Sabtu, 06 Juni 2026

Bayi Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau Lampung

BANDARLAMPUNG (6/6/2026) – Seekor bayi gajah betina lahir dari indukan bernama Mega di Lembaga Konservasi Lembah Hijau Lampung, Jumat dinihari 5 Juni 2026 pukul 02.00 WIB. Ini merupakan kelahiran kedua dari indukan sama.

Bayi gajah ini merupakan anak pasangan indukan Mega berusia 27 tahun dan pejantan Aris berumur 29 tahun. Kelahiran berlangsung normal dan menjadi momen penting dalam upaya konservasi satwa dilindungi.

Pencapaian ini sekaligus menorehkan catatan penting mengingat kelahiran gajah sumatera di Lembah Hijau Lampung berada di luar habitat alami. Lembah Hijau Lampung menyampaikan indukan dan bayi gajah dalam kondisi sehat dan tetap diawasi tim mahout bersama tenaga medis.

Dokter Hewan Lembaga Konservasi Lembah Hijau Lampung Rasyid Ibransyah mengatakan bayi gajah lahir berjenis kelamin betina dengan bobot 123 kilogram. Bayi gajah ini dinamai Bocil.

Ini merupakan kelahiran kedua anak gajah dari pasangan Mega dan Aris di Lembah Hijau. Pasangan ini sebelumnya dikaruniai seekor anak jantan bernama Rawana pada 7 Agustus 2022.

Kelahiran tersebut menambah daftar keberhasilan program konservasi di Lembah Hijau. Beberapa bulan sebelumnya, lembaga konservasi itu juga sukses menyambut kelahiran dua ekor harimau sumatera pada 14 Februari 2026.

Rasyid berharap kelahiran satwa endemik tersebut menjadi angin segar bagi pelestarian gajah sumatera yang populasinya terus menghadapi berbagai ancaman.

DANDI SUCIPTO

Viral, Oknum TNI dan Warga Ribut di Bendungan Lampung Utara

KOTABUMI (6/6/2026) – Video keributan oknum TNI dan warga di kawasan Bendungan Way Rarem, Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, viral di media sosial hingga menyita perhatian publik. Kasus ini berakhir damai.

Keributan terjadi Kamis sore 4 Juni 2026 diduga akibat kesalahpahaman. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menyampaikan insiden bermula seorang warga ditegur personel TNI karena bersepeda motor dengan suara knalpot keras.

Teguran tersebut memicu adu mulut. Seperti terekam video, suasana memanas karena sejumlah orang saling dorong hingga adu fisik. Sementara beberapa orang berupaya melerai.

Perangkat desa bersama pihak terkait bergerak cepat dengan membawa delapan pemuda ke Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi dengan kondisi terluka guna mendapatkan penanganan medis.

Menyikapi insiden tersebut, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis bersama Dandim Letkol Infanteri Roni Faturrohman memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak pada Kamis malam. Mediasi melibatkan unsur Forkopimda, Korem Garuda Hitam, pemerintah desa, tokoh masyarakat serta personel TNI terkait peristiwa tersebut.

Pertemuan itu menyepakati perdamaian melalui pendekatan kekeluargaan dan mekanisme adat. Pihak terkait juga berkomitmen mengawal proses pengobatan para pemuda yang terluka akibat keributan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama Forkopimda, DPRD, TNI, dan Polri juga turun ke lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif dan proses penyelesaian berjalan baik. Pengobatan korban menjadi perhatian bersama sebagai bagian perdamaian.

Dengan kesepakatan damai itu pemerintah daerah berharap keributan tidak berkembang menjadi konflik luas. Masyarakat juga diimbau menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi serta bijak menyikapi berbagai informasi.

ADI SUSANTO

Istri Terduga Maling Asal Jabung Bantah Suaminya Lawan Polisi

JABUNG (6/6/2026) – Istri terduga anggota komplotan maling motor asal Jabung, Lampung Timur, membantah tudingan perlawanan hingga suaminya ditembak mati oleh tim gabungan Polresta Bandarlampung dan jajaran polsek.

Apriliani, 20 tahun, istri terduga komplotan maling motor berinisial JI, warga Jabung, Lampung Timur, histeris begitu suaminya pulang sudah jadi mayat. Sang suami ditangkap di rumah tanpa perlawanan sama sekali hingga polisi memborgol tangan dan menggiring JI ke mobil pada Rabu 3 Juni 2026.

Ia kecewa suaminya pulang tidak bernyawa dengah kondisi leher dan hidung patah serta tujuh luka tembak. Suaminya dikabarkan melawan dan melukai polisi sehingga ditembak mati.

Jenazah JI dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung sebelum diserahkan ke pihak keluarga di Jabung, Lampung Timur

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Gigih Andri Putranto sebelumnya menjelaskan proses penangkapan JI oleh tim gabungan Satreskrim Polresta Bandarlampung dan jajaran polsek karena terkait sejumlah kasus pencurian motor.

Pelaku sempat melawan dan menodong polisi dengan senjata api. Aksi tersebut memicu pengejaran hingga pelaku berhasil ditangkap. Namun, JI makin beringas dengan melukai seorang polisi karena ingin melarikan diri. Imbauan dan tembakan peringakan polisi tidak digubris. Karena itu petugas mengambil tindakan tegas terukur hingga pria Jabung itu tewas.

DANDI SUCIPTO

Jumat, 05 Juni 2026

Pemilik Warung di Lampung Utara Luka Serius Dihantam Batu Bata

BLAMBANGAN PAGAR (5/6/2026) – Seorang pemilik warung bernama Sumardi di Dusun Gunung Labuhan, Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Lampung Utara, mengalami luka serius akibat dihantam batu bata, Jumat pagi 5 Juni 2026.

Peristiwa bermula seorang pemuda mendatangi warung dan meminta izin beristirahat. Korban sempat menyarankan istirahat di masjid sebelum pelaku kembali ke warung dengan alasan hendak membeli rokok.

Saat Sumardi membuka laci, pelaku tiba-tiba menyerang secara brutal menggunakan batu bata dan menghantam kepala korban hingga mengalami luka serius. Korban sempat berteriak dan melakukan perlawanan sampai pelaku melarikan diri ke belakang rumah.

Teriakan Sumardi mengundang perhatian warga sekitar guna memberikan pertolongan dengan membawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penganiayaan tersebut terekam kamera CCTV warung. Pelaku tidak dikenal dan bukan warga setempat. Ia mengenakan kaus hitam lengan panjang dan celana jeans hitam. Polsek Abung Selatan masih mengejar terduga pelaku.

ADI SUSANTO

Kamis, 04 Juni 2026

SPPG Srimulyo BNS Disidak DPRD Lampung Barat

BANDAR NEGERI SUOH (4/6/2026) – Anggota DPRD Lampung Barat, Sugeng Hari Kinaryo Adi, mengadakan inspeksi mendadak sejumlah fasilitas publik termasuk di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Rabu 3 Juni 2026. 

Sidak menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pekon Tri Mekar Jaya hingga Puskesmas BNS dan proyek jalan setempat.

Sidak ini memastikan kualitas MBG dan kebersihan lingkungan SPPG Srimulyo di Pekon Tri Mekar Jaya. Sugeng meninjau alur pengolahan makanan, sistem filtrasi air berbasis ultraviolet (UV) hingga pengelolaan limbah produksi.

Ia juga mengklarifikasi isu kedekatan lokasi SPPG dengan sarang burung walet. Hasil pengecekan menunjukkan sarang burung berskala kecil, terawat, tidak mencemari lingkungan, dan tidak mengganggu proses produksi pangan.

Sugeng mengatakan kondisi SPPG jauh lebih baik dari sebelumnya. Keberadaan fasilitas ini terbukti menggerakkan ekonomi lokal dan membantu masyarakat sekitar.

Standar pengelolaan air sudah baik, pengolahan  makanan sangat higienis dan bersih sehingga layak untuk konsumsi penerima MBG. SPPG ini diharapkan terus memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat dan pelajar.

Kepala SPPG Srimulyo Wahyu Rahmatulloh menyebut pasokan lebih tiga ribu paket makanan pelajar, ibu hamil dan balita. Ia menyambut baik sidak dan arahan anggota DPRD Lampung Barat. SPPG Srimulyo mendapat penilaian positif dan apresiasi dari anggota legislatif.

Distribusi ribuan paket makanan bergizi gratis menjangkau seluruh siswa SD hingga SMA di wilayah Bandar Negeri Suoh. Persoalan sarang burung walet dekat gedung SPPG sudah ditinjau anggota DPRD dan dipastikan tidak mengganggu pengelolaan MBG.

SPPG Srimulyo tidak mencemari lingkungan dan sudah mengantongi izin Satgas MBG Lampung Barat. Karena itu SPPG diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik.

Siswi SMK Bakti Mulya Gunungratu mengatakan program MBG menghemat uang jajan. Para siswa merasa senang mendapatkan sajian makanan enak dan sehat.

Anggota DPRD Lampung Barat melanjutkan peninjauan Puskesmas BNS dan proyek jalan guna memastikan seluruh pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur berjalan optimal.

LILIANA PARAMITA 

Lukai Polisi, Maling Motor Asal Jabung Ditembak Mati

BANDARLAMPUNG (4/6/2026) – Seorang anggota komplotan maling motor bersenjata api asal Lampung Timur ditembak mati setelah nekat menodong dan melukai polisi Bandarlampung, Rabu 3 Juni 2026. Pelaku merupakan buronan pencuri motor lintas provinsi.

Jenazah anggota komplotan maling motor berinisial JI, warga Jabung, Lampung Timur, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Ia merupakan buronan kasus maling motor di beberapa TKP wilayah Bandarlampung dan Tangerang, Banten.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Gigih Andri Putranto menjelaskan proses penangkapan JI oleh tim gabungan Satreskrim Polresta Bandarlampung dan jajaran polsek terhadap sejumlah kasus pencurian motor.

Pelaku sempat melawan dan menodong polisi dengan senjata api. Aksi tersebut memicu pengejaran hingga pelaku berhasil ditangkap. Namun, JI makin beringas dengan melukai seorang polisi karena ingin melarikan diri. Imbauan dan tembakan perintakan polisi tifak diguvris. Karena itu petugas mengambil tindakan tegas terukur hingga pria Jabung itu tewas.

Selain mengungkap kasus pencurian motor, Polresta Bandarlampung mendalami asal-usul senjata api milik JI. Penyidik menduga JI merupakan jaringan curanmor bersenjata api lintas provinsi karena terkait kasus serupa di Tangerang, Banten.

Kepolisian masih memburu anggota komplotan yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi pencurian kendaraan bermotor di Bandarlampung dan daerah lainnya.

ADI SUSANTO

Rabu, 03 Juni 2026

Ratusan Hektare Sawah Pringsewu Terancam Gagal Panen

PRINGSEWU (3/6/2026) – Ancaman gagal panen menghantui ratusan hektare lahan persawahan di Pekon Pandansurat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Baru sepekan tanpa hujan, hamparan sawah mulai mengering, retak-retak, dan kehilangan pasokan air yang menjadi penopang utama tanaman padi.

Kondisi kekeringan semakin mengkhawatirkan karena sejumlah saluran irigasi dan drainase yang selama ini menjadi sumber pengairan ikut mengering. Tanah sawah tampak memutih akibat minimnya kandungan air, menjadi pertanda ancaman serius terhadap produktivitas pertanian.

