Korban ditemukan dalam kondisi lemas setelah tersesat beberapa jam di area hutan dengan medan cukup terjal. Muhammad Rohmarulloh bersama sejumlah teman-temannya berwisata ke Air Terjun Sembilan Putri sejak siang hari.
Mereka sempat membasuh kaki di air terjun keempat hingga melanjutkan perjalanan ke air terjun kelima. Sejak berjalan turun, korban tiba-tiba berlari kencang menyisir hutan seorang diri. Teman-temannya kebingungan dan sempat mengejar sambil berteriak memanggil Muhammad Rohmarulloh. Namun, mereka kehilangan jejak.
Penelusuran sekitar lokasi hanya hanya menemukan sepasang sandal. Karena itu teman-teman melaporkan hilangnya Muhammad Rohmarulloh ke aparat desa.
Laporan ditindaklanjuti dengan operasi pencarian tim gabungan perangkat Desa Canti, Camat Rajabasa, Damkarmat, BPBD Lampung Selatan, TNI-Polri, Polsek Kalianda bersama warga setempat. Pencarian berlangsung masif siang hingga malam hari.
Kabid Damkarmat Lampung Selatan Rully Fikriansyah mendapat laporan hilangnya pengunjung wisata air terjun di kawasan hutan. Pencarian sampai malam menemukan korban berkat kerjasama solid petugas gabungan.
Korban ditemukan lemas sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda guna perawatan dan pemulihan kesehatan.
Camat Rajabasa Firdaus mengapresiasi gerak cepat seluruh unsur SAR dan masyarakat dalam misi penyelamatan ini. Insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi sektor pariwisata setempat. Wisatawan diimbau mematuhi aturan pendakian kawasan wisata Air Terjun Sembilan Putri.






0 comments:
Posting Komentar