Potensi geothermal melimpah di Sekincau dan Suoh diperkirakan mencapai 500 hingga 700 Megawatt (MW). Angka ini menempatkan Lampung Barat pada posisi strategis dalam peta transisi energi dan penguatan ketahanan energi nasional.
Momentum ini sejalan dengan ambisi besar pemerintah pusat untuk memacu percepatan pemanfaatan geothermal. Berdasarkan data terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026, total potensi geothermal Indonesia mencapai 23.202 MW.
Dari kekayaan luar biasa tersebut, kapasitas terpasang dan termanfaatkan baru sekitar 2.776 MW atau hanya 11,6 persen. Melihat 88,4 persen potensi nasional belum tergarap, Lampung Barat bergerak cepat menangkap peluang emas ini. Proses eksplorasi di kawasan Sekincau dan Suoh terus dimatangkan untuk memetakan kantong-kantong reservoir panas bumi.
Langkah nyata ini dipercayakan kepada PT Star Energy Geothermal yang telah mengantongi Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE). Sinergi Investasi dan Kesejahteraan Lokal Pengembangan geothermal di Lampung Barat dipastikan tidak hanya membangun infrastruktur pembangkit listrik, melainkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi daerah.
Suharsono Darmono, Chief Operating Officer (COO) PT Star Energy Geothermal, menyampaikan komitmen penuh perusahaan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah demi memastikan investasi besar yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Lampung Barat. Secara ekonomi, kehadiran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) skala besar ini akan menciptakan multiplier effect.
Proyek ini bakal membuka lapangan kerja baru warga lokal dan menghidupkan ekosistem bisnis turunan, mulai sektor konstruksi, transportasi, logistik, jasa penyediaan barang hingga pasar lebih luas bagi pelaku UMKM setempat. Tantangan berikutnya berada di pundak pemerintah daerah untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas sejak dini agar warga lokal mampu menjadi pemain utama dalam rantai ekonomi industri ini.
Kendati menjanjikan keuntungan ekonomi dan pasokan listrik bersih, proyek geothermal Sekincau dan Suoh memegang prinsip keseimbangan lingkungan secara ketat. Kedua wilayah ini dikenal memiliki ekosistem alam asri serta potensi pariwisata Lampung Barat.
Seluruh tahapan survei, eksplorasi hingga konstruksi operasional wajib berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian hutan, perlindungan lingkungan serta penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat adat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menggarisbawahi Indonesia sebenarnya adalah pemilik sumber daya panas bumi terbesar dunia. Meski demikian, dari sisi implementasi nyata, Indonesia masih berada di peringkat kedua di bawah Amerika Serikat.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah pusat berkomitmen membenahi regulasi, memangkas birokrasi, memberikan insentif, dan menegaskan kepada para pengembang agar segera merealisasikan wilayah konsesi.
Melalui kolaborasi erat regulator dan pelaku usaha, potensi emas hijau terkubur di bawah tanah Sekincau-Suoh diharapkan segera dikonversi menjadi energi bersih yang menerangi Nusantara sekaligus mengangkat martabat ekonomi warga Lampung Barat.
LILIANA PARAMITA






0 comments:
Posting Komentar