Sabtu, 24 Oktober 2026
Korupsi Rp2,9 Miliar, Tiga Pejabat Lampung Utara Terancam 9 Tahun Bui!
BRIDA Lampung Barat Genjot Tiga Program Unggulan, Riset Didorong Hasilkan PAD
Kepala Brida Lampung Barat, Nowo Wibawono, mengatakan sejak
menjabat pada Oktober 2025, pihaknya fokus menjalankan tiga program strategis
yakni pengembangan Geopark Kaldera Suoh, Kampus Lapangan Geologi, dan teknologi
kultur jaringan di Kebun Raya Liwa (KRL).
"Tiga program ini kami siapkan agar potensi geologi,
pendidikan, hingga konservasi di Lampung Barat bisa memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat," ujarnya.
1. Geopark Kaldera Suoh Terus Digenjot
Pengembangan Geopark Kaldera Suoh telah berjalan sejak 2022.
Kawasan ini dinilai memiliki potensi geologi luar biasa yang bisa dikembangkan
melalui riset, edukasi, konservasi, dan pariwisata berbasis alam.
Brida menargetkan, dengan pengelolaan berkelanjutan dan
promosi yang masif, Kaldera Suoh tidak hanya dikenal luas, tetapi juga mampu
menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor wisata dan UMKM.
2. Kampus Lapangan Geologi Gandeng 6 Universitas Ternama
Program kedua adalah Kampus Lapangan Geologi. Fasilitas ini
disiapkan sebagai pusat pembelajaran dan penelitian kebumian langsung di
lapangan.
Saat ini Brida telah menjalin kerja sama dengan enam
perguruan tinggi ternama, yaitu UGM, Unsri, ITERA, Unja, Unila, dan
Unpad.Keberadaan kampus lapangan ini diharapkan mengukuhkan Lampung Barat
sebagai laboratorium alam geologi Indonesia.
Dampak ekonominya pun diharapkan terasa dari kebutuhan
akomodasi, transportasi, hingga konsumsi bagi mahasiswa dan peneliti yang
datang.
3. Kultur Jaringan di Kebun Raya Liwa Jadi Primadona
BaruTerobosan paling strategis ada di Kebun Raya Liwa. Brida tengah menyiapkan
pengembangan teknologi kultur jaringan tanaman.
Kebun Raya Liwa sendiri diketahui menyimpan kekayaan flora
langka, seperti Pakis Ekor Monyet, 41 jenis tanaman obat, hingga Taman Araceae
atau Taman Anggrek.
Berbeda dengan perbanyakan konvensional melalui biji atau
stek, kultur jaringan memanfaatkan bagian kecil daun dalam kondisi terkontrol
untuk menghasilkan bibit dalam jumlah besar, seragam, dan berkualitas.
"Teknologi ini tidak hanya untuk konservasi, tapi juga
berpeluang menjadi sumber ekonomi baru jika produksi bibitnya bisa memenuhi
permintaan pasar," jelas Nowo.
Untuk mematangkan program ini, Brida menggandeng ahli dari
FMIPA Universitas Lampung, Prof. Endang Linirin dan Prof. Endang Nurwijayanti.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kajian ilmiah,
menentukan jenis tanaman potensial, serta meningkatkan kapasitas SDM lokal.
Nowo menegaskan, keberhasilan riset tidak boleh berhenti di
atas kertas. Hasil riset harus bisa diaplikasikan dan dirasakan langsung oleh
masyarakat Lampung Barat.
LILIANA PARAMITA
Kamis, 22 Oktober 2026
Satu Hektare Lahan Belukar di Batu Brak Lampung Barat Terbakar
Api yang dipicu pembakaran sampah oleh warga dengan cepat
membesar akibat angin kencang dan kemarau panjang. Lokasi kebakaran yang berada
di kawasan pegunungan dengan akses terjal menyulitkan mobil pemadam kebakaran
untuk mencapai lokasi.
Berkat kesigapan warga Pemangku Way Salang yang bergotong
royong memadamkan api dengan peralatan seadanya, kobaran api berhasil
dikendalikan sebelum merembet ke perkebunan warga.Peratin Pekon Sukabumi,
Alamsyah membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut api
diduga berasal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan pemiliknya.Ia mengimbau
masyarakat agar tidak membakar sampah di dekat area perkebunan, mengingat
kondisi kemarau panjang sangat rentan memicu kebakaran.
Rabu, 21 Oktober 2026
4 TAHUN BERKONFLIK, AKHIRNYA DAMAI
Peringati HUT ke-62, DPD Golkar Lampung Gelar Ziarah ke TMP dan Tasyakuran
Selasa, 20 Oktober 2026
DETIK-DETIK MENCEKAM! KMP Batumandi Meledak di Tengah Selat Sunda, Penumpang Panik
Puskesmas Kebun Tebu Gelar Cek Kesehatan Gratis Goes to School, Sasar 2.500
Program ini menyasar lebih dari 2.500 siswa dari jenjang TK,
SD, SMP hingga SMA di wilayah Kecamatan Kebun Tebu.
Salah satu pelaksanaannya digelar di TK Negeri 01 Kebun
Tebu. Tim kesehatan Puskesmas melakukan pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi
dan berat badan, serta pemeriksaan gigi, mata, dan telinga sebagai upaya
deteksi dini gangguan kesehatan anak.
Kepala Puskesmas Kebun Tebu, Hendri Saputra, mengatakan
program tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada siswa dan
meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
"Anak yang sehat akan lebih siap belajar, tumbuh dan
berkembang secara optimal. Melalui program ini kondisi kesehatan anak dapat
diketahui lebih awal," ujar Hendri.
Selain itu, Puskesmas Kebun Tebu juga mendorong terwujudnya
zero stunting melalui program PESTA MUARI yang fokus pada penanganan dan
pencegahan stunting pada remaja putri. Program ini meliputi edukasi kesehatan,
pemantauan gizi, dan pendampingan berkelanjutan.Sementara itu, Kepala TK Negeri
01 Kebun Tebu, Hida Astati, mengapresiasi pelaksanaan CKG di sekolahnya.
Menurutnya, pemeriksaan di sekolah memudahkan deteksi tumbuh kembang anak tanpa
harus datang ke fasilitas kesehatan.
Dengan program Goes to School, Puskesmas berharap kesadaran
hidup sehat meningkat di kalangan pelajar, pendidik, dan orang tua, sekaligus
mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.





