Rabu, 13 Mei 2026

Eks Gubernur Arinal Bantah Hakim, Sidang Korupsi Dana PI Memanas

BANDARLAMPUNG (13/05/2026) – Sidang dugaan korupsi pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10 persen PHE OSES untuk PT Lampung Energi Berjaya (LEB) di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu 13 Mei 2026, berlangsung tegang. Mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, yang hadir sebagai saksi, beberapa kali membantah dan memotong pertanyaan majelis hakim.

Arinal datang mengenakan batik merah dengan mobil tahanan Kejati Lampung. Ia memberikan kesaksian untuk tiga terdakwa, yakni Heri Wardoyo (mantan Komisaris PT LEB), Hermawan Eriadi (mantan Direktur Utama PT LEB), dan Budi Kurniawan (mantan Direktur Operasional PT LEB) yang disebut sebagai adik iparnya.

Majelis hakim menyoroti adanya dua kebijakan berbeda terkait penunjukan perusahaan pengelola dana PI. Pada era Gubernur M. Ridho Ficardo, pengelolaan diarahkan ke PT Wahana Raharja. Namun saat Arinal menjabat, ia menerbitkan SK baru yang menunjuk PT Lampung Energi Berjaya. Ketika dicecar soal perubahan kebijakan, Arinal berulang kali menyela penjelasan hakim hingga membuat suasana sidang memanas.

Jaksa Penuntut Umum Kejati Lampung kemudian mendalami alasan Pemprov Lampung tetap menunjuk PT Lampung Jasa Utama (LJU) sebagai induk pengelola dana PI, meski kondisi keuangan BUMD itu bermasalah. Arinal mengakui LJU saat itu tidak sehat, namun berdalih perusahaan masih layak karena tetap menghasilkan dividen. Ia juga menyebut LJU dipilih karena dinilai paling memungkinkan membentuk anak usaha di bidang migas dibanding BUMD lain.

Kuasa hukum Arinal, Ana Sofa Yuking, menegaskan kliennya justru berperan aktif memperjuangkan dana PI 10 persen agar menjadi hak Provinsi Lampung. Sebelumnya, Arinal dua kali mangkir dari panggilan sebagai saksi. Kini, Kejati Lampung telah menetapkannya sebagai tersangka sejak 28 April 2026.

ADI SUSANTO

Polres Lampung Utara Tangkap Pria Rekam Wanita Mandi di Kos

KOTABUMI (13/05/2026) – Satreskrim Polres Lampung Utara berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pornografi yang dilakukan seorang pria berinisial AS (29), warga Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara.

Kasat Reskrim AKP Ivan Roland Kristofel, Selasa 12 Mei 2026 mengatakan, pelaku ditangkap setelah terbukti merekam seorang wanita saat mandi di kamar kos menggunakan telepon genggam.

Peristiwa itu terjadi di Kosan An-Nur, Jalan Lintas Sumatera, Desa Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, pada Rabu 6 Mei 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait tindak pidana pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Awal kejadian, korban sedang mandi tanpa busana. Saat berada di kamar mandi, korban mendapati sebuah handphone mengarah ke ventilasi kamar mandi dari luar.Sontak korban berteriak histeris setelah mengetahui dirinya diduga direkam secara diam-diam. Tak lama kemudian, pelaku menghubungi korban melalui pesan WhatsApp dan meminta korban menutup lubang ventilasi tersebut.

Merasa curiga, korban kemudian meminta bantuan pemilik kos untuk memeriksa rekaman CCTV. Dari hasil pengecekan, terlihat pelaku memanjat menggunakan alat untuk mengarahkan handphone miliknya ke ventilasi kamar mandi dan merekam korban saat mandi. Dari hasil pemeriksaan, tersangka juga mengakui sebelumnya pernah melakukan perekaman terhadap korban di lokasi yang sama.

Setelah diamankan keluarga korban dan pemilik kos, pelaku diserahkan ke Satreskrim Polres Lampung Utara. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti sebelum menetapkan AS sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa handphone milik tersangka dan video rekaman korban.Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 407 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pornografi.

 ADI SUSANTO

Viral, Video Pengejaran pelaku penembakan Bripka Anumerta Arya Supena

BANDARLAMPUNG (13/05/2026) – Video amatir pengejaran terduga pelaku penembakan terhadap anggota intelkam Polda Lampung, Bripka Arya Supena, viral di media sosial. Rekaman warga memperlihatkan aparat kepolisian berlari sambil membawa senjata api dan meminta masyarakat menjauh dari lokasi kejadian.

Suasana mencekam terjadi di kawasan Lampung Timur, saat pengejaran berlangsung hingga terdengar letupan senjata api. Warga yang panik memilih berlindung di dalam rumah, sebagian merekam peristiwa tersebut menggunakan ponsel.

Dalam rekaman, aparat terlihat menyisir jalanan sambil terus mengimbau warga agar tidak mendekat. Kondisi ini menambah ketegangan di tengah masyarakat yang mendengar rentetan suara tembakan dari arah pengejaran.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menyampaikan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Ia menegaskan, penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif penembakan yang menewaskan Bripka Arya Supena.

Selain itu, Kapolda menambahkan senjata api milik korban yang dibawa kabur pelaku masih dalam pencarian. Pihak kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus ini dan memastikan keamanan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.


DANDI SUCIPTO

Curanmor Bersenpi Viral di Kotabumi Ditangkap Saat Patroli

KOTABUMI (12/05/2026) – Satu dari dua pelaku pencurian sepeda motor bersenjata api yang sempat viral di Lampung Utara berhasil ditangkap polisi saat patroli hunting di Kotabumi, Selasa (12/5/2026). Pelaku bernama Alfiqi Duta Pratama, warga Selagai Lingga, Lampung Tengah, diamankan anggota Satlantas Polres Lampung Utara setelah kedapatan mengendarai motor tanpa pelat nomor.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Lampung Utara, Ipda Andi, menjelaskan petugas mencurigai kendaraan pelaku saat patroli. Ketika hendak diberhentikan, pelaku sempat melawan dan berusaha kabur. Polisi akhirnya berhasil mengamankan Alfiqi dan menemukan sebilah pisau serta kunci letter T yang diduga digunakan untuk membobol motor. Nomor rangka dan mesin kendaraan juga diketahui telah dihapus.

Saat pemeriksaan berlangsung, pelaku sempat mencoba melarikan diri ke arah pasar. Polisi melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Alfiqi, sementara satu pelaku lain masih dalam pengejaran. Dalam pemeriksaan, Alfiqi mengaku sebagai pelaku curanmor yang sempat viral setelah melepaskan tembakan saat beraksi di Kotabumi.

Pelaku kemudian diserahkan ke Satreskrim Polres Lampung Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ipda Andi mengapresiasi anggotanya, Aiptu Amran Jaya, yang berhasil menangkap pelaku saat patroli. Sebelumnya, aksi curanmor di kawasan Pasar Lama, Kotabumi, viral di media sosial setelah terekam kamera CCTV warga.

Dalam rekaman, dua pelaku datang menggunakan Honda Beat Street putih dan mencoba mencuri motor warga. Aksi mereka dipergoki pemilik rumah hingga salah satu pelaku melepaskan tembakan ke udara sebelum kabur. Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Utara sebelumnya juga menangkap pelaku utama bernama Rudi, residivis kasus pencurian dengan kekerasan, yang mengaku sudah sembilan kali beraksi di Jakarta Barat, Bandung, Metro, dan Lampung Utara.

ADI SUSANTO

Selasa, 12 Mei 2026

Tim Khusus masih memburu Pelaku penembakan Brigadir Arya Supena

BANDARLAMPUNG (12/05/2026) – Polda Lampung membentuk tim khusus memburu 2 orang pelaku pencurian sepeda motor yang menembak anggota polisi Arya Supena di jalan ZA Pagaralam Bandar Lampung pada sabtu 9 Mei 2026 lalu

Tim khusus Jatanras Polda Lampung telah mengidentifikasi identitas kawanan pelaku dengan memintai keterangan saksi dan rekamanan cctv di lokasi kejadian

 Pada sabtu 9 mei 2026 sekitar pukul 6 pagi korban memergoki aksi pelaku yang sedang membobol kunci motor milik karyawan di halaman parkir toko roti Jalan ZA Pagaralam, Kedaton, Bandar Lampung

Anggota intelkam Polda Lampung Brigpol Arya Supena 32 tahun meninggal dunia setelah di tembak kawanan pencuri di bagian kepala saat menggagalkan aksi pencurian sepeda motor

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, Saat ini Polda Lampung sudah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku penembakan anggota polisi Arya Supena

Selanjutnya pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait hilangnya senjata api milik korban yang diduga dibawa kabur oleh pelaku

DANDI SUCIPTO

Pemkab Lampung Utara Lantik 217 Pejabat Eselon III dan IV

KOTABUMI (12/05/2026) – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara kembali melakukan perombakan besar-besaran di tubuh birokrasi. Sebanyak 217 pejabat eselon III dan IV resmi dilantik dalam prosesi pelantikan yang dipimpin Sekretaris Daerah Lampung Utara, Intji Indriati, pada Senin 11 Mei 2026.

 Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 53 orang merupakan pejabat administrator (eselon III) dan 164 orang pejabat pengawas (eselon IV). Pelantikan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bupati Lampung Utara Nomor 821.22/666/31.3-LU/2026 untuk eselon III, serta Nomor 821.23/667/31.3-LU/2026 untuk eselon IV.

Dalam arahannya, Sekda Intji Indriati menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan struktural, melainkan amanah yang wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta loyalitas terhadap tugas pemerintahan.

Ia juga menekankan agar seluruh pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan jabatan baru, memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, serta memprioritaskan pelayanan publik guna menciptakan pemerintahan yang efektif dan efisien.

Perombakan pejabat kali ini menjadi mutasi kedua di masa pemerintahan Bupati Hamartoni Ahadis. Sebelumnya, pada Oktober 2025 lalu, sebanyak 122 pejabat juga dilantik, terdiri dari 88 pejabat eselon III dan 34 pejabat eselon IV.

Secara keseluruhan, pemerintahan Bupati Hamartoni tercatat telah melakukan sekitar empat kali perombakan pejabat. Namun, dari rangkaian pelantikan tersebut, Hamartoni hanya satu kali memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan, sementara selebihnya dipimpin oleh Wakil Bupati Romli dan Sekda Intji Indriati.

 

ADI SUSANTO

Lansia Tenggelam Saat Menyeberang Sungai di Tulang Bawang

TULANGBAWANG (12/05/2026) – Seorang warga lanjut usia, Jumadi (75), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Korban ditemukan tim SAR gabungan pada Minggu (10/5) dini hari setelah pencarian sejak Jumat sore.

Peristiwa terjadi Jumat (8/5) pukul 16.00 WIB. Perahu yang ditumpangi korban bersama dua rekannya terbalik akibat cuaca buruk. Dua rekannya selamat, sementara Jumadi hilang terbawa arus.

Tim SAR gabungan dari Pos SAR Tulang Bawang, Polairud, TNI AL, dan KPLP melakukan pencarian meski terkendala hujan deras dan akses jalan rusak. Korban akhirnya ditemukan Minggu dini hari pukul 02.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia, lalu diserahkan kepada keluarga.

Operasi pencarian menggunakan perahu karet bermotor, Aqua Eye, UWSD, perlengkapan selam, dan komunikasi lapangan. Setelah korban ditemukan, operasi resmi dihentikan.

