Selasa, 03 Februari 2026

Peternak Muda Lampung Selatan Bikin Inovasi Ayam Varietas AK-79

PENENGAHAN (3/2/2026) – Di tengah tantangan wabah penyakit yang kerap menghantui peternak unggas, seorang pemuda Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, membuat inovasi persilangan ayam menjadi varietas baru AK-79.

Pemuda bernama Mahdika Murtopo, mahasiswa semester tujuh Universitas Brawijaya berusia 22 tahun, menyebut ayam AK-79 bukan sekadar ayam kampung biasa. Varietas ini merupakan hasil perkawinan silang ayam kampung lokal dengan indukan unggul asal Eropa dan Asia. 

Ide persilangan ayam ini muncul dari hobi hingga berkembang menjadi riset mandiri untuk menjawab kebutuhan daging ayam yang terus meningkat.

Mahdika memaparkan ayam AK-79 memiliki keunggulan signifikan dibandingkan ayam kampung. Jika pemeliharaan ayam kampung butuh waktu sekitar empat bulan untuk mencapai bobot konsumsi, AK-79 hanya perlu 50 hingga 60 hari untuk mencapai bobot rata-rata 1,2 kilogram.

Selain pertumbuhannya cepat, ayam ini lebih tahan penyakit dan memiliki daya adaptasi tinggi terhadap iklim di Lampung Selatan. Keunggulan tersebut berbanding lurus dengan nilai ekonomi.

Mahdika menjual bibit ayam AK-79 seharga Rp9.000 per ekor. Sementara telur ayam kampung konsumsi dijual Rp2.500 per butir. Tingginya minat peternak membuat Mahdika kewalahan memenuhi permintaan pasar.

Permintaan bibit dan telur sangat tinggi. Pesanan sampai April 2026 sudah penuh dan ada pemesan bersedia antre hingga bulan Juni.

Inovasi Mahdika ini mendapat dukungan sang ayah, Elik Murtopo, yang sehari-hari bertugas sebagai hakim tipikor di Pengadilan Tinggi Banten. Meski berbeda profesi, Elik bangga dengan kemandirian anaknya memilih jalur wirausaha ketimbang sektor formal.

Mahdika juga mengintegrasikan peternakannya dengan pertanian. Kotoran ayam dari kandangnya diolah menjadi pupuk tanaman cabai dan tomat.

ROY SHANDY

Bos Jagung Rogoh Kantong Perbaiki Jalan Bangun Sari

NEGERI KATON (3/2/2026) – Bos jagung merogoh kantong pribadi untuk memperbaiki jalan Dusun 1 Bangun Sari, Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran. Jalan lingkungan sepanjang 100 meter ini ambles dan rusak akibat mobilitas truk jagung.

Jalan Dusun 1 Bangun Sari sempat viral karena rusak meski dibangun belum seumur jagung. Seorang pengusaha muda Bangun Sari yang dikenal sebagai bos jagung bernama Jujun Junaidi, mengakui kerusakan jalan gegara lalu-lalang truk miliknya.

Kondisi ini mengundang protes warga. Jujun Junaidi segera memperbaiki kerusakan jalan hingga tuntas dalam dua hari, 2-3 Februari 2026.

Marzuki dan Sukir, warga Dusun 1 Bangun Sari, menyambut baik tanggung jawab bos Jagung Jujun Junaidi dalam memperbaiki kerusakan jalan menggunakan jasa pemborong. Jalan lingkungan itu memang ambles dan rusak akibat mobilitas truk pengangkut jagung.

Bos Jujun Junaidi akan membangun jalan lingkungan tersebut lebih bagus dengan rigit beton. Selain menjadi akses angkutan jagung, jalan ini juga menjadi jalur alternatif ke perlintasan lainnya. Perbaikan jalan ini diharapkan awet dan lebih bermanfaat.

PIYAN AGUNG

Anggota Satpol PP Lampung Selatan Sukses Jadi Juragan Puyuh

PALAS (3/2/2026) – Seorang abdi negara dengan status anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kantor Camat Palas, Lampung Selatan, berhasil menjadi pengusaha puyuh petelur. Usaha sampingan ini tidak menghambat tugas sehari-hari.

