Berbeda dengan wisata pada umumnya, pengunjung diajak bertelanjang kaki menyusuri lintasan khusus sepanjang 500 meter. Sensasi berjalan di atas tanah, batu, lumpur, dan aliran air alami dipercaya mampu membuat tubuh lebih rileks sekaligus memberikan efek terapi alami. Suasana pepohonan rindang, gemericik air, dan udara segar semakin menambah ketenangan.
Selain relaksasi, daya tarik lain adalah budidaya madu klanceng. Pengunjung dapat melihat langsung proses panen madu dari sarangnya, bahkan ikut mencoba memanen. Madu klanceng dari getah damar dikenal langka, bertekstur encer, beraroma harum, serta memiliki cita rasa segar perpaduan asam dan manis yang bermanfaat bagi kesehatan.
Seorang pengunjung, Arie, mengaku datang bersama keluarga karena tertarik dengan konsep wisata alam yang berbeda. Menurutnya, pengalaman berjalan menyatu dengan alam memberi kesan menyenangkan sekaligus menenangkan. Ia menilai wisata edukasi ini cocok untuk anak-anak karena mereka bisa belajar mengenal lebah, proses pembuatan madu, dan manfaatnya bagi tubuh.
Owner Suyadi menegaskan, Lembah Suhita bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan ekosistem. Dengan perpaduan wisata alam, relaksasi, dan edukasi, Lembah Suhita menjadi destinasi yang layak dikunjungi untuk mengembalikan kesegaran tubuh dan pikiran.
DANDI SUCIPTO






0 comments:
Posting Komentar