Selasa, 20 Oktober 2026

DETIK-DETIK MENCEKAM! KMP Batumandi Meledak di Tengah Selat Sunda, Penumpang Panik

 BANTEN (20/10/2026) - Perjalanan Kapal Motor Penumpang (KMP) Eksekutif Batumandi dengan rute Pelabuhan Bakauheni menuju Merak mengalami insiden pada Selasa (20/10/2026) sore.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami dugaan ledakan sekitar pukul 16.00 WIB, saat posisi kapal sudah memasuki perairan dekat Pelabuhan Merak, Banten.
Kabar insiden ini mencuat dari kesaksian salah satu penumpang bernama Rudini, yang saat kejadian berada di dalam kapal untuk tujuan Jakarta.

Dari informasi sementara yang berhasil dihimpun, sumber ledakan diduga kuat berasal dari bagian bawah kapal, tepatnya di ruang mesin. Belum diketahui secara pasti apa yang memicu ledakan tersebut.

Beruntung, saat kejadian sejumlah kapal nelayan yang sedang melintas di sekitar Selat Sunda dengan cepat memberikan pertolongan pertama. Aksi sigap para nelayan sangat membantu proses awal penyelamatan penumpang di tengah kepanikan.

Tak berselang lama, Tim SAR gabungan bersama instansi terkait tiba di lokasi kejadian dan langsung mengambil alih penanganan serta proses evakuasi.

Hingga saat ini, pihak ASDP maupun otoritas pelabuhan belum memberikan pernyataan resmi. Penyebab pasti ledakan, jumlah penumpang di dalam kapal, serta kondisi korban masih dalam proses pendataan dan menunggu konfirmasi resmi dari pihak operator kapal dan Basarnas.

Aparat berwenang masih melakukan penanganan intensif di lokasi.



GELLY MELAPORKAN

Puskesmas Kebun Tebu Gelar Cek Kesehatan Gratis Goes to School, Sasar 2.500

 LAMPUNG BARAT (20/10/2026)  - Puskesmas Kebun Tebu, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Goes to School, Senin (19/10/2026).

Program ini menyasar lebih dari 2.500 siswa dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA di wilayah Kecamatan Kebun Tebu.

Salah satu pelaksanaannya digelar di TK Negeri 01 Kebun Tebu. Tim kesehatan Puskesmas melakukan pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, serta pemeriksaan gigi, mata, dan telinga sebagai upaya deteksi dini gangguan kesehatan anak.

Kepala Puskesmas Kebun Tebu, Hendri Saputra, mengatakan program tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada siswa dan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

"Anak yang sehat akan lebih siap belajar, tumbuh dan berkembang secara optimal. Melalui program ini kondisi kesehatan anak dapat diketahui lebih awal," ujar Hendri.

Selain itu, Puskesmas Kebun Tebu juga mendorong terwujudnya zero stunting melalui program PESTA MUARI yang fokus pada penanganan dan pencegahan stunting pada remaja putri. Program ini meliputi edukasi kesehatan, pemantauan gizi, dan pendampingan berkelanjutan.Sementara itu, Kepala TK Negeri 01 Kebun Tebu, Hida Astati, mengapresiasi pelaksanaan CKG di sekolahnya. Menurutnya, pemeriksaan di sekolah memudahkan deteksi tumbuh kembang anak tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.

Dengan program Goes to School, Puskesmas berharap kesadaran hidup sehat meningkat di kalangan pelajar, pendidik, dan orang tua, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.

 

LILIANA PARAMITHA

Kamis, 15 Oktober 2026

Geger Penemuan Jasad Bayi Perempuan di Sungai Abung Timur Lampung Utara

 BANDARLAMPUNG (27/5/2022) -  Warga Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara digegerkan penemuan jasad bayi perempuan di aliran Sungai Terusan bawah jembatan Desa Bumi Jaya, Rabu (14/10/2026).

Jasad bayi pertama kali ditemukan seorang buruh harian lepas yang hendak mandi usai mencabut singkong, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu saksi melihat jasad mengambang di aliran sungai yang tidak mengalir akibat musim kemarau. 
Temuan itu kemudian dilaporkan warga melalui layanan darurat kepolisian 110.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel membenarkan penemuan tersebut, Kamis (15/10/2026).Dari pemeriksaan awal, korban berjenis kelamin perempuan dengan panjang tubuh sekitar 55 sentimeter.
 
Tali pusar dan ari-ari masih melekat, diduga baru dilahirkan.Pada tubuh korban ditemukan luka di bawah ketiak kiri, memar di wajah kanan, dan luka robek di pinggang. 

Kondisi jasad sudah membusuk dan ditemukan belatung. Polisi memperkirakan kematian terjadi 4-5 hari sebelum ditemukan.Di lokasi, petugas mengamankan satu kantong plastik merah yang diduga digunakan untuk membungkus bayi.

Lokasi penemuan berada di perbatasan Desa Bumi Jaya dan Desa Bumi Restu, sekitar 300 meter dari permukiman warga dan tidak terdapat CCTV.Saat ini jasad korban berada di kamar jenazah RSUD Mayjen HM Ryacudu Kotabumi. 

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban, keberadaan orang tua, serta penyebab pasti kematian.Kasus ini masih didalami melalui olah TKP, pemeriksaan saksi, dan pemeriksaan medis lanjutan.  



@lampungtelevisi.com

Bandar Sabu di Tulang Bawang Ditangkap Saat Hendak Transaksi, Satu Kabur

 TULANG BAWANG (14/10/2026) - Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Tulang Bawang membekuk seorang bandar narkoba saat hendak bertransaksi di Jalan Poros, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Selasa (14/10/2026) siang.

Pelaku yang diamankan berinisial JN alias Jandi (50), warga Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang. 
Ia ditangkap bersama satu rekan yang berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kasat Narkoba Polres Tulang Bawang, IPTU Jaelani mengatakan, penangkapan bermula saat kedua tersangka yang berboncengan sepeda motor diduga hendak melakukan transaksi dengan konsumen.

Petugas yang telah mengintai langsung melakukan penyergapan sebelum transaksi terjadi. Satu tersangka berhasil diamankan, sementara satu lainnya kabur."Dari tangan tersangka JN, kami berhasil menyita barang bukti narkotika jenis sabu seberat 10,25 gram," ujar IPTU Jaelani.

Saat ini tersangka JN telah diamankan di Mapolres Tulang Bawang untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut guna memburu rekan yang kabur serta jaringan di atasnya.

@lampungtelevisi.com

Rabu, 14 Oktober 2026

Gadis 18 Tahun Diterkam Buaya di Sungai Way Semaka Tanggamus, Kaki Dijahit 24 Jahitan

< TANGGAMUS (14/10/2026) -  Efina Diah Ayu Ningsih (18), warga Pekon Kalisari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, menjadi korban serangan buaya saat mencuci di Sungai Way Semaka, Selasa (13/10/2026) pukul 16.30 WIB.

Akibat serangan itu, kaki kanan korban terluka parah dan mendapat 24 jahitan. Korban kini dirawat intensif di Puskesmas Wonosobo.

Saat kejadian, Efina mencuci bersama ibunya, Poniem. Korban berada di dalam sungai sedalam di atas lutut, sementara ibunya di atas jamban tepi sungai dengan jarak sekitar satu meter.

Tiba-tiba korban berteriak histeris setelah diterkam buaya. Sang ibu spontan menarik tangan anaknya hingga sempat tarik-menarik dengan buaya sampai gigitan terlepas.

Korban sempat mendapat pertolongan pertama sebelum dibawa ambulans ke Puskesmas Wonosobo pada Rabu pagi (14/10/2026).

Kepala Pekon Kalisari, Burhanuddin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut warga terpaksa mencuci di sungai karena sumur mengering akibat kemarau.
Padahal Sungai Way Semaka diketahui menjadi habitat buaya.Pemerintah pekon bersama Camat Wonosobo telah melakukan mitigasi dan mengimbau warga tidak beraktivitas di sungai tersebut.


@lampungtelevisi.com

Petani Menang, KI Lampung Perintahkan Pemkot Metro Buka Dokumen Anggaran

 KOTA METRO (14/10/2026) -  KI Lampung Kabulkan Gugatan Petani, Perintahkan Pemkot Metro Buka Dokumen AnggaranMETRO – Komisi Informasi (KI) Provinsi Lampung mengabulkan sebagian permohonan sengketa informasi yang diajukan petani terhadap Pemerintah Kota Metro.
Putusan dibacakan Senin (12/10/2026) untuk perkara Nomor 007/VIII/KIProv-LPG-PS-A/2026 dengan pemohon Tumiran dan Suyitno, petani yang terdampak banjir persawahan.
Dalam putusannya, KI Lampung memerintahkan Pemkot Metro membuka ringkasan alokasi dan realisasi belanja seluruh OPD Tahun 2025, dokumen KUA-PPAS Tahun 2024-2026, serta dokumen usulan bantuan pendanaan ke pemerintah provinsi dan pusat.
Gugatan ini diajukan untuk mengungkap alasan tidak adanya anggaran khusus penanganan banjir persawahan.
Kuasa hukum Aliansi Petani Menggugat (APM), Tommy Gunawan, mengatakan petani berhak tahu kenapa persoalan banjir tidak menjadi prioritas dan program apa yang lebih diutamakan pemerintah.
"Perjuangan ini bukan sekadar membuka dokumen, tapi memastikan masyarakat bisa mengawasi kebijakan pemerintah lewat informasi resmi," tegas Tommy.
Tommy menyebut putusan ini belum menyangkut ganti rugi petani. Pihaknya akan mengawal pelaksanaan putusan setelah berkekuatan hukum tetap.
.


@lampungtelevisi.com

Puskesmas Batu Ketulis Gencarkan Posyandu ILP di Campang Tiga, Warga Antusias

 LAMPUNG BARAT (14/10/2026) -  Puskesmas Batu Ketulis terus memperkuat pelayanan kesehatan primer melalui kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesdes Pekon Campang Tiga, Kecamatan Batu Ketulis, Kabupaten Lampung Barat, Selasa (13/10/2026).Kegiatan tersebut disambut antusias warga. 

Sejak pagi, Puskesdes Campang Tiga dipadati ibu-ibu yang membawa bayi dan balita untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Layanan juga menyasar ibu hamil dan lansia.

Tim kesehatan dari Puskesmas Batu Ketulis bersama kader posyandu memberikan pemeriksaan kesehatan umum, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga edukasi kesehatan bagi ibu hamil.

Untuk meningkatkan partisipasi, Pemerintah Pekon Campang Tiga memberikan door prize bagi balita yang hadir.

Kepala Puskesmas Batu Ketulis, Martalena, mengatakan Posyandu ILP merupakan upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

"Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.Kami juga terus melakukan pelayanan dari rumah ke rumah untuk menjangkau warga yang membutuhkan," ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Camat Batu Ketulis, Heriyanto. Ia menilai sinergi antara puskesmas, kader posyandu, dan pemerintah pekon menjadi kunci peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

"Kesehatan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga kolaborasi antara puskesmas, pemerintah pekon, dan masyarakat harus terus diperkuat," kata Heriyanto.

Di sela kegiatan, Camat Batu Ketulis bersama Kepala Puskesmas dan Peratin Campang Tiga menyempatkan mengunjungi salah satu warga penderita stroke sebagai bentuk kepedulian.

Sementara itu, Peratin Campang Tiga, Nasution, menegaskan pihaknya mendukung penuh kegiatan kesehatan di wilayahnya.

"Untuk menarik minat warga datang ke posyandu, kami berikan door prize. Ini bentuk dukungan pekon demi kesehatan masyarakat," ucapnya.

Selain Posyandu ILP, Puskesmas Batu Ketulis juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara door to door, termasuk pemantauan kondisi warga dan pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.


@lampungtelevisi.com

Selasa, 13 Oktober 2026

Lantik 10 Pejabat Eselon II, Hamartoni Evaluasi Tiap Enam Bulan

 BANDARLAMPUNG (13/10/2026) -  Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis resmi melantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) atau eselon II di Ruang Tapis Setdakab Lampung Utara, Senin (12/10/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Romli dan jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemkab Lampung Utara.

Dalam sambutannya, Hamartoni menegaskan akan memperketat pengawasan kinerja pejabat. Jika sebelumnya evaluasi dilakukan setiap dua tahun, kini evaluasi akan dilakukan setiap enam bulan sekali.

"Jangan berlama-lama adaptasi. Segera bekerja, jalankan program, capai target, dan pelayanan harus dirasakan masyarakat," tegas Hamartoni.

Ia menekankan, evaluasi berkala itu akan menjadi tolok ukur kinerja setiap pimpinan OPD dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah menjadi program yang terukur dan berdampak nyata.

Menurutnya, evaluasi tidak boleh hanya menjadi formalitas, melainkan harus menjadi dasar perbaikan kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Di sisi lain, Hamartoni menyebut pengisian jabatan strategis belum sepenuhnya tuntas. Jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) masih menunggu rekomendasi Gubernur Lampung, sementara jabatan Kepala Dinas Kesehatan masih kosong.

Berikut daftar 10 pejabat eselon II yang dilantik:
1. Maryadi – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan.
2. Muhammad Erwinsyah – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.
3. Kasim – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi.
4. Dicky Fahlevi Suudi – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
5. Meity Zahara – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Tenaga    Kerja.
6. Adila Indriani – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
7. Dirgantara – Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan    Penataan        Ruang.
8. Muhammad Husnan Tamrin, ST., MT. – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan    Bina            Konstruksi.
9. Biantori – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.
10.Hendry Dunant – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Dengan evaluasi setiap enam bulan, para pejabat tersebut dituntut membuktikan kinerja melalui capaian program dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Tantangannya, memastikan kebijakan evaluasi benar-benar berdampak pada kinerja birokrasi, bukan sekadar menjadi rutinitas administratif.