Kepala Dusun 1 Pekon Pandansurat, Waluyo, Rabu (3/6/2026), mengatakan dampak kekeringan sudah terlihat meski hujan baru tidak turun selama sekitar tujuh hari terakhir. Keterbatasan sumber air membuat petani kesulitan menyelamatkan tanaman padi yang sedang tumbuh.

Menurut Waluyo, kondisi tahun ini lebih parah dibandingkan musim tanam sebelumnya. Jika dulu masih ada hujan yang membantu pasokan air, kali ini petani sepenuhnya bergantung pada sumur bor yang jumlahnya sangat terbatas. Untuk mengantisipasi gagal panen, petani sangat membutuhkan tambahan sumur bor.

Waluyo berharap pemerintah segera turun tangan dengan menyediakan sarana pendukung pengairan, terutama pembangunan sumur bor di kawasan persawahan yang rentan kekeringan. Tanpa langkah cepat, ratusan hektare sawah berpotensi mengalami puso dan mengancam pendapatan petani serta ketahanan pangan daerah.

ADI SUSANTO

Penemuan Mayat di Kebun Sawit Gegerkan Warga Kotabumi

KOTABUMI SELATAN (3/6/2026) – Warga Desa Curup Guruh Kagungan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria di area perkebunan kelapa sawit, Selasa malam (2/6/2026).

Korban diketahui bernama Toni (50), warga Kelurahan Kota Alam, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah pergi memikat ayam hutan seorang diri. Ia berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 07.30 WIB, namun hingga sore hari tidak kunjung pulang sehingga keluarga melakukan pencarian.

Upaya pencarian dilakukan sejak pagi hingga malam. Keluarga sempat menghubungi telepon seluler korban, tetapi tidak mendapat respons meski panggilan tersambung. Sekitar pukul 20.00 WIB, warga akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di tengah perkebunan kelapa sawit.

Petugas Satreskrim POLRES Lampung Utara yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Ryacudu Kotabumi. Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Polisi memastikan bercak darah di wajah korban berasal dari luka bibir akibat terjatuh, mengingat kondisi gigi korban yang telah keropos.

Seluruh barang milik korban, termasuk sepeda motor, telepon genggam, dan dompet ditemukan lengkap di lokasi. Pihak keluarga menyebut korban memiliki riwayat gangguan kesehatan dan sempat mengeluhkan nyeri dada setelah Hari Raya Idul Adha. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi menegaskan tidak ada indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

ADI SUSANTO

Kebakaran Hebat Hanguskan Puluhan Kios Pasar di Tulangbawang Barat

TULANGBAWANG TENGAH (3/6/2026) – Kebakaran hebat menghanguskan 35 kios Pasar Mulya Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, Selasa sore 2 Juni 2026. Letupan api diduga dari korsleting listrik salah satu kios.

Si jago merah berkobar pukul 14.45 WIB dan cepat menjalar dari satu kios ke kios lainnya. Para pedagang maupun warga sekitar pasar begitu panik. Mereka berusaha menyelamatkan barang dagangan.  Namun, sejumlah pedagang pasrah melihat seisi kios sudah dilalap api.

Dalam tempo kurang satu jam, kobaran api melalap hampir separuh area pasar. Kobaran api cepat menjalar karena angin bertiup kencang, banyak barang mudah terbakar, dan material kios rata-rata berbahan kayu.

Damkar Tulangbawang Barat menerjunkan empat armada bersama 22 personel dari Pos Candra Mukti, Pos Pemda, dan Pos Lambu Kibang. Proses pemadaman hingga pendinginan sampai pukul 20.30 WIB. Personel damkar berjaga sampai malam guna mengantisipasi munculnya titik api dari sisa kebakaran.

Kesaksian warga, letupan api diduga bersumber dari korsleting listrik salah satu kios. Api mudah berkobar dan cepat menjalar karena bertepatan dengan angin bertiup kencang. Penyebab kebakaran masih diselidiki kepolisian.

