Selasa, 24 Februari 2026

Tambak Udang Lampung Selatan Disulap Jadi Pertanian Biosalin

KETAPANG (24/2/2026) – Puluhan warga Kecamatan Ketapang dan Sragi, Lampung Selatan, mulai beralih haluan budidaya tambak udang menjadi pertanian padi biosalin. Peralihan ini karena lahan pertambakan tidak produktif setelah terbengkalai puluhan tahun.

Peralihan ini dilandasi optimisme terhadap varietas padi biosalin teruji tumbuh subur di lahan dengan kadar salinitas (garam) tinggi. Selain tahan kondisi air payau, padi ini juga lebih tangguh menghadapi serangan hama. Padi jenis ini juga tumbuh cepat dan perawatan lebih mudah.

Kepala Desa Berundung Sulton mengungkap kehadiran padi biosalin menjadi jawaban pemilik lahan pertambaan udang yang telantar. Lahan tidak produktif mulai ditanami padi biosalin mencapai 14 hektar.

Sulton menjelaskan varietas padi biosalin tumbuh menghijau dengan banyak tunas sejak awal tanam. Sementara padi biasa berumur satu minggu belum tentu kelihatan hijau.

Padi biosalin merupakan hasil riset mandiri seorang pemuda setempat bernama Jalu. Pengembangan program ini mendapat dukungan bupati Lampung Selatan dan Kejaksaan Tinggi Lampung.

Jalu selaku pengelola demonstration plot (demplot) menjelaskan potensi besar ekonomi dari alih fungsi lahan. Awalnya lahan bekas tambak udang sudah tidak produktif selama empat sampai lima tahun. Keberhasilannya cuma 30-40 persen. Setelah dicoba demplot dua hektar di Desa Bandar Agung, hasil panen mencapai enam ton per hektar.

Jalu mengharapkan dukungan pemerintah terkait biaya cetak sawah mengingat biasanya cukup mahal yaitu berkisar 30 sampai 40 juta rupiah per hektar. Biaya menjadi efisien jika sawah dicetak serentak. Saat ini sudah ada 600 hektar tambak siap diubah menjadi persawahan.

SHANDY

0 comments:

Posting Komentar

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">