@lampungtelevisi.com

Legalitas Ponpes Anagibs Lampura Dipertanyakan, Belum Terdaftar Kemenag

 LAMPUNG UTARA (13/10/2026) - Legalitas Arriyadl Nusantara Global Islamic Boarding School (Anagbis) di Kecamatan Blambangan Pagar, Lampung Utara, menjadi sorotan di tengah penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap lima santriwati di bawah umur.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Lampung Utara, Ahmad Syabani, menegaskan Anagibs hingga kini belum terdaftar sebagai lembaga pendidikan pesantren di Kemenag setempat.

Hal itu disampaikan Ahmad saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/10/2026). Ia menyebut pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo, KH. Drs. Moh. Nurullah Qomaruddin, dan melaporkan hasilnya ke Kanwil Kemenag Lampung.

"Anagibs belum terdaftar di kami. Kami sudah klarifikasi ke pimpinan Ponpes Wali Songo dan sudah kami laporkan ke Kanwil," ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, Kemenag Lampung Utara berencana membentuk tim untuk memverifikasi legalitas dan perizinan Ponpes Wali Songo beserta lembaga pendidikan di bawah naungannya, termasuk dugaan belum adanya Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
Ia menjelaskan, Anagibs baru berjalan sekitar satu tahun. Para siswanya merupakan santri pilihan dari Ponpes Wali Songo yang dipindahkan lokasi belajarnya melalui seleksi internal.

Di sisi lain, Unit PPA Satreskrim Polres Lampung Utara masih mendalami laporan dugaan pencabulan terhadap lima santriwati. Seorang guru berinisial IS (34) telah diamankan untuk pemeriksaan.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti. Perkara tersebut masih dalam proses pendalaman dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Kemenag menyatakan akan melakukan verifikasi administrasi sekaligus memperhatikan perlindungan para santri. Identitas anak yang diduga menjadi korban tidak diungkap demi menjaga privasi.


@lampungtelevisi.com

Senin, 12 Oktober 2026

Geger! Penemuan Mayat Perempuan di Kebun Sawit Way Serdang

 WAY SERDANG (12/10/2026) - Warga Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji digegerkan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas, Senin (12/10/2026) pagi.

Mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan dalam posisi tertelungkup di Jalan Perkebunan Sawit Plasma Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh rombongan anak sekolah yang melintas. Hingga kini identitas korban belum diketahui.

Camat Way Serdang, Suruadi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, anak-anak sekolah yang pertama kali melihat korban langsung melapor ke warga sekitar.Menindaklanjuti laporan, Tim Inafis Polres Mesuji turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi awal. Setelah itu, jenazah langsung dibawa ke RSUD Ragab Begawi Caram Brabasan untuk keperluan autopsi guna mengetahui penyebab kematian.Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.


@lampungtelevisi.com

Proyek Jalan Rp1,4 Miliar di Pesisir Barat Jadi Sorotan, Diduga Serobot Lahan Milik Mantan Bupati

 PESISIR BARAT (12/10/2026) - Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan APBD 2026 senilai Rp1,4 miliar menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin.

Proyek pembangunan jalan akses menuju rumah sakit di Pesisir Barat dengan nilai anggaran Rp1,4 miliar tersebut, sebagian lahannya diklaim milik H. Agus Istiqlal.

Pemilik lahan, H. Agus Istiqlal, mendatangi langsung lokasi pembangunan. Ia menunjukkan sertifikat tanah yang sah kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Pesisir Barat. Kedatangannya untuk memprotes karena Pemkab Pesisir Barat belum pernah meminta izin penggunaan lahannya untuk proyek tersebut.

Kepada pejabat PU, Agus Istiqlal menjelaskan lahan berukuran 10 x 28 meter itu dibelinya pada tahun 2009-2010 seharga Rp25 juta. Ia menegaskan tidak meminta ganti rugi apapun, namun secara etika dan hukum, Pemkab seharusnya meminta izin terlebih dahulu kepada dirinya sebagai pemilik sah.

