Nelayan mengeluh tidak bisa mencari nafkah sejak pemberlakuan kebijakan barcode. Pembelian BBM dengan jerigen di SPBU tidak dilayani. Sebagian nelayan coba membeli BBM ke warung atau pengecer tetapi biaya operasional membengkak karena harga eceran lebih mahal. Sementara hasil tangkapan ikan tidak menutup biaya melaut.
Faktor cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan arus kuat juga memaksa nelayan berhenti melaut. Hari-hari dihabiskan dengan perbaikan jaring. Ada pula sebagian memilih bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Beberapa nelayan berinisiatif mengubah haluan menjadi nelayan pancing. Kebetulan saat ini sedang musim cumi. Mereka memancing sekitar pantai mulai petang hingga pukul 21.00 WIB dengan hasil sekitar tiga kilogram cumi.
Kepala Dinas Perikanan Tanggamus Darma Setiawan mengupayakan solusi bagi nelayan terdampak kebijakan BBM. Pemerintah berkoordinasi dengan kelompok nelayan serta pemangku kepentingan untuk membahas teknis pemenuhan kebutuhan BBM nelayan.






0 comments:
Posting Komentar