Sabtu, 25 Juli 2026

Hari Seruit Nasional Dorong UMKM Lampung Naik Kelas

BANDARLAMPUNG (25/7/2026) – Peringatan Hari Seruit Nasional ke-4 menjadi momentum pendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Melalui promosi kuliner khas daerah, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Ratusan pelaku UMKM, perwakilan komunitas, dan tokoh masyarakat mengikuti peringatan Hari Seruit Nasional di Hotel Golden Tulip Springhill Bandarlampung, Sabtu 25 Juli 2026. Peringatan tahun ini menampilkan beragam produk kuliner , sekaligus menjadi wadah pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat.

Duta Seruit Lampung Lina Ali Hasan mengatakan peringatan Hari Seruit Nasional bukan hanya bermaksud  melestarikan kuliner tradisional, namun juga menjadi langkah nyata dalam mendorong UMKM lokal agar naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha berprestasi, panitia memberikan penghargaan UMKM naik kelas. Salah satunya pemilik Seblak Ratu Simi meraih penghargaan berupa dana pembinaan sebesar Rp100 juta.

Penerima berharap penghargaan dan apresiasi tersebut menjadi motivasitor pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, dan memperluas jangkauan pasar.

Dengan adanya wadah pelaku UMKM, Lampung diharapkan terus berkembang sekaligus menciptakan lapangan kerja dan menjadikan kuliner khas daerah sebagai kekuatan ekonomi bersaing tingkat lokal hingga nasional.

DANDI SUCIPTO

Pengedar Narkotika Tak Berkutik Digerebek Polisi Lampung Tengah

PADANGRATU (25/7/2026) – Seorang pengedar narkotika tidak berkutik digerebek Tekab 308 Polsek Padang Ratu di Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, Senin malam 20 Juli 2026. Polisi mengamankan barang bukti 101 paket sabu siap edar.

Tersangka berinisial HS ditangkap di rumahnya, Kampung Negeri Kepayungan, Kecamatan Pubian. Polisi menemukan barang bukti 101 paket sabu siap edar seberat 27,87 gram. Penangkapan tersangka berdasarkan informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan mengarah transaksi narkotika.

Tekab 308 Polsek Padang Ratu melakukan penyelidikan hingga penggerebekan lokasi diduga menjadi tempat penyimpanan narkotika.

Kanit Reskrim Polsek Padang Ratu Ipda Sucipto mengungkap  hasil pemeriksaan HS mengaku sudah lima bulan mengedarkan sabu. Pelaku memperoleh pasokan narkotika dari Tegineneng, Pesawaran.

Tersangka pengedar sabu dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

PRASETYO

Warga Tanjung Tirto Berswadaya Bangun Jalan Desa dan Pertanian

WAY BUNGUR (25/7/2026) – Warga Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, bergotong-royong membangun jalan penghubung permukiman dan pertanian menggunakan dana swadaya serta sumbangan pengusaha dan anggota dewan.

Pembangunan jalan berupa pengecoran ini digagas warga masing-masing dusun, khususnya ara pengguna jalan guna memperlancar akses ladang dan sawah setiap hari.

Proses pembangunan meliputi tiga titik. Jalan Dusun 1 dan Dusun 3 sudah rampung. Sementara pengecoran jalan Dusun 2 sedang berproses.

Kepala Dusun 2 Matjarkasi mengatakan pembangunan jalan desa secara swadaya membuktikan gotong-royong warga masih kuat. Warga menginginkan kemudahan akses pertanian lancar. Selain swadaya masyarakat, dana pembangunan jalan diperoleh dari bantuan para pengusaha dan seorang anggota DPRD Lampung Timur.

Dengan keterbatasan anggaran desa, inisiatif warga ini menjadi solusi cepat agar akses jalan segera dinikmati bersama. Semangat gotong-royong dan gerakan swadaya warga Desa Tanjung Tirto ini bisa menjadi contoh dusun maupun desa lain.

Matjarkasi berharap pembangunan jalan secara swadaya dapat meningkatkan mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan memperkuat kebersamaan warga.

MUHAMMAD FARID





Penyelundupan 10 Ribu Benih Lobster di Pesibar Digagalkan

KRUI (25/7/2026) – Satreskrim Polres Pesisir Barat menggagalkan penyelundupan 10.000 ekor benih lobster bernilai Rp1,4 miliar di Jalan Lintas Barat Pekon Penggawa V Ilir, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Kamismalam  23 Juli 2026. 

