Aksi massa menggunakan sebuah mobil komando dan tiga bus. Bundaran Tugu Adipura menjadi titik kumpul sebelum bergerak menuju Gedung Rimbawan, lokasi Rakorda PSI Bandarlampung yang dihadiri Jokowi.
Koordinator aksi, Gunawan Parikesit, menyatakan massa memilih Bundaran Adipura sebagai titik awal long march menuju Gedung Rimbawan berjarak sekitar 700 meter. Dalam orasinya, ia menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap safari politik Jokowi di Lampung.
Gunawan juga mengkritik berbagai kebijakan selama dua periode pemerintahan Jokowi. Sejumlah kebijakan dinilai belum mampu menjawab persoalan ekonomi masyarakat dan justru memunculkan berbagai polemik yang hingga kini masih menjadi sorotan publik.
Anggota Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML), Merry, menyampaikan sejumlah alasan yang mendasari aksi tersebut. Organisasi itu menyoroti isu penegakan hukum, dugaan pelanggaran hak asasi manusia pada sejumlah peristiwa masa lalu, termasuk insiden Kilometer 50 dan kerusuhan pasca-Pemilu 2019 di sekitar Kantor Bawaslu.
FSML kembali menyinggung polemik ijazah Jokowi yang masih menimbulkan perdebatan. Mereka menilai perlunya keterbukaan informasi untuk mengakhiri polemik.
Massa juga mempertanyakan urgensi safari politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Menurut pendemo, berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik seharusnya lebih dahulu mendapatkan penjelasan dan penyelesaian.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar