Beberapa sungai meluap bersamaan akibat hujan deras. Banjir merendam permukiman Kotabumi dan Kotabumi Selatan dengan ketinggian sepundak orang dewasa. Aktivitas masyarakat lumpuh seketika.
Gedung SMA Negeri 3 Kotabumi turut kebanjiran sampai Senin siang. Sedikitnya 14 ruang kelas terendam sehingga sekolah terpaksa memulangkan sebagian siswa karena tidak memungkinkan kegiatan belajar mengajar. Sekolah menyiapkan skema pergantian giliran belajar bila banjir tidak kunjung surut.
Kepala SMA Negeri 3 Kotabumi Vivi Evita Rozalifa membenarkan pemulangan siswa terdampak banjir karena kondisi kelas tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. Posisi gedung memang berada di dataran rendah sehingga luapan air sungai membanjiri sekolah. Padahal, tiga tahun sebelumnya tidak eprnah kebanjiran.
Luapan Sungai Way Sesah membanjiri Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, khususnya wilayah Rawa Karya. Kejadian serupa melanda beberapa kelurahan di Kecamatan Kotabumi.
BPBD mencatat wilayah terdampak banjir meliputi di Kecamatan Kotabumi Selatan yakni Kelurahan Kota Alam 8 rumah dan Kelurahan Tanjung Harapan 20 rumah. Sementara di Kecamatan Kotabumi, banjir merendam 16 rumah di Kelurahan Sribasuki, 79 rumah di Kelurahan Kotabumi Udik serta 53 rumah di Kelurahan Kotabumi Pasar.
Di tengah kondisi darurat, BPBD Lampung Utara belum mendirikan tenda pengungsian. Banyak warga bertahan di rumah tanpa fasilitas layak untuk beristirahat maupun memasak.
Pendirian tenda pengungsian terkendala keterbatasan lahan. Korban banjir mengeluhkan lemahnya respons terhadap kondisi darurat, mengingat banjir merupakan bencana tahunan. Pemerintah daerah didorong lebih sigap dan adaptif dengan menyiapkan langkah cepat, termasuk pemanfaatan fasilitas umum sebagai lokasi pengungsian sementara.
ADI SUSANTO






0 comments:
Posting Komentar