Kemacetan tidak terhindarkan begitu puncak arus balik lebaran selesai dan angkutan barang diperbolehkan menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni. Armada truk logistik serentak menyerbu hingga jauh melampaui kapasitas pelabuhan.
Antrean truk memanjang sekitar tujuh kilometer dan bahkan sempat mengular belasan kilometer di ruas Jalan Lintas Sumatera. Volume truk begitu banyak hingga arus lalu-lintas menuju dermaga penyeberangan lumpuh total.
Kepala Satuan Lalu-lintas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggibesar Feri membenarkan kemacetan truk logistik menuju pelabuhan setelah berakhirnya masa pembatasan angkutan barang. Gelombang kedatangan truk bersamaan dalam waktu singkat. Pengelola tol sampai siang ini berupaya keras mengurai kemacetan.
Pengelola tol bersama aparat kepolisian menerapkan strategi penundaan perjalanan dengan memasukkan truk-truk logistik ke kantong-kantong parkir mengingat jumlah armada sudah jauh melampaui daya tampung pelabuhan.
Aparat kepolisian sempat kewalahan karena banyak sopir truk enggan dialihkan menyeberang lewat Pelabuhan Sumber Makmur Abadi di Ketapang. Para sopir mengaku trauma akibat pengalaman sebelumnya. Mereka pilih mengantre di jalur penyeberangan utama Bakauheni-Merak.
Sebagian truk ringan sekelas Colt Diesel mulai dimasukkan kantong parkir dermaga secara bertahap. Para sopir dan pengusaha hasil bumi mendesak Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi kebijakan pembatasan angkutan barang karena menimbulkan kerugian ekonomi. Muatan buah-buahan seperti pisang dan semangka membusuk di jalan.
Truk pisang dan kelapa asal Lampung Timur tujuan Pulogadung, Jakarta Timur, antre sejak Minggu malam pukul 23.00 WIB. Angkutan ini masih tejebak kemacetan sampai Senin siang. Sebagian muatan pisang sudah rusak dan menghitam.
Truk semangka tujuan Solo, Jawa Tengah, juga terjebak kemacetan panjang. Sopir menyebut manajemen angkutan barang pada lebaran tahun ini paling parah dalam satu dekade terakhir. Ia mendesak pemerintah lebih fleksibel dalam menerapkan aturan penyeberangan.






0 comments:
Posting Komentar