Korban bernama Sugiyo, 60 tahun, diduga terseret banjir saat memancing pukul 14.30 WIB hingga petang. Ia berpamitan kepada anaknya, Agung Widianto. Meski sang anak melarang karena cuaca mendung, ia tetap berangkat dengan mengenakan mengenakan kaos lengan panjang warna kehijauan dan celana training hitam.
Kekhawatiran keluarga menjadi kepanikan karena Sugiyo tak kunjung pulang hingga malam. Kondisi diperparah dengan meningkatnya debit Sungai Way Semuong sekitar pukul 17.00 WIB akibat hujan deras di wilayah hulu dan bahkan sempat memicu genangan di permukiman warga.
Saksi mata menyebut hujan turun saat Sugiyo menuju lokasi memancing. Arus sungai bertambah deras dan debit air makin tinggi. Kondisi ini memperkuat dugaan hilangnya korban terseret banjir Sungai Way Semuong.
Pencarian awal oleh keluarga menemukan jejak tapak kaki korban sekitar tiga kilometer dari rumah. Temuan ini diperkuat keterangan dua saksi yang melihat korban tengah memancing sebelum arus sungai membesar.
Operasi pencarian melibatkan tim SAR Gabungan Basarnas, BPBD, Polsek Wonosobo dan Brimob mengerahkan personel guna mencari korban. Area penyisiran juga diperluas meliputi titik-titik rawan hingga hilir. Operasi ini berlangsung dramatis karena kondisi medan begitu berat, licin, dan berbahaya.
Polisi mengimbau masyarakat sepanjang aliran Sungai Way Semuong segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar proses pencarian dapat dipercepat.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar