Gogoh Ikan di Kubangan Jalan, Cari Perhatian Bupati Pringsewu

AMBARAWA (10/2/2026) – Ratusan warga termasuk emak-emak dan anak-anak tumpah di jalan rusak Pekon Jati Agung  Kecamatan Ambarawa, Pringsewu. Mereka beramai-ramai gogoh ikan untuk menarik perhatian bupati agar segera memperbaiki kerusakan jalan.

Jalan lintas Pekon jati Agung rusak selama sembilan tahun sehingga banyak kubangan. Lubang jalan bertebaran ini menjadi sumber petaka bagi pengguna jalan. Apalagi musim hujan dengan kondisi licin dan kubangan menganga sering mencelakai pengendara motor maupun mobil.

Warga berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi memerhatikan kerusakan jalan. Karena tak kunjung diperbaiki, warga berinisiatif menebar tiga kuintal ikan di kubangan jalan. 

Sebaran ikan segera menjadi rebutan. Emak-emak, anak-anak, pemuda hingga tokoh masyarakat rela gontok-gontokan demi menangkap ikan bertebaran tersebut. Gogoh ikan di kubangan jalan disertai derai canda tawa sejatinya bukan semata-mata memperebutkan ikan gratis.

Warga Pekon Jati Agung sebenarnya melakukan protes kreatif. Aksi ini bertujuan menyindir pemerintah daerah atas kerusakan infrastruktur jalan. Kerusakan ini menghambat aktivitas warga maupun akses kendaraan.

Ketua Karang Taruna Pekon Jati Agung mengakui aksi Gogoh ikan sebagai bentuk protes kepada Pemkab Pringsewu. Pemerintah sudah lama mengabaikan kerusakan jalan Pekon Jati Agung. Warga sering swadaya memperbaiki jalan dengan material seadanya sambil menunggu realisasi janji-janji wakil rakyat dan bupati menjelang pemilu maupun pilkada.


PIYAN AGUNG




Kontraktor Jalan Pesibar Palsukan Alamat di Bandarlampung

BANDARLAMPUNG (10/2/2026) – Kontraktor proyek Jalan Gedung Cahya Kuningan–Simpang 4, Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, diduga memalsukan alamat kantor di sebuah kompleks perumahan Bandarlampung.

Proyek jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut dikerjakan CV Putra Palapa beralamat di Perumahan Rajabasa Permai Blok H 32-34, Kecamatan Rajabasa, Bandarlampung. Baru selesai dua bulan, proyek APBD 2025 bernilai Rp3,4 miliar itu sudah rusak.

Penelusuran alamat CV Putra Palapa, Selasa 10 Februari 2026, tidak menemukan kantor kontraktor di Perumahan Rajabasa Permai Blok H 32-34. Kontraktor diduga menggunakan alamat fiktif.

Warga perumahan memastikan blok Perumahan Rajabasa Permai hanya memiliki nomor H1 sampai H7. Ia sudah tinggal di sana lebih 20 tahun dan tidak pernah melihat kantor kontraktor. Seluruh kompleks perumahan hanya dihuni warga, tanpa ada satupun perkantoran di Blok H32-34 yang memang tidak pernah ada.

Ketua Komisi II DPRD Pesisir Barat Ellya Triskova melakukan sidak Jalan Gedung Cahya Kuningan–Simpang 4, Kecamatan Ngambur, karena penemuan kerusakan meski jalan baru selesai dibangun dua bulan. Kondisi jalan retak-retak dan aspal mengelupas.

Ellya Triskova menyatakan akan memanggil konsultan pengawas serta dinas terkait untuk meminta penjelasan atas kualitas pekerjaan jalan termasuk proses tender dan administrasi perusahaan.

ARI IRAWAN

Warga Lampung Timur Ngotot Jembatan Mangkrak Cepat Dibangun

WAY BUNGUR (10/2/2026) – Warga bersama kepala Desa Tanjung Tirto dan Kalipasir, Kecamatan Way Bungur, mendesak Pemkab Lampung Timur mempercepat persiapan pembangunan jembatan mangkrak tanpa alasan apapun.

Jembatan Way Bungur mangkrak sekitar 10 tahun sebagai dampak dugaan korupsi. Proyek jembatan akan dilanjutkan pemerintah pusat dengan dukungan APBN.

Pemkab Lampung Timur bersama perangkat desa serta  Desa Tanjung Tirto dan Kalipasir mengadakan rapat koordinasi dan sinkronisasi proyek Jembatan Way Bungur di Aula LDII Tanjung Tirto, Selasa 10 Februari 2026.

Rapat ini membahas persiapan Pemkab Lampung Timur dalam mengantisipasi permasalahan dan hambatan pembangunan jembatan. Proyek ini bakal membutuhkan pembebasan lahan sesuai kebutuhan jalur jembatan.

Kepala Desa Kalipasir Joko Suprianto menegaskan tuntutan warga kepada Pemkab lampung Timur untuk mempersiapkan pembangunan jembatan tanpa alasan apapun. Rapat sempat menyinggung masalah status tanah tetapi lokasi pembangunan jembatan sah milik warga. Tanah tersebut tidak lagi masuk wilayah kehutanan sejak tahun 2022.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuriyama mengatakan rapat koordinasi dan sinkronisasi melibatkan semua dinas terkait . Pembangunan Jembatan Wau Bungur memang sudah mendesak dan dimulai secepatnya.

Rapat dihadiri bupati Lampung Timur bersama jajaran, Kepala Satker P2JN Lampung Habib Hasan, Kepala Bidang PJSA Mesuji dan Sekampung Samuel Wahyu Atmoko, Kodim, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat.

MUHAMMAD FARID

Kernet Truk Tewas Tabrakan Beruntun di Jalintim Mesuji

MESUJI TIMUR (10/2/2026) – Tiga truk tabrakan beruntun di Jembatan Way Akuan, Jalan Lintas Timur (Jalintim) kilometer 169 Permukiman Moro-Moro, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Senin  jam 10 malam 9 Februari 2026. Kecelakaan ini menewaskan seorang kernet dan berdampak kemacetan panjang.

Tabrakan melibatkan truk tronton Hino hijau dengan plat nomor polisi BE 8996 AQ, Colt Diesel kuning BE 8377 NAA, dan truk Fuso. Tronton Hino dikemudikan Anton, warga Tulangbawang, melaju dari Palembang menuju Bandarlampung. Hino berjalan searah dengan Colt Diesel dibawa sopir Ahmad Medi Wahyu, warga Bandarjaya, Lampung Tengah, dan kernet Heri Surahman.

Colt Diesel menyalip tronton Hino. Begitu kembali ke jalurnya menghantam truk Fuso yang melaju searah di depannya. Fuso langsung melanjutkan perjalanan. Hino yang baru disalip tidak bisa menghindar sehingga menabrak Colt Diesel dari belakang.

Insiden ini mengakibatkan kernet Colt Diesel Heri Surahman tewas seketika dan sopir Ahmad mengalami luka berat bagian kaki. Para korban dievakuasi ke rumah sakit. Sementara kabin Colt Diesel maupun tronton Hino sama-sama melesak setelah membentur bak dengan keras. Apalagi kedua angkutan sama-sama sarat muatan.

Tabrakan beruntun berdampak kemacetan lalu-lintas sampai puluhan kilometer. Sambil mengevakuasi korban dan menggeser truk, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengurai kemacetan dengan sistem buka tutup. Namun, kemacetan masih mengular sampai Selasa siang 10 Februari 2026.

Begitu panjangnya kemacetan, sopir truk Lintas Sumatera mengeluh karena antrean belum bergerak sejak jam enam pagi sampai Selasa siang. Penumpukan kendaraan tidak terhindarkan karena banyaknya kendaraan keluar tol masuk jalan arteri.

SULISTIONO

Senin, 09 Februari 2026

Massa Veteran Mesuji Dicegah Duduki Lahan PT Silva Inhutani

MESUJI TIMUR (9/2/2026) – Massa Legiun Veteran  Republik Indonesia (LVRI) nyaris menduduki lahan perusahaan perkebunan PT Silva Inhutani di Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Senin siang 9 Februari 2026.

Ratusan massa veteran menggelar aksi damai dengan tuntutan pencabutan hak guna usaha (HGU) PT Silva Inhutani dan meminta lahan garapan kepada pemerintah.

Gerakan massa itu dicegah aparat gabungan TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja. Satgas Penanganan Konflik Agraria Kabupaten Mesuji memberikan pengarahan hingga massa menerima usulan audiensi dengan Kementerian Kehutanan.

Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus selaku Satgas Penanganan Konflik Agraria menyampaikan aksi massa veteran berljalan aman, tertib dan kondusif. Massa sebenarnya berniat menduduki lahan PT Silva Inhutani. Negosiasi dengan aparat akhirnya menyetujui arahan penyampaian aspirasi atau audiensi ke Kementerian Kehutanan.

Pengamanan unjuk rasa massa veteran menerjunkan 300 personel gabungan Polri, TNI, dan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Kehutanan Mesuji.

SULISTIONO

Harga dan Panen Jagung Anjlok, Petani Lampung Selatan Rugi

KATIBUNG (9/2/2026) – Petani jagung Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, merugi akibat harga anjlok menjadi Rp5.200 per kilogram dan hasil panen merosot dari enam menjadi empat ton per seperempat hektar.

Harga jagung sempat mencapai Rp6.200 per kilogram. Nilai komoditas ini anjlok menjadi Rp5.200 ketika musim panen Januari-Februari 2026. Penurunan harga menjadi tantangan berat bagi para petani dalam menutup modal tanam, bibit, perawatan serta obat-obatan.

Dengan harga Rp6.200 per kilogram pun keuntungan masih minim dan tidak sebanding dengan keringat petani. Setelah menunggu empat bulan, harga justru anjlok Rp1.000 per kilogram.

Kerugian petani jagung bertambah besar karena serangan hama ulat dan belalang telah memangkas hasil panen dari lima hingga enam ton menjadi empat ton per seperempat hektar.

Ketersediaan pupuk beberapa bulan terakhir sebenarnya tergolong memadai. Namun, kebutuhan pupuk tetap menjadi beban biaya mengingat satu hektar lahan setidaknya memerlukan satu ton pupuk.

Petani mengeluarkan biaya awal Rp9 juta dengan rincian pembelian bibit Rp2,4 juta per dus, upah tenaga kerja, obat-obatan, perawatan termasuk biaya operasional.

Panen jagung membutuhkan 10 pekerja selama tiga sampai empat hari. Jasa angkutan tiap karung Rp8.000 dan belum terhitung sewa kendaraan pengangkut jagung ke pabrik.

GELLY ANTHONIYOS

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">