Restu Budi Kurniawan akrab dipanggil Mastu, merintis budidaya puyuh petelur sejak tahun 2019. Berawal dari 250 ekor burung puyuh untuk mengisi pekarangan kosong dan menyalurkan hobi, usaha ini berkembang pesat. Tak hanya fokus puyuh petelur, ia merambah pengembangan bibit indukan.

Mastu mengaku kewalahan memenuhi permintaan bibit indukan dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera hingga Papua. Hasil budidaya telur menjadi pemasok utama enam dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan suplai minimal 150 kilogram per minggu.

Keberhasilan Mastu tidak dinikmatinya sendiri. Juragan puyuh ini turut membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran dengan memberdayakan warga sekitar. Beternak puyuh relatif mudah dan tidak menyita banyak waktu di tengah kesibukannya sebagai anggota Satpol PP di Kantor Camat Palas.

Mastu terbuka berbagi pengalaman dan ilmu budidaya puyuh.  Ia menyediakan paket hemat Rp15,5 juta kepada warga atau peternak pemula untuk memulai usaha ini. Dengan modal tersebut, peternak pemula mendapatkan 1.000 ekor burung puyuh, kandang serta fasilitas konsultasi gratis hingga berhasil.

Camat Palas Rosalina mengapresiasi Mastu sebagai sosok kreatif dan inspirator serta layak menjadi role model bagi pemuda Lampung Selatan. Meski sempat mengalami pahit akibat serangan penyakit burung dan penipuan pemasokr, Mastu tetap bangkit.

Semangat Mastu telah menular ke warga sekitar hingga muncul 12 peternak baru di kampungnya dengan populasi ratusan ribu ekor. Cita-citanya menjadikan Kecamatan Palas sebagai sentra burung puyuh Lampung.

ROY SHANDY



Senin, 02 Februari 2026

Anggota DPR RI Tinjau Jembatan Mangkrak di Lampung Timur

WAY BUNGUR (2/2/2026) – Anggota Komisi V DPR RI, Hanan A Rozak, meninjau jembatan mangkrak Kalipasir-Tanjungtirto, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, Senin 2 Februari 2026. Pembangunan jembatan akan diambil-alih pemerintah pusat dengan anggaran Rp80 miliar.

Peninjauan Hanan A Rozak didampingi anggota DPRD Lampung Adhitia Pratama dan Ariyan Putra Marga, Ketua Komisi III DPRD Lampung Timur Kemari, kepala Dinas PUPR Lampung, pelaksana tugas kepala Dinas PUPR Lampung Timur, dan camat Way Bungur.

Peninjauan Jembatan Kalipasir sebagai bentuk komitmen DPR RI dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung Timur.

Hanan A Rozak berkunjung setelah viral anak-anak kesulitan mengakses sekolah karena Jembatan Kalipasir-Tanjungtirto mangkrak. Pelajar terpaksa menyeberangi sungai dengan perahu darurat.

Anggota Komisi V DPR RI itu menyebut rencana pembangunan jembatan gantung sebagai sarana penyeberangan darurat selama pembangunan Jembatan Kalipasir-Tanjungtirto direncanakan dan dilanjutkan kembali. Pemerintah pusat akan mengambil alih pembangunan Jembatan Kalipasir-Tanjungtirto melalui APBN sebesar Rp80 miliar.

Pembangunan Jembatan gantung ini melibatkan jajaran Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Timur, dan Kodam Radin Inten.

Pelaksana Tugas Kadis PUPR Lampung Timur Primadhiarta Ramadheni mengatakan pembangunan jembatan permanen membutuhkan biaya berkisar Rp80 miliar. Di tengah kesulitan anggaran, proyek ini perlu bantuan Pemprov Lampung maupun pemerintah pusat.

Sementara pembangunan jembatan gantung perlu perencanaan dan evaluasi ulang. Lokasi atau titik jembatan sedang dipertimbangkan dengan matang.panjang jembatan sekitar 100 hingga 120 meter.

MUHAMMAD FARID

Banjir Kotabumi Paksa Sekolah Pulangkan Siswa

KOTABUMI (1/1/2026) – Banjir merendam ratusan rumah di Kecakatam Kotabumi dan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, setelah hujan berkepanjangan sejak Sabtu malam hingga Minggu 1 Februari 2026. Sekolah sampai memulangkan siswa karena belasan ruang kelas terendam.

Beberapa sungai meluap bersamaan akibat hujan deras. Banjir merendam permukiman Kotabumi dan Kotabumi Selatan dengan ketinggian sepundak orang dewasa. Aktivitas masyarakat lumpuh seketika.

Gedung SMA Negeri 3 Kotabumi turut kebanjiran sampai Senin siang. Sedikitnya 14 ruang kelas terendam sehingga sekolah terpaksa memulangkan sebagian siswa karena tidak memungkinkan kegiatan belajar mengajar. Sekolah menyiapkan skema pergantian giliran belajar bila banjir tidak kunjung surut.

Kepala SMA Negeri 3 Kotabumi Vivi Evita Rozalifa membenarkan pemulangan siswa terdampak banjir karena kondisi kelas tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. Posisi gedung memang berada di dataran rendah sehingga luapan air sungai membanjiri sekolah. Padahal, tiga tahun sebelumnya tidak eprnah kebanjiran.

Luapan Sungai Way Sesah membanjiri Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, khususnya wilayah Rawa Karya. Kejadian serupa melanda beberapa kelurahan di Kecamatan Kotabumi.

BPBD mencatat wilayah terdampak banjir meliputi di Kecamatan Kotabumi Selatan yakni Kelurahan Kota Alam 8 rumah dan Kelurahan Tanjung Harapan 20 rumah. Sementara di Kecamatan Kotabumi, banjir merendam 16 rumah di Kelurahan Sribasuki, 79 rumah di Kelurahan Kotabumi Udik serta 53 rumah di Kelurahan Kotabumi Pasar.

Di tengah kondisi darurat, BPBD Lampung Utara belum mendirikan tenda pengungsian. Banyak warga bertahan di rumah tanpa fasilitas layak untuk beristirahat maupun memasak.

Pendirian tenda pengungsian terkendala keterbatasan lahan. Korban banjir mengeluhkan lemahnya respons terhadap kondisi darurat, mengingat banjir merupakan bencana tahunan. Pemerintah daerah didorong lebih sigap dan adaptif dengan menyiapkan langkah cepat, termasuk pemanfaatan fasilitas umum sebagai lokasi pengungsian sementara.

ADI SUSANTO

Bosan dengan Janji, Warga Pringsewu-Pesawaran Rehab Jalan

 

 PRINGSEWU (1/2/2026) – Karena banyak jalan rusak, sebagian warga ingin mengubah nama Pringsewu menjadi Jenglongansewu. Pernyataan itu dicurahkan lewat spanduk, dan karton, yang dipasang di pohon pisang, dan ditanam di Lintas Pekon Adiluwih, Srikaton, dan Tunggu Pawenang.

Jalan Lintas milik Pemerintah Provinsi di Pringsewu dan Pesawaran ini, pada Minggu, 1 Februari 2026, memang, rusak parah. Meski tidak ada hujan, air menggenang, dan membuat kubangan makin membesar.

Sesepuh warga Bangunsari, Negeri Katon, Pesawaran, Waryono, mengatakan jalan rusak sudah berlangsung lama. Pernah diperbaiki, tetapi tidak sampai berusia dua tahun, sudah rusak dan berkubang lagi.

Waryono mengatakan, idealnya, warga menghindari jalan ini, karena sering juga membuat pengendara kecelakaan, tetapi lalu lintas tetap padat karena alternatif penghubung Pesawaran dan Pringsewu.

Setelah menanam pisang dan memasang spanduk dan tetap tidak memperoleh perhatian, jalan rusak di sejumlah titik tersebut, kabarnya mendapat perhatian dari Haji Salim dan Haji Tri Suyanto, warga Bangunsari, Negeri Katon, Pesawaran.

Selain menyumbang peralatan, kedua donator dan warga, mulai menambal jalan rusak pada Minggu, 1 Februari 2026, dan akan berlangsung sampai Pemerintah memberikan perhatian.

Joko, pengawas penambalan jalan, mengatakan inisiatif muncul karena warga tidak yakin lagi atas janji-janji Pemerintah. Apalagi mereka mendengar Pemerintah Provinsi meminjam sampai triliunan rupiah, tetapi pembangunan tetap saja nihil di kawasan mereka.

