Kepala Staf Kodam (Kasdam) Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto meletakkan batu pertama Jembatan Gantung Garuda. Acara dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah serta Forkopimda Lampung dan Lampung Timur.
Jembatan Gantung Garuda merupakan salah satu dari program Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV Kodam Radin Inten. Program ini terdiri 20 jembatan gantung masing-masing 10 titik di wilayah Lampung dan 10 titik di Bengkulu.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda sepanjang 120 meter melibatkan TNI Angkatan Darat, Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Timur. Pekerjaan ditargetkan selesai satu bulan. Jembatan ini khusus akses kendaraan roda dua dan jalan kaki.
Jembatan Gantung Garuda menjadi solusi jangka menengah untuk membuka akses masyarakat Desa Kali Pasir dan Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur. Akses pelajar dan masyarakat selama ini mengandalkan perahu getek dengan risiko kecelakaan tinggi.
Pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) sedang mempersiapkan pembangunan jembatan permanen. Persiapan sudah sampai tahap pembebasan lahan oleh Pemkab Lampung Timur.
Brigjen TNI Andrian Susanto menyampaikan sambutan Pangdam Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengenai Jembatan Gantung Garuda sebagai solusi jangka menengah untuk membuka kembali konektivitas antarwilayah.
Jembatan tersebut sekaligus menjadi simbol gotong-royong TNI dan pemerintah daerah. Realisasi proyek jembatan menegaskan komitmen TNI selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu percepatan pembangunan daerah sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
MUHAMMAD FARID






0 comments:
Posting Komentar