Kapolsek Tulangbawang Tengah Kompol Muhammad Taufiq memastikan 35 kios pasar ludes terbakar. Ia memperkirakan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah. Pemicu kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

SULISTIONO

Selasa, 02 Juni 2026

POLDA Lampung Bekuk 95 Pelaku Kejahatan, Ratusan Motor Curian Disita

BANDAR LAMPUNG (02/06/2026) – Keberhasilan POLDA Lampung membekuk 95 pelaku kejahatan konvensional dalam operasi besar-besaran menjadi alarm keras bahwa kejahatan jalanan di Provinsi Lampung masih berada pada level mengkhawatirkan.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung bersama Satreskrim Polres dan Polresta jajaran menangkap 95 pelaku kasus Curat, Curas, dan Curanmor (C3) yang beraksi di berbagai wilayah Lampung. Pengungkapan tersebut diumumkan langsung Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dalam konferensi pers di Siger Lounge Mapolda Lampung, Selasa (2/6/2026).

Ratusan sepeda motor hasil curian berjejer memenuhi halaman Mapolda Lampung. Deretan barang bukti itu menjadi gambaran nyata besarnya aktivitas kejahatan yang menghantui masyarakat. Selain kendaraan roda dua, polisi juga menyita senjata api rakitan beserta amunisi, berbagai jenis senjata tajam, kunci letter T, alat pembobol kendaraan, hingga satu granat aktif dari lokasi persembunyian pelaku.

Temuan granat aktif menambah kekhawatiran publik karena menunjukkan sebagian pelaku tidak hanya melakukan pencurian, tetapi juga berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat dan aparat penegak hukum. Kapolda Lampung menegaskan pemberantasan kejahatan C3 akan terus menjadi prioritas kepolisian, terutama terhadap kelompok curanmor yang kerap beraksi brutal dan meresahkan warga.

Meski pengungkapan skala besar ini menjadi komitmen kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas kondusif, banyaknya pelaku yang ditangkap juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemangku kepentingan. Penindakan hukum dinilai penting, namun upaya pencegahan, pengawasan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu berjalan beriringan agar kejahatan serupa tidak terus berulang. Seluruh tersangka kini ditahan di polres jajaran dan akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan.


ADI SUSANTO

Pemprov Lampung Luncurkan Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor 2026

KALIANDA (02/06/2026) – Pemerintah Provinsi Lampung resmi meluncurkan Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Tahun 2026. Program ini memberikan penghapusan sebagian besar tunggakan dan denda pajak, serta diluncurkan serentak di seluruh kantor Samsat se-Lampung pada Rabu (2/6/2026).

Kepala UPTD II Samsat Kalianda, Cinthia Pandanwangi, menyatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran wajib pajak. Melalui program ini, masyarakat yang menunggak pajak satu tahun atau lebih cukup membayar pajak tahun berjalan ditambah 50 persen pokok tunggakan tahun pertama. Sisa tunggakan tahun-tahun sebelumnya beserta dendanya dihapus.

Selain penghapusan tunggakan, pemerintah juga memberikan insentif berupa diskon pajak. Untuk balik nama atau mutasi kendaraan dalam daerah, diberikan diskon PKB sebesar 25 persen untuk roda empat dan 50 persen untuk roda dua. Sementara kendaraan mutasi masuk ke Provinsi Lampung mendapat diskon PKB tahun pertama dan kedua masing-masing sebesar 50 persen.

Pemerintah juga memberikan diskon pajak kendaraan antara 5 hingga 25 persen bagi wajib pajak yang taat membayar, serta membebaskan denda dan pajak progresif sesuai ketentuan. Program tahap pertama berlangsung mulai 2 Juni hingga 31 Agustus 2026. Cinthia mengimbau masyarakat segera memanfaatkan kesempatan ini dan tidak menunda hingga batas akhir.

