Keributan terjadi Kamis sore 4 Juni 2026 diduga akibat kesalahpahaman. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menyampaikan insiden bermula seorang warga ditegur personel TNI karena bersepeda motor dengan suara knalpot keras.
Teguran tersebut memicu adu mulut. Seperti terekam video, suasana memanas karena sejumlah orang saling dorong hingga adu fisik. Sementara beberapa orang berupaya melerai.
Perangkat desa bersama pihak terkait bergerak cepat dengan membawa delapan pemuda ke Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi dengan kondisi terluka guna mendapatkan penanganan medis.
Menyikapi insiden tersebut, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis bersama Dandim Letkol Infanteri Roni Faturrohman memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak pada Kamis malam. Mediasi melibatkan unsur Forkopimda, Korem Garuda Hitam, pemerintah desa, tokoh masyarakat serta personel TNI terkait peristiwa tersebut.
Pertemuan itu menyepakati perdamaian melalui pendekatan kekeluargaan dan mekanisme adat. Pihak terkait juga berkomitmen mengawal proses pengobatan para pemuda yang terluka akibat keributan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama Forkopimda, DPRD, TNI, dan Polri juga turun ke lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif dan proses penyelesaian berjalan baik. Pengobatan korban menjadi perhatian bersama sebagai bagian perdamaian.
Dengan kesepakatan damai itu pemerintah daerah berharap keributan tidak berkembang menjadi konflik luas. Masyarakat juga diimbau menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi serta bijak menyikapi berbagai informasi.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar