Supriyani, 62 tahun, seorang pensiunan guru SMA, dihabisi dengan golok oleh menantunya berinisial MT, 32 tahun. Korban terkapar bersimbah darah dengan kondisi luka leher dan kepala belakang. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi nyawanya tidak tertolong.
Pembunuhan mertua perempuan dengan pelaku menantu sendiri menggemparkan warga setempat. Kejadian ini bermula MT mendatangi rumah mertua dengan niat rujuk dengan istrinya, Dwi, putri kedua korban. Hubungan rumah tangga MT dan Dwi memang retak. Pasangan ini telah pisah ranjang selama empat bulan dan sedang proses perceraian.
Maksud perdamaian rumah tangga berubah menjadi pertengkaran hebat. Emosi MT memuncak saat terjadi adu mulut dengan istrinya. Di tengah situasi panas itu Sipriyani berusaha melerai, namun justru menjadi sasaran amarah. Pelaku makin kalap hingga membabat mertuanya dengan golok. Serangan brutal itu membuat korban tersungkur dan luka parah.
Tetangga mendengar teriakan Dwi meminta pertolongan. Namun, saksi sempat ketakutan karena pelaku tiba-tiba melemparkan golok dan melihat Supriyani sudah terkapar akam pelukan anaknya. MT seketika itu kabur.
Warga memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit, namun nyawa Supriyani tidak tertolong akibat luka serius. Jenazah dimakamkan Minggu siang di TPU Fajar Baru.
Tersangka pembunuh sempat melarikan diri tetapi tekanan situasi memaksanya menyerahkan diri ke Polsek Jatiagung. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti golok serta ponsel pelaku yang tertinggal di lokasi.
Aparat kepolisian masih mendalami motif pembunuhan brutal tersebut. Pelaku menjalani penahanan selama proses penyidikan.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar