Pasangan Rudi dan Iis Wiyanti bersama enam anaknya terpaksa bertahan hidup di rumah seluas 35 meter persegi. Rumah tersebut berdinding gedek atau anyaman bambu berlubang dan berlantai tanah. Kondisi rumah sudah rapuh dengan penyangga kayu supaya tidak roboh.
Keadaan semakin memprihatinkan saat musim hujan. Rumah kemasukan air sehingga seluruh penghuni terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Selain masalah struktur bangunan, rumah ini tidak memiliki fasilitas sanitasi. Mereka menumpang buang air di rumah orangtua. Aktivitas mandi dan mencuci memanfaatkan sekat sarung dan terpal lusuh.
Sebagai kepala keluarga, Rudi memendam keinginan memiliki tempat tinggal layak bagi anak-anaknya. Namun, penghasilan sebagai buruh serabutan hanya cukup memenuhi makan sehari-hari. Harapan perbaikan rumah pun tinggal mimpi.
Kepala Dusun Rejoagung 2 Teguh mengatakan rumah keluarga Rudi memang tidak layak huni. Pemerintah desa mengusulkan bantuan bedah rumah. Namun, hingga saat ini bantuan belum terealisasi. Kepala dusun berharap perhatian khusus pihak terkait kesejahteraan keluarga Rudi meningkat dengan perbaikan rumah.
GELLY ANTHONIYOS






0 comments:
Posting Komentar