LAMPUNG TIMUR (03/11/2026)
– Hujan deras disertai angin puting beliung melanda sejumlah desa di
Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur, beberapa waktu lalu. Peristiwa terjadi
sekitar pukul 05.00 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Lampung Timur, Muhammad Ridwan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan,
akibat angin kencang sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap
dan beberapa pohon besar tumbang.
"Dari data sementara, ada empat desa yang terdampak.
Rata-rata kerusakan berupa atap rumah yang rontok dan pohon tumbang. Tidak ada
korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Muhammad Ridwan.
Adapun rincian desa yang terdampak yaitu Desa Ratna Daya
sebanyak lima rumah rusak, Desa Raman Fajar dua rumah rusak ringan, Desa Raman
Endra dua rumah rusak, dan Desa Kota Raman satu kios di area lapangan Raman
terjungkal akibat angin.
BPBD Lampung Timur mengimbau masyarakat, khususnya di
wilayah Raman Utara, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat sudah memasuki
musim penghujan yang berpotensi disertai angin kencang dan bencana
hidrometeorologi lainnya.
LAMPUNG TENGAH (03/11/2026) - Dua warga asal Gunung Sugih,
Lampung Tengah, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat melakukan
aktivitas panen kelapa sawit di wilayah Kampung Sidowaras, Kecamatan Bumi Ratu
Nuban. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial TR
dan TS diduga tersengat listrik setelah alat panen sawit atau egrek yang
digunakan menyangkut kabel PLN yang menjuntai di sekitar lokasi kebun, tepatnya
di area dekat sungai.
Kapolsek Bumi Ratu Nuban, Ipda Dony Try, menjelaskan
kronologi kejadian bermula saat kedua korban membeli buah sawit dari warga
setempat dan kemudian melakukan pemanenan.
"Saat proses panen berlangsung, egrek diduga tersangkut
kabel listrik PLN yang berada di sekitar lokasi. Satu korban tersengat listrik,
kemudian rekannya berusaha memberikan pertolongan sehingga turut
tersengat," ujar Ipda Dony.
Akibat kejadian tersebut, kedua korban meninggal dunia di
lokasi. Petugas Polsek Bumi Ratu Nuban bersama warga setempat segera melakukan
evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit sebelum diserahkan kepada pihak
keluarga untuk dimakamkan.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya
petani dan pemanen sawit, untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi
lingkungan sekitar, terutama keberadaan jaringan listrik PLN yang berpotensi
membahayakan keselamatan kerja.
LAMPUNG UTARA (03/11/2026) – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar
Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Halaman Kantor
Bupati, Rabu (28/10/2026). Momentum ini dimaknai sebagai penguatan peran
generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan daerah dan nasional.
Mengusung tema nasional "Pemuda Pemudi Bergerak,
Indonesia Bersatu", peringatan tahun ini menekankan pentingnya partisipasi
aktif pemuda dalam menjawab tantangan zaman. Pemuda didorong tidak hanya
menjadi penonton, melainkan menjadi aktor perubahan melalui ide, kreativitas,
dan karya nyata.
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis bertindak sebagai
Inspektur Upacara. Turut hadir Wakil Bupati Romli, Sekretaris Daerah Lekok
Intji Indriati, jajaran Forkopimda, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, serta
Kepala Perangkat Daerah.
Hadir pula Ketua TP-PKK Lampung Utara Meri Farida Hamartoni,
Ketua I TP-PKK Betty Viviyanti Romli beserta jajaran, serta perwakilan
organisasi wanita dan organisasi pendamping TNI-Polri seperti IKKAD,
Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, dan Jalasenastri.
Dalam amanatnya, semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
kembali ditegaskan sebagai tonggak persatuan nasional. Ikrar satu tanah air,
satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia menjadi bukti bahwa keberagaman adalah
kekuatan untuk membangun bangsa.
Nilai tersebut dinilai harus terus diwariskan. Di tengah
derasnya arus informasi, perkembangan teknologi, dan kompetisi global, pemuda
dituntut adaptif, meningkatkan kualitas SDM, serta menguasai keterampilan dan
inovasi agar mampu bersaing.
Pemkab Lampung Utara menilai, keterlibatan pemuda di
berbagai sektor menjadi kunci percepatan pembangunan, mulai dari pendidikan,
ekonomi kreatif dan kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital, hingga
penguatan sosial budaya.
Selain kompetensi, semangat nasionalisme, toleransi, dan
gotong royong juga menjadi penekanan. Pemuda diharapkan menjadi garda terdepan
dalam merawat persatuan dan menangkal perpecahan di tengah keberagaman.
Upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan berbagai
unsur, mulai dari TNI-Polri, ASN, organisasi kepemudaan, pelajar, Pramuka,
hingga elemen masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda
merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui peringatan ini, Pemkab Lampung Utara berkomitmen
terus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berkreasi, dan
berkontribusi nyata dalam membangun Lampung Utara yang maju dan Indonesia yang
bersatu.
BANDAR LAMPUNG (02/11/2026) – Kantor Imigrasi Kelas I TPI
Bandar Lampung membongkar dugaan praktik perkawinan pesanan yang melibatkan
empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan dua perempuan warga negara
Indonesia (WNI) di Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Pengungkapan ini dilakukan melalui Operasi Intelijen
Keimigrasian yang digelar bersama Kepolisian Resor Pesawaran pada Senin
(2/11/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran petugas, ditemukan dugaan pola
perkenalan antara WNA asal Tiongkok dengan perempuan WNI melalui pihak
perantara. Kedua perempuan tersebut diduga diiming-imingi uang hingga puluhan
juta rupiah dan emas belasan gram.
Setelah itu, korban dinikahi secara siri dan direncanakan
akan dibawa ke Tiongkok.
Saat ini petugas masih mendalami dugaan pemberian uang dan
barang, komunikasi antar pihak, hingga rencana keberangkatan kedua perempuan
tersebut ke Tiongkok.
Pemeriksaan juga mencakup dokumen perjalanan, izin tinggal,
serta kesesuaian maksud dan tujuan kedatangan para WNA selama berada di
Indonesia.
Pemeriksaan terhadap enam orang tersebut telah berlangsung
pada 29 hingga 31 Oktober 2026. Mereka terdiri dari dua WNI berinisial MS (21)
dan STP (19), serta empat WNA asal Tiongkok berinisial SD (39), DC (33), YH
(37), dan ZH (32).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Lampung,
Nur Raisha Pujiastuti, menegaskan bahwa dugaan perkara ini tidak hanya
berkaitan dengan aspek administrasi keimigrasian, tetapi juga menyangkut
perlindungan perempuan dan potensi eksploitasi.
Pihaknya menambahkan, seluruh informasi dan temuan yang
diperoleh masih dalam proses pendalaman, termasuk untuk menelusuri kemungkinan
adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
TANGGAMUS (02/11/2026) - Nasib pilu menimpa dua keluarga di Kota Agung. Rumah yang menjadi tempat berteduh dan membesarkan anak-anak mereka kini hancur berantakan setelah tertimpa pohon kelapa yang tumbang akibat hujan deras dan angin kencang.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu langit mendadak gelap, hujan turun sangat deras disertai angin yang meraung kencang.
Pohon kelapa tua yang tinggi di belakang rumah Sudirman (46) tak kuat menahan terjangan angin hingga batangnya patah. Sempat tersangkut di pohon durian, namun akhirnya lepas dan menghantam dengan keras.
Rumah Sudirman menjadi korban pertama. Atap sengnya langsung ringsek tertimpa batang pohon yang besar. Tak berhenti di situ, pohon itu juga menimpa dapur rumah tetangganya, Bu Asih.
Saat kejadian, Sudirman sedang berada di dalam rumah bersama anaknya. Mendengar angin kencang, ia panik dan langsung memeluk anaknya lalu berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
Hal serupa dialami Bu Asih. Ia sedang berada di kamar mandi, lalu suaminya berteriak memanggilnya untuk segera keluar bersama anaknya.
Kini yang tersisa hanya puing-puing. Rumah Sudirman rusak hampir 70 persen, atap seng hancur, pintu jebol, kaca pecah, kursi dan lemari pakaian hancur. Sementara rumah Bu Asih rusak di bagian atap dapur.