Basarnas Lampung mengimbau masyarakat agar waspada saat beraktivitas di perairan, terutama saat cuaca buruk, serta menggunakan alat keselamatan

 

ADHE KOLA

Senin, 11 Mei 2026

Kasus Penipuan Love Scamming Dikendalikan dari Rutan Kotabumi

BANDARLAMPUNG (11/5/2026) – Kasus penipuan daring dengan modus love scamming kembali menggemparkan publik. Ironisnya, aksi kejahatan tersebut dikendalikan dari dalam Rutan Kelas II B Kotabumi, Lampung Utara.

Para pelaku yang merupakan narapidana menyamar sebagai anggota polisi untuk menjerat korban perempuan melalui media sosial, hingga berujung pada pemerasan dengan rekaman video call bermuatan pornografi.

Kasus ini terbongkar setelah Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM bersama Polda Lampung melakukan investigasi gabungan pada 29 April lalu. Dari hasil sidak, petugas mengungkap adanya praktik penipuan daring dengan modus love scamming yang melibatkan narapidana di Rutan Kelas II B Kotabumi.

Dengan menggunakan akun palsu di media sosial, para pelaku menyamar sebagai anggota polisi untuk menarik perhatian korban perempuan. Setelah menjalin hubungan emosional, korban diajak melakukan video call bermuatan pornografi. Tanpa sepengetahuan korban, adegan tersebut direkam dan dijadikan alat pemerasan dengan ancaman akan disebarkan ke media sosial jika tidak mengirimkan uang.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, kartu ATM, serta pakaian dinas Polri yang digunakan pelaku untuk memperkuat identitas palsu mereka.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfy Assegaf mengatakan, pihaknya telah mengamankan sebanyak 137 narapidana yang diduga terlibat dalam aksi penipuan love scamming. Dari hasil pemeriksaan, diketahui lebih dari seribu orang menjadi korban dengan kerugian mencapai Rp1,4 miliar.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita ratusan ponsel, atribut dan seragam Polri, serta sejumlah kartu ATM sebagai barang bukti.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Agus Andrianto menegaskan akan mengambil langkah tegas tanpa pandang bulu jika dalam pengungkapan kasus ini ditemukan keterlibatan petugas lapas.
Terbongkarnya kasus ini memicu kritik keras terhadap pengawasan di dalam rutan, terutama terkait masih maraknya peredaran telepon genggam ilegal di sel tahanan. 

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dan jaringan penipuan serupa yang dikendalikan dari dalam penjara.Kasus ini menjadi peringatan keras atas lemahnya pengawasan terhadap akses komunikasi ilegal di dalam rutan.

PANDAWA AF

Ponpes Nurul Jadid Mesuji Timur dibakar dan dirusak masa

MESUJI TIMUR (11/5/2026) – Bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, menjadi sasaran amukan massa pada Sabtu malam (8/5/2026).
Aksi anarkis sekelompok massa berlangsung tak terkendali hingga membakar dan merusak sebagian bangunan ponpes sekitar pukul 23.00 WIB.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mesuji Budiman Jaya, didampingi Camat Mesuji Timur, meninjau lokasi kejadian pada Minggu sore. Ia menuturkan, saat peristiwa pembakaran dan perusakan terjadi, ponpes sudah tidak lagi beraktivitas. Para santri telah dipulangkan ke rumah masing-masing sejak satu tahun lalu.

Peristiwa ini dipicu dugaan pelanggaran perjanjian oleh pimpinan ponpes, MFS, yang sebelumnya dituding melakukan perbuatan tidak pantas terhadap beberapa santriwati. Warga kemudian meminta ponpes ditutup dan pengasuhnya angkat kaki dari Desa Tanjung Mas Jaya. Kesepakatan sempat tercapai, namun pada awal bulan puasa MFS kembali berkunjung ke lingkungan ponpes untuk menemui anak dan cucunya.

Hingga Jumat (8/5/2026), warga masih memantau keberadaan MFS di ponpes. Mereka memberi batas waktu hingga pukul 00.00 WIB untuk segera meninggalkan lokasi. Namun karena tidak ada reaksi, emosi warga tersulut dan berujung pada pembakaran serta perusakan bangunan. Sekda Mesuji Budiman Jaya menegaskan, kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian.

SULISTIONO

Tangis haru Iringi Pemakaman Brigpol Arya Supena, Polisi Muda Gugur Ditemabak Pelaku Curanmor

METRO (11/05/2026) – Suasana duka menyelimuti rumah duka, Sabtu (9/5/2026). Seorang anggota Polda Lampung, Brigpol Arya Supena, gugur setelah ditembak pelaku pencurian kendaraan bermotor saat menjalankan tugas di Bandar Lampung.

Isak tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di rumah duka pukul 15.20 WIB. Prosesi pemakaman dilakukan secara kedinasan dengan penghormatan terakhir dari institusi kepolisian hingga pukul 18.00 WIB.

Tangis keluarga tak terbendung saat jenazah Brigpol Arya Supena tiba di rumah duka di Kelurahan Mulyosari 16 Polos, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Sabtu sore.Korban yang bertugas sebagai Banit III Subdit IV Ditintelkam Polda Lampung itu tewas setelah ditembak pelaku curanmor di bagian kepala, saat berada di Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, sekitar pukul 06.00 WIB.

Suasana pilu menyelimuti rumah duka. Keluarga, kerabat, hingga warga sekitar datang memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal sebagai sosok baik, taat beribadah, dan berbakti kepada orang tua.

Brigpol Arya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan Sukadi dan Sri Suprapti. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi istri dan dua anaknya yang masih balita, masing-masing berusia empat setengah tahun dan tiga tahun.

Prosesi pelepasan jenazah dipimpin langsung Dirintelkam Polda Lampung Kombes Pol Nowo Hadi Nugroho, dengan dihadiri Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Wakapolda Brigjen Pol Sumarto, serta pejabat utama Polda Lampung.Jenazah kemudian dimakamkan secara kedinasan di TPU Mulyosari, sekitar satu kilometer dari rumah duka.

Kakak sepupu korban, Abdi Yantoro, meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman seberat-beratnya. Ia berharap aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor bersenjata api yang selama ini meresahkan masyarakat dapat diberantas hingga tuntas.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, saat ini dua pelaku masih dalam pengejaran tim Jatanras Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung.
Sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah Brigpol Arya sempat menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Kepergian Brigpol Arya Supena menjadi luka mendalam bagi keluarga dan institusi kepolisian. Di tengah pengabdian menjaga keamanan masyarakat, seorang ayah muda harus gugur oleh aksi kejahatan jalanan yang semakin nekat dan meresahkan.

SONNY SAMATHA

Sabtu, 09 Mei 2026

LSM dan Ormas Pertanyakan Bantuan Traktor untuk Ketua Poktan Anggota DPRD

PESISIR BARAT(09/05/2026) – Sejumlah LSM dan organisasi masyarakat, di antaranya JPKP, GMBI, serta Grib Jaya, mempertanyakan penyaluran bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat pada tahun 2025 kepada salah satu kelompok tani (Poktan) yang diketuai oleh anggota DPRD aktif. Anggota DPRD tersebut diketahui berasal dari partai yang sama dengan bupati setempat.

Sorotan muncul karena bantuan pemerintah seharusnya diprioritaskan kepada kelompok tani yang benar-benar membutuhkan dan tepat sasaran. LSM dan ormas menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan persepsi publik terkait konflik kepentingan dalam proses penyaluran bantuan.

