Sabtu, 19 September 2026

Antrean Solar di Lampung Utara Mengular Karena Stok Kosong

KOTABUMI (19/9/2026) – Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lampung Utara. Para sopir terpaksa menginap semalaman hingga siang sehingga distribusi barang dan hasil bumi terhambat.

Pantauan Jumat malam hingga Sabtu pagi 19 Septemebr 2026, antrean kendaraan memanjang sejak dini hari pukul 00.30 WIB. Antrean solar bersubsidi menghabiskan waktu berjam-jam. Sopir truk sayuran asal Liwa tujuan Bandarlampung sering terjebak antrean solar di sejumlah SPBU Lampung Utara.

Kelangkaan solar menghambat distribusi sayuran. Sopir sering dimarahi pemilik barang karena muatan sayuran layu dan bahkan membusuk akibat terlalu lama antre bahan bakar minyak.

Keluhan serupa disampaikan sopir truk kayu asal Negararatu. Meski sudah antre sejak dinihari pukul 00.30 hingga pagi pukul 07.00 WIB masih terjebak antrean solar. Truk sering tidak mendapatkan bahan bakar minyak akibat stok kosong.

Di tengah antrean panjang bahan bakar minyak, Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Lampung Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) sedikitnya 12 SPBU. 

Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini mengatakan personel Satreskrim memantau SPBU untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai kuota masing-masing SPBU. Polisi juga mengawasi antrean panjang terutama pagi hari.

Antrean panjang diduga berkaitan dengan pengurangan kuota BBM sejumlah SPBU. Selain itu pola pengisian BBM bersubsidi juga diatur bergantian sif petugas pagi, sore maupun malam hari.

Pengawasan SPBU mengantisipasi potensi penyalahgunaan BBM subsidi seperti praktik pengecoran, penimbunan hingga penggunaan barcode tidak sesuai dengan kendaraan. Polisi bakal bertindak tegas terhadap penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi. Kehadiran polisi menjamin keamanan dan ketertiban distribusi BBM.

ADI SUSANTO

0 comments:

Posting Komentar

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">