Waryono dan Joko menyadari penambalan jalan bukan solusi terbaik. Namun, daripada kerusakan semakin parah, mereka mengajak warga lain membangun dari rakyat untuk rakyat, daripada dari pemerintah untuk rakyat tak kunjung tiba.

PIYAN AGUNG

Minggu, 01 Februari 2026

Mbah Kaliman Pringsewu Ditemukan setelah 2 Pekan Hilang

 

 GADINGREJO (1/2/2026) – Dua pekan dicari, Mbah Kaliman, pensiunan guru berusia 83 tahun, ditemukan mengambang di sungai, belakang sebuah pabrik tahu, pekon, Gadingrejo, Pringsewu, pada Minggu Sore,  1 Februari 2026.

Pensiunan guru SMA itu dinyatakan hilang di persawahan Gadingrejo Timur pada Malam Selasa, 19 Januari yang lalu. Pagi harinya ia ingin melihat kebun, diantar oleh salah seorang puteranya. Namun sore harinya tidak lagi di lokasi saat dijemput, dan tidak kunjung pulang hingga malam.

Mbah Kaliman sempat disisir oleh Basarnas, TNI, Polres, dan tim relawan selama 10 hari dan baru dihentikan lima hari yang lalu, karena jasadnya tidak kunjung ditemukan.

Kepala Pekon Gadingrejo Sariman mengatakan jasad Mbah Kaliman, awalnya, dianggap sebagai sosok mayat tidak dikenal. Karena memiliki baju batik berwarna cokelat dan celana pendek biru, seperti saat hilang, penduduk, kemudian memanggil aparat dan keluarga, dan jasad tersebut dipastikan sebagai Mbah Kaliman.

Sariman menyebut jasad Guru SMAN itu pun menyedot perhatian ratusan warga sekitar. Mereka menyaksikan proses evakuasi, hingga dibawa ke RSUD Pringsewu dan rumah kediaman.

Lokasi tempat tinggal Mbah Kaliman pun ramai diziarahi oleh warga. Selain karena heboh hilang, mereka mengenal pria berusia 83 tahun tersebut sebagai guru yang baik dan terhormat.

Kepala Pekon Gadingrejo, Sariman, menyebut Mbah Kaliman diputuskan segera dimakamkan sore harinya, dan baru selesai menjelang Isya pada malam Senin, 1 Februari 2026.

PIYAN AGUNG

Dua Mayat Tanpa Kepala dan Busana di Walur, Pesisir Barat

 

 KRUI (1/2/2026) – Warga Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, menemukan dua mayat di Pantai Mutun dan Pantai Lentera pada pukul 15.30 sore , Minggu, 1 Februari 2026.

Penemuan kedua mayat menjadi geger karena jasad di Pantai Lentera sudah tidak memiliki kepala dan kaki, sedangkan mayat di Pantai Mutun tidak memakai busana.

Yusirwan, aparat Pekon Walur, menyebut mayat  di Pantai Lentera ditemukan Edi dan Indra,  yang rutin memancing pada sore hari di kawasan sekitar.

Awalnya, warga sekitar mengira jasad tanpa kepala dan putus kaki itu bangkai sapi yang mengambang di laut. Mereka baru sadar jasad manusia setelah mengecek bersama warga lain.

Warga Walur bertambah geger, karena di lokasi lain, di Pantai Mutun, juga ditemukan mayat tanpa busana, dengan posisi tertelungkup di pantai.

Do Ipi, penduduk sekitar, menyebut kedua mayat belum diketahui identitasnya.  Warga umumnya tidak mengenal dan merasa tidak kehilangan anggota keluarga.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, kepada sejumlah media, mengatakan kedua mayat sudah dievakuasi oleh anggotanya dan personel Satpolairud ke RS M. Tohir.

Mewakili Kapolres, Kabag Ops Kompol Rohmadi meminta warga yang merasa kehilangan keluarga melapor ke Kepolisian dan bisa mengecek identitas kedua mayat di RS M. Tohir.

YUAN ANDESTA,

Jumat, 30 Januari 2026

Residivis Sikat Motor Induk Semang di Panjang Bandarlampung

BANDARLAMPUNG (30/1/2026) – Seorang residivis penghuni rumah kos tega menyikat motor induk semangnya menggunakan kunci simpanan di Kampung Selirit, Kelurahan Panjang Utara, Panjang, Bandarlampung, Senin 10 Januari 2026.

Tersangka berinisial RDR tinggal di rumah kos milik korban Yuyun. Peristiwa bermula bulan Agustus 2025 saat korban berada di teras kontrakan tersangka. Pemilik motor tanpa sengaja meninggalkan kunci kontak motor Honda Beat putih bernomor polisi BE 2967 ABL. Kunci ditemukan pelaku dan disimpan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Aksi pencurian baru dilakukan Senin malam 10 Januari 2026 saat korban menggelar hajatan dan motor diparkir di depan rumah. Melihat situasi sepi muncul niat RDR mencuri kendaraan. Tersangka sebenarnya tidak bisa mengendarai motor tetapi mengajak rekannya berinisial RI untuk melancarkan aksinya.

Pemilik motor baru menyadari kehilangan kendaraan usai hajatan. Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Panjang.

Kapolsek Panjang Kompol Martono, Jumat 30 Januari 2026, menyampaikan pengungkapan kasus berawal dari laporan korban. Polisi mendatangi tempat kejadian perkara. Saksi menyatakan motor Beat tersebut dibawa RDR dan RI.

Sekitar satu jam kemudian RDR pulang dan mengira pencurian motor tidak diketahui siapapun. Saat itulah anggota Reskrim Polsek Panjang langsung mengamankan tersangka. Sementara rekan pelaku berinisial RI masih buron.

Hasil pemeriksaan mengungkap RDR merupakan residivis kasus narkoba tahun 2018. Polisi juga mendapati sepeda motor curian telah dijual COD senilai Rp2,4 juta. Petugas kemudian mengamankan terduga penadah. RDR mengaku nekat mencuri karena kecanduan sabu dan judi online.

ARI IRAWAN

Harga Rumput Laut Merosot, Petani Lampung Selatan Resah

KATIBUNG (30/1/2026) – Petani rumput laut di kawasan pantai Sebalang, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, meresahkan kemerosotan harga hasil panen dari Rp3.500 menjadi Rp2.000 per kilogram.

Kejatuhan harga rumput laut dalam beberapa bulan menimbulkan kerugian. Bukan hanya anjlok sampai Rp2.000, harga komoditas ini bahkan merosot lagi sampai Rp1.800 per kilogram. Nilai ini jauh dari batas normal.

Harga Rp2.000 per kilogram itu berlaku di tingkat pengepul untuk rumput laut kering. Sementara rumput laut basah hanya dihargai Rp500 per kilogram. Dengan nilai itu petani bukan hanya merugi tenaga dan waktu pemeliharaan tetapi benar-benar tidak bisa makan karena biaya operasional tidak tertutupi.

Meskipun merasa tertekan dengan ketidakpastian harga, para petani tidak bisa beralih usaha. Salah satu petani tetap menggantungkan hidup dari rumput laut di pesisir Sebalang karena sulit mendapatkan pekerjaan alternatif.

Para petani mengharapkan harga rumput laut kembali stabil guna mengangkat perekonomian dan kesejahteraan. Budidaya rumput laut telanjur menjadi andalan warga Pantai Sebalang sejak awal dekade 2000.

GELLY ANTHONIYOS

Dedengkot Pembobol Rumah Dibekuk Polsek Telukbetung Timur

BANDARLAMPUNG (30/1/2026) – Dedengkot komplotan spesialis pembobol rumah dibekuk Polsek Telukbetung Timur, Senin 19 Januari 2026. Pelaku beraksi lintas kabupaten dengan anggota asal Sumatera Selatan.

Tersangka spesialis pembobol rumah berinisial RM, warga Bandarlampung, ditangkap di tempat persembuyiannya. Pria ini merupakan dedengkot dari komplotan berjumlah empat orang. Tiga lainnya asal Sumatera Selatan masih buron.

Kapolsek Telukbetung Timur Kompol Toni Apriadi, Jumat 30 Januari 2026, menyampaikan penangkapan RM sebagai tersangka utama. RM bersama komplotannya telah beraksi di enam TKP yaitu dua di Telukbetung Timur, satu di Tanjungbintang, Lampung Selatan, dan tiga TKP di Merbau Mataram, Lampung Timur.

