BANDAR LAMPUNG (29/11/2025) - Kader Posyandu Kaliawi, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, ternyata sempat dikenakan pakaian pengantin oleh pembunuhnya, setelah meninggal.
Dalam temu pers pada Sabtu, 29 November 2025, Wakapolresta Bandarlampung AKBP Edwin Irawan, menggambarkan “dinginnya” BP, sang pembunuh, yang juga keponakan kader posyandu.
AKBP Erwin menyebut warga dan petugas mengetahui Wiwik Safitri, kader posyandu, tewas pada Minggu, 23 November 2025, padahal sudah dibunuh sang ponakan dua hari sebelumnya.
Kepada petugas, sang keponakan mengatakan ia berniat membunuh tantenya pada Jumat Dinihari, 21 November 2025, karena degdegan akan dilaporkan menggelapkan sesuatu.
Dinihari itu, sang keponakan, memasuki rumah tantenya lewat plafon dan berhasil masuk kamar kader posyandu.
Sang tante rupanya terbangun, Pria berusia 26 tahun itu ketakutan. Sebelumnya kader posyandu berteriak, ia mencekiknya, hingga tewas.
Wakapolresta menyebut sang ponakan sempat melapazkan syahadat saat tantenya sekarat dan mengucapkan innalillahi melihat tantenya meninggal.
Pria berusia 26 tahun itu juga sempat mengenakan pakaian pengantin ke jasad tantenya, menggantinya lagi dengan mukena, lalu menukar pakaian dengan yang lain.
AKBP Erwin menyebut sang keponakan juga shalat subuh di samping jasad tantenya, tidur di kamar itu hingga siang, lalu membawa kabur motor kader posyandu bermerek Honda Scoopy.
Petugas menduga perampokan motor menjadi penyebab warga sekitar mencurigai keponakan Kader Posyandu itu, karena, kemudian ia digadaikan, dan dipakai untuk judi slot.
ARI IRAWAN,






0 comments:
Posting Komentar