Praka Muhammad Kori gugur terdampak tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jenazah almarhum disambut penghormatan militer dan tembakan salvo sebelum diturunkan ke liang lahat.
Di sisi makam, istri almarhum memeluk erat anak keduanya masih berusia dua tahun. Keluarga, kerabat, dan rekan prajurit larut dalam suasana duka. Momen pemakaman menjadi gambaran nyata kehilangan mendalam, sekaligus penghormatan terakhir bagi pengabdian Praka Muhammad Kori.
Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai sosok sederhana, disiplin, dan sangat mencintai keluarga. Ia selalu menjaga kebersamaan dan taat menjalankan ibadah, baik di rumah maupun lingkungan tugas.
Ibunda almarhum, Samrah, mengaku mendapat firasat kejatuhan cicak sebelum mendapat kabar anaknya gugur dalam latihan karena terdampak longsor. Sebelum berangkat ke Cisarua, almarhum sempat berniat membelikan rumah bagi orang tuanya di Lampung.
Mertua almarhum, Dedi, mengenang menantunya sebagai sosok santun, penyayang keluarga, dan selalu menjaga hubungan hangat dengan semua orang. Kenangan terakhir makan nasi uduk bersama keluarga sebelum keberangkatan latihan.
Praka Muhammad Kori merupakan salah satu dari 23 prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir Beruang Hitam yang tertimbun longsor saat menjalani latihan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini di kawasan Cisarua.






0 comments:
Posting Komentar