Pengungkapan ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara dan pencegahan perdagangan satwa perikanan dilindungi. Kasus ini terungkap setelah Unit Tipidter Satreskrim menerima informasi pengiriman benih lobster menggunakan mobil dari Kabupaten Kaur, Bengkulu, menuju Pesisir Barat .

Petugas melakukan patroli dan penyelidikan sepanjang Jalur Lintas Barat Sumatera. Polisi mencurigai sebuah mobil Suzuki Carry Futura hitam bernomor polisi BE 8256 XC melintas di Pekon Penggawa V Ilir, Kecamatan Way Krui.

Kendaraan tersebut dihentikan dan didapati dua kotak polyfoam berisi 10.000 ekor benih lobster tersembunyi dan ditutup terpal hitam. Polres Pesisir Barat mengamankan barang bukti bersama dua orang berinisial AR dan MA, warga Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Bengkulu.

Kasat Reskrim Iptu Meidy Hariyanto, Sabtu 25 Juli 2026, membenarkan keberhasilan polisi menggagtalkan penyelundupan benih lobster ilegal. Kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani proses hukum.

Para tersangka diduga melakukan usaha perikanan tanpa izin serta mengedarkan benih lobster terlarang. Perbuatan tersebut melanggar Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat 1 dan atau Pasal 92 juncto Pasal 26 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Polisi bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Pesisir Barat melepasliarkan sebanyak 9.800 ekor benih lobster di perairan Pekon Walur, Kecamatan krui Selatan, Jumat 24 Juli 2026. Sementara 200 ekor disisihkan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan dan persidangan.

PRASETYO

Tetangga dan Residivis Berkomplot Bobol Toko di Lampung Utara

KOTABUMI (25/7/2026) – Polsek Kotabumi Kota mengungkap pembobolan toko waktu subuh di Dusun Campursari, Kelurahan Kotabumi Tengah, Kabupaten Lampung Utara. Pelakunya komplotan residivis dan tetangga korban sendiri.

Pengungkapan kasus melibatkan Unit Reskrim Polsek Kotabumi Kota serta Tim 905 Krisna Lamut dan Satuan Intelkam Polres Lampung Utara, Jumat 24 Juli 2025.

Kapolsek Kotabumi Kota Iptu Syamsudin,  Sabtu  25 Juli 2026, mengatakan komplotan pencuri beraksi Kamis, 4 Juni 2026 pukul 05.00 WIB menyasar toko milik Chairu Yaini. Korban menyadari kehilangan dompet ketika hendak membuka toko dan melayani pembeli bensin. Toko itu ternyata sudah dibobol melalui atap.

Pelaku membawa kabur dompet berisi lima batang emas seberat 11 gram, uang tunai Rp28 juta, satu unit telepon genggam Redmi Note 10S serta delapan bungkus rokok. Total kerugian mencapai Rp62 juta.

Pengungkapan kasus bermula dari penyelidikan polisi yang menemukan handphone korban di tangan terduga penadah sekaligus residivis berinisial AP, 25 tahun. Dari pengembangan penyelidikan, polisi mengamankan IG, 31 tahun, yang memperoleh handphone dari adiknya, AG, 27 tahun. Sosok AG ini ternyata pelaku pembobolan toko bersama KS, 27 tahun, dan ED, 40 tahun.

Hasil pemeriksaan juga mengungkap kakak beradik IG dan AG merupakan tetangga korban. Fakta tersebut menjadi perhatian penyidik karena pelaku diduga memanfaatkan kedekatan lingkungan untuk menjalankan aksinya.

Polisi menyita barang bukti berupa satu unit telepon Redmi Note 10S, telepon genggam Oppo, kotak telepon Xiaomi serta dua unit telepon genggam diduga hasil kejahatan. Para pelaku dijerat dengan Pasal 477 KUHP terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

ADI SUSANTO

Jumat, 24 Juli 2026

Mayat Pria Misterius Terdampar di Pantai Suak Lampung Selatan

SIDOMULYO (24/7/2026) – Sesosok mayat misterius ditemukan terdampar di Pantai Keramat Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Jumat sore 24 Juli 2026. Penemuan ini menggegerkan warga setempat.

Mayat dengan tinggi badan sekitar 175 sentimeter itu telah menjadi kerangka, namun masih mengenakan pakaian keselamatan (wearpack) berwarna oranye bertuliskan “Evergreen". 

Sekitar tubuhnya terdapat sejumlah barang diduga milik korban yaitu satu unit handy talky Motorola, kamera digital Kodak, ikat pinggang hitam serta sepasang sarung tangan putih. 

Sosok mayat ditemukan Surya, 50 tahun, ketika hendak mencari rumput laut di sekitar pantai. Warga Desa Suak ini melihat seperti benda berwarna mencolok mengambang di tepi pantai. Karena curiga, ia mengajak warga lainnya mendekati lokasi. Terduga benda mengapung itu ternyata mayat.

Penemuan mayat menggegerkan warga setempat hingga dilaporkan ke aparat desa dan kepolisian. Kepala Desa Suak Juli Wahyudin langsung menuju lokasi begitu menerima laporan penemuan mayat terdampar di Pantai Keramat.

Berdasarkan kondisi pakaian keselamatan masih melekat dan adanya peralatan komunikasi serta kamera, warga menduga korban merupakan anak buah kapal (ABK). Meski demikian, dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Identitas korban maupun penyebab kematian belum diketahui. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit guna proses identifikasi.

ADI SUSANTO




Kamis, 23 Juli 2026

Penyebab Kematian Dokter Muda di Penginapan Metro Karena Sakit

METRO (23/7/2026) – Misteri penyebab kematian dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di kamar Guest House Sakinah, Jalan Imam Bonjol Kota Metro, Selasa malam 21 Juli 2026, sudah terjawab. Ia meninggal dunia karena sakit tetapi penyakitnya dirahasiakan.

Dokter Muhammad Zulfikar Drakel, 26 tahun, ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Guest House Sakinah. Dokter berusia 26 tahun ini sudah ngekos empat bulan dan sedang menjalani program koas di RSUD Ahmad Hanafiah Sukadana.

Kepastian penyebab kematian itu disampaikan Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Pelaksana Tugas Direktur RSUD serta unsur terkait dalam konferensi pers di Aula RSUD Ahmad Hanafiah Sukadana, Lampung Timur, Kamis 23 Juli 2026.

Direktur Jenderal SDMK Kementerian Kesehatan Yuli Farianti menyampaikan kesimpulan penyebab kematian dokter Zulfikar Drakel berdasarkan penyidikan kepolisian dan investigasi menyeluruh tim gabungan.

Meski penyebab kematian karena sakit, jenis penyakit dokter Zulfikar tidak disampaikan kepada publik karena alasan peraturan kesehatan.

Kerahasiaan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah konferensi pers, termasuk kemungkinan korban menderita penyakit menular. Namun, pihak terkait tetap merahasiakan jenis penyakit kepada publik.

Dokter Zulfikar ditemukan tertelungkup di lantai kamar mandi. Polisi mengevakuasi jenazah dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi diperiksa, sementara rekaman CCTV di sekitar lokasi dianalisis secara mendalam.

Hasil pemeriksaan CCTV menunjukkan tidak ada orang lain masuk kamar korban, baik melalui pintu maupun jendela. Rekaman tersebut memperlihatkan Zulfikar masih beraktivitas seperti biasa pada 19 Juli 2026. Ia bahkan sempat keluar kamar membuang sampah.

Namun, sejak 20 hingga 21 Juli 2026, korban tidak keluar kamar. Saat ditemukan meninggal dunia, Zulfikar masih mengenakan pakaian seperti terlihat dalam rekaman CCTV tanggal 19 Juli.

Berdasarkan rangkaian penyelidikan, pemeriksaan saksi, analisis CCTV serta investigasi tim gabungan, polisi tidak menemukan unsur tindak pidana dalam kematian dokter muda tersebut.

SONNY DAN ADI SUSANTO

Pengemudi Pikap Maut Gerbang Tol Kalianda Belum Memiliki SIM

KALIANDA (23/7/2026) – Pengemudi mobil pikap maut di dekat Gerbang Tol Kalianda, Lampung Selatan, diduga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Kendaraan berpenumpang tujuh santri itu menabrak rumah warga hingga dua penumpang tewas seketika dan limaorang  luka-luka, Rabu sore 22 Juli 2026.

Kasus kecelakaan lalu-lintas di Dusun Lubuk Handak, Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, tersebut masih diselidiki Unit Gakkum Satlantas Polres Lampung Selatan. 

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan saksi, kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Exit Tol Kalianda menuju pusat kota. Saat melintasi jalur menikung, pengemudi kehilangan kendali sehingga kendaraan keluar jalur dan menabrak rumah.

Hasil penyelidikan menunjukkan seluruh korban tewas maupun luka-luka beru berusia 16 tahun. Petugas belum menemukan dokumen kendaraan maupun Surat Izin Mengemudi (SIM) milik pengemudi. Mengingat usia belum mencapai 17 tahun, pengemudi diduga belum mengantongi SIM dan masih dirawat Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lampung Selatan Aiptu Jayamudin menyatakan satlantas masih fokus mengumpulkan keterangan saksi dan pengamanan alat bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut.

ROY SHANDY

Dua Santri Tewas Akibat Mobil Tabrak Rumah di Lampung Selatan

KALIANDA (23/7/2026) – Dua santri penumpang mobil pikap tewas seketika setelah menabrak rumah di dekat Gerbang Tol Kalianda, Lampung Selatan, Rabu sore 22 Juli 2026. Kecelakaan ini akibat kendaraan melaju kencang sehingga tidak terkendali.

Kecelakaan maut bermula mobil pikap berpenumpang tujuh santri pulang dari tempat pembuangan sampah. Kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi sehingga pengemudi kehilangan kendali dan menghantam rumah warga 

Kesaksian warga setempat, benturan keras mengghancurkan teras. Penumpang terpental  di reruntuhan teras dan halaman serta terlempar masuk got. Pengemudi selamat dengan kondisi luka parah akibat terjepit dalam kabin.

Sementara mobil pikap mengalami kerusakan parah bodi depan, interior serta bodi samping kiri hingga roda. Warga histeris dan berhamburan menolong sopir dan tujuh penumpang bergelimpangan. Dua penumpang santri tewas seketika dan lima lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda dengan kondisi luka-luka.

Saksi sempat syok mengetahui lokasi kecelakaan. Ia baru dua menit beranjak dari duduk-duduk di tempat itu. Jika terlambat pindah ke belakang rumah, saksi kemungkinan mengalami  celaka atau bahkan kehilangan nyawa terhantam mobil pikap.

Satlantas Polres Lampung masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut tersebut. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi.

ROY SHANDY

Terbukti Korupsi SPAM Pesawaran, Dendi Ramadhona Divonis 8 Tahun

BANDARLAMPUNG (23/7/2026) – Mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, dijatuhi hukuman delapan tahun karena terbukti bersalah dalam perkara korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesawaran bernilai Rp8,2 miliar.

Vonis dibacakan Ketua Majelis Hakim Enan Sugiarto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang , Rabu 22 Juli 2026. Majelis hakim menyatakan Dendi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, menerima gratifikasi, serta melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) sesuai dakwaan jaksa.

Selain pidana penjara delapan tahun, majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp750 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayarkan, hukuman diganti dengan pidana kurungan 165 hari.

Majelis hakim juga menghukum Dendi membayar uang pengganti Rp21,6 miliar yang dikurangi dengan uang setoran sebelumnya Rp3 miliar. Uang pengganti tersebut wajib dibayarkan paling lambat satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Jaksa berwenang menyita dan melelang aset milik terpidana jika putusan tidak dipenuhi. Apabila nilai harta tidak mencukupi, sisa kewajiban akan diganti dengan pidana penjara selama empat tahun.

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berupa hukuman 11 tahun penjara, denda Rp750 juta subsider 180 hari kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp31,99 miliar. Jaksa juga menuntut pidana pengganti lima tahun enam bulan apabila uang pengganti tidak dibayarkan.

Jaksa maupun penasihat hukum Dendi menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya dan belum memutuskan menerima putusan atau mengajukan upaya hukum banding.

Dendi meninggalkan ruang sidang dengan pengawalan ketat menuju ruang tahanan Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Mantan Bupati Pesawaran dua periode itu menyampaikan permohonan maaf kepada Tuhan Yang Maha Esa dan warga Pesawaran atas perkara hukum tersebut. Ia siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.

ADI SUSANTO

Rabu, 22 Juli 2026

Geger Lansia di Lampung Selatan Tewas Diduga Dihabisi Perampok

KETAPANG (22/7/2026) – Seorang wanita lansia ditemukan tewas bersimbah darah di Dusun III, Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Senin 20 Juli 2026 pukul 19.00 WIB. Kejadian ini menggegerkan warga setempat.

Korban bernama Nuraini, 64 tahun, seorang janda yang tinggal seorang diri. Ia ditemukan tewas oleh keluarganya. Kondisi tubuhnya banyak luka-luka diduga akibat tindak kekerasan menggunakan benda atau senjata tajam.

Hasil pemeriksaan polisi menemukan luka-luka bagian kepala belakang dan wajah, memar leher dan kedua tangan serta luka sayatan. Kondisi ini memunculkan dugaan Nuraini menjadi korban tindak kekerasan berakibat kematian.

Polisi menduga kasus ini berkaitan dengan aksi perampokan mengingat sejumlah barang berharga milik korban termasuk cincinhilang. Sementara anting-anting ditemukan di lokasi.

Jenazah dikirim ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda guna proses autopsi dan penyelidikan penyebab kematian Nuraini. Proses ini berlanjut dengan penyerahan jenazah kdepada keluarga untuk dimakamkan di Desa Ketapang.

Kapolsek Penengahan Iptu Donal Afriansyah menyampaikan fokus penyelidikan setelah menerima laporan penemuan mayat lansia dengan kondisi bersimbah darah. Polisi masih menelusuri motif dugaan pembunuhan serta pengumpulan keterangan saksi dan barang bukti.

ROY SHANDY

Dokter Ditemukan Meninggal di Kamar Guest House Metro

METRO (22/7/2026) – Seorang dokter muda ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Guest House Sakinah di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Selasa 21 Juli 2026 pukul 19.00 WIB.

Dokter Muhammad Zulfikar Drakel, 26 tahun, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sedang menjalani program koas di Rumah Sakit Sukadana. Ia sudah empat bulan ngekos di Guest House Sakinah Metro.

Suasana guest houyse heboh begitu dokter itu ditemukan tergeletak tidak bernyawa. Satreskrim Polres Metro bersama Tim Inafis dipimpin Kasat Reskrim AKP Rizky Dwi Cahyo melakukan olah tempat kejadian perkara dan masih menyelidiki penyebab kematian. 

Petugas memeriksa kondisi kamar dan rekaman CCTV  guna mengetahui aktivitas terakhir dokter itu sebelum meninggal dunia. Polisi juga mengamankan sejumlah barang berkaitan dengan penyelidikan.

Karyawan Guest House Sakinah mengatakan Muhammad Zulfikar tidak keluar kamar selama beberapa hari. Karena curiga, pengelola penginapan membuka kamar dan mendapati korban sudah meninggal dunia di kamar mandi. Kejadian ini langsung dilaporkan ke polisi.

Muhamamd Zulfikar Drakel juga dikabarkan baru menjalani operasi. Namun, pengelola guest house tidak tahu persis apakah operasi itu berkaitan dengan kematian sang dokter. 

Polisi mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Ahmad Yani Metro dan masih mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil autopsi. Penyebab kematian dokter Muhamamad Zulfikar karena tindak pidana atau penyebab lain belum diketahui.

SONNY SAMATHA


Warga Tanggamus Keracunan Massal Gegara Konsumsi Bubur

WONOSOBO (22/7/2026) – Puluhan warga Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, mengalami keracunan setelah menyantap bubur sumsum dengan gejala muntah hingga diare. Makanan itu mereka  beli dari pedagang keliling.

Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus dokter Hernov menyebut total 55 warga mengalami keracunan dengan usia belasan sampai 66 tahun. Enam di antaranya dirujuk perawatan ke Puskesmas Sanggi dan Siring Betik Wonosobo. Sisanya berobat ke bidan desa dan kondisinya kembali stabil.

Tim medis turun ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat, mendata seluruh korban serta penyelidikan epidemiologi. Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan dan segera dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Lampung guna memastikan penyebab keracunan.

Para korban mengalami gejala muntah-muntah, pusing, demam, dan diare beberapa saat setelah menyantap bubur sumsum dari seorang pedagang keliling.

Kepala Pekon Dadimulyo Sukadi membenarkan warganya keracunan massal setelah menyantap bubur sumsum dari pedagang keliling. Pedagang itu sebenarnya sudah jualan lebih 10 tahun dan selama ini tidak ada masalah.

Warga banyak membeli bubur sumsum karena kebetulan cuaca panas. Sembilan orang korban keracunan berobat ke bidan desa pada sore hari. Awanya dikira gejala diare. Korban terus bertambah hingga 29 orang pada waktu malam dan keesokan hari mencapai lebih 50 orang.

Salah satu korban mengaku tergiur beli bubur sumsum karena cuaca panas. Ia mengalami pusing, muntah dan diare pada malam hari sehingga buru-buru berobat ke bidan desa. Istri pedagang bubur sumsum juga menjadi korban dan masih menjalani perawatan.

HARDI SUPRAPTO



 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">