Menanggapi protes tersebut, Kabid Bina Marga Dinas PU Pesisir Barat, Yusuf Ramadan, mengakui adanya miskomunikasi. Menurut pemahamannya, saat pengusulan proyek, jalan tersebut sudah lama dipakai masyarakat. Informasi dari pemilik lahan sebelumnya menyebutkan lahan itu telah dijual menjadi tiga kapling masing-masing 10 meter.Yusuf mengatakan akan segera melaporkan persoalan status lahan ini kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.Untuk selanjutnya, publik menunggu langkah tegas Pemkab Pesisir Barat terkait kejelasan status lahan dan kelanjutan proyek jalan senilai miliaran rupiah tersebut.



@lampungtelevisi.com

Minggu, 11 Oktober 2026

Mantan Kakam 2012-2018 Maju Lagi, I Wayan Sika S.A.P Dapat Nomor Urut 1

 PUTRA RUMBIA (11/10/2026) - Menjelang berakhirnya masa jabatan Kepala Kampung Meranggi Jaya, Kecamatan Putra Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah pada November-Desember 2026, tahapan penjaringan calon kepala kampung baru mulai digelar.

Dari hasil penjaringan, terjaring empat bakal calon yang telah mengikuti pengundian nomor urut pada Jumat, 9 Oktober 2026. Salah satu calon, I Wayan Site, mendapatkan nomor urut 1.

I Wayan Site bukan sosok baru bagi warga Meranggi Jaya. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kampung Meranggi Jaya selama satu periode pada 2012-2018.

Untuk meraih dukungan, calon nomor urut 1 bersama tim suksesnya, Wayan Luhasmini, menggelar sosialisasi pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB hingga selesai. Sosialisasi yang dipusatkan di Kampung Meranggi Jaya tersebut dihadiri warga dari Dusun 1 hingga Dusun 6.

Dalam pemaparannya, I Wayan Site menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program pembangunan yang belum sempat terselesaikan pada periode kepemimpinannya sebelumnya. Selain pembangunan fisik, ia juga berjanji akan memperbaiki pelayanan administrasi dan surat-menyurat di tingkat kampung yang dinilai belum maksimal.

Tim sukses calon nomor urut 1, Wayan Luhasmini, mengaku puas dengan antusiasme warga. Menurutnya, sekitar 200 warga hadir dalam kegiatan tersebut dan banyak menyampaikan harapan untuk pembangunan kampung ke depan.

"Antusiasme warga sangat tinggi, sekitar 200 orang hadir. Banyak yang menyampaikan harapan, ini menunjukkan adanya dukungan untuk calon nomor urut 1," ujar Wayan Luhasmini.

Sementara itu, I Wayan Site mengaku optimistis dan siap mengemban amanah jika terpilih kembali. Ia yakin masyarakat akan menilai berdasarkan rekam jejak dan bukti pembangunan yang telah ia lakukan pada periode 2012-2018.

Pihaknya berharap masyarakat Meranggi Jaya dapat memberikan dukungan pada pemilihan yang akan digelar mendatang untuk periode 2026-2034.



@lampungtelevisi.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

53 Hektare Sawah Terendam Banjir, 132 Petani Metro Selatan Menanti Kepastian Pemkot

METRO (10/10/2026) – Banjir yang berulang kali merendam lahan pertanian di Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, bukan sekadar persoalan genangan air. Bagi 132 petani, banjir menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha tani dan penghidupan keluarga.

Sekitar 53 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak. Banjir disebut semakin parah sejak keberadaan Bendungan Margatiga, hingga membuat aktivitas pertanian nyaris terhenti.

Perwakilan petani, Suyitno, mengungkapkan para petani telah bertahun-tahun menunggu solusi permanen dari Pemerintah Kota Metro, termasuk opsi ganti rugi atau ganti untung atas lahan terdampak. Namun hingga kini belum ada kepastian.

Tak ingin persoalan berlarut, petani yang tergabung dalam Aliansi Petani Menggugat (APM) Kota Metro menempuh jalur hukum. Melalui kuasa hukum Tommy Gunawan, S.H., mereka mengajukan sengketa informasi publik di Komisi Informasi Provinsi Lampung.

APM meminta keterbukaan dokumen publik berupa kajian teknis penanganan banjir dan kejelasan anggaran penanggulangan banjir yang berkaitan dengan lahan pertanian warga. Menurut APM, permintaan dokumen tersebut belum dipenuhi Pemkot Metro.

Tommy Gunawan menegaskan, langkah hukum ini bukan untuk kepentingan politik atau pribadi, melainkan untuk memperjuangkan hak petani atas informasi publik sesuai ketentuan hukum. 

Kini, 132 petani terdampak masih menanti keterbukaan dokumen dan solusi jangka panjang agar 53 hektare sawah mereka kembali produktif.


 @lampungtelevisi.com

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">