Peluncuran program turut dihadiri Staf Ahli Bidang Keuangan Pemkab Lampung Selatan, Wahidin Amin, serta PLT Kepala BPPRD Lampung Selatan, Iwan Chandra Gauthama. Iwan menegaskan program ini bukan hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga berdampak strategis terhadap pembangunan daerah. Penerimaan pajak kendaraan bermotor dan BBNKB menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang hasilnya dibagikan ke kabupaten/kota untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat.

ADHE KOLA

Warga Lampung Timur Digemparkan Penemuan Jasad Pria Diduga Korban Pembunuhan

LABUHAN MARINGGAI (02/06/2026) – Warga Desa Karyatani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, digemparkan penemuan jasad seorang pria di dekat saluran irigasi, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Korban diketahui bernama Tomas Agung Wijaya, warga Dusun II desa setempat.

Korban diduga menjadi korban pembunuhan sadis. Dugaan ini menguat setelah ditemukan sejumlah luka serius di tubuh korban, termasuk luka gorok di bagian leher serta beberapa luka sabetan senjata tajam pada lengan dan tubuh lainnya.

Berdasarkan keterangan warga, peristiwa berdarah itu diduga terjadi beberapa saat sebelum jasad ditemukan. Sejumlah warga sempat mendengar suara keributan dan teriakan dari arah gubuk kosong di kawasan perkebunan yang tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.

Seorang warga bernama Edi Susanto yang penasaran mendatangi sumber suara tersebut. Namun sebelum tiba di lokasi, ia melihat sebuah sepeda motor melaju kencang meninggalkan area. Saat sampai di gubuk kosong, suasana sudah sepi, namun terlihat banyak ceceran darah segar yang memanjang hingga ke pinggiran saluran irigasi.

Warga kemudian melakukan penyisiran dan sekitar 30 menit kemudian menemukan korban sudah tidak bernyawa di bawah rumpun bambu dekat saluran irigasi dalam kondisi bersimbah darah. Polisi yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi, melakukan olah TKP, serta mengevakuasi jasad korban. Hingga kini, Satreskrim Polres Lampung Timur bersama Polsek Labuhan Maringgai masih memburu pelaku dan mendalami motif pembunuhan tersebut.

ADI SUSANTO

Lampung Utara Perkuat Antisipasi El Nino untuk Jaga Produktivitas Pertanian

KOTABUMI (02/06/2026) – Ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026 mendorong Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Lampung Utara memperkuat langkah antisipasi demi menjaga produktivitas sektor pertanian.

Kepala Dinas TPH Lampung Utara, Tomy Suciadi, Selasa 2 Juni 2026, menyatakan upaya mitigasi telah dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi potensi kemarau panjang yang berisiko mengurangi ketersediaan air di lahan pertanian.

Salah satu strategi utama adalah optimalisasi sistem irigasi perpompaan di sentra pertanian. Pemanfaatan pompa air dinilai menjadi solusi penting menjaga pasokan air bagi tanaman saat curah hujan berkurang. Tahun ini, Lampung Utara juga akan menerima bantuan pembangunan 42 unit irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian yang akan disalurkan ke kelompok tani sesuai kebutuhan wilayah.

Selain itu, pemerintah menyiapkan pembangunan sumur bor di kawasan pertanian yang jauh dari sumber air. Langkah ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air selama musim kemarau sehingga aktivitas budidaya tetap berjalan normal.

Dinas TPH menargetkan seluruh langkah antisipatif dapat menekan dampak El Nino terhadap produksi pertanian, menjaga stabilitas hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Sementara itu, BMKG menyatakan Provinsi Lampung telah memasuki musim kemarau dengan puncak diperkirakan Juli hingga September 2026. Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, namun dengan intensitas lebih rendah dibandingkan musim penghujan.

ADI SUSANTO

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">