Muhammad Bangsawan, perwakilan LSM JPKP (Jaringan Pengawas Kebijakan Pembangunan), mempertanyakan letak keadilan bantuan dari kementerian untuk kelompok tani di Pesisir Barat. Menurutnya, bantuan alsintan seharusnya mengutamakan kelompok tani yang aktif, produktif, dan belum pernah menerima bantuan serupa. 

Ia juga menekankan pentingnya proses verifikasi penerima yang diumumkan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik.Maryanta, Ketua Ormas Grib Jaya, bersama Beni Setiawan, Ketua GMBI, menelusuri langsung ke lapangan dan menemukan kejanggalan pada salah satu Poktan yang diketuai oleh anggota DPRD aktif. 

Mereka meminta dinas terkait membuka secara transparan mekanisme pengajuan hingga penetapan penerima bantuan traktor roda empat tersebut.Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Irvan Leonardo, membenarkan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 19 kelompok tani menerima bantuan traktor roda empat serta rotavator. 

Ia menegaskan, tidak ada larangan bagi anggota DPRD menjadi ketua kelompok tani. Larangan hanya berlaku bagi anggota atau PNS yang menjadi pengurus Poktan. Penentuan penerima bantuan, menurutnya, dilakukan berdasarkan usulan dari kelompok tani.

YUAN ANDESTA


Aksi Pencurian Motor Berujung Penembakan Polisi di Bandar Lampung

BANDARLAMPUNG (09/05/2026) – Inilah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Seorang pria berhelm terlihat masuk ke area parkir toko roti seorang diri dengan gerak-gerik mencurigakan.

Tak lama, Brigpol Arya Supena yang baru selesai bertugas dan hendak membeli roti tiba di lokasi. Korban diduga memergoki aksi pelaku yang berusaha mencuri sepeda motor di area parkir.

Suasana mendadak mencekam saat korban berupaya menghentikan pelaku. Keduanya terlibat kejaran dan pergulatan di halaman parkir toko roti di Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, sekitar pukul 05.30 WIB, Sabtu pagi.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan, dalam pergulatan itu pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah korban.

Tembakan mengenai kepala Brigpol Arya Supena. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Polisi kini melakukan penyelidikan mendalam, memeriksa rekaman CCTV dan memburu pelaku yang melarikan diri.Hingga Sabtu siang, petugas gabungan masih melakukan olah TKP dan memperketat pengecekan di sejumlah titik untuk memburu pelaku penembakan.


PANDAWA AF

Jumat, 08 Mei 2026

Pembobol Rumah Nyaris Diamuk Massa di Moro-Moro Mesuji Timur

MESUJI TIMUR (08/05/2026) – Seorang terduga pelaku pembobolan rumah di Pemukiman Moro-Moro Register 45, Kecamatan Mesuji Timur, nyaris diamuk massa pada Jumat pagi. Beruntung, aparat kepolisian segera tiba di lokasi dan mengamankan tersangka beserta barang bukti satu unit sepeda motor jenis Vega R milik korban.

Identitas tersangka belum diketahui. Warga setempat mengaku belakangan ini aksi pencurian di wilayah Moro-Moro semakin marak dan meresahkan masyarakat.

Korban pencurian, Yuli, menuturkan peristiwa terjadi saat rumahnya kosong ditinggal bekerja menyadap karet bersama istrinya. Pelaku menjebol gembok, lalu masuk ke dapur dan mengambil sepeda motor, tabung gas, tangki semprot, serta satu buah wajan.

Sekitar pukul 09.00 WIB, korban mendapat kabar dari tetangga bahwa motornya dibawa orang asing dan pelaku tengah ditangkap warga karena mencoba mencuri ayam bangkok milik warga lain.

Tokoh masyarakat Moro-Moro, Shahrul Sidin, membenarkan adanya penangkapan seorang terduga pelaku pembobolan rumah oleh warga. Untuk menghindari amukan massa, ia segera menghubungi pihak kepolisian agar tersangka diamankan ke kantor polisi.Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Mesuji Timur.

SULISTIONO

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">