Keduanya hanya bisa duduk termenung di depan rumah yang porak-poranda, menatap sisa bangunan dengan mata berkaca-kaca, bingung harus memulai dari mana lagi.
LAMPUNG TIMUR (02/11/2026) - Seorang pria berinisial R (28) ditangkap jajaran Polres Lampung Timur terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia di sebuah kafe di Kabupaten Lampung Timur.
Kapolsek Pasir Sakti, AKP Ahmad Mardiansyah Putra mengatakan, pelaku diamankan di Dusun Muara Belukang, Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Pasir Sakti, pada Kamis (29/10/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
"Pelaku diamankan setelah pihak keluarga bersama kepala desa menyatakan kesediaan untuk menyerahkan tersangka kepada polisi," ujar AKP Ahmad Mardiansyah, Jumat (30/10/2026).
Peristiwa tersebut bermula saat korban Randi Pratama (27) datang bersama dua rekannya ke kafe milik pelaku pada Kamis dini hari. Setelah selesai, korban melakukan pembayaran tagihan makan sebesar Rp700 ribu.
Korban membayar melalui transfer sebesar Rp1 juta. Namun menurut keterangan, dana yang diterima hanya Rp1.000. Istri pelaku kemudian menghubungi korban untuk meminta klarifikasi dan memintanya kembali ke kafe.
Pertemuan untuk klarifikasi pembayaran tersebut berujung cekcok antara korban dengan istri pelaku. Pelaku yang melihat kejadian itu kemudian melakukan penyerangan terhadap korban.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Lampung Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut
LAMPUNG SELATAN (31/10/2026) - Niatnya berangkat gagah membawa nama Lampung untuk pentas Tari Gandrung di Banyuwangi, Jawa Timur bersama dua anak didiknya, justru berakhir jadi petaka di atas KMP Batu Mandi yang terbakar pada 21 Oktober lalu dalam pelayaran Bakauheni - Merak.
Saat alarm bahaya meraung, ia tahu maut sedang dekat. Ia berlari menggandeng dua anak didiknya ke dek atas mencari pelampung, namun pelampung sudah habis direbut penumpang lain yang panik. Asap hitam pekat membubung, ledakan demi ledakan terdengar dari perut kapal. Hanya doa yang bisa ia panjatkan sambil memeluk anak didiknya agar tak terpisah.
Beruntung, ketiganya berhasil melompat ke sekoci penyelamat. Begitu kaki menginjak kapal penyelamat di tengah laut, Purnomo langsung sujud syukur. Nyawa selamat, tapi tidak dengan harapan.
Seluruh kostum Tari Gandrung kebanggaannya, yang ia jahit dan rawat bertahun-tahun dengan susah payah, hangus menjadi abu. Uang tunai untuk bekal pentas dan barang berharga lainnya pun ludes dilalap api. Kerugian Rp16 juta itu bukan sekadar angka, itu adalah keringat dan mimpinya yang ikut terbakar.
Kepedihan kian dalam saat ia mengurus ganti rugi ke PT ASDP Bakauheni. Ia justru kebingungan dimintai bukti tiket dan STNK, padahal semua dokumen itu sudah hangus bersama kendaraan di dalam kapal. Ia hanya memegang luka dan trauma, terutama trauma mendalam yang dialami dua anak didiknya.
Kini, ia hanya bisa menunggu dengan mata berkaca-kaca, berharap ada keadilan dan ganti rugi yang sepadan untuk kostum tari dan uang yang telah hilang di lautan api itu.
LAMPUNG SELATAN (30/10/2026) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan memusnahkan barang bukti dari 143 perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), Rabu (19/11/2025).
Pemusnahan dilaksanakan di halaman Kantor Kejari Lampung Selatan dan disaksikan unsur Forkopimda, mulai dari Kapolres Lampung Selatan, perwakilan Pengadilan Negeri Kalianda, Kalapas, BNN, Dinkes, Kodim, hingga Bank Indonesia Provinsi Lampung.
Kepala Kejari Lampung Selatan, Firman Ide Amin, S.H., mengatakan barang bukti tersebut berasal dari perkara periode Mei hingga September 2026 yang didominasi kasus narkotika.
Adapun barang bukti narkotika yang dimusnahkan meliputi sabu seberat 38,38 kilogram, ganja 1,23 kilogram, 56 butir ekstasi, dan 1.349 cartridge vape mengandung zat etomidate.
Selain itu, turut dimusnahkan barang bukti lain seperti uang palsu Rp1,2 juta, senjata api rakitan jenis revolver, senjata api mainan, empat butir amunisi, 10 senjata tajam, enam timbangan digital, 10 alat hisap bong, empat unit handphone, 148 potong pakaian, 32 tas, serta sejumlah barang pendukung tindak pidana lainnya.
Firman menegaskan, pemusnahan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kejaksaan dalam melaksanakan putusan pengadilan yang telah inkrah, sekaligus wujud transparansi dan akuntabilitas.
Ia juga menyoroti maraknya modus peredaran zat berbahaya, termasuk etomidate dalam cairan vape, yang penanganannya dilakukan sesuai prosedur hukum.
Menurutnya, pemberantasan narkotika membutuhkan sinergi lintas instansi dan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.
LAMPUNG UTARA (30/10/2026) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Desa Mulang Maya di Kotabumi Selatan, Lampung Utara, untuk tumbuh sebagai destinasi wisata budaya. Ia ingin tradisi leluhur tetap hidup, sekaligus memberi dampak ekonomi nyata bagi warga.
Menurutnya, desa wisata tidak bisa hanya mengandalkan panggung kesenian. Kuncinya ada pada tiga hal yang berjalan bersamaan: budaya yang dilestarikan, masyarakat yang diberdayakan, dan produk lokal yang diperkuat. Dengan begitu, potensi wisata bisa tumbuh berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Gubernur yang akrab disapa Mirza saat kunjungan kerja ke Desa Mulang Maya, Kamis (29/10/2026) pagi. Ia datang bersama jajaran Pemprov Lampung, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Wakil Bupati Romli, serta Forkopimda.
Mulang Maya sendiri merupakan satu dari 15 desa wisata budaya di Lampung. Status tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan tradisi Lampung ke khalayak yang lebih luas.
Kedatangan rombongan disambut hangat dengan tarian adat, atraksi pencak silat, dan tabuhan cerik, musik khas daerah. Sambutan itu menjadi gambaran betapa kayanya modal seni dan tradisi yang dimiliki desa ini.
Pemprov Lampung ingin Mulang Maya tidak berhenti sebagai tempat singgah. Desa ini diharapkan menjadi ruang belajar budaya, tempat nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun bisa benar-benar dirasakan pengunjung.
Selama ratusan tahun, budaya Lampung telah menjadi perekat persatuan dan perdamaian. Karena itu, pelestariannya perlu terus diperkuat, terutama dengan melibatkan generasi muda agar tidak hilang oleh zaman.
Pengembangan ini juga diarahkan untuk membangun pemahaman lintas suku tentang falsafah hidup masyarakat Lampung. Nilai-nilai lokal tersebut diharapkan menjadi identitas bersama di tengah arus globalisasi.
Ke depan, program yang disiapkan akan fokus pada pelestarian budaya, pemberdayaan warga, dan peningkatan kualitas pariwisata. Konsepnya tidak hanya menampilkan kesenian, tapi juga mengajak wisatawan menyelami sejarah dan cara hidup masyarakat Mulang Maya di masa lalu.
Pendekatan seperti itu yang akan menjadi pembeda, sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal Lampung lebih dekat.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga menyempatkan meninjau stan UMKM. Beragam produk khas ditampilkan, mulai dari kain tradisional, kikat, baju adat Lampung, aneka kuliner, kue, hingga suvenir.
Produk lokal ini menjadi penopang penting bagi desa wisata. Selain memperkaya pengalaman wisatawan, UMKM juga mendapat panggung promosi yang lebih luas.
Jika dikembangkan secara terarah dan melibatkan warga, Mulang Maya diyakini bisa memberi manfaat ganda: menjaga warisan leluhur tetap lestari, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.