RM diduga sebagai dedengkot komplotan spesialis pembobol rumah karena membiayai kedatangan tiga anggotanya dari Sumatera Selatan. Pria ini juga mengatur siasat kejahatan dari rumahnya.

Polisi mengidentifikasi modus pembobolan rumah dengan merusak pintu atau jendela. Komplotan ini menggasak harta benda apapun termasuk sepeda motor dan barang elektronik. Dua korban pembobolan rumah di Bandarlampung sudah lapor polisi.

Salah satu korban warga Telukbetung Timur bernama Iwan melaporkan kehilangan motor Honda Vario merah dengan nomor polisi BE 2368 AAU pada 15 November 2026. Komplotan pembobol rumah beraksi saat pemilik tidur lelap waktu dinihari pukul 03.00 WIB.

Korban sempat mengikhlaskan kendaraannya dicuri. Selang dua bulan, motor Honda Vario itu ditemukan polisi dan kembali diserahkan kepada pemiliknya.

ARI IRAWAN

Harta Majikan Senilai Rp620 Juta Dikuras Sopir di Bandarlampung

BANDARLAMPUNG (30/1/2026) – Seorang sopir nekat menguras harta majikan di Kelurahan Jagabaya 3, Wayhalim, Bandarlampung, bernilai total Rp620 juta. Pelaku beraksi menggunakan kunci duplikat saat majikan keluar rumah.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, Jumat 30 Januari 2026, merilis pengungkapan kasus pencurian dengan tersangka seorang sopir berinisial SA berdasarkan laporan pengusaha bernama AI.

Sopir SA sebenarnya sudah bekerja 19 tahun. Namun, pria warga Telukbetung Utara ini tegas menguras harta majikannya berupa perhiasan emas dan berlian hingg uang rupiah maupun dolar. Harta benda itu hilang pada 15 Januari 2026 dan dilaporkan ke Polsek Sukarame keesokan harinya.

Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay menjelaskan hasil olah TKP dan penyelidikan polisi mengungkap terduga pelaku adalah sopir pengusaha itu sendiri. Polisi melakukan interogasi hingga SA mengakui kejahatannya.

Pelaku melakukan pencurian bertahap sejak tahun 2019 dengan modus kunci duplikat. Perhiasan hingga uang dicuri dari dua laci lemari dalam kamar majikana. Sopir itu beraksi saat sang majikan keluar rumah.

Tersangka mengakui pencurian harta benda majikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Polisi mengamankan barang bukti satu unit televisi, motor Honda Beat, handphone, kunci duplikat serta sisa uang tunai Rp2,3 juta.

ARI IRAWAN



Maling Gasak Motor Gede di Pakiran Kursus Mengemudi Bandarlampung

BANDARLAMPUNG (30/1/2026) – Maling menggasak motor gede (moge) Harley Davidson di parkiran kursus mengemudi mobil Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Gotongroyong, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Jumat sore 29 Januari 2026.

Pencurian moge terekam CCTV pukul 16.17 WIB ketika pemiliknya sedang mengikuti kursus mengemudi mobil. Tidak seperti pencurian motor lainnya menggunakan kunci T, pelaku mengambil motor Harley Davidson layaknya dengan kunci asli atau mungkin kunci duplikat.

Juru parkir menceritakan pemilik mengendarai Harley Davidson tanpa mengenakan helm karena dititipkan teman. Setelah memarkirkan motor, pemilik langsung mengikuti kursus mengemudi mobil.

Tak berselang lama, seorang pria tidak dikenal mendatangi tukang parkir dan mengaku hendak mengambil motor tersebut. Pria itu memperlihatkan kunci motor sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Juru parkir benar-benar mengira pria tersebut merupakan teman pemilik motor. Ia membantu menarik ke belakang motor saat keluar dari parkiran. Pelaku meninggalkan lokasi tanpa terburu-buru dan menghilang di tengah keramaian lalu-lintas.

Pencurian baru diketahui setelah pemilik motor selesai mengikuti kursus dan menanyakan keberadaan motor Harley Davidson kepada juru parkir. Moge itu telah dibawa seseorang yang dikira teman korban.

ARI IRAWAN

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">