Suasana lalu-lintas di pusat Kota Bandarlampung ramai meski turun hujan beberapa kali sejak sore sampai detik-detik pergantian tahun. Tidak ada penutupan jalan dan pengalihan arus kendaraan.
Setengah jam sebelum tengah malam, ratusan warga berkumpul di kawasan Tugu Adipura. Kerumunan muda-mudi sebatas pinggir jalan dan tidak sampai membeludak.
Suasana menjadi lengang karena kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung melarang masyarakat menyalakan petasan dan kembang api. Larangan tersebut tertuang dalam surat edaran sejak beberapa hari sebelum pergantian tahun.
Meski demikian, ingar-bingar kembang api tetap menghiasi langit Kota Bandarlampung saat detik-detik pergantian tahun. Namun, luapan kegembiraan kali ini tidak seintens malam tahun baru sebelumnya.
Pendar-pendar kembang api dan darderdor petasan hanya lima menit menjelang pukul 00.00 dan 10 menit kemudian mulai sepi. Sebagian besar kembang api juga berukuran kecil dengan suar terbatas. Momen pergantian tahun ini menarik perhatian pengendara berhenti sejenak.
Faktor cuaca turut memengaruhi suasana malam pergantian tahun. Hujan cukup deras mengguyur Kota Bandarlampung sejak sore. Hingga malam hari, hujan masih turun dengan intensitas sedang.
Gustin, warga Bandarlampung, menyebut sepinya perayaan tahun baru kali ini mencerminkan sikap empati masyarakat terhadap saudara-saudara di daerah lain yang tertimpa musibah bencana alam.
Rita Rahayu Ningsih, warga asal Belitang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, mengaku sudah beberapa kali merayakan malam tahun baru di Bandarlampung, khususnya di kawasan Tugu Adipura. Suasana malam tahun baru memang lebih sepi tetapi ia tetap bersyukur.
ARI IRAWAN






0 comments:
Posting Komentar