Tampilkan postingan dengan label TANGGAMUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANGGAMUS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2026

Gudang Toko Swalayan Tanggamus Ludes Terbakar Waktu Dini Hari

WONOSOBO (1/8/2026) – Sebuah gudang toko Swalayan Diamond Berkah di di Pekon Banjar Negoro, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, ludes terbakar, Sabtu dini hari 1 Agustus 2026. Letupan api diduga bersumber dari korsleting listrik.

Gudang ini sebenarnya rumah sewaan milik Yoga, warga Pekon Banjar Negoro. Toko swalayan menyewa lima tahun untuk gudang barang dagangan. Kontrak sewa baru berjalan setahun tiba-tiba terbakar pada pukul 00.30 WIB.

Kesaksian warga setempat menyaksikan api berkobar di atas kamar tengah. Letupan api diduga bersumber dari korsleting listrik menyambar plafon terpal plastik. Kobaran api bertambah besar karena lelehan kebakaran mengenai tumpukan 30 kasur.

Kepala Pekon Banjar Negoro Wahyudi mendapat laporan kebakaran selepas tengah malam. Warga berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sejumlah barang berhasil diselamatkan termasuk dua sepeda motor.

Kobaran api melalap seisi gudang hingga atap runtuh setelah ludes terbakar. Setengah jam kemudian dua armada damkar menjinakkan api dan melakukan pendinginan. Aparat Polres Tanggamus segera memasang garis polisi guna mengamankan tempat kejadian perkara dan proses penyelidikan.

Penyewa gudang, Ozi, mengatakan kebakaran menghanguskan sebagian besar barang-barang. Ia menugaskan dua karyawan tinggal di sini guna mengamankan gudang. Namun, musibah kebakaran terjadi begitu saja. Kerugian mencapai Rp350 juta terdiri nilai rumah sekitar Rp320 juta dan nilai barang Rp30 juta. Mirisnya lagi, sebulan lalu dua toko milik Ozi di Pekon Banjar Negoro dan Dadimulyo juga terbakar dengan kerugian setengah miliar rupiah.

HARDI SUPRAPTO

Rabu, 15 Juli 2026

Suami-Istri di Tanggamus Luka Serius Terperangkap Kebakaran

KOTAAGUNG (15/7/2026) – Pasangan suami-istri mengalami luka bakar serius karena terperangkap kebakaran warung kelontongan di RT 2 RW 4 Lingkungan Madang Atas, Pekon Kusa, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Senin 13 Juli 2026.

Suami bernama Makmun, 67 tahun, mengalami luka bakar 85 persen, sedangkan istrinya menderita luka bakar 55 persen. Korban menjalani perawatan Rumah Sakit Batin Mangunang Kotaagung.

Komandan Regu Pos Damkarmat Kotaagung Trio Larido mengatakan warung kelontongan milik Makmun terbakar pukul 17.20 WIB. Damkar bergerak ke lokasi atas laporan warga.

Proses pemadaman semula menejurkan dua mobil. Armada ditambah dua unit milik Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Pandu Pepadun Cakti serta satu unit mobil suplay air.

Kebakaran menghanguskan 90 persen bangunan rumah sekaligus berfungsi sebagai warung kelontongan. Satu unit mobil beserta barang dagangan juga ludes dilalap api.

Ketua RT 2 Bibit Supriadi mengungkap letupan kebakaran diduga bersumber dari bensin. Pemilik warung memindahkan bensin dari mobil ke jerigen di samping rumah dekat tumpukan tabung gas elpiji. Tak lama kemudian muncul kobaran api disusul beberapa ledakan. Api dengan cepat membesar dan melalap seisi warung.

Meski begitu aparat kepilisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Damkar telah menyelesaikan proses pendinginan sampai seluruh titik api padam.

HARDI SUPRAPTO



Jumat, 03 Juli 2026

Anak Petani Wakili Lampung ke Putri Hijabfluencer Indonesia

LIMAU (3/7/2026) – Seorang mahasiswi asal Dusun Pedamaran, Pekon Ampai, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, menorehkan prestasi membanggakan dengan mewakili Lampung dalam ajang Putri Hijabfluencer Indonesia di Bandung, Jawa Barat.

Nur Apiah, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, merupakan putri pasangan Efendi dan Patimah. Meski lahir dari keluarga petani, ia meraih predikat runner up 3 dan Putri Berbakat Putri Hijabfluencer Lampung 2026. Prestasi itu berkat kerja keras, konsistensi, dan kemampuan di bidang pengembangan diri serta digital kreatif.

Dengan pencapaian tersebut Nur Apiah berhak mewakili Lampung dalam ajang Putri Hijabfluencer Indonesia di Bandung, Jawa Barat. Ajang tingkat nasional ini menjadi wadah muslimah muda untuk menunjukkan kreativitas, bakat serta kontribusi positif di ruang publik digital.

Keikutsertaan Nur Apiah menjadi kebanggaan masyarakat Lampung, khususnya Kabupaten Tanggamus. Harapan besar pun disematkan padanya agar tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di kancah nasional.

Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi generasi muda. Meski lahir di pelosok desa, peluang berprestasi terbuka di tingkat nasional dengan tekad, usaha, dan penuh semangat.

Perjalanan Nur Apiah mencerminkan lahirnya generasi muda Lampung yang berprestasi, berkarakter, dan mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan budaya daerah. Nur Apiah berharap dukungan dan doa masyarakat Lampung dalam bersaing di ajang nasional.

Camat Limau Sunardi menyampaikan tahapan persiapan Nur Apiah menuju ajang tingkat nasional antara lain pembuatan profil peserta. Sesuai arahan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tanggamus Marhasan Samba, Nur Apiah sebaiknya mengangkat potensi alam daerah seperti Air Terjun Way Lalaan, Pantai Muara Indah, kuliner khas Lampung di Pekon Negara batin, Kecamatan Kotaagung Barat.

Berikutnya Pincak Khakot di Pekon Badak, Kecamatan Limau, Pantai Bidadari Cukuhbalak dan Pantai Karang Bolong Limau.

MAULANA

Jumat, 19 Juni 2026

Lima Oknum Kepsek Tanggamus Diduga Salahgunakan Dana BOS

KOTAAGUNG (19/6/2026) – Forum Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK) berunjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanggamus, Rabu17 Juni 2026. Massa membawa aspirasi dugaan lima sekolah menyalahgunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Orasi massa menduga penyalahgunaan dana BOS melibatkan oknum kepala sekolah meliputi dua SLTP dan tiga sekolah dasar. Usai penyampaian aspirasi, sekitar 50 pengunjuk rasa dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP diterima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanggamus Viktor Libradi.

Koordinator Gerakan Rakyat Anti Korupsi Khaidir menyampaikan dugaan penyalahgunaan dana BOS kepada Viktor Libradi. Pelaku dituding korupsi dana BOS secara terstruktur dan sistematis. Beberapa media sudah memberitakan dugaan kasus tersebut tetapi belum mendapat tanggapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanggamus.

Viktor Libradi menyampaikan ucapan terima kasih atas masukan media dan kedatangan massa Gerakan Rakyat Anti Korupsi dengan membawa aspirasi dugaan penyalahgunaan dana BOS. Lima sekolah sudah dihubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta menyatakan siap menyampaikan klarifikasi penggunaan dana BOS.

HARDI SUPRAPTO

Rabu, 20 Mei 2026

Kantor Pekon Sridadi Tanggamus Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta

TANGGAMUS (20/05/2026) – Kantor Pekon Sridadi, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, ludes terbakar pada Selasa dini hari (20/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di bagian plafon balai pekon sebelum api cepat merembet ke seluruh bangunan.

Peristiwa tersebut menggemparkan warga sekitar. Api pertama kali diketahui oleh Munarni, warga yang tinggal berdekatan dengan kantor pekon. Ia curiga setelah mendengar suara seperti benda terbakar, lalu melihat kobaran api sudah membumbung tinggi.

Puluhan warga panik berhamburan keluar rumah dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Situasi semakin menegangkan karena posisi kantor pekon berhimpitan dengan rumah penduduk. Sebagian warga juga mengevakuasi perabotan milik tetangga untuk mengantisipasi api merembet.

Petugas PLN segera memutus aliran listrik di sekitar lokasi guna mencegah kebakaran meluas. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dijinakkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran tiba. Kepala Pekon Sridadi, Suwandi, menyebut seluruh isi kantor tidak berhasil diselamatkan.

Akibat kebakaran, berbagai dokumen penting, perangkat elektronik, perlengkapan kantor, hingga fasilitas posyandu hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa, sementara aparat terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

HARDI SUPRAPTO

Jumat, 01 Mei 2026

Nelayan Kotaagung Tidak Melaut Karena Kesulitan Dapatkan BBM

KOTAAGUNG (1/5/2026) – Sebagian besar nelayan Kotaagung, Tanggamus, tidak bisa melaut karena kesulitan pasokan bahan bakar minyak jenis solar dan pertalite selama sebulan terakhir. Pembelian BBM ke SPBU ditolak karena tidak memiliki barcode.

Nelayan mengeluh tidak bisa mencari nafkah sejak pemberlakuan kebijakan barcode. Pembelian BBM dengan jerigen di SPBU tidak dilayani. Sebagian nelayan coba membeli BBM ke warung atau pengecer tetapi biaya operasional membengkak karena harga eceran lebih mahal. Sementara hasil tangkapan ikan tidak menutup biaya melaut.

Faktor cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan arus kuat juga memaksa nelayan berhenti melaut. Hari-hari dihabiskan dengan perbaikan jaring. Ada pula sebagian memilih bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

Beberapa nelayan berinisiatif mengubah haluan menjadi nelayan pancing. Kebetulan saat ini sedang musim cumi. Mereka memancing sekitar pantai mulai petang hingga pukul 21.00 WIB dengan hasil sekitar tiga kilogram cumi.

Kepala Dinas Perikanan Tanggamus Darma Setiawan mengupayakan solusi bagi nelayan terdampak kebijakan BBM. Pemerintah berkoordinasi  dengan kelompok nelayan serta pemangku kepentingan untuk membahas teknis pemenuhan kebutuhan BBM nelayan.

HARDI SUPRAPTO

Kamis, 30 April 2026

Ratusan Hektar Tanaman Padi di Tanggamus Terserang Hama

WONOSOBO (30/4/2026) – Hama wereng dan tikus menyerang secara masif tanaman padi usia 14 hari hingga dua bulan di Kecamatan Wonosobo, Tanggamus. Upaya pencegahan dan pemberantasan hama menggunakan insektisida belum membuahkan hasil.

Areal persawahan terkena serangan hama tercatat 70 hektar di Kalirejo, 15 hektar di Banyu Urip, 7 hektar di Karang Anyar, 5 hektar di Dadisari serta Soponyono dan  selebihnya di Dadirejo.

Kondisi tanaman padi menguning, layu hingga mongering. Hama tikus dan wereng menyerang tanaman sejak usia 14 hari hingga dua bulan. Ada lagi serangan penyakit lain dengan areal cukup luas.

Para petani dibantu Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura Tanggamus, berupaya mengendalikan hama dengan penyemprotan insektisida, namun belum mampu menghentikan hama.

Petani juga mengeluhkan keterbatasan jenis insektisida dan minimnya pendampingan penyuluh pertanian sehingga sehingga pengendalian hama kurang efektif.

Sebagian persawahan Wonosobo sebenarnya sudah dua tahun tersenang hama berdampak penurunan hasil panen. Selain wereng dan tikus, tanaman padi juga diserang lembing, pengerek batang,dan kepinding tanah.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura Tanggamus Rahmat Hidayat mengatakan telah menyiapkan bantuan pestisida setelah petugas lapangan mendata persawahan terkena serangan hama.

Para petani berharap lebih dari sekadar distribusi pestisida. Mereka membutuhkan pendampingan intensif, edukasi pengendalian hama terpadu serta solusi jangka panjang.

HARDI SUPRAPTO

Sabtu, 18 April 2026

Petani Hilang Ditemukan Tewas Mengapung di Pantai Kotaagung

WONOSOBO (18/4/2026) – Misteri penemuan jasad pria mengapung di pesisir Pantai Muara Hati, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur, Tanggamus, akhirnya terungkap. Korban adalah pemancing asal Pekon Simpang Bayur, Bandar Negeri Semuong (BNS), hilang sejak Senin lalu.

Jasad korban ditemukan sekitar 34 kilometer dari lokasi awal diduga terseret arus Sungai Way Semuong. Korban ditemukan warga setempat yang sedang memancing di pantai pada hari Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 08.00.

Kapolsek Wonosobo Iptu Tjasudin memastikan sosok jasad Sugiyo berdasarkan kecocokan ciri fisik dan pakaian melekat badan, termasuk sarung golok di pinggangnya. 

Petugas melakukan proses identifikasi dan visum setelah jasad dievakuasi ke Rumah Sakit Batin Mangunang Kotaagung  Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah dimakamkan di TPU Pekon Simpang Bayur.

Korban Sugiyo diduga terseret banjir saat memancing di Sungai Way Semuong, Senin 13 April 2026 pukul 14.30 WIB hingga petang. Ia berpamitan kepada anaknya, Agung Widianto. Meski dilarang karena cuaca mendung, ia tetap berangkat dengan mengenakan mengenakan kaos lengan panjang warna kehijauan dan celana training hitam.

Kekhawatiran keluarga menjadi kepanikan karena Sugiyo tak kunjung pulang hingga malam. Kondisi diperparah dengan meningkatnya debit Sungai Way Semuong sekitar pukul 17.00 WIB akibat hujan deras dan bahkan sempat memicu genangan banjir.

Saksi mata menyebut hujan turun saat Sugiyo menuju lokasi memancing. Arus sungai bertambah deras dan debit air makin tinggi. Kondisi ini memperkuat dugaan hilangnya korban terseret banjir Sungai Way Semuong.

Pencarian awal menemukan jejak tapak kaki korban sekitar tiga kilometer dari rumah. Temuan ini diperkuat keterangan dua saksi yang melihat korban tengah memancing sebelum sungai banjir.

Operasi pencarian melibatkan tim SAR Gabungan Basarnas, BPBD, Polsek Wonosobo dan Brimob. Area penyisiran juga diperluas meliputi titik-titik rawan hingga hilir. Operasi ini berlangsung dramatis karena kondisi medan begitu berat, licin, dan berbahaya.

ADI SUSANTO

Kamis, 16 April 2026

Petani Tanggamus Hilang Diduga Terseret Banjir Sungai Semuong

BANDAR NEGERI SEMUONG (16/4/2026) – Seorang petani asal Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus, hilang diduga terseret banjir Sungai Way Semuong sejak Senin 13 April 2026. Operasi pencarian hingga ahri ini belum ditemukan.

Korban bernama Sugiyo, 60 tahun, diduga terseret banjir saat memancing pukul 14.30 WIB hingga petang. Ia berpamitan kepada anaknya, Agung Widianto. Meski sang anak melarang karena cuaca mendung, ia tetap berangkat dengan mengenakan mengenakan kaos lengan panjang warna kehijauan dan celana training hitam.

Kekhawatiran keluarga menjadi kepanikan karena Sugiyo tak kunjung pulang hingga malam. Kondisi diperparah dengan meningkatnya debit Sungai Way Semuong sekitar pukul 17.00 WIB akibat hujan deras di wilayah hulu dan bahkan sempat memicu genangan di permukiman warga.

Saksi mata menyebut hujan turun saat Sugiyo menuju lokasi memancing. Arus sungai bertambah deras dan debit air makin tinggi. Kondisi ini memperkuat dugaan hilangnya korban terseret banjir Sungai Way Semuong.

Pencarian awal oleh keluarga menemukan jejak tapak kaki korban sekitar tiga kilometer dari rumah. Temuan ini diperkuat keterangan dua saksi yang melihat korban tengah memancing sebelum arus sungai membesar.

Operasi pencarian melibatkan tim SAR Gabungan Basarnas, BPBD, Polsek Wonosobo dan Brimob mengerahkan personel guna mencari korban. Area penyisiran juga diperluas meliputi titik-titik rawan hingga hilir. Operasi ini berlangsung dramatis karena kondisi medan begitu berat, licin, dan berbahaya.

Polisi mengimbau masyarakat sepanjang aliran Sungai Way Semuong segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar proses pencarian dapat dipercepat.

ADI SUSANTO



Rabu, 15 April 2026

Limbah Dapur SPPG Cemari Lingkungan Warga Tanggamus

SEMAKA (15/4/2026) – Limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menimbulkan polusi dan pencemaran lingkungan di Pekon Sudimoro Bangun, Kecamatan Semaka, Tanggamus. Karena itu warga berinisiatif menutup drainase pembuangan limbah.

Limbah dapur SPPG mengalir ke drainase lingkungan pekon. Limbah ini menggenang dan menebar bau busuk menyengat. Kondisi ini mengundang lalat dan nyamuk.

Warga mengeluhkan drainase depan rumahnya tercemar limbah dan bau busuk sejak operasi dapur SPPG Sudimoro Bangun. Sebelumnya tidak pernah tercemar karena drainase hanya berfungsi sebagai aliran air.

Warga tidak mempersoalkan operasional dapur SPPG dan justru merasa senang karena menarik pekerja pekon setempat. Namun, pencemaran limbah dan bau busuk berdampak kesehatan. Warga menderita pusing gara-gara bau busuk menyengat.

Dinas Lingkungan Hidup Tanggamus memberikan informasi terkait pengajuan secara online surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dari pemilik SPPG Sudimoro Bangun pada Februari 2026.

Sementara informasi website Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai baku mutu KLHK dengan tenggat waktu penyelesaian hingga 30 April 2026. SPPG tanpa IPAL dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi akan ditutup sementara. 

HARDI SUPRAPTO


Jumat, 03 April 2026

Belasan Rumah Terbongkar Angin Puting Beliung di Tanggamus

WONOSOBO (3/4/2026) – Terjangan angin puting beliung menyertai hujan deras merusak perumahan di Pekon Banyu Urip, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, Kamis sore 2 April 2026. Sebagian rumah sampai terbongkar plafon dan genteng hingga tertimpa pohon tumbang.

Putaran angin kencang merusak perumahan sekitar pukul 16.15 WIB. Kencangnya angin menerbangkan atap dan menumbangkan pepohonan. Atap ambruk ke tanah dan genteng hancur berserakan. Rumah warga juga rusak tertimpa pohon mangga.

BPBD Tanggamus memantau dampak angin puting beliung sejak Jumat pagi. Sebanyak 14 rumah rusak berat dan ringan. BPBD bersama Pemkab Tanggamus, bhabinkamtibmas serta aparat kecamatan dan pekon segera menangani dampak bencana. Korban mendapatkan bantuan logistik.

Salah satu rumah porak-poranda. Atap ambrol dan dapur tertimpa pohon tumbang. Meski begitu penghuninya selamat karena kebetulan rumah kosong ditinggal menghadiri hajatan saudaranya.

Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Irvan Wahyudi menyampaikan penanggulangan dampak bencana begitu mendapat laporan angin puting beliung. Petugas mendata belasan rumah mengalami kerusakan berat dan ringan. Selain pemberian logistik, Pemkab Tanggamus mengupayakan bantuan material.

HARDI SUPRAPTO


Kamis, 19 Februari 2026

Remaja Hilang Ditemukan Tewas di Sungai Pringsewu

PRINGSEWU (19/2/2026) – Remaja hilang terseret banjir Sungai Sinar Banten, Tanggamus, akhirnya ditemukan tewas di aliran Sungai Way Tebu, Pekon Tanjung Anom, Ambarawa, Pringsewu, Kamis petang 19 Februari 2026 pukul 18.30 WIB.

Korban bernama Aditya, 13 tahun, dilaporkan hilang terseret banjir saat mandi, Senin sore 16 Februari 2026. Curah hujan tinggi menjadikan debit air naik dengan arus deras dan menyeret korban.

Pencarian tim SAR gabungan selama empat hari masih nihil. Petugas telah melakukan penyisiran sejauh sembilan kilometer dari titik hilang menggunakan perahu karet.

Aditya akhirnya ditemukan di aliran Sungai Way Tebu, Pringsewu, dengan kondisi tewas. Lokasi penemuan korban berjarak 20 kilometer dari titik tenggelam di Tanggamus.

Dantim Pos SAR Tanggamus Nico menyampaikan informasi penemuan korban di pinggir Sungai Way Tebu. Tim SAR menuju lokasi dan mngevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Pringsewu guna proses identifikasi.

Pihak keluarga segera dihubungi untuk mencocokan identitas korban pada pukul 19:30 WIB. Keluarga memastikan jenazah memang sosok Aditya yang hilang terseret banjir empat hari lalu.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR ditutup. Operasi SAR melibatkan Pos SAR Tanggamus, BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, aparat pekon serta masyarakat setempat.

ARI IRAWAN

Selasa, 17 Februari 2026

Remaja Tanggamus Hilang Terseret Arus Deras Sungai Sinar Banten

TALANGPADANG (17/2/2026) – Seorang remaja hilang diduga terseret arus sungai di Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Tanggamus, Senin sore 16 Februari 2026. Pencarian tim SAR gabungan selama dua hari belum menemukan korban.

Korban bernama Aditya, 13 tahun, warga Pekon Sinar Banten. Ia dilaporkan terseret arus sungai saat mandi. Curah hujan tinggi diduga menjadikan debit air dinggi dengan arus deras dan menyeret korban.

Hilangnya Aditya dilaporkan ke Pos SAR Tanggamus pukul 17.40 WIB. Tim Rescue langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian awal secara visual di sekitar titik hilang. Penyiran hingga malam masih nihil hingga operasi dihentikan sementara karena hujan deras.

Dantim Pos SAR Tanggamus Tri Wardoyo, Selasa 17 Februari 2026, menyampaikan operasi SAR membagi area pencarian agar proses penyisiran lebih efektif. Pencarian ahri kedua membagi personel menjadi dua regu. 

