Jumat, 01 Mei 2026

Nelayan Kotaagung Tidak Melaut Karena Kesulitan Dapatkan BBM

KOTAAGUNG (1/5/2026) – Sebagian besar nelayan Kotaagung, Tanggamus, tidak bisa melaut karena kesulitan pasokan bahan bakar minyak jenis solar dan pertalite selama sebulan terakhir. Pembelian BBM ke SPBU ditolak karena tidak memiliki barcode.

Nelayan mengeluh tidak bisa mencari nafkah sejak pemberlakuan kebijakan barcode. Pembelian BBM dengan jerigen di SPBU tidak dilayani. Sebagian nelayan coba membeli BBM ke warung atau pengecer tetapi biaya operasional membengkak karena harga eceran lebih mahal. Sementara hasil tangkapan ikan tidak menutup biaya melaut.

Faktor cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan arus kuat juga memaksa nelayan berhenti melaut. Hari-hari dihabiskan dengan perbaikan jaring. Ada pula sebagian memilih bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

Beberapa nelayan berinisiatif mengubah haluan menjadi nelayan pancing. Kebetulan saat ini sedang musim cumi. Mereka memancing sekitar pantai mulai petang hingga pukul 21.00 WIB dengan hasil sekitar tiga kilogram cumi.

Kepala Dinas Perikanan Tanggamus Darma Setiawan mengupayakan solusi bagi nelayan terdampak kebijakan BBM. Pemerintah berkoordinasi  dengan kelompok nelayan serta pemangku kepentingan untuk membahas teknis pemenuhan kebutuhan BBM nelayan.

HARDI SUPRAPTO

0 comments:

Posting Komentar

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">