BAKAUHENI (4/1/2026) – Jumlah kendaraan dan penumpang menyeberangi Selat Sunda di Merak dan Bakauheni naik tipis pada mudik Natal dan Tahun Baru 2025-2026. Yang naik signifikan hanya roda dua, yang mencapai 41 persen.
Direktur Keuangan ASDP, Bunga Herlina Oktaviyanti, dalam temu pers di Bakauheni, pada Minggu, 4 Januari 2026, mengatakan jumlah penumpang menyeberang naik 11 persen, roda dua 41 persen, roda empat, 8 persen. Rata-rata truk turun karena dibatasi.
Bunga Herlina menyebut pihaknya juga menganggap puncak arus balik dari Sumatera sudah berlangsung pada H plus 9 pada Sabtu, 3 Januari 2026, sedangkan puncak arus mudik berlangsung pada H minus 3 pada Minggu, 28 Desember 2025 lalu.
Secara nasional, Direktur Keuangan ASDP menyebut kenaikan secaraumumnya mencapai 5 persen, yang terdiri dari kenaikan penumpang 17 persen, roda dua 30 persen, dan roda empat 12 persen.
Dari update data terakhir PT ASDP, kenaikan penumpang dan kendaraan terjadi dibandingkan dengan Tahun sebelumnya. Namun angkanya lebih kecil jika dibandingkan jumlah penumpang dan kendaraan pada Tahun 2023, apalagi dengan Tahun 2019 dan sebelum pandemic Covid-19.
Khusus penumpang, misalnya, jumlah penumpang hanya 568 ribu pada Tahun 2025, jauh dari total 714 ribu pada Tahun 2019.
Demikian juga kendaraan. Jumlah yang menyeberang di Merak dan Bakauheni sekitar 136 ribu. Sedangkan pada Tahun 2019 mencapai 148 ribu unit.
Berkurangnya penumpang dan kendaraan jika dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi covid-19, membuat puncak arus mudik dan arus balik Natal dan Tahun Baru 2025 tidak terasa lagi.
Jimi, pemudik dari Bogor menuju Tapanuli, Sumatera Utara, mengatakan mereka melenggang kangkung dari kampung ke Jakarta, karena yang mudik lebih sepi dibandingkan dulu, sementara fasilitas sudah bertambah, seperti tol, dermaga, dan jumlah kapal penyeberangan.
Perantau asal Tanah Batak itu juga menyebut mereka tidak menemukan kendala di sepanjang jalan, meski sebagian dari kawasan di Tapanuli baru dilanda banjir.
ROY SHANDI,






0 comments:
Posting Komentar