Jenazah Isnandar dibawa pulang usai proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Kepulangan tersebut menjadi momen berat bagi keluarga, terutama kedua orang tuanya, Pujo, 68 tahun, dan Musinah, 61 tahun.
Isnandar merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia dikenal sebagai fotografer pesta di wilayah Lampung Timur. Pria ini mudah bergaul, dekat dengan masyarakat serta memiliki banyak teman.
Namun, sosok ramah itu telah pergi untuk selamanya setelah menjadi korban dugaan perampokan berujung pembunuhan sadis. Peristiwa tragis tersebut terjadi Minggu dinihari 13 September 2026 di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung.
Di tengah suasana rumah duka, Musinah tak kuasa menahan air mata. Sebagai seorang ibu, ia mengaku masih sulit menerima kenyataan putranya pergi dengan cara tragis. Kepedihan semakin terasa karena Isnandar tinggal berdekatan dengan orangtua.
Pujo, ayah korban, mengaku tidak menyangka kepergian putranya akibat perampokan berujung pembunuhan sadis. Pada malam kejadian sekitar [pukul 04.00 WIB, Pujo sempat mendengar suara mobil Isnandar meninggalkan rumah.
Pujo tidak menaruh kecurigaan apapun dan mengira putranya bepergian seperti biasanya. Keluarga baru mengetahui kondisi Isnandar pada Senin siang 14 September 2026 pukul 13.30 WIB.
Saat itu seseorang datang mencari Isnandar. Pintu rumah dibuka dan keluarga mendapati Isnandar sudah tidak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah dan luka tusuk sekujur tubuh. Sejumlah barang milik Isnandar hilang antar alain mobil Xpander, 50 gram kalung emas, 15 gram cincin emas, dan handphone.
Tim gabungan Polres Lampung Timur dan Polda Lampung segera memburu terduga perampok dan pembunuh Isnandar Ahmad. Pelaku tertangkap di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, dan Sukadana, Lampung Timur.
SONNY SAMATHA






0 comments:
Posting Komentar