Lansia bernama M. Muslih Joko Waluyo, warga Dusun Bangunrejo, Desa Neglasari, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, tergolek tanpa daya akibat kelumpuhan. Penderitaan ini ditambah gejala sesak nafas hampir setiap hari.
Tubuh tidak mampu bergerak selama bertahun-tahun. Ketika sesak nafas menyerang, istrinya rajin mengompres bagian dada dengan air hangat.
Muslih awalnya menderita sakit darah tinggi. Kondisi kesehatan terus memburuk hingga mengalami kelumpuhan total. Keluarga membawanya ke puskesmas dan mendapatkan rujukan pengobatan ke Rumah Sakit Abdul Muluk Bandarlampung.
Proses pengobatan tidak dapat berjalan optimal karena faktor ekonomi dan beban domestik. Sejak mengalami kelumpuhan, urusan nafkah rumah tangga beralih ke istri yang bekerja serabutan dengan pekerjaan tidak menentu dan penghasilan pun tidak seberapa.
Beban penderitaan keluarga Muslih makin berat mengingat salah satu anaknya mengalami gangguan jiwa. Istri tidak mungkin memenuhi biaya pengobatan rutin sambil menjaga atau perawat suami di rumah sakit. Apalagi sang anak di rumah juga butuh perhatian.
Muslih pernah menjalani operasi medis di Bandarlampung. Proses medis baru sekali langsung terhenti karena kendala biaya pengobatan, transportasi maupun logistik.
Pria lumpuh ini mengharapkan perhatian dan bantuan pemerintah serta dermawan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan optimal sampai sembuh.
GELLY ANTHONIYOS






0 comments:
Posting Komentar