Kepala Dinas TPH Lampung Utara, Tomy Suciadi, Selasa 2 Juni 2026, menyatakan upaya mitigasi telah dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi potensi kemarau panjang yang berisiko mengurangi ketersediaan air di lahan pertanian.
Salah satu strategi utama adalah optimalisasi sistem irigasi perpompaan di sentra pertanian. Pemanfaatan pompa air dinilai menjadi solusi penting menjaga pasokan air bagi tanaman saat curah hujan berkurang. Tahun ini, Lampung Utara juga akan menerima bantuan pembangunan 42 unit irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian yang akan disalurkan ke kelompok tani sesuai kebutuhan wilayah.
Selain itu, pemerintah menyiapkan pembangunan sumur bor di kawasan pertanian yang jauh dari sumber air. Langkah ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air selama musim kemarau sehingga aktivitas budidaya tetap berjalan normal.
Dinas TPH menargetkan seluruh langkah antisipatif dapat menekan dampak El Nino terhadap produksi pertanian, menjaga stabilitas hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Sementara itu, BMKG menyatakan Provinsi Lampung telah memasuki musim kemarau dengan puncak diperkirakan Juli hingga September 2026. Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, namun dengan intensitas lebih rendah dibandingkan musim penghujan.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar