Penekanan arah pembangunan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di Gedung Pusiban Kotabumi, Kamis 26 Maret 2026.
Lampung Utara dinilai berpotensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Komoditas seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet hingga pisang dipandang mampu menjadi penggerak utama ekonomi jika dikelola optimal dan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama pembangunan. Upaya ini diarahkan pada peningkatan akses pendidikan, pemerataan layanan kesehatan serta penyesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Pemerintah daerah mendorong anakjangan sampai putus sekolah serta meningkatkan kualitas tenaga kerja produktif.
Dari sisi indikator pembangunan manusia, capaian Lampung Utara menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia tercatat 72,28 dengan pertumbuhan 1,2 persen, mendekati kategori tinggi di tingkat provinsi. Pencapaian ini menjadi modal penting peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain penguatan SDM, transformasi ekonomi melalui hilirisasi menjadi fokus berikutnya. Hasil pertanian tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Langkah ini mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat daya saing produk daerah.
Percepatan pembangunan infrastruktur turut menjadi prioritas utama. Infrastruktur yang memadai mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik serta membuka akses pasar lebih luas. Tingkat kemantapan jalan provinsi di Lampung Utara telah mencapai 93,58 persen, sementara jalan kabupaten masih 46,67 persen.
Pemerintah provinsi tahun ini mengalokasikan anggaran penanganan jalan desa, perbaikan ruas jalan provinsi serta jembatan baru. Upaya ini memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Penguatan ekonomi desa juga menjadi perhatian melalui program Desaku Maju. Program ini menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan produktif dengan dukungan sarana produksi pertanian dan pelatihan vokasi.
Contohnya Desa Wonomarto mampu meningkatkan hasil pertanian hingga 30 persen, khususnya komoditas padi, jagung, dan singkong. Pemanfaatan teknologi serta dukungan mesin pengering turut memberikan nilai tambah pada hasil panen.
Program Desaku Maju juga terintegrasi dengan program nasional makan bergizi gratis. Badan Usaha Milik Desa didorong menjadi pemasok bahan baku pangan secara langsung sehingga perputaran ekonomi tingkat desa dan memberikan manfaat bagi petani serta pelaku UMKM.
Dari sisi kesejahteraan, tren penurunan angka kemiskinan menjadi indikator positif. Angka kemiskinan turun menjadi 9,66 persen pada September 2025. Angka kemiskinan Lampung Utara tercatat 15,78 persen atau turun 1,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar