Peninjauan Hanan A Rozak didampingi anggota DPRD Lampung Adhitia Pratama dan Ariyan Putra Marga, Ketua Komisi III DPRD Lampung Timur Kemari, kepala Dinas PUPR Lampung, pelaksana tugas kepala Dinas PUPR Lampung Timur, dan camat Way Bungur.
Peninjauan Jembatan Kalipasir sebagai bentuk komitmen DPR RI dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung Timur.
Hanan A Rozak berkunjung setelah viral anak-anak kesulitan mengakses sekolah karena Jembatan Kalipasir-Tanjungtirto mangkrak. Pelajar terpaksa menyeberangi sungai dengan perahu darurat.
Anggota Komisi V DPR RI itu menyebut rencana pembangunan jembatan gantung sebagai sarana penyeberangan darurat selama pembangunan Jembatan Kalipasir-Tanjungtirto direncanakan dan dilanjutkan kembali. Pemerintah pusat akan mengambil alih pembangunan Jembatan Kalipasir-Tanjungtirto melalui APBN sebesar Rp80 miliar.
Pembangunan Jembatan gantung ini melibatkan jajaran Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Timur, dan Kodam Radin Inten.
Pelaksana Tugas Kadis PUPR Lampung Timur Primadhiarta Ramadheni mengatakan pembangunan jembatan permanen membutuhkan biaya berkisar Rp80 miliar. Di tengah kesulitan anggaran, proyek ini perlu bantuan Pemprov Lampung maupun pemerintah pusat.
Sementara pembangunan jembatan gantung perlu perencanaan dan evaluasi ulang. Lokasi atau titik jembatan sedang dipertimbangkan dengan matang.panjang jembatan sekitar 100 hingga 120 meter.
MUHAMMAD FARID






0 comments:
Posting Komentar