Berdasarkan keterangan petugas Pos Pengamatan Gunung Api, peningkatan aktivitas vulkanik tercatat cukup signifikan dengan lebih dari 740 kali hembusan sejak awal bulan.
Kenaikan status ini diikuti dengan perluasan radius aman dari dua menjadi tiga kilometer dari kawah aktif. Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Suwarno, Senin 6 Juli 2026, mengimbau warga pesisir dan wisatawan tidak melintasi batas area tiga kilometer tersebut karena dikhawatirkan terkena lontaran batu pijar.
Merespons situasi Gunung Anak Krakatau, Corporate Secretary ASDP Windy Andale melalui holding statement ASDP menegaskan perusahaan telah memperkuat koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Perhubungan, KSOP, dan BMKG.
ASDP terus memantau aktivitas vulkanik dan cuaca secara intensif. Apabila terdapat rekomendasi dari otoritas berwenang untuk melakukan pembatasan maupun penghentian sementara operasional demi keselamatan pelayaran, ASDP akan segera menindaklanjuti.
Sementara arus penumpang mengalir seperti biasa. Meski belum mendapat sosialisasi langsung dari pengelola pelabuhan, sejumlah penumpang mengaku telah mengetahui kabar peningkatan status Gunung Anak Krakatau melalui media sosial.
Karyawan asal Sragi tujuan Jakarta tetap menyeberang meski sempat khawatir dengan kondisi Gunung Anak Krakatau. Ia membeli tiket penyeberangan melalui aplikasi Ferizy.
Warga Sidomulyo, Lampung Selatan, menjemput anaknya ke Pelabuhan Bakauheni begitu mengetahui perkembangan Gunung Anak Krakatau. Sang anak sudah menyeberang dari Pelabuhan Merak dengan situasi aman.
ROY SHANDY






0 comments:
Posting Komentar