Pembangunan jalan usaha tani sepanjang sembilan kilometer menggunakan alat pengeruk tanah (scraper). Kegiatan ini ditinjau Kepala Kampung Sakti Buana I Komang Widastra. Pemerintah kampung melakukan pemerataan dan perbaikan jalan usaha tani karena rusak parah, banyak lubang dan bergelombang.
Petani Kampung Sakti Buana menerapkan pola tanam hortikultura sepanjang tahun. Karena tidak mengenal musim, mereka terus bertanam sayur-mayur. Karena itu akses jalan harus lancar mendukung distribusi hasil pertanian.
Pemerintah kampung mengalokasikan dana program ketahanan pangan tahun 2026 untuk perbaikan jalan. Pekerjaan dimulai kemarau karena kondisi tanah lebih keras dan lebih optimal menggunakan alat berat scraper.
I Komang Widastra mengatakan jalan mengalami kerusakan saat musim hujan. Kendaraan sering amblas atau tergelincir karena jalan licin. Mumpung musim kemarau, jalan rusak segera diperbaiki. Pembenahan jalan usaha tani merupakan bentuk dukungan pemerintah kampung kepada masyarakat agar kegiatan pertanian berjalan lancar.
Para petani merasa senang atas pembenahan jalan usaha tani. Akses pertanian termasuk distribusi hasil panen makin lancar. Petani makin tenun bercocok tanam sepanjang tahun tanpa mengenal musim kemarau. Pertanian ini menggunakan bantuan pompa air.






0 comments:
Posting Komentar