Petugas menyisir sejauh tiga kilometer ke hilir menuju Bendungan Way Bedeng menggunakan perahu karet. Regu lainnya melakukan penyisiran visual di bantaran sungai sejauh satu kilometer.

Petugas mengerahkan perahu karet, alat selam, alat pendeteksi bawah air serta perangkat komunikasi untuk koordinasi lapangan. Hingga sore hari, korban belum ditemukan dan pencarian akan kembali dilanjutkan Rabu besok.

Operasi pencarian melibatkan Pos SAR Tanggamus, BPBD Tanggamus, TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, aparat pekon serta warga setempat.

ARI IRAWAN

Kamis, 12 Februari 2026

Minibus Terjun ke Sungai saat Lintasi Jembatan Gantung di Tanggamus

PUGUNG (11/2/2026) – Sebuah minibus berpenumpang 20 orang dan balita terjun ke sungai saat melintasi jembatan gantung di Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Senin petang 9 Februari 2026. Kecelakaan ini mengakibatkan tiga penumpang luka berat.

Minibus Suzuki Carry dengan nomor polisi BE 1058 UU dikemudikan Asadin, 48 tahun, warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung, melintasi jembatan gantung sepulang menghadiri resepsi pernikatan di Kecamatan Gisting, Tanggamus.

Jembatan gantung itu menjadi akses utama warga setempat termasuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Kapasitas jembatan sangat terbatas karena lebarnya hanya satu setengah meter dan panjang 15 meter.

Minibus terjun ke sungai berkedalaman 10 meter karena besi penahan seling jembatan gantung patah. Banyaknya penumpang dalam kendaraan diduga turut memicu minibus hilang keseimbangan begitu jembatan mulai miring.

Kecelakaan ini mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami patah tulang bahu, luka memar bagian dada, dan lecet. Para korban sempat dirawat Rumah Sakit Surya Asih Pringsewu sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandarlampung.

Selain itu ada penumpang remaja mengalami patah tulang bahu kiri, luka lecet kaki kiri, serta nyeri pinggang sedang dirawat di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Penumpang lainnya termasuk balita menderita luka ringan.

Kadus 2 Jati Agung, Pekon Banjar Agung Ilir, Deden Saputra, membenarkan minibus berpenumpang 20 orang dan balita jatuh ke sungai sepulang menghadiri resepsi pernikahan. Seluruh penumpang merupakan warga Banjar Agung Ilir.

Jembatan gantung miring dan menjatuhkan mobil akibat seling putus. Jembatan ini sudah berusia 45 tahun dan pernah diperbaiki dua kali tahun 2011 dan 2023 dengan dana swadaya masyarakat.

PIYAN AGUNG

Selasa, 20 Januari 2026

Calon Nomor 1 Menang Telak Pilkakon Sukamanah Tanggamus

GUNUNGALIP (20/1/2026) – Calon nomor urut 1 menang telak dalam pemilihan kepala pekon  (pilkakon) pergantian antarwaktu (PAW) Pekon Sukamanah, Kecamatan Gunungalip, Tanggamus, Selasa 20 Juni 2026.

Pilkakon Sukamanah menyertakan tiga calon untuk memperebutkan 16 suara. Kandidat nomor urut 1 Toni menang telak dengan meraih 13 suara serta dua calon lainnya masing-masing hanya dua dan nol suara.

Toni bersyukur sekaligus bangga memenangkan pilkakon pergantian antarwaktu Pekon Sukamanah periode 2026-2030 dengan perolehan 13 suara. Ia mengajak perangkat pekon dan warga solid membangun pekon.

Pekon Sukamanah menggelar pilkakon sesuai pengajuan ke Pemkab Tanggamus. Sebanyak 16 pemilih berhak memilih satu dari tiga kandidat. Pekon Sukamanah menggelar pilkakon PAW setelah kepala pekon definitif terjerat kasus dugaan korupsi dana desa.

Pilkakon Sukamanah dihadiri Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto. Kepala Dinas PMD Tanggamus Arpin mengatakan pilkakon PAW Pekon Sukamanah sudah sesuai ketentuan dengan biaya APBD pekon. Pilkakon menyertakan tiga calon dengan pemilih 16 orang.

Siapapun terpilih merupakan kepala pekon terbaik guna membangun dan memajukan Pekon Sukamanah.

AFNAN HERMAWAN


Senin, 19 Januari 2026

Kakon di Tanggamus Didemo Dugaan Korupsi Dana Desa

GUNUNGALIP (19/1/2026) – Diduga tidak transparan dalam pengelolaan dana desa, kepala Pekon Banjar Negeri, Kecamatan Gunungalip, Tanggamus, didemo warganya di  balai pekon, Senin siang 19 Januari 2026.

Massa menuntut aparat penegak hukum dan Inspektorat Tanggamus memeriksa anggaran dana desa dan meminta pertanggungjawaban kepala Pekon Banjar Negeri tahun 2022-2024 karena pengelolaan diduga tidak ada transparansi.

Sebanyak 72 personel Polres Tanggamus dikerahkan untuk mengawal ketat demonstrasi di Pekon Banjar Negeri. Sambil membawa spanduk, massa menyampaikan orasi berisi kritik tajam terhadap kepemimpinan Kepala Pekon Carfi Juhir. Warga menduga kepala pekon korupsi dana desa.

Ketidakpuasan warga memuncak karena menilai pengelolaan Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes sewenang-wenang. Selain itu, proyek pembangunan fisik seperti enam unit gardu pos ronda di enam pedukuhan juga turut dipertanyakan.

Usai menyampaikan aspirasi di kantor pekon, massa melanjutkan aksi dengan berjalan kaki menuju kantor camat untuk beraudiensi dengan Inspektorat. Warga mengancam akan membawa massa yang lebih besar jika tuntutan audit investigasi terhadap Kepala Pekon Carfi tidak segera ditindaklanjuti.

Kepala Pekon Carfi Juhir mengaku dapat informasi intel mengenai penyampaian aspirasi masyarakat soal ketidaktransparanan anggaran dana desa. Ia mengklaim sebagai pelayan masyarakat telah menjalankan tugas sesuai aturan pemerintah.

Sementara Kabag Ops Polres Tanggamus Kompol Yoffi Kurniawan menjelaskan pengerahan 72 personel dalam mengamankan unjuk rasa warga Desa Banjar Negeri di Balai Pekon dan Kantor Kecamatan. Aksi berjalan aman dan kondusif sesuai hasil mediasi.

AFNAN HERMAWAN

Jumat, 02 Januari 2026

Pemkab Tanggamus Serahkan 4.193 SK PPPK Paruh Waktu

KOTAAGUNG (2/1/2026) – Pemerintah Kabupaten Tanggamus melantik 4.193 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK Paruh Waktu formasi 2025, Jumat 2 Januari 2026. Ribuan pegawai tersebut menerima surat keputusan (SK) secara simbolis dari Bupati Tanggamus Moh Saleh Asnawi. 

Penerima SK merupakan tenaga honorer bertahun-tahun di lingkungan pemerintah daerah  sektor pendidikan,kesehatan, dan tenaga teknis. Mereka selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik. Penyerahan SK menandai masa tugas ribuan PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Saleh Asnawi mengatakan pengangkatan PPPK Paruh Waktu merupakan bentuk pengakuan negara atas pengabdian tenaga honorer. Para pegawai itu bukan orang baru dan sudah lama menjadi keluarga besar aparatur di Kabupaten Tanggamus.

Ribuan PPPK Paruh Waktu terdiri tenaga guru 953 orang, tenaga kesehatan 464 orang, dan tenaga teknis 2.776 orang.

Keterbatasan kemampuan fiskal daerah masih menjadi kendala. Meski begitu, bupati meminta para PPPK Paruh Waktu tetap menjaga profesionalisme dan integritas kerja.

Bupati Saleh Asnawi  menekankan pentingnya penerapan nilai dasar ASN berakhlak serta mengingatkan PPPK Paruh Waktu menjauhi narkoba dan korupsi.

AFNAN HERMAWAN

Rabu, 31 Desember 2025

Geger Penemuan Bayi Merah di Septic Tank Tanggamus

SUMBEREJO (31/12/2025) – Warga Dusun Sriwidodo, Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, geger atas penemuan sosok bayi merah berkelamin perempuan di lubang bekas WC hampri tengah malam pukul 23.30 WIB. Bayi ini diduga sengaja dibuang orangtuanya.

Bayi ditemukan pertama kali oleh Mardiansah, 32 tahun, warga setempat. Ia awalnya mendengar suara lirih menyerupai kucing dari belakang rumahnya ketika hendak mengambil minum di dapur. Karena curiga, saksi menelusuri sampai lubang bekas WC dan menemukan sosok bayi dengan ari-ari masih menempel.

Kesaksian warga setempat, Supriyanto, penemu bayi bergegas menghubungi warga dan bersama-sama mengevakuasi bayi dari lubang bekas WC. Bayi langsung dibersihkan dan dibawa ke bidan pekon.

Penemuan sosok bayi merah dilaporkan ke Polsek Sumberejo. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti selembar kain sarung pembungkus bayi. Kondisi bayi mengalami memar hidung serta lutut kiri dan kanan.

Polisi menyelidiki pelaku dan motif pembuangan bayi di belakang rumah warga. Pelaku diduga orangtua bayi itu sendiri.

HARDI SUPRAPTO

Kamis, 25 Desember 2025

Kepala Pekon di Tanggamus Dilaporkan Tipu Puluhan Juta

KOTAAGUNG (24/12/2025) – Oknum Kepala Pekon Karang Buah, Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan warga Pesawaran ke Polres Tanggamus atas dugaaan penipuan uang Rp55 juta, Selasa 23 Desember 2025.

Pelapor bernama Rinmah Yuni, 47 tahun, wiraswasta asal Pekon Jambu, Kecamatan Kedondong, Pesawaran. Sementara terlapor dugaan penipuanatau penggelapan oknum Kepala Pekon Karang Buah berinisial AK.

Rinmah Yuni mengaku kena tipu AK hingga merugi Rp55 juta.  Awalnya ditelefon Kepala Pekon Kejadian Lom sekaligus Ketua Apdesi Cukuhbalak bernama Mulkan Zen mengenai proposal pengadaan 34 ekor kambing Bumdes Pekon Karang Buah dengan anggaran Rp2 juta per ekor.

Tawaran itu disanggupi hingga AK dihubungi Rinmah Yuni keesokan harinya untuk membuat perjanjian pesanan barang pada 6 Oktober di Pekon Putih Doh, Cukuhbalak, Tanggamus.

Selang tiga hari, oknum kepala Pekon Karang Buah meminta Rinmah Yuni tidak langsung belanja kambing tetapi menyerahkan uang sebesar Rp48 juta ke AK untuk dibelikan sendiri. Uang itu akan dikembalikan saat anggaran dana desa tahap kedua cair.

Rinmah Yuni menyerahkan uang Rp48 juta secara tunai dan transfer kepada AK pada 11 Oktober 2025. AK kembali minta disediakan uang Rp7 juta untuk pengadaan laptop pada 24 Oktober.

Pelapor mendengar anggaran dana desa tahap kedua Pekon Karang Buah cair pada 12 Desember 2025. Ia bersama beberapa saksi  datang dengan maksud menagih janji pengembalian uang belanja kambing dan laptop total Rp55 juta.

Oknum kepala Pekon Karang Buah ternyata menghilang. Begitu ditelefon, AK mengatakan anggaran dana desa sudah habis. Karena dianggap tidak beritikad baik, AK dilaporkan ke Polres Tanggamus atas dugaan penipuan atau penggelapan.

PIYAN AGUNG

Selasa, 23 Desember 2025

Adu Jotos Dua Siswi di Tanggamus Berakhir Damai di Depan Polisi

WONOSOBO (23/12/2025) – Dua siswi SMP Muhammadiyah Wonosobo, Tanggamus, adu jotos di ruang kelas menjelang pembagian rapor, Sabtu 20 Desember 2025. Insiden ini berakhir dengan perdamaian di parat kepolisian dan pengawas pendidikan.

Perkelahian melibatkan siswi kelas 8 dan 9 berinisial S dan R. Dua siswi saling jambak, adu jotos dan main banting dikelilingi beberapa temannya. Kejadian ini terekam video viral di media sosial.

Kepala SMP Muhammadiyah Wonosobo Subardi membenarkan perkelahian dua siswi tersebut. Masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan dengan menghadirkan orangtua masing-masing. Perkelahian diselesaikan dengan perdamaian disaksikan kapolsek Wonosobo, Kanit PPA Polres Tanggamus, kepala P2TP2A dan pengawas Diknas Wonosobo.

Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan AnakTanggamus Eka Darmawan menyesalkan perkelahian siswi hingga videonya viral di media sosial. Perkelahian pelajar ini merupakan kasus kedua sepanjang tahun 2025.

Kanit PPA Polres Tanggamus Aipda Rangga Ariyanto mengatakan perkelahian siswi sudah diselesaikan secara damai. Insiden ini sampai viral di media sosial karena kesalahpahaman antarsiswa. Kepolisian mengharapkan orangtua lebih mengawasi anak-anak untuk mencegah kejadian serupa.

HARDI SUPRAPTO

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">