Program mudik gratis ditujukan bagi masyarakat umum dan mahasiswa sebagai upaya membantu pulang ke kampung halaman sekaligus menekan kepadatan kendaraan pribadi dan potensi kecelakaan jalan raya selama arus mudik Lebaran.
Mudik gratis menggunakan transportasi bus dapat menjangkau wilayah yang tidak dilalui kereta api. Program mudik gratis tahun ini juga unik karena tidak menggunakan dana APBD.
Pelaksanaannya hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga, dan sejumlah perusahaan di antaranya PT Bukit Asam, Bank Lampung, Jasa Raharja, Sungai Budi Group, BGR Logistik Indonesia, Bank Rakyat Indonesia wilayah Bandarlampung serta Indogrosir dan BNI Cabang Tanjungkarang.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Bambang Sumbogo menjelaskan program imudik gratis merupakan kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya selama masa mudik Lebaran.
Sebanyak 1.886 orang mengikuti mudik gratis. Peserta terdiri masyarakat umum, mahasiswa serta berbagai unsur. Tingginya minat masyarakat membuat panitia menambah armada bus dari rencana awal delapan menjadi sembilan unit.
Moda transportasi terdiri dari kereta api dan bus. Program ini memanfaatkan layanan Kereta Api Rajabasa yang mengangkut 848 penumpang tujuan Kertapati, Palembang, dan Kereta Api Kuala Stabas yang melayani 768 penumpang tujuan Baturaja serta Martapura dengan dua jadwal keberangkatan.
Sementara sembilan unit bus disiapkan membawa pemudik yang tidak dilintasi jalur kereta api. Rinciannya tiga bus menuju Krui, Kabupaten Pesisir Barat, tiga bus menuju Liwa, Lampung Barat, dua bus menuju Blambangan Umpu, Way Kanan dan satu bus menuju Mesuji.
Program mudik gratis diharapkan dapat memberikan kemudahan transportasi masyarakat Lampung serta memastikan perjalanan mudik aman dan tertib hingga tiba di kampung halaman.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar