Mobil berwarna silver dengan nomor polisi BE 1873 KY itu dikemudikan Sukani , 55 tahun, membawa anak perempuannya, Lisa, melintas dari arah Candimas menuju rumahnya di Desa Abung Jayo.
Tanpa diduga, mesin mendadak mati dan tak bisa dihidupkan kembali saat mobil berada tepat di tengah lintasan kereta api kilometer 91, dekat Stasiun Candimas.
Pada saat bersamaan kereta api babaranjang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Kotabumi menuju Bandarlampung. Sukani seketika panik. Teriakan warga sekitar perlintasan pun pecah.
Petugas palang pintu M. Diaz sigap mendorong mobil keluar dari perlintasan. Penyelamatan dalam hitungan detik berhasil mengeluarkan Sukani dan anaknya dari mobil sesaat sebelum moncong lokomotif menghantam kendaraan.
Benturan dahsyat tak terelakkan. Mobil Kijang terseret sejauh 200 meter hingga hancur. Bapak anak selamat dari maut dan tidak mengalami luka serius.
Kesaksian petugas palang pintu, mobil mogok di perlintasan sempat dia dorong sendirian tetapi tidak bergerak. Ia juga menghubungi rekan di stasiun lain supaya mengantisipasi kedatangan kereta. Namun, babaranjang sudah lewat.
Kepala Desa Abung Jayo Suroto mengakui pengemudi mobil merupakan warganya. Akibat kecelakaan itu perjalanan kereta api sempat dihentikan.
Sementara arus lalu-lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan hampir satu jam hingga proses evakuasi selesai dan jalur kembali normal.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar